Dari Nona Muda Menjadi Putri Sempurna

Dari Nona Muda Menjadi Putri Sempurna
bab 171


__ADS_3

.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


kaisar malai ziyu terhenyak, ketika mata nya menangkap bayangan tangan yang merengkuh erat tubuh nya. Seperdetik kemudian, suara tusukan benda tajam yang menembus daging menguar di telinga nya.


Dengan cepat di putar nya tubuh kesamping, melepas kan diri dari dekapan pria bertopeng yang menyelamat kan nyawa nya.


Sebelum pangeran malai kettu bersama selie kedua nya menerjang dan menyerang dua prajurit yang tadi menusuk kan pedang.


" Kakak..


gumanan kecil itu seakan ratusan anak panah yang menancap tepat di jantung kaisar malai ziyu. Suara itu, nada panggilan itu begitu diri nya kenal. Bahkan sangat mengenal nya, panggilan yang selalu membuat nya ingin menjadi pria paling kuat di setiap daratan.


Dengan cepat di rengkuh nya tubuh yang hampir tumbang itu, membuka dengan cepat topeng yang menutupi wajah yang sangat membuat nya seakan tak ingin menerima kenyataan.


" pangeran keempat.. Degh.. "


Dada kaisar malai ziyu naik turun, saat jelas kini di mata nya siapa pria yang kini berada di pangkuan nya itu.


Musnah sudah, semua kekuatan yang dia miliki seakan sirna. Hilang bagai tersapu angin topan hingga tak meninggal kan jejak.


pangeran yang selalu dia dan kedua saudara nya anggap sebagai pangeran kecil mereka kini mulai mengeluar kan darah dari sela sela bibir nya.


" Jangan lakukan itu, kau... kau melototi ku seakan ingin menghukum ku seperti biasa.uhhuukk... "


kekehan kecil keluar dari bibir pangeran malai huali, hingga menampakkan deretan gigi gigi nya yang telah di aliri oleh darah segar.


uhhuukk.. uhhhukk..


kembali seteguk darah segar keluar dari dalam mulut pangeran malai huali, membuat air mata kaisar berwajah dingin itu mengalir tampa henti. Bahkan kini diri nya melupakan bagaimana keadaan sang permaisuri serta saudara nya yang lain.


" kenapa kau melakukan semua ini, kenapa kau berada di tempat yang salah? apa aku kurang memberikan dirimu segala nya selama ini? "


kaisar malai ziyu melontar kan pertanyaan tampa henti, tenggorokan nya seakan tercekat untuk sekadar menelan ludah nya sendiri.



" hei. tenang lah, kenapa kau secengeng ini kakak. aku baik baik baik saja, hapus air mata mu. kau seorang kaisar.. "


pangeran malai huali mendorong kening kaisar malai ziyu dengan jari telunjuk nya, bukan kah itu sebuah keberanian. Tapi biarlah, mungkin ini akan menjadi yang terakhir jika diri nya tidak akan di beri kesempatan kedua.

__ADS_1


kedua kelopak mata milik kaisar malai ziyu terus di banjiri dengan air mata. Akal sehat pria berstatus kaisar itu tidak bisa menerima setiap kenyataan yang terjadi di depan mata nya.


" Seseorang harus berkorban atau tetap menunggu bukan? aku disini sebagai orang yang bersedia mengorban kan nyawa ku untuk mu. "


di sela sela batuk yang terus membuat pangeran keempat itu memuntah kan darah segar, pangeran muda itu mencoba untuk tetap berbicara. meski mendapat penolakan dari sang kakak, kaisar malai ziyu.


"tolong.. tolang jangan lagi berbicara, aku menyayangi mu. aku tidak peduli dengan apa yang kau lakukan, aku selalu mempercayai saudara saudara ku. "


ucap kaisar malai ziyu dengan kedua tangan nya terus mendekap tubuh penuh darah itu di pangkuan nya.


pangeran malai huali tersenyum lebar, meski rasa nyeri akibat tusukan pedang begitu menyiksa nya.


" aku harus melakukan ini kakak, aku harus melindungi tahta milik saudara ku. aku menyayangi, mengagumi bahkan menyukai semua hal tentang diri mu. uhhuukkk.."


pangeran malai huali kembali terbatuk, dengan suara yang semakin melemah pria berwajah ceria itu melanjut kan ucapan nya.


" aku tidak bisa membiarkan orang lain melukai diri mu kakak, kau begitu bearti untuk ku. maaf jika aku hampir membuat mu kehilangan permaisuri quen. Tapi percaya lah, tidak ada keegoisan yang melebihi apa yang aku lakukan.. aku menerima bantuan putra mahkota kekaisaran yu, agar ibu suri tidak bisa menyentuh mu. aku butuh dukungan agar bisa melawan nya. maaf kan aku kakak.. "


kaisar malai ziyu menggenggam kedua tangan yang mengapit memohon ampunan kepada nya.


