Dari Nona Muda Menjadi Putri Sempurna

Dari Nona Muda Menjadi Putri Sempurna
bab 119


__ADS_3

.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


kaisar malai ziyu dengan tergesa kembali masuk kedalam kediaman permaisuri nya itu, di ikuti tuan muda wang hilin dan panglima hualo zang.


""apa yang terjadi dengan bawahan mu permaisuri ku ?""Tanya kaisar malai ziyu dengan kening mengerenyit.


quen mengankat kepala nya sebentar untuk melihat wajah kaisar malai ziyu, lalu kembali memeriksa xio yang masih tergeletak. ''"Entah lah,, jika hanya karena malu melihat kita bermesraan. Tidak mungkin membuat nya sampai tak sadar kan diri. "ujar quen sambil memeriksa denyut nadi di tangan xio.


panglima hualo zang juga ikut berlutut untuk memastikan apa yang sebenar nya terjadi. Lalu dua orang tersebut saling pandang dengan raut wajah yang terlihat sangat tegang.


""racun.. "ujar quen dan panglima hualo zang bersamaan.


Hal itu membuat semua yang ada di sana terperangah dengan pernyataan yang mereka dengar. Dengan cepat kaisar malai ziyu memerintah kan salah satu pengawal untuk memanggil tabib istana. Dan panglima membopong tubuh orang kepercayaan permaisuri kaisar malai ziyu ke ruangan khusus di dalam kediaman milik quen.


""Baring kan dia disana.. "tunjuk quen kearah ranjang yang tidak terlalu besar disamping ruang pribadi nya.


kecemasan sangat terlihat jelas di wajah cantik quen, dan membuat kaisar malai ziyu mendekati permaisuri nya itu untuk memberikan dukungan. '"Tenang lah, dia akan baik baik saja, aku akan mencari siapa dalang dibalik hal keji ini. ""kaisar malai ziyu berbicara sambil mengelus surai segelap malam milik permaisuri nya.


Quen hanya mengangguk sambil terus memegang erat tangan asisten nya itu. ""kalian akan merasakan akibat nya karena telah berani melukai orang yang dekat dengan ku. ""batin quen dengan sorot mata mengkilap.


Tuan muda wang hilin yang sempat melihat sorot mata permaisuri kaisar hongly itu hanya bisa tertegun. ""Kenapa seorang putri mahkota dari sebuah kekaisaran bisa memiliki aura sekuat itu, apa dia mempunyai kepribadian ganda yang bisa berubah mengikuti situasi yang terjadi. ""pikir nya sambil mengamati ekspresi yang berubah ubah dari quen.

__ADS_1


Brakkk....


pintu didorong dengan kuat dari luar, muncul lah seorang wanita dengan nafas tak beraturan.


""Quen.. eh permaisuri quen hah.. hah.. . "


ucap nya terengah engah.Setelah melihat kesekeliling, dia menyadari jika ada orang lain disana. Dengan segera dibungkuk kan badan nya lalu memberi salam. ""salam kepada yang mulia kaisar malai ziyu, dan.. hmmm."" ujar nya bingung.


""hamba panglima hualo zang nyonya selir erenan dan ini penasehat istana tuan muda wang hilin. "panglima hualo zang segera memperkenal kan diri setelah tau akan kabar hilang nya ingatan dari selir kedua pangeran malai kettu itu.


""oh...hai. senang berkenalan dengan kalian berdua. "ucap serena sambil melambai kan tangan nya.


Kedua laki laki tampan itu hanya tersenyum kaku atas sikap yang di tunjukkan selir pangeran kedua itu, sedang kan kaisar malai ziyu hanya fokus kepada permaisuri nya.


""Salam kepada yang mulia kaisar dan permaisuri. semoga panjang umur.. "ucap tabib zi sambil membungkuk kan badan nya.


""cepat periksa bawahan permaisuri ku. " perintah kaisar malai ziyu sambil membangunkan istri nya yang dari tadi duduk di sisi bawahan nya itu tampa bergeming.


