
.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Xio mempercepat langkah nya saat hampir sampai di kediaman phonix .
Di rapi kan pakaian dan rambut nya sejenak, lalu mengambil nafas pelan melalui hidung nya dan menghembuskan kembali melalui mulut.
Kreakkkk..
Pintu besar kediaman phonix terbuka lebar, bersamaan dengan tangan xio yang menggantung di udara.
Dengan cepat di bungkuk kan tubuh nya, ketika menyadari siapa yang kini berada di balik pintu besar itu.
"Salam yang mulia permaisuri. "
Quen menyunggingkan senyum nya, pertanda jika wanita hamil itu terlihat sangat senang melihat kehadiran xio tampa perlu repot repot mencari nya.
"Ah.. kau disini? Aku baru akan mencari mu. "
quen menarik tangan xio dan menyeret nya untuk masuk.
"Egh... "
xio yang di seret hanya mengikuti kemana arah wanita hamil itu akan membawa nya.
Serena yang sedari tadi belum beranjak dari tempat nya menikmati suasana di luar kediaman quen, segera memalingkan pandangan nya.
"Cepat sekali, kau memanggil nya menggunakan apa? "
Tanya serena dengan kening berkedut.
Quen membawa xio kearah kursi yang tadi mereka tempati.
"Aku bahkan tidak mencari nya, tapi dia sudah berada di depan pintu saat aku akan keluar. "
Jelas quen sumringah.
Xio yang kini sedang menuangkan teh hijau kesukaan permaisuri hongly dan sahabat nya itu, seketika menghentikan aktifitas nya.
"Bukan kah yang mulia yang mengutus kan pengawal kediaman phonix untuk menjemput hamba? "
Tanya xio seraya kembali menuangkan air teh kedalam cangkir.
"Kapan? Aku belum melakukan nya. "
balas quen seraya menyesap pelan teh hijau yang aroma nya sangat membuat fikiran menjadi tenang.
"Kau yang mengutus seorang pengawal? "
quen menoleh kearah serena.
Serena segera ikut duduk di salah satu kursi kayu yang bersebelahan dengan quen.
"Kan aku disini, kapan aku melakukan nya. "
Serena kemudian mengambil cangkir yang berisi teh milik nya, lalu menyesap dengan sangat anggun.
Xio yang merasa bingung menatap kedua wanita hamil itu secara bergantian.
__ADS_1
"Jika yang mulia permaisuri dan nyonya erenan tidak memanggil hamba, lalu pengawal tadi atas utusan siapa? "
Ucap xio sambil memikir sejenak.
"Apa ada yang mengetahui, jika aku memang tidak merasa nyaman berada di sekitar pangeran ketiga. "
Sambung nya lagi di dalam hati.
Yang mulia kaisar datang berkunjung
Terdengar suara pengawal yang menjaga pintu mengumumkan kedatangan pria berstatus kaisar itu. Pintu di buka seketika, lalu tertutup kembali.
Ketiga wanita yang sedang menikmati secangkir teh segera bangun dari duduk mereka, bahkan kini kegiatan itu mulai terbiasa bagi quen dan serena. Mereka membutuhkan waktu untuk beradaptasi dan berdamai dengan keadaan. Namun, tidak akan terjadi jika mereka berdua hanya sendirian. Apa yang di lakukan sekarang, tidak lebih sebagai bentuk menghargai dan menjaga martabat orang yang berada di kedudukan yang lebih tinggi di dunia yang baru ini.
"Salam yang mulia kaisar. "
Ucap ketiga nya bersamaan.
xio segera memundurkan tubuh nya , dan berdiri di belakang kedua wanita hamil itu. Serena tersenyum tipis, sedangkan quen.. Jangan di tanya, kini bibir sexy itu bahkan mengerucut. Pertanda jika diri nya sungguh sangat kesal.
"Kau sudah berada disini! "
ucap kaisar malai ziyu, namun tidak tahu di tujukan untuk siapa.
"Aku sengaja mengutuskan pengawal untuk mencari mu, karena aku yakin.. jika permaisuri ku yang cantik ini tidak akan pergi tampa orang kepercayaan nya ikut bersama. "
Sambung kaisar malai ziyu lagi dengan senyum tipis terbit di bibir nya.
Quen yang merasa di puji berusaha sekuat tenaga untuk tidak tersenyum, jujur saja.. pujian yang di berikan oleh pria datar itu sangat membuat hati nya bahagia. Bahkan bibir sexy itu mengerucut kekiri dan kanan, dengan kedua tangan nya saling meremas.
"Jangan marah lagi, aku tidak bermaksud begitu. Sebagai permintaan maaf dari ku, aku akan mengajak mu ke festival lentera di pusat kota kekaisaran. "
Ucap kaisar malai ziyu lagi, berusaha mengambil hati ibu dari calon anak anak nya.
"Festival lentera 🏮 kata nya, ah... aku senang sekali. "
ingin rasa nya quen berteriak karena rasa senang nya.
