Dari Nona Muda Menjadi Putri Sempurna

Dari Nona Muda Menjadi Putri Sempurna
Bab 189


__ADS_3

.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Para rakyat kekaisaran hongly begitu bersuka cita, karena untuk pertama kali nya mereka melihat secara langsung pasangan fenomenal yang mengguncang kekaisaran.Dengan kabar mengejutkan dan sekaligus kabar menggembirakan.


Keterkejutan mereka berasal dari desas desus yang keluar dari istana, jika pemberontakan yang di lakukan oleh ibu suri yi hua yang begitu rakus akan tahta serta merta lenyap dengan para penghianat di kekaisaran han. Yang tak lain tak bukan di lakukan oleh permaisuri berwajah cantik bak dewi itu bersama selir ketiga pangeran malai kettu yang kini di angkat sebagai istri sah yang juga tidak kalah cantik.Dan tidak lupa satu lagi gadis bermata bulat, berwajah manis yang selalu setia di samping sang permaisuri.


"Aku sangat menyesal membawa mu datang ke acara ini. "


keluh kaisar malai ziyu, sambil menatap tajam para pria yang tidak melepaskan pandangan mereka dari wajah cantik itu.


Quen menoleh sebentar untuk melihat raut wajah kesal kaisar malai ziyu. Kemudian kembali melempar kan senyum keseluruh rakyat kekaisaran hongly yang berkumpul di sebuah aula besar di tengah tengah kota kekaisaran.


"Apa yang kau takut kan, aku ini wanita hamil. Tidak ada yang akan menculik dan menikahi wanita hamil bukan? "


Goda quen, sambil sesekali melambai kan tangan nya kearah para rakyat yang berbondong bondong memenuhi aula.


"Wah.. aku merasa bagai seorang miss Universe jika begini, duduk di atas singgasana yang bahkan di dirikan di aula seperti ini. "


Batin quen didalam hati, sambil menikmati posisi nya kini.


Kaisar malai ziyu menghela nafas nya sejenak, kemudian meraih salah satu tangan milik quen, Mengusap nya pelan.


"Aku akan pastikan kepala mereka akan berguling seketika, jika berani menggoda permaisuri ku. "


Quen kembali menoleh, kini menatap manik tajam itu yang selalu terlihat siaga.


"Hei.. tenang lah, itu resiko memiliki permaisuri secantik aku. Kau beruntung, hempp atau jangan jangan.. "


quen menggantungkan ucapan nya, membuat kaisar malai ziyu menjadi begitu penasaran.


"Atau jangan jangan bagaimana? "


Ulang kaisar malai ziyu kembali.


Quen mencondong kan tubuh nya sedikit,hal itu juga di lakukan oleh kaisar malai ziyu. Hingga membuat tubuh kedua nya saling bersentuhan.


"Kau begitu mencintai ku, dan kau sangat takut jika aku pergi dari mu ya? "


Goda quen dengan sebelah alis yang di angkat.


Dengan cepat kaisar malai ziyu kembali menarik tubuh nya, dengan wajah yang kembali datar.


"Terlalu percaya diri, aku hanya takut jika kau membawa anak ku pergi. "


Jawab kaisar malai ziyu ketus, menyembunyi raut wajah nya yang kini memerah.


Quen tersenyum tipis, dan kembali menggoda pria yang kini menatap lurus kedepan. Di tempat dimana para rakyat mempersembahkan tarian tarian, membaca puisi, beryanyi dan bermain drama. Mereka begitu menghayati setiap penampilan mereka, meski quen tidak mengerti apa yang sedang mereka lakukan.

__ADS_1


"Cih.. sok jual mahal, aku tahu.. jika musang kutub utara seperti mu itu, begitu tergila gila pada ku. Iya kan...? "


Kaisar malai ziyu melirik sebentar dengan hanya menggunakan ujung ekor mata nya.


Kemudian mereka kembali menikmati pertunjukan yang di saji kan.


🌷


🌷


"Hoam.... hemm.. "


serena berulang kali kembali menguap, membuat nya menutup mulut nya dengan sebuah kipas yang dia pegang.


Sesekali mata nya melirik kearah tempat quen dan kaisar malai ziyu berada, kemudian beralih kearah tuan muda wang hilin dan xio yang duduk di buntalan seperti bantal di satu tingkat di bawah nya dan pangeran malai kettu.


"Ah... membosan kan sekali. Kalau tahu akan seperti ini, aku akan lebih memilih bermalas malasan di istana. "


gerutu serena, sambil menyesap teh yang tadi di saji kan untuk mereka.


Pangeran malai kettu yang merasakan kegelisahan istri nya, segera menoleh untuk memastikan.


"Apa kau merasa kurang nyaman dengan tempat duduk mu nan er? "


tanya pangeran malai kettu dengan suara yang terdengar penuh perhatian.


