
.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kini kabar bahagia kembali mendatangi istana hongly yang megah, tabib istana menyatakan jika selir yang kini telah ditetapkan menjadi istri sah pangeran kedua itu sedang mengandung calon kedua penerus di kekaisaran hongly. Karna anak yang akan lahir dari rahim serena, juga akan mendapatkan hak yang sama dengan anak yang di lahirkan oleh permaisuri.
Namun, tidak bisa menjadi kaisar seterus nya. karna yang berhak menjadi kaisar hanyalah keturunan kaisar itu sendiri. Tapi itu tidak mengurangi rona rona kebahagiaan di dalam istana yang sebelum nya berduka. Bahkan, pangeran malai kettu tak henti henti nya menyungging kan senyum menawan dari bibir sexy nya.
"Hari ini aku sangat bahagia, terima kasih telah hadir dan memberi warna dalam hidup ku. "
ucap pangeran malai kettu tak henti henti nya menciumi pucuk kepala serena.
Serena yang tadi nya juga sangat bahagia, kini mendadak kesal karna perlakuan pria yang bergelar suami nya itu.
"aduh... bahagia sih bahagia, lama lama kepala ku mengecil jika di ciumi terus terusan. "
mata serena mendelik menatap tajam wajah bahagia pangeran malai kettu.
"Tadi kau begitu kesal seperti nya, saat kakak ipar kaisar mengatakan kau tidak boleh menikah lagi. "
ucap nya serena dengan wajah merengut .
"egh.. bukan maksud ku begitu.Tapi.. "
pangeran malai kettu tampak salah tingkah sambil menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.
" kau tidak terima begitu? kalau iya, aku dengan senang hati juga mencari pengganti yang lain untuk menemani hari hari ku. "
serena tersenyum sinis, mencoba untuk memancing reaksi dari pangeran malai kettu.
Benar saja, mata pangeran malai kettu terbuka lebar saat mendengar ucapan tak bersaring dari wanita yang kini telah resmi menjadi istri sah nya.
" Hei.. apa apaan ucapan mu itu, ingat.. kau itu adalah istri sah pangeran malai kettu, mencari pengganti ku kata mu? Jangan bermimpi.. "
wajah pangeran malai kettu merah padam menahan amarah nya, andai saja tabib tidak mengatakan bahwa wanita di hadapan nya itu sedang mengandung. Mungkin saat ini tidak ada sehelai benang pun melekat di tubuh seputih susu itu.
" ahh... "
pangeran malai kettu mengusap wajah nya dengan kasar, lalu berbalik untuk melangkah keluar dari kediaman nya.
"Jaga istri ku dengan benar, berikan dia makanan yang bergizi. Jika kalian membuat calon anak ku menderita, maka aku akan menghabisi kalian saat itu juga. "
setelah memberi perintah sekaligus ancaman pada seluruh pelayan nya, dengan kesal pangeran malai kettu bergegas keluar untuk membatasi diri nya yang sedang kepanasan.
Sedang kan serena hanya tersenyum samar di atas peraduan dengan kasur yang lumayan empuk.
" ah.. nyaman nya. "
guman serena dengan cara berguling kekiri dan kanan.
kegiatan istri sah pangeran kedua itu tak luput dari pantauan para pelayan pribadi pangeran malai kettu, bahkan mereka sangat was was dengan kegiatan yang di lakukan oleh wanita cantik itu.
" Yang mulia, sel... "mereka mendadak menghentikan ucapan mereka bersamaan. Karena sekarang mereka binggung harus memanggil selir pangeran kedua itu dengan sebutan apa.
" yang mulia nyonya erenan er.. "ucap salah satu pelayan mencoba memberani kan diri.
__ADS_1
serena yang merasa nama nya di panggil segera menghentikan kegiatan nya, lalu kembali membangun kan tubuh nya untuk duduk.
" kalian masih berada disini? "
tanya nya acuh.
"Ampun yang mulia, kami harus menjaga anda agar anda selalu baik baik saja. "
jawab nya lagi.
Serena mencoba berfikir sejenak, lalu kembali menatap para gadis pelayan itu satu persatu.
"kalian bisa berburu? "
tanya serena dengan manik bercahaya, pertanda jika di dalam kepala nya itu sudah terbesit rencana yang akan membuat semua orang sibuk.
Para gadis pelayan itu hanya saling memandang satu sama lainnya, mereka hanya pelayan biasa tampa di bekali ilmu bela diri atau apa pun. Bagaimana bisa mengetahui cara untuk berburu. Serena yang paham akan wajah kebingungan para pelayan pangeran kedua iti segera menyeringai licik.
