
.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dua hari di istana han begitu cepat berlalu, kini quen di buat sibuk dengan tingkah bayi posesif nya, yang membuat quen bahkan hampir tak bisa melangkah keluar dari kediaman nya sendiri..
"" Hah... yang benar saja, aku ini manusia... butuh hiburan, butuh udara segar. Bukan di sekap di dalam ruangan seperti ini. ""
Dengan berteriak kencang di belakang kediaman nya, quen menghentikan semua aktifitas para pelayan dan penjaga di sana.
Quen melotot kan mata nya saat semua orang terdiam dengan wajah terkejut.
"" jangan peduli kan aku, aku hanya ingin test vokal. ""
ujar quen sekena nya, lalu melangkah kembali kedalam kediaman nya.
Mata nya mendelik saat melihat siapa sosok yang baru muncul setelah beberapa hari. Sosok yang tak pernah meninggalkan nya selama berada didunia yang baru ini.
"" Salam yang mulia permaisuri quen. "
xio memang sengaja menunggu sang atasan agar bisa meluruskan semua nya, setelah berhari hari.
Quen berdecak dengan senyuman sinis di bibir nya.
"" Masih ingat dengan ku kau rupa nya. kenapa kau tak kembali saja kerumah mu."
ucap quen dengan wajah dingin seraya melangkah kearah kursi di pojok ruangan nya dan menghempas kan bokong nya dengan kesal.
Xio sedikit tersentak lalu mendongak kan kepala nya ketika quen berkata dengan nada dingin. sikap yang sama saat mereka pertama kali bertemu.
"" yang mulia, ham.. hamba ingin menjelas kan hmmm sesuatu. "
Tampak raut wajah gugup terlihat jelas di wajah gadis yang dulu di kenal sangat polos dan lugu oleh semua orang.
"" kau memang berhutang penjelasan dengan ku. "
dengan santai di tuangkan nya teh hijau kedalam cangkir, itu membuat xio merasa terpanggil untuk melakukan pekerjaan nya.
Quen melirik gadis yang berjalan cepat kearah nya itu dengan sebelah alis yang diangkat .
"" Diam di tempat mu, kau masih harus menjelaskan sesuatu. "
"" putri.... "
quen tersenyum tipis saat melihat ada gurat kesedihan dan rasa bersalah dari wajah di hadapan nya.
"" mulailah bercerita.. "
__ADS_1
quen menyesap teh nya dengan anggun, sambil menajam kan kuping nya.
xio menarik nafas nya sebelum memulai cerita, lalu mengambil ancang ancang untuk duduk lesehan di lantai.
"" hei... mau ngapain, ada kursi sekokoh itu.Duduk di kursi, jangan seperti orang susah. Nanti kau masuk angin.. "
quen berteriak sebelum bokong gadis berwajah lugu itu menempel di lantai.
"" emm... yang mulia. "
pelototan mata quen membuat nya langsung bangun dan duduk di kursi bersama sang atasan.
xio kembali menghela nafas nya.
""setelah yang mulia putri... "
"" panggil dia dengan sebutan permaisuri, yang mulia permaisuri hongly. "
kaisar malai ziyu datang entah dari mana dan memotong begitu saja ucapan xio, lalu dengan santai duduk di samping permaisuri nya dengan wajah tampa dosa.
quen dan xio hingga terjengkit karena terkejut. membuat gadis bawahan quen itu segera bangun dari duduk nya lalu membungkuk memberi salam.
"" sa.. salam kepada yang mulia kaisar malai ziyu. semoga panjang umur.. "
kaisar malai malai ziyu menjawab hanya dengan sebuah deheman.
quen melengoskan wajah nya sambil berdecak kesal. bagaimana ingin mendengar xio bercerita jika si raja lintah berada disini, Pikir quen.
