
.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Suasana canggung tercipta di ruang tamu kediaman utama, semua keluarga dari jendral Huang berkumpul. Sayang nya, pria yang membesar kan nama nya saat di angkat sebagai jendral itu telah tiada, yang tersisa hanya lah pasangan adik kakak beserta para pelayan dan pengawal pribadi yang telah di anggap bak saudara, sedang kan kedua orang tua Yuxi pergi menenangkan hati mereka dengan tinggal jauh di daratan barat.
"Ehemm... "
panglima huang berdehem keras, membuat semua orang menoleh kearah nya termasuk xio.
Gadis itu menunduk kan kepala nya dengan tangan yang berkeringat karena terlalu lama saling menggenggam.
"Seperti nya, saudari ku tidak bersedia untuk anda lamar yang mulia pangeran Mu wang hilin.. "
ucapan pria yang selalu berwibawa itu membuat mata semua orang membulat.. Xio yang telah mengetahui latar belakang pria yang membuat nya selalu nyaman itu, semakin tak karuan.
"Benar kah begitu? "
Pangerann Mu wang hilin menatap dengan tatapan teduh kearah putri jendral kekaisaran Han tersebut.
Xio mengangkat kepala nya saat mendapat kan pertanyaan yang begitu membuat hati nya bergemuruh.
"Aku tidak akan memaksakan kehendak, jika diri mu tidak bisa menerima kehadiran ku. Mungkin... Nona Xio ly telah memilih pendamping hidup nya sendiri. "
Ucap pangeran Mu wang hilin mencoba tetap besikap tenang, dengan senyuman khas milik nya yang tidak pernah pudar.
"Benar kah? "
kini panglima huang membuat gadis itu begitu tertekan.
"Buk..bukan.. bukan seperti itu. "
Xio meremas remas jari nya dari balik gaun yang dia gunakan.
"Emm... Aku.. hemm hamba bersedia. "
Wajah nya memerah setelah mengucap kan kalimat yang telah dia pikir kan sepanjang lamunan nya tadi di dalam kediaman pribadi nya.
Kepala pangeran Mu wang hilin kembali terangkat, begitu juga panglima huang yang merasa ucapan saudari nya itu tidak begitu jelas di pendengaran semua orang.
"Berbicara lah dengan jelas saudari ku, kami membutuh kan kepastian tentang hubungan kalian. "
ucap panglima huang lagi dengan manik yang menatap lekat saudari satu satu nya itu.
Xio merasa bingung harus berbicara seperti apa, karna ini adalah hari yang begitu langka dan bersejarah didalam hidup nya.
"Apa kau tidak akan menerimanya ? "
Semua mata menoleh bersamaan kearah pintu besar kediaman utama. Disana telah berdiri seorang wanita cantik, didampingi pengawal pribadi berserta para pelayan nya.
"Yang mulia Permaisuri quen...
Seketika semua yang berada di dalam ruang tamu utama kediaman jendral huang tersebut bangun dari duduk mereka.
__ADS_1
Lalu membungkuk hormat, dan sebagian berlutit dengan kaki yang di tekuk khusus orang orang kekaisaran Han.
" Salam yang mulia.. "
Quen tersenyum lebar, kemudian melangkah dengan anggun kedalam kediaman gadis yang begitu dia rindukan.
"Jangan terlalu sungkan, duduk lah kembali. "
Quen mengedar kan pandangan nya kesegala arah, sampai manik hitam nya menangkap pandangan yang berkaca kaca dari seorang gadis.
"Masih seperti biasa, cengeng dan mudah menangis. "
Goda Quen dengan pandangan yang menatap lekat kewajah memerah di hadapan nya itu.
"Yang ..yang mulia.. "
Suara xio bergetar, ingin sekali gadis itu berlari dan menghamburkan pelukan nya ke sosok yang begitu dia hormati dan sanjungi.
"Gadis bodoh ... jangan menangis, kemarilah.. kau tidak merindukan ku? "
Semua orang yang berada didalam ruangan tersebut begitu terkejut dengan interaksi kedua wanita berbeda kasta tersebut. Bagaimana pun, putri mahkota kaisar Xuiren tersebut memiliki silsilah latar belakang yang tidak sederhana. Semua menatap ragu dengan tindakan apa yang akan di ambil gadis pemalu itu, kecuali orang orang yang berasal dari dalam istana megah kekaisaran Hongly tentu nya.
Xio mulai bergeser dari tempat nya tadi berlutut, kemudian bangun dan menghampiri junjungan nya.
Panglima huang melotot kan kedua bola mata nya, saat saudari nya itu menghambur di pelukan wanita paling cantik disetiap daratan tersebut.
"Xio lily.. "
Ucap nya lirih, tidak menyangka jika saudari nya memiliki hubungan yang begitu intim dengan wanita berstatus permaisuri tersebut.
Quen memutar tubuh bawahan nya itu dan mengamati nya dari atas kepala hingga ke ujung kaki.