"Festival lentera 🏮, mereka bertiga akan pergi. Lalu bagaimana dengan nasip ku. "
Batin serena seraya memperhatikan wajah cerah sahabat nya itu.
"Ehem.. kakak ipar kaisar, jika kalian semua pergi. Bagaimana dengan ku? Apa aku akan di tinggalkan di istana yang membosan kan ini. "
keluh serena dengan mata yang berkaca kaca.
Kaisar malai ziyu mendelik kan mata nya, saat mendengar jika istri sah pangeran kedua itu mengatakan, bahwa istana nya yang megah ini membosan kan. Yang benar saja, semua orang berharap dan melakukan apapun untuk masuk dan tinggal di sini. Menyebal kan, rutuk kaisar malai ziyu didalam hati.
"Tenang lah.. Aku akan membawa istri cantik ku dan calon anak kita ikut serta. "
Pangeran malai kettu muncul dari balik pintu besar dengan baju kebesaran nya.
Mata serena berbinar senang, kemudian menghambur kepelukan pangeran kedua.
"Ah.. kau yang terbaik. "
ucap serena sambil memberikan kecupan singkat di pipi pangeran malai kettu.
"Cih.. dasar tidak melihat tempat. "
Quen mengumpat pelan dengan bibir kembali mengerucut.
__ADS_1
Kaisar malai ziyu yang tidak ingin kalah segera merangkul tubuh quen yang kini mulai sedikit berisi.
"Aku mencintai mu, jangan terlalu sering mengumpat. Nanti anak kita akan mengikuti nya. "
bisik kaisar malai ziyu , lalu mengecup singat bibir merah merekah milik permaisuri nya yang cantik.
Quen yang terkejut dengan tindakan tiba tiba dari pria datar itu , seketika melototkan mata nya. Namun berubah sendu saat pria berstatus kaisar itu menjatuhkan kaki nya kelantai dengan berlutut, lalu mengecup dan mengelus perut yang kini kian membesar.
"Sayang... kau menjaga ibu mu dengan baik bukan? maafkan ayahanda, yang selalu membuat ibunda mu yang cantik ini merasa kesal. "
Di dongak nya sebentar kepala nya untuk memperhatikan raut wajah permaisuri nya yang kini memerah.
"Lihat lah, saat wajah nya tersipu malu saja.. diri nya terlihat sangat cantik. Kau beruntung bisa hidup dan tumbuh di dalam rahim nya. "
kaisar malai ziyu kembali mengecup seluruh sisi perut quen, dan di balas dengan sebuah gerakan kecil dari dalam sana.
Kaisar malai ziyu mematung sejenak, mata nya bahkan memerah.. Memancing pangeran malai kettu yang tadi hanya menikmati pemandangan romantis dari saudara nya yang sangat kaku itu, untuk tidak bisa tidak mengeluarkan rasa penasaran nya.
"Kakak.. ada apa dengan mu? apa kau menyesal dan telah kembali kewujud mu semula ,saat tadi telah mengeluarkan kata kata yang begitu sangat langka. "
Goda pangeran malai kettu, yang membuat sebuah cubitan mendarat di pinggang nya.
"Awwhh...
pangeran malai kettu mengusap ngusap bekas cubitan yang pelaku nya tak lain adalah istri nya sendiri, yang sekarang menatap nya tajam.
" Apakah dia bergerak? apakah dia tadi sedang menyapa ku? "
Tanya kaisar malai ziyu dengan wajah tak percaya, dan mendongak kan kepala nya untuk menatap manik indah yang kini juga berbinar.
"Iya.. dia mengetahui, jika kau begitu mencintai nya. "
Jawab quen dengan mengangguk kan kepala nya.
Kaisar malai ziyu kembali menatap perut yang tertutup jubah tebal itu.
"Ya.. aku sangat menyayangi mu, semoga kau segera hadir di dunia ini. "
Serena, quen dan xio kini telah menitiskan air mata mereka saat menyaksikan wajah bahagia pria yang selalu bersikap dingin itu.
"Kenapa dia terlalu membuat drama? "
Ucap pangeran malai kettu dengan wajah tidak percaya, jika pria terkenal dengan wajah datar nya itu bisa sangat romantis.
Takk..
Aww...
Serena yang tadi sedang terhanyut karena sikap manis kaisar malai ziyu kepada sahabat nya, segera berubah kesal dengan ucapan tidak bermoral suami tampan nya.
"Apa salah ku? "
tanya pangeran malai kettu sambil mengusap kepala nya.
Serena mendengus kesal. "kesalahan mu sangat banyak, aku bahkan sangat iri dengan kakak ipar yang begitu manis. "
Ditatap nya mata pangeran malai kettu dengan tajam, lalu kembali memalingkan wajah nya.
"Mimpi apa aku harus mendapat kan pacar dan suami di dua dunia seperti mu. "
guman serena dengan suara yang rendah, bahkan hampir tidak terdengar.
__ADS_1
.
. bersambung