
.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di sebuah ruangan rahasia, ibu suri yi hua sedang duduk dengan mata yang terpejam.
Di sudut ruangan terdapat tubuh selir mia yang meringkuk karena ketakutan.
Mata ibu suri yi hua yang tadi terpejam mendadak terbuka lebar dan menatap tajam kearah sosok selir pertama pangeran ketiga itu yang menggigil dengan air mata yang mengalir tampa henti.
"" pengawal.. "
pekik ibu suri yi hua lantang.
Dua orang pria berpakaian hitam datang mendekat kemudian membungkuk kan tubuh nya.
"" cambuk tubuh wanita tak berguna itu jika dia terus saja menangis. "
perintah ibu suri yi hua dengan raut wajah datar nya.
"" ampun ibu suri, ampunkan kesalahan yang muda ini.. yang muda ini sudah melakukan semua yang ibu suri ingin kan. "
pekik selir mia dengan kedua tangan di silang kan kedepan.
Wajah nya memucat saat dua orang pengawal yang di perintahkan ibu suri melangkah semakin dekat, dengan cambuk berada di tangan mereka.
"" hikz hikz.. tidak, ibu suri tidak.. tolong kasihani yang muda ini.. "
**ctar...
akh...
ctar..
.
akh**..
suara sabetan tali cambuk menggema di dalam ruangan yang terlihat seperti ruang bawah tanah itu.
""" cambuk dia tampa henti, ini hukuman nya jika berani menentang dan mencoba melawan ku. Dong zu... bersiap lah, kau tak akan lepas dari tangan ku. "
teriakan amarah dari ibu suri yi hua, bersamaan dengan pekikan kesakitan dari selir mia yang kini telihat sangat memprihatinkan.
Bajunya terkoyak di beberapa bagian yang terkena sabetan tali cambuk.
Para pria pengawal itu tampa ampun terus menghujami tubuh ramping nan mungil itu , hingga darah mulai merembes membasahi pakaian yang digunakan selir mia.
"" cukup... "
kedua pengawal tersebut segera mundur dan berdiri di samping tubuh tak berdaya yang kini babak belur.
"" masukkan dia ke kamar tahanan, kunci dan jangan berikan makanan mau pun air. "
ucap ibu suri yi hua kemudia bangkit dari duduk nya, lalu melangkah kesebuah pintu yang seperti nya membawa wanita paruh baya itu keruangan yang lain disana.
Dengan segera para pengawal menyeret paksa tubuh selir mia tampa belas kasih, meski samar samar terdengar desah kesakitan dari wanita pangeran ketiga itu.
🌾
🌾
🌾
__ADS_1
Sedangkan di tempat lain, kini kaisar malai ziyu terbaring dengan beberapa bagian tubuh nya terserang ruam kemerahan, itu diakibatkan dari serbuk bunga sedap malam yang di lemparkan oleh selir jia ly. Wanita itu melempar serbuk bunga dalam jumlah yang sangat banyak membuat kaisar malai ziyu terkena alergi .
"" Bagaimana? "
tanya tuan muda wang hilin yang kini telah kembali bersama kaisar malai ziyu, setelah pergi untuk menemui mentri jiang ling.
panglima hualo zang yang juga merangkap sebagai tabib pribadi kaisar malai ziyu menghela nafas nya, kemudian duduk di kursi panjang yang berada di pojok ruangan.
"" aku sudah memberikan yang mulia air ramuan, dia akan membaik. Tapi kondisi nya tak memungkin kan untuk dia kembali menggunakan tenaga dalam nya. serbuk bunga itu sempat terhisap dan masuk ke paru paru nya. "
jelas panglima hualo zang dengan tangan terkepal.
wajah tuan muda wang hilin dan mentri jiang ling terlihat prustasi.
"" semua karena kesalahan ku, meninggal kan nya sendirian. aku tak mengira, jika rahasia tentang kelemahan yang mulia kaisar di ketahui oleh orang luar. "
ucap tuan muda wang hilin sambil mengetuk ngetuk kipas di tangan nya.
mentri jiang ling menghembus nafas nya dengan kasar, lalu kembali menatap ketempat dimana kaisar malai ziyu terbaring.
"" Bagaimana dengan yang mulia permaisuri, apa kalian berhasil menemukan nya? "
tanya panglima hualo zang tiba tiba.
Tuan muda wang hilin dan mentri jiang ling segera bangun dari duduk nya, menimbulkan suara decitan keras karena kursi yang terdorong tiba tiba.
Kedua pria itu langsung melompat kearah jendela dan menghilang.
panglima hualo zang hanya bisa terdiam dengan kedua tangan nya memegang cangkir teh yang tadi sempat dia tuang.
"" Semoga kalian tidak mendapatkan masalah.. "
ucap panglima muda itu seraya melirik kearah kaisar malai ziyu.
