
.
.
.
.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Agh......
terdengar suara rintihan seseorang dari arah peraduan yang lumayan nyaman itu.
"kakak "
panggil dua orang pria bersamaan.
"bagaimana keadaan mu,kenapa kau bisa hilang kesadaran seperti ini? "
tanya salah satu nya sambil berusaha membantu orang itu duduk.
"hey..pelankan sedikit suara mu pangeran ketiga Huan Shi."
hardik pangeran kedua Yian Shi sambil melebarkan mata nya.
Mendengar itu,pangeran Huan Shi mendengus kesal.Ditatap nya sang kakak putra mahkota Lian Shi.
" aku hanya merasa penasaran,kenapa dia bisa tak sadar kan diri.apakah diri nya begitu lemah sekarang."ucap nya lagi.
" Kau...."
baru saja pangeran kedua kekaisaran Hiu itu ingin membalas ucapan sang pangeran ketiga,bentakan kesal dari putra mahkota Lian Shi menghentikan perdebatan mereka.
"agh...tidak bisa kah kalian berhenti berbicara ?
jika ingin terus berdebat.pergi lah ke kandang kuda,jangan disini.kepala ku terasa sangat sakit.."
teriak nya sambil menatap tajam dua orang saudaranya itu.
"heh...aku hanya penasaran,jika diri mu putra mahkota ..tidak ingin menceritakannya ya sudah."
dihentak kan bokong nya kekursi disudut ruangan itu dengan kesal.
__ADS_1
putra mahkota Lian Shi hanya mendengus kesal dengan sikap pangeran ketiga itu,yang selalu kekanak-kanakan.
"kami datang kesini setelah mendengar berita,jika diri mu tidak sadar kan diri ditaman ..putra mahkota."ucap pangeran kedua Yian Shi dengan mendekap kan kedua tangannya didada.
" aku masih penasaran,bagaimana cara diri mu tiba tiba bertunangan dengan putri mahkota kaisar Xuiren ?"
tambah nya lagi dengan tatapan menyelidik.
pangeran ketiga Huan Shi yang mendengarkan pertanyaan sang kakak..pangeran kedua ,langsung merubah tempat duduk nya .
" aku juga merasa penasaran,"ucap nya semangat.
kedua orang itu mengerenyit kan alis nya melihat betapa semangat nya pangeran itu sekarang.
" kau benar telah jatuh hati pada nya ?"
tanya pangeran ketiga kekaisaran Hiu itu lagi.
senyum tipis tampak dari sudut bibir putra mahkota Lian Shi.
" kata yang lebih tepat untuk menggambarkan nya adalah,diri ku tertarik dengan keangkuhan nya itu."
kedua pangeran itu saling melempar tatapan,lalu beralih menatap saudara nya itu.
Terdengar kekehan dari bibir putra mahkota itu.lalu kembali melanjut kan ucapan nya.
" tak ada yang seberani itu dengan ku."lintasan kejadian dimana harga diri nya dua kali di noda'i oleh sang putri membuat kilatan amarah dimata nya.
" akan ku pasti kan,burung merak itu tidak akan bisa lagi mengibas kan ekor nya setelah ini.."
sambung nya lagi sambil mengepal kan kedua tangan nya.
kini pangeran Yuan Shi kembali menanggapi kemarahan yang dikeluarkan oleh putra mahkota Lian Shi ,dengan sebuah candaan.
" jika hanya ingin bermain ,itu sangat disayangkan putra mahkota.Aku bahkan lebih tertarik untuk menjadikan dia satu satu nya untuk menghangat kan ranjang ku."
" kau bisa mengambil nya jika aku sudah membalas kan penghinaan yang putri angkuh itu berikan."
ditatap nya pangeran ketiga itu dengan senyum tipis.
pangeran kedua Yian shi merubah posisi berdiri nya,lalu berjalan kearah kursi disamping pangeran ketiga Yuan shi.
" jangan terlalu bermain api putra mahkota,kau tidak tahu ..yang sedang kau coba bakar adalah serpihan baja."
ucap nya sambil menuang kan teh dan menyesap nya dengan anggun.
__ADS_1
putra mahkota Lian shi yang mendengar perkataan saudara nya itu mendengus kesal.
" aku sudah memanas kan tungku pelebur nya, jadi kapan saja bisa aku gunakan untuk menempa baja menjadi bubur."
pangeran kedua Yian Shi tersenyum sinis dengan mengangkat sedikit bibir nya.
"aku sudah mengatakan apa yang ingin aku katakan, jika kau tidak mendengar nya.maka coba saja menyulut api nya !"
setelah mengatakan itu, sang pangeran berdiri dari tempat duduk nya.Membungkuk kan sedikit badan nya ,lalu melangkah keluar dari kediaman putra mahkota Lian shi.
"" apa yang ingin kamu katakan,pangeran ketiga ?"
tanya nya saat melihat saudara nya itu seperti ingin menyampaikan sesuatu.
pangeran Yuan shi mengalih kan pandangan nya,mengikuti punggung pangeran Yian shi yang menghilang di balik pintu.
" kakak kedua benar putra mahkota,aku rasa jangan mencoba untuk mengusik putri itu.atau diri mu..."
dijedakan ucapan nya sambil melirik ke area terlarang milik putra mahkota Lian shi.
sadar akan arah pandangan pangeran ketiga itu,putra mahkota Lian shi mengencang kan otot otot rahang nya.
" pergilah pangeran ketiga,jika kau sudah selesai dengan urusan mu."
pangeran itu hanya tersenyum tipis melihat kemarahan dari wajah sang kakak.
"" aku berharap kau akan baik baik saja putra mahkota,karna saat kembali ke kekerajaan kita ..pastikan diri mu tidak kekurangan satu apa pun " ucap nya sambil melangkah pergi.
sebelum menyentuh ambang pintu,dia kembali membalik kan tubuh nya.
"" pastikan juga,diri mu masih bisa memberikan keturunan dengan kondisi mu."
ucapan terakhir dari pangeran ketiga kekaisaran Hiu itu seakan goresan belati di pendengaran putra mahkota Lian shi.
""berani nya kau...."
geram nya sambil melempar kan gelas yang terbuat dari tembaga itu,kearah dimana pangeran Huan shi menghilang..
.
.
.
bersambung.
__ADS_1