
.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Quen.. "
Quen menoleh kearah orang yang memanggil nya, lalu menghela nafas nya pelan. Belakangan ini, dia begitu sulit untuk mengatur nafas nya dengan baik.
"Quen.. waktu begitu cepat berlalu, apakah kehidupan kita akan berjalan dengan baik? "
Quen menyesap teh hijau seperti biasa yang di sajikan untuk nya dengan sangat anggun.
"Seren.. Hidup terus berjalan bukan, tak kira dimana pun kita berada. Kita harus memamfaat kan kesempatan yang kita punya sebaik mungkin."
Kembali di tarik nya nafas dengan pelan, lalu membuangnya kembali melalui mulut.
"Bukan kah dewa sudah begitu berbaik hati. "
sambung quen lagi.
Serena tersenyum kecut, kemudian ikut menyesap teh milik nya.
"Ya.. kau benar, tapi apakah semua yang kita simpan dengan baik tidak akan mendatangkan masalah di lain hari? "
Quen menatap lekat wajah sahabat nya itu, kemudian kembali membuang pandangan nya ke arah taman bunga yang begitu indah, yang di ciptakan kaisar malai ziyu untuk memenuhi keinginan mengidam nya.
"Sebagaian rahasia memang harus di ungkap , dan sebagian nya lagi harus di sembunyikan untuk kebaikan bersama. Bukan kah itu yang harus kita lakukan? "
Serena menoleh kearah quen sebelum kemudian bangun dari duduk nya, di bantu oleh beberapa pelayan yang di siap kan secara khusus oleh pangeran malai kettu untuk istri nya yang sedang hamil besar.
"Baik lah.. aku harus kembali, ku rasa pinggang ku akan patah jika terlalu lama duduk di kursi taman mu. "
Ucap serena sambil mengangguk kan kepala nya sebagai salam, diikuti para pelayan pribadi nya yang turut membungkuk.
Quen menatap lekat punggung yang mulai menjauh dari pandangan nya, sebelum benar benar menghilang di ujung jalan kediaman phonik.
"Huh.. ternyata ini sudah berada di mana aku sebentar lagi akan menjadi seorang ibu. "
quen mengelus pelan perut nya yang membuncit, dan membuat nya kesusahan dalam beraktifitas.
"Aku menunggu mu untuk hadir di dunia ini, maka kau harus kuat saat itu tiba. Hidup di dunia yang baru ini tidak akan mudah, kau harus berjuang untuk menjadikan diri mu pantas. "
Guman quen seolah olah dia sedang berkomunikasi dengan bayi nya sendiri.
"Tentu... dia pasti sangat tangguh seperti mu, cupp.. "
"Ah... kau.. "
__ADS_1
quen tersentak karena merasa di kaget kan dengan kedatangan seseorang dengan tiba tiba dan kemudian mendarat kan kecupan di pipi nya yang sedikit chubby.
Para pelayan dan pengawal membungkuk hormat, lalu meninggal kan sepasang suami istri itu setelah mendapat kode dari tangan kaisar malai ziyu, yang memberi isyarat agar mereka segera pergi dari sana.
"Apa kah anak ayahanda baik baik saja di dalam sana? Kau tidak membuat ibunda mu susah bukan? "
Di kecup nya berkali kali perut buncit yang terhalang gaun.
Quen terkekeh geli, kemudian tangan nya terulur dan mengusap pucuk kepala kaisar malai ziyu pelan.
"Aku baik baik saja ayah.. "
quen menjawab pertanyaan kaisar malai ziyu dengan mengikuti suara anak anak.
Kedua orang itu tersenyum bahagia, di tambah tendangan kecil dari dalam sana yang juga ikut merespon. Membuat keluarga kecil itu makin sempurna, dan berharap sang dewa segera menghadirkan buah hati mereka.
"Yang mulia.. aku ingin memakan apel ! "
rengek quen manja.
Kaisar malai ziyu mendongak kan kepala nya dari aktifitas mengecup dan mengelus perut quen. Ini adalah rutinitas baru nya saat mengetahui permaisuri nya sedang hamil.
''Aku akan menyuruh pengawal mengambil kan nya. "
ucap kaisar malai ziyu, sambil menoleh kearah belakang tempat dimana para pengawal berada tidak jauh dari mereka.
"Aku ingin tuan muda wang hilin dan pangeran ketiga yang mengambilkan nya. "
Quen memohon dengan mata berbinar.
