Dari Nona Muda Menjadi Putri Sempurna

Dari Nona Muda Menjadi Putri Sempurna
bab 112


__ADS_3

.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pangeran malai hian berlari dari arah ruang pengadilan menuju keparviliun naga milik kakak pertama nya, kaisar malai ziyu. setelah sampai dan masuk kedalam ruangan,disana sudah duduk dengan santai dengan raut wajah yang berbeda beda.kaisar malai ziyu dengan wajah datar, penasehat istana tuan muda wang hilin yang selalu terlihat tenang namun tak mudah ditebak sesuao dengan jabatannya, serta satu orang lagi. dia adalah pangeran malai kettu, dengan rahang mengeras dan kedua tangan terkepal.


""hais... aku bersusah payah di luar sana, sedang kan.. hah..""di tarik nya nafas sejenak lalu mengeluarkan nafas nya melalu mulut. ""Lihat lah, kalian malah santai dengan secangkir teh dan beberapa kue kering. ""sindir nya lagi.


""jangan terlalu banyak berbasa basi,jelaskan apa yang kau temukan. "ujar pangeran malai kettu dengan raut wajah yang sangat kesal karena harus meninggal kan selir kedua nya yang baru melewati ambang kematian.


pangeran malai hian hanya bisa mengumpat didalam hati melihat perlakuan tak sopan dari kakak kedua nya. ""Setidak nya, bersikap manis lah dengan ku. karena aku telah menemukan penyebab kekacauan yang terjadi tadi di jamuan makan malam. "ujar pangeran malai ziyu sambil menghempaskan bokong nya ke salah satu kursi di samping kaisar malai ziyu.


""cih.. cepat kata kan, aku akan menghabisi nya dengan tangan ku sendiri. "saut pangeran malai kettu ber api api.


""tak perlu, pelayan itu dan salah satu koki istana telah menghabisi diri mereka sendiri dari pada mengatakan apapun. "jelas pangeran malai hian, diambil nya secangkir teh yang telah di tuang kan oleh pelayan kepercayaan kakak pertama nya itu.


Brakk...


pangeran malai kettu berdiri dari duduk nya sambil menggebrak meja. membuat pangeran malai hian yang sedang meneguk teh nya terkejut dan menyemburkan air teh nya kewajah tuan muda wang hilin.


""ah.. apa salah ku. "ujar laki laki berwajah tampan itu sambil mengelap wajah nya.



""sungguh sial.."umpat nya kesal.


""aku sungguh tak sengaja, ini semua gara gara pangeran sialan ini. "tunjuk pangeran malai hian ke arah kakak kedua nya, pangeran malai kettu.


Kaisar malai ziyu yang tadi hanya duduk tenang menyaksikan perbuatan ketiga mahluk dihadapan nya hanya bisa membuang kasar nafas nya, sambil terus memikirkan kejadian yang membuat selir kedua dari saudaranya itu keracunan. ""sungguh bukan sesuatu yang bisa diremeh kan, berani sekali mereka bermain main didalam istana ku. ini sudah sangat meresah kan. "Batin nya sambil mencerna langkah selanjut nya yang akan dia lakukan.



🌼🌼🌼🌼🌼

__ADS_1


Hari beranjak makin larut, sebagian penghuni istana sudah beristirahat didalam kediaman masing masing, menyisakan beberapa pelayan yang masih mengerjakan tugas mereka dan pengawal dan prajurit yang sedang berjaga di posisi masing masing.


Berbeda dengan dua orang gadis yang sekarang telah berubah menjadi wanita, mereka masih sibuk menyusun rencana untuk permainan yang akan mereka mulai sebentar lagi. Mereka adalah sang permaisuri quen dan selir dari pangeran kedua erenan.


""Bagaimana ?"tanya serena sambil memutar mutar tubuh nya.


