
.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Quen mengerjap kan mata nya, menatap lekat tubuh dengan bau hamis darah membuat indra penciuman quen aktif seketika.
Dengan pelan di dorong tubuh yang kini tak lagi bernyawa kearah samping tubuh nya. Manik hitam itu menatap sejenak langit yang tiba tiba berubah mendung seakan mengiringi kesuraman yang terjadi saat ini.
Perlahan mata tajam quen menangkap sekelebatan beberapa orang berpenutup wajah masuk kedalam bangunan besar yang berada tidak jauh dari tempat mereka bertempur.
Perlahan quen mulai membangun kan tubuh nya, melempar pandangan teduh nya kearah wajah yang kini mulai memucat. Wajah pria yang seakan terobsesi dengan nya, namun sanggup menjadikan diri nya benteng agar sang pujaan tak terluka.
Perlahan tatapan itu berubah dengan aura membunuh yang menguar keluar dari mata nya, ditambah dengan pemandangan yang tak kalah menyakit kan dari pria yang sangat dia cintai.
" ci hua hua sialan, aku akan mencabik cabik tubuh renta mu itu. "
Dengan cepat di raih nya pedang samurai dengan dua permata indah di kedua sisi nya itu. Kemudian diseret nya pelan kaki nya untuk melangkah menuju arah dimana orang orang berpakaian nija itu pergi.
Srett.. street.. street..
Quen menarik pedang nya, membuat suara suara mengerikan dari mata pedang yang menggores lantai bangunan tua itu.
Mata nya menatap tajam sekeliling, seakan bisa menembus setiap sisi bangunan.
Ruangan satu, dua, tiga, empat.. semua nya di biar kan terbuka lebar dengan jasad hasad bergelimpangan dari sisa sisa pertempuran.
" Wanita tua.. yuhuu.. kau dimana? "
quen berteriak pelan, dengan aura yang begitu mencekam. Ujung pedang nya sengaja dia hentak hentak kan ke lantai, agar memancing siapa pun untuk merasa waspada.
"ah.. kau sangat tidak asik, kau membuat begitu banyak kekacauan. Namun sekarang pergi bersembunyi untuk menyelamatkan nyawa my sendiri. "
kekehan keluar kembali dari bibir sexy itu sambil terus melangkah.
Kini langkah kaki nya membawa quen di ruangan paling ujung, dengan pintu tertutup rapat tak bercelah. kepalanya di miringkan sedikit kekanan sedang memikirkan sesuatu.
Dengan gerakan cepat di arahkan libasan kaki nya kearah pintu yang tampak kokoh itu, selang beberapa detik pintu besar itu ambruk kedalam ruangan.
Kosong.. itulah yang pertama kali di tangkap oleh indra penglihatan quen, di teliti sekitar nya dengan saksama. Ujung ujung jari lentik quen menyentuh sekitar dinding dinding kusam itu.
"Kreeeattt..
suara decitan bersamaan dengan sebuah ruang rahasia yang terbuka lebar, quen tidak sengaja menyentuh sesuatu yang membuat pintu rahasia itu terbuka.
Dengan waspada di seret nya pelan kaki nya untuk masuk kedalam ruangan yang tampak gelap. Quen menajam kan indra pendengaran nya.
" Satu, dua, tiga, empat, lima.. "
quen terus menghitung di dalam hati, menyambar sesuatu yang seperti nya bisa membantu.
"Claasshh.. "
seketika ruangan gelap itu mulai terang karena api obor mulai menyala secara otomatis.
"Sangat menakjubkan kan. "
__ADS_1
batin quen saat menyaksikan pemandangan di hadapan nya.
Ibu suri yi hua berdiri dengan dua buah pedang di tangan nya. Tidak ada lagi aura lembut nan tegas yang biasa dia perlihat kan, yang ada hanya tatapan tajam mengerikan. Wanita paruh baya itu seakan di kuasai oleh jiwa lain yang membuat nya begitu menyeramkan.
Pandangan quen teralih ke sudut ruangan besar itu, seorang wanita duduk meringkuk dengan luka bekas cambukan di sekujur tubuh nya.
" heh... sangat menyedih kan. "
seketika ucapan quen terhenti saat dua pria berpakaian nija langsung menerjang kearah nya.
mereka melakukan tebasan, pukulan dan tendangan secara bersamaan. Mengujami quen dengan serangan bertubi tubi, membuat quen terdorong mundur.
Quen memutar pedang di tangan nya lalu melebarkan sedikit kaki nya, kedua pria berpakaian ninja itu kembali menyerang. Quen yang telah siap segera melompat kearah dinding yang berada di belakang nya, kemudian menghentakkan kaki nya sebagai sarana untuk mendorong tubuh nya.
Bugh...
Dua orang lawan nya terpental mundur, dengan cepat quen kembali menyerang tampa ampun. melibas pedang nya penuh perhitungan dan tampa bisa di tebak gerakan nya, membuat dua tubuh ambruk seketika.