" tidak.. kau tidak bersalah, kau telah melakukan hal yang benar. kau hanya ingin melindungi aku. "


Dari arah belakang pangeran malai kettu juga menjatuh kan tubuh nya ketanah, berlutut di hadapan kaisar malai ziyu dan pangeran malai huali yang terbaring di pangkuan kaisar malai ziyu.


" adik keempat, kenapa kau jadi begini. kau sangat lancang berbuat ini kepada kami, kau bahkan berani mengorban kan nyawa mu. Di mana pikiran mu nhaa? "


Dia bahkan mendengar sebagian isi percakapan dari dua saudara nya itu.


"Maaf... "


Hanya kalimat itu yang mampu keluar dari bibir yang kini mulai memucat.


" tidak.. tidakk.. jangan ucap kan kata kata itu. "


pekik kaisar malai ziyu.


"tidak adik, jangan lakukan itu lagi. jangan permainkan perasaan saudara mu, kau adik kecil kami. jangan.. tolong jangan.. "


tangisan pangeran malai kettu pecah bersamaan dengan semakin menutup nya mata pangeran malai huali.


kaisar malai ziyu merangkak menahan berat tubuh pangeran malai huali, melupakan semua rasa sakit yang dia rasakan. Tubuh yang mulai lelah itu mencoba untuk menggendong pangeran malai kettu yang kini semakin lemah. Pangeran malai kettu juga merangkak kedepan dan ikut menopang tubuh yang akan tersungkur tersebut


" kita harus segera mengobati nya, dia tidak boleh tiada. Dia separuh nyawa kita.. "

__ADS_1


kaisar malai ziyu berucap dengan kepala menggeleng seakan tak menerima situasi apa pun.


pangeran malai kettu kemudian bangkit, mereka berdua bagai sosok yang kehilangan arah. Kebinggungan, keputus-asaan mulai muncul dalam benak masing masing.


serena yang berdiri seperti patung, terus menyaksikan drama mengharukan ketiga saudara dihadapan nya. Bagaimana ketiga pria berlainan karakter itu bisa begitu saling mencintai.


Dari arah bersebrangan, pangeran malai hian juga muncul dengan xio di gendongan nya. Gadis itu juga tampak tidak baik baik saja, serena yang ikut kebingungan melesat untuk memastikan keadaan gadis manis berwajah polos itu.


pangeran malai hian segera menyerah kan tubuh lemah xio kedalam pelukan selir pangeran kedua itu, kini mata nya tertuju lekat kearah ketiga saudara nya yang kini jatuh tersungkur di tanah dengan kondisi saling berpelukan.


"tidak.. tidak, apa yang terjadi. "


dengan cepat pangeran malai hian berlari dan kemudian ikut menjatuhkan tubuh nya kearah dua saudara nya yang memeluk tubuh tak berdaya pangeran keempat.


"katakan... katakan pada ku, apa yang terjadi. ? "


pekik pangeran malai hian dengan suara menggelegar.


Namun tidak ada satu pun yang menjawab pertanyaan nya.


Dari arah belakang muncul panglima hualo zang dan tuan muda wang hilin.


Dengan tampa meminta izin, panglima hualo zang segera berlutut dan meraih salah satu pergelangan tangan milik pangeran malai huali.


Mata sipit itu sejenak membesar lalu menunduk menahan kesedihan, membuat rahang pangeran malai hian mengeras.


Dengan cepat di raih nya kerah baju zirah milik panglima muda itu dengan erat. netra mata nya yang kini memerah karena menahan amarah seakan mencari jawaban dari apa yang tadi di tunjukkan panglima hualo zang ketika memeriksa pangeran malai huali.


" katakan.. katakan apa yang kau ketahui. "


ucap nya dengan gigi bergemelatuk..


sebagai jawaban, panglima hualo zang hanya menjatuhkan pandangan nya semakin kedalam.


membuat tatapan pangeran malai hian semakin frustasi, di tarik nya paksa tubuh kaisar malai ziyu dan pangeran malai hian secara bersamaan, hingga kedua nya terjungkal kebelakang. Kini tampak lah raut wajah tenang pangeran malai huali menyambut pandangan nya.


Tubuh pangeran malai hian semakin melemah kemudian ambruk di atas tubuh tak berdaya pangeran malai huali.


ketiga bersaudara itu kini larut dalam pikiran mereka masing masing, semua prajurit dan orang orang yang berpihak dengan kaisar malai ziyu hanya menunduk kan kepala dengan tubuh yang berlutut ikut merasakan rasa sakit yang begitu besar dari pria bersaudara itu.


Hari ini, tumpukan jasad yang kini tak bernyawa, genangan darah yang mengalir di setiap bilah pedang sebagai saksi tentang sejarah berdarah kekaisaran hongly. Semua larut dalam duka yang begitu mendalam.


.

__ADS_1


.


. bersambung


__ADS_2