Dari Nona Muda Menjadi Putri Sempurna

Dari Nona Muda Menjadi Putri Sempurna
bab 182


__ADS_3

.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


''Aku akan pergi terlebih dahulu, kaisar mengutuskan aku untuk mengantar kan pesan untuk para prajurit di perbatasan. "


ucap panglima huolo zang dengan sebuah gulungan di tangan nya.


Mereka baru saja melakukan peradilan pagi di istana. Sebelum kembali melakukan tugas masing masing, seperti biasa ketiga pria tampan yang masih setia melajang itu terbiasa berbincang terlebih dahulu.


"Ah.. baik lah, aku juga akan kembali menyelesai kan laporan pembayaran pajak yang tadi mentri pajak serah kan. " mentri jiang ling mengangguk kan kepala, kemudian menoleh kearah tuan muda wang hilin.


"Dan kau.. kau akan pergi kemana? Hari ini yang mulia kaisar tidak meminta mu untuk bersama nya bukan? "


Tanya mentri jiang ling lagi.


''Aku akan pergi berjalan jalan di sekitar istana. "


Jawab tuan muda wang hilin dengan kedua tangan di lipat kebelakang.


Panglima hualo zang yang tadi sibuk memeriksa gulungan yang dia bawa, seketika menoleh kearah tuan muda wang hilin dengan kening yang berkerut.


"Untuk apa? "


Kini mentri jiang ling yang terlebih dahulu mewakili rasa penasaran dari panglima muda itu.


Tuan muda wang hilin melirik kedua sahabat nya itu secara bergantian, lalu tersenyum tipis.


"Jangan terlalu merasa penasaran, itu tidak akan baik untuk kalian. "


Setelah mengatakan sepenggal kalimat yang membuat dua pria tampan yang bersama nya semakin penasaran, dengan langkah santai pria yang menjabat sebagai penasehat kaisar itu berlalu meninggal kan kedua sahabat nya yang menatap dengan ekspresi bingung.


"Seperti nya ada yang dia sembunyikan dari kita kerdua. "


ujar mentri jiang ling dengan mata yang masih menatap lekat punggung yang semakin menjauh itu.


Panglima hualo zang yang tadi nya melakukan hal yang sama hanya bisa mengangkat kedua bahu nya dengan acuh.


"Urusan ku lebih penting sekarang, mungkin diri nya memang membutuh kan udara segar di istana. "


jawab panglima hualo zang sambil melangkah kan kaki nya.


Mentri jiang ling yang sadar jika diri nya di tinggal kan, segera ikut menyusul langkah lebar milik panglima hualo zang dengan sedikit tergesa gesa.


''Hmm.. aku akan mencari tahu nya setelah ini. "


🎋🌷🎋


Xio yang tidak tahu ingin kemana setelah kehadiran kaisar malai ziyu di kediaman permaisuri quen, menyeret kaki nya kehalaman samping kediam phonix. Kemudian menjatuh kan bokong nya di celah celah akar pohon apel yang begitu rindang dan di penuhi rerumputan tebal nan empuk.


Manik hitam sendu itu menatap langit cerah yang berselimutkan awan.


"hufh.. "

__ADS_1


xio menghela nafas lalu memejam kan mata nya dengan posisi bersandar di pohon besar itu, seperti begitu menikmati semilir angin yang berhembus tidak begitu kencang.


"Ehemm.. "


Suara deheman mengusik ketenangan yang baru gadis manis itu rasakan, membuat nya tersentak dan segera membuka mata nya.


Degg..


Mata xio melotot seketika saat wajah nya begitu dekat dengan seorang pria yang sangat dia kenal.


Dengan tergesa gesa xio membangun kan tubuh nya, alhasil kedua nya bertubrukan dan terjatuh di atas rerumputan dengan posisi tubuh xio menindih dada bidang pria yang mengaget kan nya.


"Ma.. maaf. "


ucap xio terbata dengan wajah memerah, kemudian segera bangun .


"Kau sangat menggemas kan. "


ucap pria yang tak lain adalah tuan muda wang hilin, yang tidak sengaja melihat keberadaan gadis manis itu sedang menikmati kegiatan nya.


"Ah..


Mata xio makin melebar sempurna dengan wajah memerah. Lalu kembali menunduk kan pandangan nya.


Tuan muda wang hilin terkekeh pelan, kemudian ikut bangun.


" Lihat lah, kedua pipi mu memerah seperti tomat. "


Tunjuk tuan muda wang hilin dengan senyuman menggoda.


Tuan muda wang hilin semakin berani untuk mengoda gadis berwajah lugu yang akan berubah mengerikan jika sedang bertarung bersama dua wanita tangguh lain nya.