Belum sempat panglima hualo zang mendekatkan cangkir teh kebibir nya, dua orang pria kembali muncul secara tiba tiba dan membuat pintu ruang rahasia kediaman mentri jiang ling hancur seketika.
pranggg...
dentuman keras pintu yang rusak bersamaan dengan jatuh nya gelas milik panglima hualo zang, karena sang panglima langsung berdiri siaga dengan sebuah pedang di tangan nya.
"" yang mulia pangeran kedua dan ketiga.. "
seru panglima muda itu dengan wajah yang mulai kembali lega.
Tampa menjawab pertanyaan dari panglima hualo zang, kedua pangeran dengan wajah khawatir itu langsung menerjang masuk untuk mencari keberadaan sang kakak.
"" kakak.. "
pekik kedua nya, lalu mendekat kearah tempat kaisar malai ziyu terbaring.
"" kenapa ini bisa terjadi? "
tanya pangeran malai kettu dengan rahang mengeras, tangan nya mengepal seraya melesat dan mencengkram kerah baju zirah milik panglima muda itu.
Sedang kan pangeran malai hian hanya bisa berdiri dengan lesu. sambil menatap nanar wajah kaisar malai ziyu yang memerah di beberapa bagian.
"" ini semua salah ku.. "
guman nya dengan suara penuh penyesalan.
pangeran malai kettu yang masih mencengkram kerah baju panglima hualo zang menatap tajam kerah pangeran ketiga.
"" aku tidak bisa mencegah selir ketiga ku yang ingin menyakiti kakak kaisar. "
bukkk...
__ADS_1
panglima hualo zang terhuyung kebelakang saat tubuh nya didorong dengan sangat kuat oleh pangeran malai kettu.
"" ini karena perbuatan wanita tak berguna di harem mu? "
pekik pangeran malai kettu tak terima.
"" apa yang kau lakukan selama kami tidak berada di istana ha? kau mengacaukan semua nya.. kenapa kau menjadi tidak berguna, kenapa? "
amarah memenuhi tatapan mata pangeran malai kettu.
pangeran malai hian kini balas menatap mata tajam milik pangeran kedua itu dengan tatapan sendu.
"" ibu suri mengancam ku dengan keselamatan kalian berdua. "
terang nya dengan raut wajah tak berdaya.
Tangan pangeran malai kettu mengepal dengan rahang mengeras.
"" seharus nya aku menghabisi wanita jahat itu sejak lama, ambisi nya membuat persaudaraan kita musnah. "
Degg
jantung pangeran malai hian berdegup keras, saat mendengar ucapan dari pangeran kedua.
"" apa yang kau katakan, dia ibu kita.. "
tanya pangeran malai hian tak percaya, walau bagaimana pun.. wanita berstatus ibu suri itu adalah wanita yang telah merawat dan membesarkan mereka semua.
"" cih... dia bukan ibu mu, apa yang harus kau harap kan?
kau bahkan tau tentang itu, tapi sengaja menutup mata mu. Lihat... karena nya kakak kita terbaring tak berdaya, karena nya aku mempunyai selir yang bahkan memiliki ambisi yang sama besar dengan nya. "
pangeran malai hian mematung mendengar apa yang di ucapkan oleh pangeran kedua, ucapan tentang sebuah kebenaran jika mereka bukanlah saudara satu rahim.
ingatan tentang kematian orang orang yang dikasihi kembali seperti drama yang di tunjukkan di depan mata nya.
"" per.. permaisu.. ri.. "
rintihan kaisar malai ziyu berhasil menarik kesadaran ketiga pria yang sedang terdiam di tempat, lalu segera melangkah cepat kearah pria yang kini tampak mulai siuman.
"" kakak..
"" yang mulia..
panglima hualo zang segera mengambil secangkir ramuan yang tadi telah dia siapkan jika pria berkuasa itu bangun dari tidur nya.
pangeran malai kettu dan pangeran malai hian segera memeluk sisi kanan dan kiri tubuh kaisar malai ziyu dan menyandarkan nya ke sandaran ranjang agar memudahkan untuk meminum ramuan.
"" dimana permaisuri..? "
tanya nya dengan suara lemah..
"" aku disini.. "
Beberapa orang masuk dari arah pintu yang tampak tak berbentuk, memunculkan wajah wajah yang membuat semua pria didalam ruangan menatap lega.
.
. bersambung..
note :
Bonus bab untuk kalian semua, makasi uda selalu mendukung karya ku, makasi telah meninggal kan komentar yang positif dan membuat author semakin semangat untuk menulia, kadang bukan nggak mau up secepat nya.. tapi kesibukan mak mak berdaster tidak bisa di pungkiri sayang, dari pagi ketemu pagi pekerjaan selalu menumpuk. ditambah author cew sendirian di rumah, merawat tiga laki laki yang berbeda sifat.
ya allah, memang kewalahan bener. Tapi setelah liat coment para pembaca membuat author menjadi semangat untuk tetap menulis.
__ADS_1
sekali lagi makasi banyak, makasi karena telah memberikan komentar yang manis manis. 😘😘😘😘