Dari Nona Muda Menjadi Putri Sempurna

Dari Nona Muda Menjadi Putri Sempurna
bab 183


__ADS_3

.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pangeran malai hian melangkah dengan senyuman tipis terus terbit di bibir tipis nan sexy milik nya, sedang kan xio mengikuti nya dengan ragu ragu dan penuh pertimbangan.


Lagi pula, mereka bukan lah dua orang yang terlihat akrab atau pun sekedar berhubungan baik seperti seorang sahabat. Tak lain hanya hubungan sebatas karna xio adalah orang kepercayaan putri mahkota kekaisaran han, yang kemudian berstatus sebagai permaisuri hongly, mau tidak mau karna xio telah bersumpah mengabdikan diri nya untuk selalu bersama dengan sang atasan, membuat nya mau tidak mau berada di ruang lingkup kehidupan istana. Dan otomatis, menjalani hubungan dengan orang orang yang berada di dalam nya.


Xio menggelengkan kepala nya sambil terus melangkah kan kaki nya, membuat gadis itu begitu tidak waspada dan menubruk punggung pangeran malai hian yang berhenti secara tiba tiba.


"Ahh... ish.. ish.. "


xio mundur selangkah sambil mengusap ngusap hidung nya yang tidak begitu mancung dengan wajah meringis.


Pangeran malai hian yang ikut terkejut, segera memutar tubuh nya. Lalu melangkah mendekat kearah xio yang sibuk mengusap usap hidung nya.


"Apakah kau baik baik saja nona xio ly? "


ucap pangeran malai hian seraya menjulurkan tangan nya kedepan, untuk memeriksa wajah sang gadis yang tidak sengaja menubruk nya.


Xio yang ikut terkejut dengan reaksi pangeran malai hian segera memundurkan kembali langkah nya, membuat jarak diantara mereka.


"Ah.. maaf, aku terlalu lancang. "


pangeran malai hian menarik kembali tangan nya yang sempat terulur.


Xio yang mendapat perlakuan tiba tiba seperti itu segera merasa harus menjaga jarak aman dari pria berstatus pangeran itu.


"Hamba yang seharus nya meminta maaf yang mulia, Karna tidak berhati hati dalam melangkah. "


xio membungkuk kan sedikit tubuh nya sebagai rasa sungkan karena hal yang terjadi.


Pangeran malai hian menjadi ikut ikutan salah tingkah, karna ini adalah kali pertama nya dia terlibat secara pribadi dengan seorang gadis yang bukan berstatus wanita nya. Biasa nya, lamaran dari pihak keluarga para nona bangsawan dan putri istana yang datang mengejar nya. Bukan dia yang harus keluar dari istana atau mendatangi kediaman orang lain untuk mendapatkan selir.


Dan situasi kali ini, begitu membuat nya canggung.


🥀🥀🥀


Dari balik pilar besar, seseorang memperhatikan gerak gerik dari dua orang yang sedang sama sama merasa canggung dan salah tingkah.


Tangan nya terkepal, memegang erat erat sebuah kipas yang berada ditangan nya.

__ADS_1


"Andai aku terlahir lebih setara, mungkin hal ini tidak akan terjadi. Menjadi pungguk, dan merindui bulan yang berada jauh di atas langit itu sungguh membuat ku sakit. Apa daya ku, yang hanya bisa mengagumi tampa bisa bermimpi untuk memiliki."


Mata sendu itu masih mengamati dengan rahang yang mengeras.


"Mungkin, aku harus membuang rasa yang datang begitu saja tampa bisa ku cegah. Aku seperti seorang prajurit yang gugur bahkan sebelum bertarung. Heh.. "


Ada senyum sinis menyedih kan dari bibir tipus itu, seakan mentertawakan ketidak berdayaan diri nya.


"Ehem.. "


Suara deheman yang tidak begitu keras, namun cukup membuat wajah tampan yang sedang ketahuan menguntit itu pucat seperti tak berdarah.


"Hahaha.. Ya dewa, wajah mu pucat sekali. Kau seperti orang yang ketahuan sedang melakukan sebuah dosa besar. "


"Yang mulia, ehem.. salam yang mulia permaisuri dan nyonya erenan er. "


ucap nya salah tingkah.


