
.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kondisi kekaisaran Han sangat kacau, dengan pemberontakan yang di lakukan kedua pangeran kaisar xuiren yang menghilang saat terjadi nya penyerangan terhadap kaisar xuiren.. setelah nya disusul dengan berita kematian selir agung dan kedua putri nya, yang diketahui meninggal dengan cara menghabisi diri sendiri.
Belum hilang keterkejutan yang menimpa anggota kerajaan, berita yang berikut nya tak kalah menggempar kan. putri mahkota mereka juga menghilang tampak jejak.
Setelah nya, putra mahkota di angkat menjadi kaisar menduduki tahta yang memang milik nya.
Namun sekarang, semua pengikut setia putra mahkota xian habis dibantai oleh saudara nya sendiri yang haus akan kekuasaan. Putra mahkota xian dilempar ke penjara bawah tanah dengan orang kanannya yaitu panglima huang, bahkan dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.
""Yang mulia.. uhuk.. uhuk.. uhukk. "panglima huang mendapatkan luka yang lebih banyak dibandingkan dengan putra mahkota xian. hingga untuk berbicara pun, diri nya sangat kesulitan.
putra mahkota xian berjalan dan mendekat kearah sahabat sekaligus bawahannya itu. ""istirahat lah.. kau sudah berjuang dengan sangat baik, kita akan baik baik saja. "ujar putra mahkota xian berusaha menenangkan, walau dia sendiri juga binggung harus melakukan apa.
""maaf kan hamba yang mulia, huk.. huk.. hamba tidak bisa melindungi yang mulia. ""panglima huang kembali terbatuk saat berusaha untuk berbicara.
putra mahkota xian membawa kepala panglima huang ke pelukan nya. ""kita akan baik baik saja, percaya lah. "
Di luar penjara orang orang suruhan pangeran han tian dan pangeran sifan xi terus tertawa dan mengejek kedua pria tak berdaya didalam tahanan.
""kau sungguh malang yang mulia, karena memiliki saudara yang licik. ""ujar salah satu pria sambil terkekeh, diikuti oleh yang lain nya.
__ADS_1
""membusuk lah di penjara, seperti ayah mu yang telah bersama dewa. "saut yang lainnya.
mereka lalu meninggalkan penjara bawah tanah yang gelap dan pengap, menyisakan dua tubuh yang saling menguat kan.
""aku bersumpah akan memenggal kepala mu pangeran.."guman putra mahkota xian dengan tangan terkepal.
🌾🌾🌾🌾
""sebentar lagi ..sebentar lagi kita akan menjadi penguasa kekaisaran Han dan seluruh daratan utara. ""ujar pangeran kedua han tian dengan seringai di wajah nya.
sedangkan pangeran ketiga sifan xi berjongkok di samping kursi saudara nya itu untuk melilitkan kain untuk menutupi luka yang telah di bersihkan terlebih dahulu. Luka yang berhasil di ciptakan oleh pedang milik putra mahkota xian.
""Lihat lah.. luka ini tak sebanding dengan setiap kehancuran yang akan datang pada putra mahkota bodoh itu.. hahhahahaha. ""sambung nya lalu tertawa lebar.
Pangeran ketiga sifan xi membangunkan tubuh nya, memanggil seorang pelayan untuk membersihkan sisa obat dan kain yang digunakan untuk membersihkan darah yang mengalir sebelum di berikan ramuan pada luka pangeran kedua.
""kau akan pergi kemana? "tanya pangeran han tian saat melihat saudara nya yang ingin keluar dari kediaman yang dulu ditempati ayah mereka kaisar xuiren.
pangeran sifan xi menghentikan langkah kaki nya, lalu menoleh sebentar. ""aku hanya ingin berkeliling dan melihat kondisi istana tempat dimana kita di besar kan. "jawab pangeran sifan xi, dan kembali untuk berjalan jalan.
Pangeran han tian tersenyum tipis menatap siluet yang menghilang di balik pintu besar. ""Kau berhutang nyawa pada ku pangeran ke tiga, walau kau adalah saudara ku. namun hubungan darah tak bisa menjamin segala nya. Dengan susah payah aku membawa mu kabur dari kematian, dan bersembunyi di tempat yang tak ada yang mengira akan kita kunjungi. maka dari itu, semoga kau selalu berpihak pada ku. karna aku tak akan segan untuk menyingkirkan penghianat. "
Terlihat kilat amarah dan kebencian dari sepasang mata elang tersebut.
Tok.. tok... tok.
__ADS_1
suara ketukan di pintu membuyarkan lamunan pangeran han tian dan kembali menegap kan tubuh nya. mata tajam itu terus memindai siapa yang berada di balik pintu, setelah mendapat kan izin. Beberapa laki laki menggunakan pakaian prajurit masuk kedalam ruangan.
""Salam kepada yang mulia pangeran kedua."ucap mereka bersamaan dengan berlutut dan sebelah kaki di tekuk.
pangeran han tian hanya menatap tajam tampa ekspresi. ""Apa kalian telah menemukan apa yang ku cari? ""Tanya nya dengan suara datar namun cukup mengancam.
""Ampun yang mulia, mata mata kerajaan mengatakan. yang mulia putri mahkota pernah berada di sebuah desa yang terletak didaratan selatan. Setelah nya, tidak ada yang tau dimana putri mahkota quen berada. ""jawab salah satu prajurit dengan kepala tertunduk..
"Praanggg....
pangeran han tian bangun dari duduk nya dan melempar sebuah guci yang berada didekat nya kepada prajurit yang tadi melaporkan keberadaan saudari nya itu.
wajah prajurit tersebut bersimbah darah terkena lemparan guci yang langsung mendarat tepat diwajah nya, hingga roboh seketika kelantai.
""Seret orang tak berguna itu dan buang jasadnya ke sungai agar menjadi santapan penghuni air. ""pekik pangeran han tian dengan suara menggelegar.
para prajurit yang tersisa langsung bangun dan mengangkat tubuh yang tak berdaya itu keluar dari kediaman yang ditempati pangeran kedua han tian.
""putri quen.. kau akan sembunyi dimana?, aku akan segera menemukan mu dan memastikan kau berguna bagi ku. ""ucap pangeran han tian dengan seringai yang mengerikan.
""ah... wajah mu yang sangat cantik itu, bisa menjadi pion untuk kekuasaan yang ingin ku capai. kau sungguh beruntung karena setiap penguasa akan berlomba agar bisa bersama mu saudari ku. "sambung pangeran han tian berbicara sendiri dan mulai tertawa keras..
.
.
.bersambung
__ADS_1