Dari Nona Muda Menjadi Putri Sempurna

Dari Nona Muda Menjadi Putri Sempurna
bab 66


__ADS_3

.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


""akhh....


teriakan menggema didalam rumah makan itu,para wanita sudah berteriak karena kaget.


quen berjalan mendekati pria yang tadi menyentuh nya,tampak pria behanfu hijau itu meringis kesakitan sambil berusaha berdiri.Dari samping ,pria berhanfu hitam dan merah kembali menyerang.saat para prajurit ingin maju,quen mengisyarat kan mereka untuk tidak masuk campur.


kedua pria itu melesat untuk menendang dan memukul quen dengan kursi yang tadi quen lempar.


""matilah wanita sialan.."teriak mereka bersamaan.


Dengan santai quen memiringkan badan nya untuk menghindar hentaman kursi,lalu berputar membuat salto dan kembali untuk melibas kan tendangan.pria berhanfu merah itu terbentur seketika menabrak meja,semua makanan berhamburan kelantai.


saat ingin menyerang pria berhanfu hitam kurang waspada membuat quen terlebih dahulu menghadiahkan sebuah tendangan di benda pusaka milik nya.teriakan bergema dari mulut kedua pria tersebut.


""pedang.."ujar quen dengan tatapan menggelap,lalu membuka tangan kanan nya seperti meminta kepada siapa pun didekat nya.


xio yang sadar langsung mengeluarkan pedang milik quen dari balik hanfu nya ,karna pedang tersebut selalu dia bawa kemana pun untuk sang putri.


quen menarik pedang dengan dua permata dikedua sisi nya itu dengan santai.mata para tamu sudah mendelik kaget.untuk pertama kali nya mereka melihat seorang wanita yang ahli bertarung.


Beberapa orang tampak memperhati kan aksi quen dari lantai atas dengan tatapan tajam.


""bukan kah itu nona yang sudah dua kali bermasalah dengan yang mulia ?"tanya pria A.


""diam lah,kau ingin yang mulia memotong lidah mu ?"


bentak pria B.

__ADS_1


""Ap..apa yang ingin kau lakukan ,wanita sialan."ucap pria berhanfu hijau berusaha menarik tubuh nya dilantai dengan sebelah tangan.


pria berhanfu merah tidak tinggal diam dan menyerang quen dengan pedang yang diambil paksa dari tamu rumah makan tersebut.


'"Heattt....matilah kau.."teriak nya sambil menebas kan pedang keleher quen.


semua orang berteriak menahan takut.quen memutar badan nya dan menangkis sabetan pedang pria berhanfu merah,kaki kiri nya menahan berat tubuh nya dan kaki kanan segera menyabet tubuh pria itu dengan gerakan cepat.tidak berhenti di situ,di tendang nya tangan yang memegan pisau lalu berputar dengan indah tampa ampun membilit leher pria berhanfu merah tersebut dengan kedua kaki nya.


""kretek..."


bunyi suara leher yang patah kembali bergema didalam ruangan itu.mereka semua menatap ngeri dengan aksi quen.


""Mana tangan yang tadi menyentuh wajah ku ?"tanya quen datar sambil melangkah maju dengan anggun sambil memain kan pedang nya.


""kau si..sialan."ujar pria berhanfu hitam terbata menahan sakit.


""sabar lah,kau akan mendapat kan giliran."ucap nya sambil terus melangkah maju kearah pria berhanfu hijau.


""Si..siapa kau,ke kenapa kau disini."


""ckckck..jangan bertanya hal itu sekarang,kalian mengganggu makan malam ku.kalian tau,aku bahkan belum sempat makan dari pagi.hah...lihat lah,bahkan bebek bakar itu belum aku sentuh.""ucap nya dengan tampang sedih.


""tapi tidak masalah ,aku akan makan setelah ini.""


""kau bisa makan sekarang,kami ti..tidak akan mengganggu mu."jawab pria berhanfu hijau dengan terbata bata,sedang kan quen terus mendekat dengan menggeret pedang ditangan nya.


""hah..benar kah ?.bukan kah kau sangat baik."pria berhanfu hijau tersebut sedikit berbinar mendengar suara quen melembut.""sayang nya pedang ku juga butuh minum.." sambung nya sambil melayangkan sabetan pedang ke arah leher pria berhanfu hijau.


creesss..


semburan darah segar muncrat dari leher yang terpisah,sangat mengerikan.para pengunjung yang melihat hal itu langsung memuntah kan isi perut mereka,bahkan para wanita sudah jatuh pinsan.


melihat kepala teman nya yang tergeletak membuat pria berhanfu hitam mendadak naik pitam,tampa perhitungan diri nya melesat untuk menghajar quen dengan pisau buah ditangan nya.""kau sialan..berani nya kau membunuh teman ku."teriak nya kencang.

__ADS_1


quen memutar malas tubuh nya,melihat pria yang tadi burung nya diberi hidangan pembuka berlari dengan penuh amarah.


""aku ingin segera mandi dan melanjutkan makan."ucap quen,lalu dengan santai melempar pedang nya kearah pria berhanfu hitam.


""jlebbb..


lemparan pedang quen tepat dijantung pria tersebut,seketika lari nya terhenti dengan mata terbuka lebar.darah mulai keluar dari sela bibir nya.


""k..kau..be be berani nya k kau.." ucap nya lalu terjatuh seketika kedepan,membuat tusukan pedang quen semakin dalam dan menembus seutuh nya kebelakang.


""Kakak..bukan kah kita sudah berteman,bisa kah kau mengambil dan membersih kan pedang ku.?"ucap quen dengan mata seperti anak kucing yang sedang memohon kepada prajurit yang menjaga nya.


semua orang menatap kearah nya,menjatuhkan rahang nya.Bagaimana seorang gadis yang tadi sangat mengerikan dalam menghabisi nyawa orang lain,sekarang berubah sangat menggemaskan.


""put...putri.."panggil xio terbata,dari tadi dia hanya berdiri disitu tampa mengedip pun sedikit mata nya.


dari arah luar tiba tiba masuk seorang pria dan langsung menyerang ke arah quen ,xio yang melihat hal itu dengan cepat menarik pedang dari hanfu prajurit disamping nya lalu menebas dengan cepat pria yang melesat kencang tersebut.


""crasss..


kembali semburan darah mengalir didalam ruangan rumah makan tersebut.


Tidak hanya satu ,tapi dua gadis memegang senjata..guman orang orang disana sangat kaget.


""oh...lihat lah xio,kau sangat cepat."ucap quen senang.


para prajurit langsung mengambil pedang quen dari tubuh pria berhanfu hitam,dan ada juga yang langsung memantau situasi disekeliling mereka.


""Berikan beberapa koin emas untuk ganti rugi.."ucap quen ,lalu melangkah pergi diikuti xio.


""sangat mengerikan...


.

__ADS_1


.


.bersambung


__ADS_2