
.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tuan muda wang hilin dan mentri jiang ling berlari dengan cepat memecah kegelapan malam yang hanya di sinari cahaya bulan.
Mereka menatap tajam semua objek yang terlihat untuk menemui permaisuri kaisar malai ziyu yang kini masih terlelap, akibat efek dari ramuan yang panglima hualo zang berikan.
Setelah hampir sepuluh menit bekeliling, samar samar dari kejauhan terdengar suara keributan yang semakin menjelas.
panglima hualo zang memberi kode kepada tuan muda wang hilin untuk pergi kearah suara yang mereka dengar.
Semakin dekat, tampak terlihat tiga orang wanita sedang berdiri di antara para prajurit yang telah gugur. Entah itu teman mau pun lawan, darah yang mengalir bahkan mulai mengering di rerumputan. Tapi, seperti nya hal itu tidak sedikit pun mengganggu kenyaman para wanita itu.
Menangkap ada langkah kaki yang semakin mendekat, quen, serena dan xio langsung berdiri waspada dengan tanga menggenggam pangkal pedang masing masing.
"salam kepada yang mulia permaisuri.. "
ketiga nya kompak menoleh kearah sumber suara, dua orang pria tampan bawahan kaisar malai ziyu berdiri dengan tenang dengan jarak yang tidak terlalu jauh .
quen kembali memutar tubuh nya saat mengetahui siapa yang datang ketempat mereka berada.
" lihat lah... kami berhasil menangkap buruan yang lumayan tangguh. "
ucap quen sambil menatap tak berkedip kepada dua orang yang kini tergeletak bersebelahan.
serena dan xio beerdiri dengan bangga di belakang quen seperti dua pengawal berbahaya dengan tatapan sinis.
Tuan muda wang hilin dan mentri jiang ling segera menoleh kearah mana yang di tujuk permaisuri hongly itu. Setelah nya semua hening.. Tidak tau apa yang di pikirkan dua pria tampan itu, wajah mereka hanya datar tampa ekspresi. Tuan muda wang hilin yang terbiasa bersikap tenang dengan senyum yang selalu menghiasi bibir nya juga kali ini tampak diam tak bergeming.
"ehemz.. apa yang kalian lakukan disini? "
tanya serena pada akhir nya dengan sebelah alis diangkat.
" ah... "
tuang muda wang hilin dan mentri jiang ling tersentak kaget.
quen dan serena terkekeh pelan saat melihat ekspresi yang di tunjukkan kedua bawahan kaisar malai ziyu itu.
"" ma.. maaf yang mulia, yang mulia kaisar malai ziyu sekarang berada di kediaman hamba. "
__ADS_1
ucap mentri jiang ling salah tingkah, ditambah mata quen dan serena yang menatap lekat wajah nya.
Quen menghembus nafas nya karena lega saat mengetahui suami masa kini nya baik baik saja.
"yang mulia, sebaik nya kita segera kembali menemui yang mulia kaisar. "
tuan muda wang hilin memerhatikan sekeliling nya untuk melihat segala kemungkinan yang bisa terjadi jika mereka terus berada disini.
"tempat ini tidak baik untuk yang mulia permaisuri, selir erenan dan hmm... "
" kesayangan xio, hemm..hemm"
goda serena sambil mengangkat alis nya.
quen terkekeh saat melihat sikap salah tinggkah tuan muda yang selalu murah senyum itu, xio yang mendengar nya juga diam dengan kepala menunduk. sudah bisa di pastikan, jika gadis itu merona karena malu.
sedangkan mentri jiang ling hanya binggung, dan penasaran dengan apa yang terjadi selama kepergian orang orang yang bersama nya kini dari kekaisaran hongly.
" mari yang mulia..mungkin yang mulia kaisar sudah siuman, takut nya dia akan mengamuk karena tak melihat keberadaan anda. "
tuan muda wang hilin kembali angkat bicara setelah menguasai kegugupan nya.