Kaisar malai ziyu tersentak pelan, sebelum akhir nya kembali keekspresi semula.
"Tapi, kita semua tahu. Hubungan dua orang itu sedang dalam keadaan tidak baik.Dan membuat mu dengan berat hati, memulang kan xio ke Kekaisaran Han. "
kenang kaisar malai ziyu.
Quen tertunduk lemah, sangat lekat di ingatan nya hari dimana pangeran malai hian membuat tuan muda wang hilin babak belur akibat rasa cemburu nya kepada pemuda bawahan kaisar malai ziyu itu.
🎋🎋Flashback🎋🎋
Kaisar malai ziyu, pangeran malai kettu, quen dan serena sedang menikmati suasana danau yang sangat indah, disepanjang danau di alirin lampion yang berbentuk bunga teratai mengambang di atas nya.
sedang kan xio dan tuan muda wang hilin, serta para prajurit mengawal keempat orang itu dari sisi jembatan, untuk berjaga jaga.
"Ini cantik sekali, seumur umur kita baru pertama kali lihat yang beginian. "
Mata serena berbinar binar dengan kedua tangan nya menangkup pipi nya.
"Maaf kan aku, karena selama ini kurang memperhatikan kamu.Hingga membuat mu tersiksa tinggal di dalam istana. Dan aku hanya memperhatikan wanita.. "
__ADS_1
pangeran malai kettu menghentikan kalimat nya, lalu mendongak kan kepala nya kelangit.
Tangan serena terjulur, lalu memeluk tubuh kekar pria yang menjadi suami nya itu.
"Aku memaaf kan mu, itu hanya masalah waktu dan masa lalu. Aku bahkan telah melupakan nya. "
Ucap serena berusaha menenangkan pangeran ketiga yang terus diliputi rasa bersalah. Padahal ucapan yang di maksud, adalah untuk nya dan quen yang tidak pernah melewati waktu waktu santai seperti ini dulu nya.
Quen ikut tersenyum lebar, dengan posisi tubuh yang di peluk oleh kaisar malai ziyu dari arah belakang. Pria itu mendekap nya posesif, padahal di dunia yang penuh aturan ini. Tidak seharus nya mereka menampakkan kemesraan kepada khalayak umum. Meski pun mereka adalah pasangan suami istri, tapi seperti nya ini tidak terjadi untuk kedua pasangan itu. Siapa yang berani menegur atau pun menentang, mereka adalah penguasa. Yang berkuasa dan duduk di tahta tertinggi, maka dia lah yang akan menentukan segala nya.
"Apakah kau tidak ingin pulang keistana permaisuri? "
Kaisar malai ziyu bertanya dengan nada yang lembut agar tidak menyinggung perasaan wanita yang selalu saja berubah ubah itu.
Quen menggeleng kan kepala nya pelan, tampa berniat untuk menoleh.
"Bisa kah sebentar lagi ? kita sangat jarang bukan keluar dari istana, aku ingin menikmati suasana yang berbeda. Aku bosan hanya berada di dalam istana. "
Ucap quen sambil mengamati setiap bunga lampion yang bergerak melewati mereka.
Kaisar malai ziyu menghela nafas nya sejenak. Ini sudah kali kedua nya, dua wanita yang berbeda.. Yang dengan sadar mengatakan jika berada di istana nya yang megah itu sangat membosan kan.
"Apa aku harus mengubah istana menjadi lebih menarik lagi, menggali setiap jengkal tanah di dalam istana seperti danau. Bukan kah, didalam istana ku juga mempunyai danau yang tidak kalah indah nya, Malah lebih indah.. "
"Jangan menggerutu di dalam hati, nanti kau akan tua sebelum waktu nya. "
Ucap quen dengan wajah datar.
Kaisar malai ziyu sedikit tersentak, lalu menunduk kan pandangan nya untuk melihat wajah sang permaisuri.
"Bagaimana wanita hamil itu mengetahui jika dia sedang mengeluh. Sangat aneh.."
pikir nya.
"Tapi.. "
Belum sempat kaisar malai ziyu melanjutkan kalimat nya, dari arah belakang muncul seseorang yang tidak mereka duga kedatangan nya.
"Salam yang mulia pangeran ke tiga. ''
ucap para prajurit yang mengawal kaisar malai ziyu serta rombongan nya membungkuk hormat.
.
. bersambung
note:Hay all.. terimakasih karena uda selalu setia, jangan lupa tinggal kan like, vote and coment kalian sebelum pergi.
terima kasih🥰
__ADS_1