Serena memiringkan tubuh nya sedikit, dengan mata yang mulai memberat karena rasa bosan yang menyerang diri nya.


ucap serena dengan bibir nya mengerucut.


Pangeran malai kettu tersenyum tipis.


"Bukan kah kau begitu menyukai pertunjukan seperti ini? Dahulu, kau begitu bersemangat saat akan diadakan pesta atau perayaan di istana. "


Serena mengerenyit, lalu mendengus kesal.


"Iya, itu kan dulu.. Karena aku bukan lah gadis payah yang berasal dari dunia mu yang kuno ini. "


ingin rasa nya serena memuntahkan ucapan nya, namun hanya mampu dia ucap kan di dalam hati.


"iya.. itu sebelum aku lupa ingatan, sehingga aku begitu bodoh. Sekarang aku sudah tidak seperti itu. "


sungut serena kembali memutar tubuh nya, dan menatap para nona yang berlengak lenggok menari di depan sana, seakan menggoda para pria agar memperhatikan mereka.


"Sungguh konyol.. " Batin serena lagi.


"Ingin berkeliling dengan ku? "


Tawar pangeran malai kettu dengan sebelah tangan yang di ulur kedepan wajah serena.


Senyum sumringah langsung menghiasi wajah yang tadi merengut itu.

__ADS_1


"kenapa tidak dari tadi, aku hampir mati karena rasa bosan. "


ucap serena sambil menyambut uluran tangan pangeran malai kettu.


Kedua nya segera bangun dari duduk nya, membungkuk sedikit kearah kaisar malai ziyu ketika ingin meminta izin.


"yang mulia, adik meminta untuk diberikan izin membawa istri adik ini pergi berkeliling. "


ucap pangeran malai kettu dengan sangat sopan. Karena mereka akan bersikap sesuai aturan kekaisaran jika berada di tempat yang bukan istana, dimana terdapat para rakyat yang menyaksikan tata krama mereka sebagai saudara sang kaisar yang jabatan nya lebih tinggi.


Mata quen langsung melotot, dan membuat nya juga hampir bangun dari duduk nya. Dengan cepat tangan kaisar malai ziyu menahan agar sang permaisuri untuk bertidak dan membuat rakyat bertanya tanya.


"Tunggu lah sebentar. "


ucap kaisar malai ziyu dengan suara pelan kepada permaisuri nya itu.


kemudian diri nya ikut bangun, membuat pangeran malai kettu mengerut kan kening nya.


"Aku sebagai kaisar, yang memimpin kekaisaran hongly .. Berterima kasih dengan penjamuan yang telah kalian semua lakukan, dengan ini secara resmi.. festival lampion kekaisaran hongly di mulai. "


Ucapan dari pria berstatus kaisar itu sontak membuat para rakyat yang hadir dan juga para tamu yang sengaja datang dari luar kekaisaran hongly berteriak dengan suka cita.


Meski mereka sedikit bingung, dengan sikap kaisar malai ziyu yang mengumumkan peresmian di tengah tengah para penari yang sedang tampil untuk menghibur.


Hanya ada satu hal di fikiran mereka, jika sang kaisar tidak menyukai penampilan para penari yang merupakan para nona bangsawan.


Quen tersenyum senang, begitu juga dengan serena. Kedua nya sangat ingin segera pergi dari pertunjukan yang membosan kan itu. Karena, tujuan mereka untuk bersenang senang bukan untuk menyaksikan penampilan buruk seperti tadi.


Xio dan tuan muda wang hilin juga kini telah berdiri dan berada di belakang empat orang berpengaruh itu.


Setelah itu, kaisar malai ziyu segera melangkah dengan menggenggam erat tangan permaisuri nya. Dan membawa wanita hamil itu dengan hati hati untuk turun dari atas aula yang menjadi tempat kaisar dan keluarga nya duduk.


Para rakyat segera membungkuk kan badan mereka.


"Hormat kepada yang mulia kaisar malai ziyu.


" hormat kepada yang mulia permaisuri quen.


"hormat kepada yang mulia pangeran ke empat.


" hormat kepada nyonya erenan .


Teriakan penghormatan menggema di halaman aula yang begitu megah dengan berbagai macam lampion berbeda bentuk menghiasi di setiap pohon dan bangunan bagunan yang berada disana.


Keenam orang itu segera berlalu dari sana, meski harus dengan pengawalan ketat para prajurit berseragam lengkap, dengan pedang yang di gantung di pinggang mereka.


Pria, wanita, anak anak, mau pun orang tua menunduk kan tubuh mereka saat sang kaisar berserta rombongan akan melewati mereka, meski tidak sedikit yang mencoba curi curi pandang untuk melihat dengan jarak dekat wajah penguasa itu.


Namun, tatapan tajam dari para prajurit membuat mereka dengan cepat kembali menjatuh kan pandangan.


.

__ADS_1


. bersambung


__ADS_2