"" hei.. aku hanya ingin ikut mendengar cerita nya, aku juga tak mengira jika pelayan mu.. "
"" ralat... asisten ku. "
quen memotong ucapan kaisar malai ziyu, karena diri nya memang tidak menyukai istilah pelayan bagi gadis yang dekat dengan nya itu.
kaisar malai ziyu berdehem untuk menetralisir sikap nya yang salah tingkah karena pelototan mata quen .
"" ehemm.. maksud ku, aku juga penasaran dengan cerita asisten pribadi mu itu permaisuri. "
quen tersenyum senang setelah mendengar ucapan pria tampan itu mengubah kata kata nya.
"" duduk dan mulai lah bercerita. "
pinta quen lagi, tentu dengan mata nya yang melotot ketika melihat raut wajah ragu dan takut milik xio.
xio mulai bercerita kembali sambil memain kan jari jari nya dari balik lengan pakaian berbentuk hanfu.
⋆ ˚。⋆୨୧˚ ˚୨୧⋆。˚ ⋆flash back
Saat itu sebulan sebelum jadwal kembali nya putri mahkota quen dari hutan pengasingan, putra mahkota xian selalu terlihat gelisah di dalam kediaman nya. Terngiang di benak pria tampan itu permintaan sang ayah, yaitu kaisar xuiren untuk segera melenyap kan putri yang di anggap tak berguna itu.
__ADS_1
"" ah... aku harus pergi menemui panglima xing an huang untuk meminta saran nya. ""
Dengan tergesa gesa putra mahkota xian melangkahkan kaki nya keluar kediaman megah milik nya menuju gerbang istana untuk pergi ke kediaman jendral huang.
Sesampai nya di kediaman asri bergaya militer itu, sang pewaris tahta langsung masuk dan berjalan kearah kediaman tempat sang panglima berada, seperti biasa..dia di beri kebebasan untuk berada disana, karena mereka telah berteman sejak kecil.
"" kakak... kau harus mengajarkan aku cara berpedang.. "rengek seorang gadis berwajah lugu.
"" sabar lah... aku tak ingin jika tangan mu akan terluka lagi, kau sudah cukup dengan mengenal hal hal dasar dalam berpedang. ""
ujar pria tampan yang sangat terlihat menyayangi sang gadis.
"" panglima huang. '"
kedua orang itu segera menoleh kearah suara itu berasal. sang gadis langsung membungkuk dan menurun kan pandangan nya.
"" salam kepada yang mulia putra mahkota. "
ucap dua orang itu bersamaan.
"" xio ly.. senang bertemu dengan mu. kau sudah kembali dari sekolah kepribadian. "
sapa putra mahkota xian ramah.
xio hanya tersenyum dengan menutupi rona merah di wajah nya.
lalu pandangan panglima xing an huang jatuh di wajah sahabat nya yang tampak sedang dalam keadaan tidak baik.
"" yang mulia.. apakah anda baik baik saja? "
tanya panglima xing an huang penasaran.
xio langsung memundurkan langkah nya, saat mendengar pertanyaan dari saudara nya itu. Dia merasa harus pergi dari sana, karena mereka pastinya mempunyai hal penting yang harus di bicarakan.
Setelah kepergian xio, putra mahkota xian mulai menceritakan jika kurang dari satu bulan lagi saudari kandung nya putri mahkota quen han akan kembali keistana.
Dan dia tidak akan bisa menjemput kepulangan sang adik, karena sebagaimana pengetahuan panglima xing an huang. putra mahkota xian tidak diizin kan untuk berada dalam jarak yang dekat dengan sang putri, demi keselamatan putri itu sendiri.
"" apa yang harus hamba lakukan yang mulia..? ""
.
. bersambung..
note: hay all, makasi uda pada setia menunggu. jangan lupa tinggal kan like, vote and coment yah.
maaf baru bisa nyetor, karena tadi malam pas mau nulis cuaca nya kurang mendukung. Ditambah dengan Pln yang tiba tiba mati tadi pagi sampai jam 1siang.Jadi baru bisa nulis nya sekarang setelah jaringan nya stabil. maklum yah...
makasi
__ADS_1