"Panglima huang tidak memberi mu makan dengan baik? "
Goda quen lagi sambil melirik pria yang dulu sering menjadi salah tingkah karena ulah aneh nya.
"Uhukk.. uhukk.. "
panglima huang seketika terbatuk mendengar tuduhan yang di lakukan oleh sang wanita yang selalu membuat nya penuh kekaguman.
"Hahaha... Ah.. maaf kan aku panglima. "
Quen terbahak lalu menutup bibir nya dengan kedua belah tangan .
Semua orang begitu terhipnotis saat wanita cantik itu tertawa, bahkan para pria merona karena wajah yang begitu membuat siapa pun kehilangan akal sehat mereka.
Quen kembali melirik kearah pangeran Mu wang hilin dengan sebelah alis nya terangkat keatas. Membuat pria itu kembali membungkuk kan tubuh nya sedikit.
"Aku kembali kekaisaran Han hanya untuk menjemput mu sebagai bagian dari keluarga kekaisaran hongly. "
Ucap Quen lembut dengan kedua manik menatap lekat wajah gadis yang kini tersentak dan mendongak kan kepala nya.
''Yang mulia.. "
Hati Xio bergetar mendengar pernyataan dari wanita yang memiliki arti tersendiri didalam hidup nya itu.
__ADS_1
"Apa kau berharap jika pangeran ke tiga lah yang membawakan lamaran untuk mu? "
ucapan Quen membuat semua orang menatap wanita berstatus permaisuri hongly itu dengan tatapan yang sulit di artikan.
Begitu juga dengan pangeran Mu wang hilin, pria itu bahkan kini menatap lekat wajah Xio yang mulai memucat. Jujur, dirinya juga berharap dengan cemas menunggu jawaban dan reaksi dari gadis lugu tersebut.
'' Ti.. tidak yang mulia. "
jawab Xio gugup.
"Jadi, apakah kau menerima lamaran dari tuan muda wang hilin? "
Quen yang tidak peduli dengan sebutan apa yang akan dia panggil untuk pria berwajah lembut tersebut kembali memberikan pertanyaan.
Semua orang menantikan jawaban yang akan di ucapkan oleh putri jendral tersebut dengan hati berdebar debar.
"Hamba bersedia.. "
jawab nya pelan, dengan wajah yang kini merona akibat malu.
Quen tersenyum tipis, kemudian menoleh kembali kearah pangeran Mu wang hilin dengan sebelah alis terangkat.
"Kau berhutang pada ku tuan.. setelah ini, aku berjanji hari hari mu akan penuh dengan kerja tambahan. "
Ucap quen kembali tertawa , di ikuti oleh semua orang yang berada disana.
"Sesuai perintah yang mulia. "
ucap pangeran Mu wang hilin dengan tubuh yang sedikit membungkuk, sebelah mata nya berkedip kearah sang pujaan hati. membuat gadis itu salah tingkah dan hampir pinsang di tempat.
Quen kembali terkekeh, setelah nya menoleh kearah panglima muda sekaligus tangan kanan kakak nya itu.
Tampak rona bahagia di wajah tampan itu terihat jelas.
"Kau tidak ingin menawarkan aku secangkir teh hijau kakak tampan? "
Godaan dari bibir Quen berhasil membuat pria gagah itu tersentak.
"Hahaha... kau selalu terlihat menggemas kan, ku mohon antarkan aku kembali ke istana. Dua malaikat ku berada disana bersama penjaga posesif nya. "
ucap quen kembali sambil menarik kasar tangan panglima huang, hingga membuat semua orang memiringkan tubuh mereka hingga permaisuri cantik itu hilang di balik pintu kediaman huang. Bahkan mereka lupa memberikan salam penghormatan.
Ruangan itu kembali hening tampa suara..
kehadiran mendadak wanita berkuasa itu begitu mengejut kan semua orang, begitu juga dengan kepergian nya. Dimana seorang putri mahkota yang kini menjabat sebagai permaisuri kekaisaran besar, akan bersikap begitu terbuka seperti diri nya. Itu sangat membuat hati siapa pun yang berada dekat dengan nya menghangat dengan perlakuan sang permaisuri luar biasa tersebut.
"Mau kah nona Xio ikut bersama ku ke istana? Kurasa nona pasti ingin bertemu dengan putra dan putri mahkota yang mulia kaisar dan permaisuri. "
Panglima huang memberikan penawaran yang sulit untuk siapa pun menolak nya. Siapa pun pasti ingin melihat dua sosok penerus penguasa kekaisaran terbesar di seluruh daratan tersebut .
Xio mengangguk penuh semangat, membuat pangeran Mu wang hilin tersenyum lebar.
Tangan pria itu terulur kedepan dan di sambut oleh tangan mungil gadis pemalu tersebut, kedua nya berjalan beriringan keluar dari kediaman militer tersebut dengan wajah merona.
Sedangkan para penghuni kediaman jendral huang hanya berdiri terpaku, seakan terhipnotis dengan pemandangan indah nan langka yang di suguh kan di depan mata mereka.
__ADS_1
. 🌾🌾TAMAT🌾🌾.