"yong cheng...
wushhh...
seseorang berpakaian ninja muncul entah dari mana mengaget kan tuan muda wang hilin dan mentri jiang ling, bukan karena tak terbiasa. Tapi lebih kearah bagaimana permaisuri kaisar hongly tersebut bisa mengenal prajurit bayangan milik kaisar malai ziyu.
" yong cheng... "
seru mentri jiang ling.
"urus dua orang ini, simpan mereka untuk ku. aku akan mengunjungi di waktu yang tepat. "
ucap quen dengan wajah yang sulit di artikan.
yong cheng bersiul, kemudian muncul lagi dua orang dengan pakaian yang sama langsung menopang tubuh selir jia ly dan wanita kepercayaan ibu suri yi hua.
Setelah memberikan hormat untuk quen, ketiga nya kembali melesat lalu menghilang.
" quen... di zaman ini orang tidak perlu repot repot membeli kendaraan canggih, semua orang datang dan pergi seperti angin. ah.. sungguh mengagum kan. "
serena berbica dengan ber api api dan mata yang berbinar karena takjub.
__ADS_1
Quen kali ini setuju dengan ucapan sahabat nya itu, dia juga berfikir hal yang sama. Bahkan kekuatan mereka juga tak kalah besar disini, bukti nya setelah perjalanan jauh kemudian bertarunh. mereka masih baik baik saja tampa kelelahan.
" mari yang mulia.. "
ulang tuan muda wang hilin lagi.
mereka kemudian berjalan dengan cepat, tampa ingin membuang waktu.
mentri jiang ling sesekali melirikkan mata nya kearah ketiga wanita tangguh itu dengan tatapan penuh tanya.
"bukan kah mereka sangat mengagumkan sekaligus mengerikan. "
guman nya tampa sadar.
"iya.. kau akan lebih terkejut sehingga jantung mu seakan berhenti berdetak jika tahu apa yang bisa mereka lakukan ! "
mentri jiang ling terkejut saat gumanan nya di dengar oleh pria berwajah lembut itu.
"wajah cantik bak bidadari itu bisa berubah menjadi malaikat pencabut nyawa jika kau berani mengganggu nya. . bukan kah yang mulia kaisar dan pangeran kedua beruntung mendapat kan berkah dari dewa. "
sambung tuan muda wang hilin lagi.
mentri jiang ling makin merasa penasaran dengan semua hal yang di cerita kan oleh tuan muda wang hilin, akan di pastikan jika dia akan memiliki banyak kesempatan untuk mengetahui nya nanti. karena mereka saat ini berada di masa, dimana tahta di perebut kan. Lebih tepat nya, ibu suri yi hua yang ingin menguasai tahta.
Tampa sadar perjalanan mereka telah mencapai tempat yang ingin mereka tuju. Kediaman mentri jiang ling telah berada di depan mata, namun mentri muda itu sedikit aneh dengan pintu yang terbuka lebar. Sebelum nya mereka bahkan pergi melalui jendela karena terburu buru.
Dengan waspada lima orang bebeda jenis kelamin itu memasuki ruangan utama, dengan mentri jiang ling sebagai pemimpin dan di kawal oleh tuan muda wang hilin di belakang quen, serena dan xio.
sayup sayup terdengar perbincangan antara pangeran kedua dan ketiga tentang sebuah rahasia yang tak banyak diketahui oleh orang luar.
quen dan serena kini mengerti dengan sikap yang di tunjukkan ibu suri yi hua di depan mereka.
"per.. permaisuri, dimana permaisuri..? "
suara lemah terdengar dari dalam ruangan, membuat quen dan lain nya segera masuk kedalam ruang rahasia yang telah berantakan karena perbuatan pangeran malai kettu dan pangeran malai hian.
"aku di sini.. "
jawab quen dari arah pintu. membuat semua orang yang berada di dalam ruangan menoleh kepada nya.
.
. bersambung
__ADS_1