Tabib zi bergegas menjalankan tugas nya dengan fokus, karena kerja nya saat ini diperhatikan langsung oleh penguasa negri yang sangat dingin.


serena mendekat kearah sahabat nya itu lalu sedikit berbisik dan itu tak luput dari pandangan kaisar malai ziyu dan tuan muda wang hilin. Sedang kan panglima hualo zang pamit untuk menyelesaikan tugas nya di istana.


""apakah ini ada hubungan nya dengan wanita yang saat ini mulai gila? ""bisik serena pelan di samping quen.


quen menoleh kan kepala nya sebentar kearah serena lalu kembali menatap lurus kearah tubuh xio yang terbaring tak bergeming. ""kalau itu terjadi, aku akan segera mengabisi nya. "jawab quen dengan suara yang juga tak kalah rendah, namun masih bisa didengan serena dan kaisar malai ziyu di belakang nya.

__ADS_1


Serena hanya menggangguk kan kepala nya tanda mengerti, sedang kan kaisar malai ziyu berusaha mencerna ucapan dari dua wanita yang akhir akhir ini menjadi sangat dekat. apa yang mereka rencana kan tampa sepengetahuan ku. aku harus mencari tau.pikir kaisar malai ziyu dengan kening yang mengkerut karena penasaran.


Suara tabib zu memecah kesunyian didalam ruangan yang tak terlalu besar tersebut, karena ruangan itu sengaja di siapkan quen untuk xio jika mereka sedang merencana kan sesuatu tampa ingin diketahui oleh orang lain.


""Maaf kan hamba yang mulia, seperti nya gadis ini telah terkena racun dari salah satu ular berbisa dari daratan utara. ""ujar tabib zi dengan keringat yang memenuhi kening nya. setelah menjeda sebentar ucapan nya, tabib paruh baya itu kembali menjelas kan. ""racun ini tidak terlalu berbahaya karena hanya di berikan dengan dosis yang sangat sedikit, tapi tidak menutup kemungkinan jika racun nya menyebar dengan cepat ke pembuluh darah. "jelas nya lagi dengan sikap yang dia usahakan untuk setenang mungkin, walau merasa tertekan dengan pandangan dari pasangan berkuasa itu.


""Bagaimana dengan penawar nya? ""tanya kaisar malai ziyu datar, tatapan mata nya berubah sangat dingin seakan bisa membekukan apapun disekeliling nya.


Tabib zi hanya bisa menunduk, sudah sangat bisa di mengerti. Jika tabib paruh baya itu tidak memiliki penawar nya.


""Keluar lah.. "perintah quen singkat, yang entah ditujukan untuk siapa.


Semua orang saling berpandangan, kecuali serena yang sudah paham jika sahabat nya itu memberi perintah. ""kami akan mengurus nya, jadi harap kalian meninggalkan kediaman ini. Tampa terkecuali.. ""ujar serena sambil melirik kearah pria yang menjadi sahabat nya di kehidupan mereka yang baru.


Rahang kaisar malai ziyu mengeras, saat diri nya di perintah untuk pergi tampa mengetahui apa yang akan dua wanita beda kepribadian itu lakukan didalam ruangan.


Quen mengela nafas nya yang berat, lalu menatap orang orang zaman kuno itu satu persatu. ""kami tau apa yang akan kami lakukan, kalian tidak perlu ikut campur atas kejadian ini. pergilah, sebelum sisi lain dari ku muncul disini. ""setelah mengatakan hal yang ingin dia ucapkan, pandangan quen beralih menatap kaisar malai ziyu yang diam dengan wajah datar nya. ""kau tentu tau apa yang bisa aku lakukan bukan..? "tanya nya singkat.


kaisar malai ziyu bergeming dari pikiran nya sendiri. tampa mengatakan apapun, diseret kaki nya untuk melangkah keluar dari ruangan permaisuri nya itu, diikuti oleh tabib zi dan tuan muda wang hilin dengan wajah penasaran, namun tidak memiliki nyali untuk bertanya.


.


.


.bersambung..

__ADS_1


__ADS_2