"Hemm.. kau tahu, kau itu ibarat kan mawar merah berduri yang hidup di pinggir jurang yang sangat dalam. "


ucap tuan muda wang hilin dengan pandangan lurus kearah pohon pohon apel di halaman samping permaisuri quen.


Xio mendongak kan kepala nya untuk mencerna maksud dari pria tampan penasehat kaisar itu.


Tuan muda wang hilin yang merasa di perhatikan , segera menoleh kesamping. Mata kedua nya saling menatap lekat satu sama lain, kemudian sama sama membuang nya kearah berlawanan.


"Ya.. kau itu indah seperti mawar, namun tidak bisa di sentuh karena diri mu di bantengi sesuatu yang akan membuat ku terluka jika mendekati mu seperti duri duri di tangkai mawar. Semakin aku akan mencoba, maka kemungkinan yang terjadi.. aku akan terjatuh kedalam jurang yang sangat dalam, dan membuat ku tidak akan sanggup untuk bangkit kembali. "


Tuan muda wang hilin kembali melanjutkan ucapan nya, dengan senyum tipis yang tersungging di bibir berwarna pink itu.


Xio menautkan alis nya, otak nya berfikir sangat keras untuk mencerna setiap kata yang di ucapkan oleh pria tampan di samping nya.


"Apa yang kalian lakukan disini? "


suara sapaan yang terdengar penuh selidik itu membuat kedua nya menoleh kesamping.


"Salam yang mulia pangeran ketiga. "


ucap tuan muda wang hilin dan xio bersamaan, saat mengetahui siapa yang baru saja tiba.


Pangeran malai hian hanya diam dengan kedua tangan nya di silangkan kedepan dada nya, menatap penuh arti kearah dua orang berlainan jenis di hadapan nya.

__ADS_1


Tuan muda wang hilin yang mengerti arti dari tatapan pangeran ketiga itu, langsung membungkuk kan kembali tubuh nya.


"Hamba tidak sengaja melihat nona xio sedang menikmati angin di bawah pohon apel milik yang mulia permaisuri, dan hamba berinisiatif untuk menghampiri nya. "


ucap tuan muda wang hilin mencoba untuk menjelaskan apa yang mereka lakukan.


Tampak raut wajah tak percaya masih melekat di mata teduh nan tajam milik pangeran ketiga, seolah tidak merasa puas dengan jawaban yang di berikan oleh pria berstatus penasehat saudara nya itu.


"Benar kah? "


ulang nya, sambil menatap lekat wajah manis gadis bawahan permaisuri hongly.


xio membungkuk kan tubuh nya sedikit, dengan kepala yang masih menunduk.


"Benar yang mulia, hamba hanya ingin menikmati udara segar di sini. "


jawab xio dengan sedikit hati hati.


Pangeran malai hian kemudian mengukir senyum tipis di sudut bibir nya, hingga hampir tak terlihat.


"Kau boleh pergi. "


ucap nya lagi, namun entah di tuju kan untuk siapa.


Xio dan tuan muda wang hilin segera membungkuk kan tubuh mereka, lalu berbalik untuk segera pergi dari sana.


"Hei.. siapa yang mengizin kan kau untuk ikut pergi? "


pekik pangeran malai hian tiba tiba, membuat xio dan tuan muda wang hilin membeku di tempat mereka.


Karena tidak mendapat kan jawaban, pangeran malai hian kembali berbicara.


"Nona xio.. aku memerlukan bantuan mu, tolonglah untuk tinggal sebentar. "


ujar pangeran malai hian dengan nada yang sangat lembut seperti biasa.


Tuan muda wang hilin tersenyum samar, kemudian kembali membungkuk kan tubuh nya kearah pangeran malai hian, dan sedikit berbisik kearah xio yang tampak sedikit kebingungan.


"Ini jawaban dari kalimat yang aku ucap kan tadi pada mu. "


Setelah nya, pria tampan itu kembali menyeret langkah kaki nya untuk menjauh dan kembali ke kediaman milik nya yang masih berada tidak jauh dari istana hongly.


"Nona xio ly.. "


panggilan dari pangeran malai hian membuat lamunan xio kembali hilang, dengan ragu ragu di toleh kan pandangan nya kearah pangeran ketiga itu .


"Ikut lah dengan ku, aku membutuh kan pendapat mu untuk lukisan yang baru selesai aku buat. "


pangeran malai hian mengulurkan tangan nya kedepan sebagai permintaan untuk gadis berwajah manis itu mengikuti nya.


Xio yang kebingungan hanya mengangguk pelan, kemudian berjalan di belakang tubuh pangeran malai hian dengan jari jari nya meremas hanfu bagian depan yang dia pakai.


Sedangkan pangeran malai hian tersenyum penuh arti di sepanjang kaki nya melangkah.


.

__ADS_1


. bersambung


__ADS_2