Quen mendengus malas melihat kelakuan gila sahabat nya, bagaimana tidak. ini adalah baju laki laki ketiga yang dia coba.""asal kau tau, kita ingin menghabisi seseorang mungkin beberapa orang. kau tak perlu bolak balik mengganti pakaian mu, kita bukan ingin ke acara karnaval. "bentak quen merasa jengah.


""Hey.. jika ingin membunuh pun, aku harus memperhatikan style ku. aku tidak ingin penampilan ku biasa biasa saja. ""balas serena tak ingin kalah.


""Cih.. merepot kan. "


"kau yang terlalu kaku, ku pikir setelah mati satu kali otak mu itu mulai mencair. tapi tetap saja menyebal kan. "ucap serena lagi.


""hah.. cepat kita harus pergi, kau ingin kita keluar setelah ayam berkokok ?"saut quen sambil mengambil ancang ancang ingin meloncat dari jendela.


""permaisuri.... "pekik seseorang dari balik pintu yang terbuka.


Bughh...


""quen...


""permaisuri..


pekik serena dan xio bersamaan. ya.. orang yang tampa dosa mengejutkan quen tadi saat sedang nangkring di jendela adalah asisten nya, alias orang kepercayaan quen.


"" agh.. sialan.. kenapa nasip ku selalu buruk jika berhubungan dengan jendela. ""quen mengusap usap jidat nya yang tadi terlebih dahulu menyapa tanah.


serena dan xio berlari kearah jendela dan menongol kan kepala mereka melihat kondisi wanita yang sedang mengumpat di bawah sana.


""per.. permaisuri, anda baik baik saja. ""


tanya xio dengan terbata.


""ah.. jidat ku sakit sekali. "sungut quen dan disambut kekehan dari serena.

__ADS_1


""ham.. hamba sangat menyesal yang mulia. "ujar xio lagi dengan raut wajah bersalah.


serena menoleh kepala nya kearah gadis lugu disebelah nya itu. ""hey.. apa yang kau takut kan, jika dia masih bisa marah marah.. itu tanda nya kematian masih enggan untuk mendekat. "ucap serena dengan tawa yang meledak.


""Dasar kau sahabat durjana. "pekik quen sambil menyabet kan sepatu nya kearah serena, bersamaan dengan pintu yang di ketuk dari luar.


tok.. tok.. tok..


""yang mulia, apakah terjadi sesuatu di dalam sana.""pekik pengawal yang bertugas di luar kediaman milik quen.


serena yang tadi ingin memekik karena terkena lemparan sepatu, menutup mulut nya. lalu memberi isyarat untuk gadis bawahan quen itu untuk memain kan drama.


xio berjalan ragu ragu kearah pintu utama, dengan kepala yang menoleh untuk melihat selir kedua pangeran malai kettu itu dengan wajah memelas.


""pergilah, main kan peran mu. ""ucap serena dengan isyarat melalui gerakan bibir. sedangkan serena langsung berbaring kearah ranjang besar milik quen.


krekk..


perlahan pintu terbuka dengan kepala xio muncul di sela sela pintu. ""yang mulia baik baik saja, tadi aku tak sengaja terjatuh saat sedang mematikan lilin. "ujar xio dengan kepala menunduk.


para pengawal itu tak langsung percaya begitu saja, lalu menerobos masuk kedalam ruangan. Sampai di sisi pintu ruangan pribadi milik permaisuri kaisar hongly tersebut, sesosok wanita tengah berbaring dengan posisi menyamping.


""jangan membuat keributan.. itu akan mengganggu waktu istirahat yang mulia permaisuri. "ujar salah satu pengawal lalu berbalik untuk kembali bertugas. Dan mereka langsung menutup pintu dengan hati hati.


kaki kaki xio melemas hingga membuat nya terduduk. Quen menyembul kan kepala nya dari luar jendela.


""hey.. tunggu apa lagi, ayo pergi. "pekik nya dengan suara tertahan.


Setelah itu serena langsung bagun dari tidur pura pura nya, diikuti xio di belakang. lalu meloncat pelan memecah kegelapan malam.


.


.


.bersambung.

__ADS_1


__ADS_2