Orang yang disapa makin terkekeh geli, sambil mengusap ngusap perut mereka yang makin membesar.( Ah... sangat menggemaskan jika membayangi hamil berjamaah ya😄)


"Tuan muda wang hilin.. "


sapa quen, sambil menyembulkan kepala nya kearah balik pilar tempat sekarang mereka berada.


Quen menaikkan sebelah alis nya.


Tuan muda wang hilin yang semakin salah tingkah, dan itu sangat membuat nya gugup.


" Pertarungan hati itu adil di dalam cinta, tidak ada salah nya jika kau menaruh hati. Karna cinta tahu, dimana dia harus berlabuh dan pulang menambat kan pilihan nya. "


Serena yang juga mengerti apa yang sedang terjadi mengeluarkan kalimat bijak nya. Membuat quen dan tuan muda wang hilin terkesima.


"Astaga.. aku tak menyangka kau bisa berbicara se fantastis ini. "


ucap quen dengan kedua tangan memegang pipi nya tanda dia begitu tak percaya.


"Sialan.. "


serena medengus kesal, memancing tawa quen pecah seketika.


''hahaha .. hey, aku memuji mu. kenapa kau jadi sensi begini. "


ledek quen lagi. "Tapi yang di ucap kan si murai batu ini ada benar nya. "

__ADS_1


" hey.. sableng, kenapa kau bawa bawa burung? "


balas serena tak terima.Hingga membuat nya memotong ucapan quen begitu saja.


Quen memutar bola mata nya malas.


"A elah.. aku mengatakan yang benar, kenapa kau begitu sensitif. "


Serena memalingkan wajah nya kesamping.


"Jangan berbicara masalah sensitif, jadi yang kau lakukan kepada kakak ipar kaisar tadi apa? "


Sangat jelas diingatan serena, saat mengunjungi kediaman sahabat nya itu. Wanita yang sekarang juga sedang hamil seperti nya mengabsen segala macam jenis serangga, saat tak terima jika dia di anggap menyebalkan oleh kaisar malai ziyu saat pertama kali mereka bertemu.


Heh.. dimana ucapan pria tampan itu yang salah, dia memang menyebalkan.


Pikir serena lagi.


Sedang kan tuan muda wang hilin malah makin merasa bingung dan salah tingkah dengan perdebatan dua wanita hamil di depan nya, namun jujur.. kedatangan mereka, membuat hati nya lebih membaik.


Quen dan serena yang tadi nya saling diam, tiba tiba tersadar saat pria tampan dengan tatapan lembut itu masih berada di antara mereka.


"Emm.. hei tampan, aku mendukung mu. Jadilah pria berani dalam mengambil sikap. Kau tidak berdosa jika jatuh cinta. Semua adil dalam masalah hati, karna cinta tidak pernah salah. "


Ucap serena sambil mengedip kan sebelah mata nya.


"Engh...


Wajah tuan muda wang hilin bersemu merah. Di zaman ini, tidak ada seorang wanita yang berani terang terangan dalam menggoda atau pun bersikap. Namun, pengecualian bagi dua wanita penguasa ini. Mereka begitu terbuka dalam bersikap, dan bertindak saat tidak menyukai sesuatu.


Quen mendekat kearah tuan muda wang hilin, membuat pria tampan itu menunduk kan pandangan nya. Namun, tepukan di pundak nya membuat tuan muda wang hilin tersentak dan mendongak kan kepala nya kembali.


" Jangan putus asa, aku tau kau pria yang sangat baik. Namun, jika kau berniat untuk mencintai seseorang. Tanam kan kesetiaan mu hanya pada nya, wanita tidak hanya butuh harta kekayaan. Tapi juga rasa nyaman dan sebuah perlindungan. "


Quen menatap lekat mata yang kini juga berani menatap nya.


"Aku tau, xio itu gadis yang sangat langka. Kau akan menyesal jika kehilangan nya. Kurasa, istana tidak begitu cocok untuk nya. Jika gadis lugu itu terluka, maka dunia nya akan runtuh. Perjuangkan lah dia, aku juga mendukung mu. "


Kedua wanita dari masa depan itu menyunggingkan senyum nya sebelum pergi, seolah memberi suntikan semangat untuk pria yang hampir merasa putus asa. Kini, dia bahkan bisa tersenyum dengan sangat tulus sambil membungkuk kan badan nya.


"Terima kasih yang mulia. "


ucap nya saat quen dan serena melambaikan tangan mereka.

__ADS_1


__ADS_2