Kini secara bersamaan tiga pria bercadar kembali menyerang, quen membuat menangkis ketiga pedang lawan nya bersamaan. Dengan sedikit dorongan, kaki kanan quen melibas cepat ketiga lawan nya.
Crashhh... Crasshh.. crashh
Dengan gerakan memutar quen menebaskan pedang nya, membuat tiga leher terputus seketika.
Quen menatap lekat satu orang yang berpakaian ninja, kemudian beralih menatap ibu suri yang tampak tidak memunculkan raut apapun di wajah culas nya.
Satu orang yang berpakaian ninja berjalan cepat kearah quen, membungkuk kan sedikit tubuh nya kedepan sebelum menebaskan pedang nya.
quen mundur beberapa langkah kebelakang, lalu ikut mengimbangi permainan orang yang bisa quen tebak. Jika dia adalah seorang wanita.
quen menyeringai saat pedang nya menyabet lengan kanan lawan nya, tampak raut wajah ibu suri sedikit berubah. Dan quen senang akan pemandangan di depan nya.
Quen berlari kencang, lalu melibaskan pedang nya kekanan dan kekiri. Gerakan whushu yang begitu indah, membuat lompatan lompatan kecil kemudian kembali menebaskan pedang nya. sehingga wanita bercadar itu mundur terdesak.
Craass..
kembali quen menebaskan pedangnya, kini sebelah bahu milik wanita bercadar yang mendapat giliran nya.
sabetan kedua membuat wanita itu jatuh tersungkur, quen kembali menebas dua kaki milik lawan nya. membuat ibu suri yi hua melesat kedepan, membuat serangan yang seperti nya wanita paruh baya itu sangat terlatih.
" Ah.. aku suka ini. "
quen meludah kesamping saat satu pukulan yang di layangkan secara terus terusan mengenai pelipis nya.
Ibu suri yi hua menampilkan senyuman sinis di bibir nya.
" kau putri sialan yang terlalu banyak ikut campur dalam urusan ku. Aku tentu akan menghabisi mu dengan sangat buruk. "
ujar nya dengan raut wajah angkuh.
" Hahahaha.. "
quen tertawa keras saat mendengar kalimat menjijikkan bagi nya, yang keluar dari mulut berbisa ibu suri kekaisaran hongly itu.
" jika kau saja tidak memiliki belas kasih untuk putra putra mu, kenapa aku harus menunda untuk segera meladeni undangan yang kau tawarkan pada ku. "
Ibu suri yi hua mendengus kesal, lalu melompat sambil menebas pedang nya. Wanita paruh baya itu begitu gesit, membuat quen semakin bersemangat. Tapi sayang nya dia tidak ingin bermain saat ini.
__ADS_1
Quen melompat mundur, melekat seperti cicak di dinding kemudia segera memutar sambil melemparkan pisau lontar dari balik hanfu nya.
"Crap.. crap.. crap..
Tiga pisau berbentuk segi tiga seperti kincir itu melayang tepat pada titik titik vital tubuh ibu suri yi hua.
" Ibu suri... "
pekik wanita bercadar yang kini bahkan tidak bisa bangun karena luka fatal yang dia terima.
Quen melangkah dengan anggun kearah wanita yang baru saja berteriak.
**Tapp..
ahh**..
Dengan sekali sentakan kain penutup wajah itu terlepas dan menampilkan wajah di balik kain hitam itu.
" Wah... aku sangat terkejut. "
quen mengeleng gelengkan kepala nya.
"Selir xia, yah kau selir pangeran kedua bukan? "quen bertanya dengan senyuman mencibir.
'" Cuihh..
quen mengusap pelan wajah nya, akibat air liur yang di ludah kan oleh selir xia.
quen memejam kan mata nya sejenak, kemudian tangan nya bergerak cepat memukul wajah salah satu wanita pangeran kedua.
"Bugh..
Tubuh selir xia terhuyung kebelakang, dengan luka sobek di pinggir bibir nya. Wanita itu mengerang akibat rasa sakit yang berasal dari pukulan yang quen berikan.
Quen mengibas ngibas kan tangan nya, seraya bangkit dari posisi nya yang setengah berlutut.
" aku benci kembali melakukan ini. "
Kembali di seret langkah nya mendekati ibu suri yang bersusah payah menarik tubuh nya kesudut ruangan tempat wanita yang kondisi nya sangat memprihatin kan.
" Sialan.. bajingan kecil. "
ibu suri yi hua terus berteriak.
Dengan cepat quen menarik rambut panjang milik wanita paruh baya itu hingga tubuh nya terhuyung kedepan.
" kau akan melakukan apa, kau bajingan kecil.aku akan menghabisi nyawa mu. "
quen mengeluarkan sebuah belati kecil dari sisi paha nya, yang terdapat lilitan kain kecil sebagai penahan berbagai jenis pisau kecil yang cukup mematikan.
"Kau.. kau ingin melakukan apa.. "
.
. bersambung..
note: hay all, jangan lupa tinggal kan like, vote and coment kalian ya. makasi
__ADS_1