" Aku akan mengajarkan kalian cara berburu. "
Membuat semua orang di dalam ruangan itu tersentak kaget.
" Ayo.. kita akan memulai nya sekarang. "
sambung serena lagi dengan semangat berapi api.
"Tapi yang mulia.. "
Serena menghentikan langkah nya sejenak, lalu menolehkan sedikit pandangan nya kesamping.
kemudian kembali melanjutkan langkah kaki nya yang sempat terhenti.
Glekk..
Para gadis pelayan itu langsung tergesa gesa mengikuti kemana arah wanita hamil itu pergi, selain tak ingin mendapat hukuman dari pangeran malai kettu, mereka juga sangat takut akan aura yang di keluarkan istri sah pangeran kedua itu sekarang. Kalimat yang dia ucap kan sangat tidak bisa mereka abaikan jika ingin bertahan hidup.
"Salam nyonya erenan er. "
para pengawal membungkuk hormat saat serena mulai melewati pintu besar kediaman pangeran kedua.
Serena hanya tersenyum manis sebagai jawaban dari salam yang di berikan para pengawal tampa berniat untuk menghentikan langkah nya.
Dengan cepat dua orang pengawal juga ikut mengekor di belakan para pelayan pangeran malai kettu.
"Serena.."
Serena menoleh kearah sumber suara yang cukup dia kenal, siapa lagi jika bukan sahabat nya yang berasal dari dunia yang sama. Kini berdiri dengan anggun, bersama xio dan juga para pelayan nya yang lain. Yang mengekor sepanjang waktu.
"Kalian akan melakukan demo dimana? "
cicit quen sambil kembali melangkah kan kaki nya untuk mendekati serena dan rombongan nya.
Mendengar ucapan nyeleneh yang sebenar nya tidak bisa di ragu kan. Serena juga ikut menatap kearah quen.
" Kau juga ingin bergabung untuk melakukan demo dengan ku? "
Tanya serena dengan alis yang di turun naik kan.
__ADS_1
Quen menoleh kearah belakang nya sebentar lalu tertawa lepas tampa beban.
"Ah.. kau benar, kita berdua bagaikan membawa rombongan seserahan kerumah calon besan. Hahahaha. "
Quen dan serena tertawa bersamaan, sedangkan para pelayan dan pengawal yang mendengar pembicaraan aneh kedua nya hanya bisa diam dengan kepala menunduk.
"Salam nyonya erenan, selamat untuk kehamilan anda. "
ucap xio dengan sopan dan senyuman tulus di bibirnya, saat kedua wanita itu telah berhenti tertawa.
"Ah.. xio, terima kasih. Dan sebagai kado kehamilan ku, aku memaksa mu untuk memanggil ku dengan sebutan kakak. "
serena berjalan mendekat kearah asisten sahabat nya itu, lalu merentangkan kedua tangan nya saat melihat keenggangan yang di tunjukkan oleh gadis berwajah imut itu.
" Aku memaksa. "
Tambahnya, sebuah permohonan dengan sedikit ancaman dari kedua manik segelap malam itu.
"Ahh... "
xio merasa kikuk, kemudia menoleh kearah atasan nya itu untuk mendapat kan jawaban.
"Kau juga harus menjadi saudara ku, kau tau.. aku bahkan tak pernah menganggap kehadiran mu disisi ku sebagai seorang bawahan. "
Jawaban yang di berikan quen membuat kedua mata milik xio berkaca kaca, dia merasa bahagia di perlakukan sangat baik oleh putri yang selama ini dia ikuti kemana pun. Dan sekarang bertambah dengan kehadiran selir pangeran kedua, yang sama baik nya dengan quen.
"Pelukan saudara.. "
ujar quen sambil ikut merentang kan tangan, di sambut oleh serena dan diikuti oleh xio dengan wajah memerah menahan tangis.
"Ehemm... "
Suara deheman seseorang membubarkan seketika acara keharuan ketiga wanita berbeda karakter itu.
Membuat mereka segera menoleh ke arah sumber suara .
"Wah.. kau hadir di waktu yang sangat tepat. "
ucap serena dengan mata berbinar.
Sedangan kan orang yang mendapat tatapan, mulai merasakan firasat buruk akan mendekati nya.
" Aku juga sangat senang. "
sambung quen, lalu tersenyum menyeringai kearah serena yang juga melakukan hal yang sama.
.
.
. bersambung
note: Hai.. hai all, makasi uda pada setia menanti karya ku.
Jika kalian suka, jangan lupa tinggal kan jejak dengan cara vote, like and coment.
makasi🥰
__ADS_1