Dari Nona Muda Menjadi Putri Sempurna

Dari Nona Muda Menjadi Putri Sempurna
bab 190


__ADS_3

.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...



Malam ini, jalanan dan bangunan di seluruh kekaisaran hongly di terangi cahaya lampion. Sungguh ini pengalaman pertama untuk Quen dan Serena. Dulu, di zaman dimana mereka berasal. Kedua nya hanya di sibuk kan dengan agenda agenda yang sudah terjadwal dengan baik. Tidak ada waktu untuk sekedar berleha leha di hari libur. Maka dari itu, sekarang mereka berdua begitu menikmati setiap waktu yang mereka punya.


"Apa kau menyukai nya? "


Ucap kaisar malai ziyu saat mereka berhenti di salah satu warung pedagang yang berjualan bola bola tusuk seperti bakso bakar. Namun dalam porsi yang lebih besar.


Mata quen berbinar, kemudian mengangguk kan kepala nya sambil memilih apa yang akan dia beli.


"Kau tahu... ini rasa nya sangat enak. "


quen menoleh kearah serena yang berada tidak jauh dari mereka.


"Seren.. " Quen berteriak sedikit keras, karena situasi jalanan yang begitu ramai. Setelah serena menoleh kearah nya, quen kemudian melambai lambaikan bebola daging di tangan nya.


"Ayo kesini, kau harus mencoba yang ini. "


Tawar nya dengan raut wajah antusias. Kemudian kembali fokus kearah bapak bapak yang dengan hati hati membakar pesanan permaisuri hongly itu.


🌼


"sayang,ayo kita kesana ! "


Rengek serena, sambil menarik tangan pangeran malai kettu dengan tidak sabaran.


Pria berwajah tampan itu segera mengikuti kearah mana wanita hamil itu menggeretnnya


"Hati hati.. kau sedang hamil sayang, nanti kaki mu bisa tersandung jalanan yang tidak rata. "


Ucap pangeran malai kettu dengan terus memperhati kan langkah istri sah nya itu.


"Iya... ayo cepat, nanti quen hemm permaisuri quen akan menghabisi bagian kita. "

__ADS_1


(Hais ni mulut, kenapa belum terbiasa juga dalam berkata kata) Serena sedikit merutuki kebiasaan nya yang susah untuk di hilang kan saat menyebut nama sang sahabat.


Pangeran malai kettu tersenyum melihat wanita yang kini begitu dia cintai. Rasa cinta yang tidak hanya sekedar di atas ranjang atau hanya sebatas di hati. Tapi, kali ini.. rasa cinta itu berbeda, ada rasa ketakutan yang begitu besar jika sang wanita yang kini hamil itu meninggal kan nya.


"Ishh... kenapa lama sekali. "


gerutu quen saat serena sudah berada di dekat nya.


Serena membulat kan mata nya, ketika mendengar kalimat protes dari sahabat nya itu.


"Kau tidak melihat, jika jalanan ini di penuhi oleh orang orang yang ingin merayakan festival. "jawab serena sambil menunjukkan situasi jalanan yang ramai itu dengan dagu nya.


" Iya.. iya, ayok cepat ambil pesanan kita. Lalu segera berkeliling,aku sudah tidak sabar . "


Quen menyerah kan bungkusan berisi bebola bakso kepada xio dan kaisar malai ziyu.


"Xio, ini untuk mu dan tuan muda wang hilin. Dan honey, ini untuk kita. "


sambung quen lagi, sambil menarik lembut tangan kaisar malai ziyu.


"Terima kasih yang mulia. "


Mata serena melotot, saat quen hanya mengambil pesanan milik nya dan sang asisten.


"Hei.. untuk kami mana? "


Ucap serena melakukan protes, karena sang sahabat yang juga sama sama hamil itu tidak menghitung pasangan suami istri itu.


Quen kembali menghentikan langkah kaki nya.


"Ya dewa.. itu ama bapak bapak nya, tinggal ambil aja pake acara protes. Tidak tau diri.. "


sindir quen dengan bibir mengerucut.


Serena menghentakkan kaki nya karena kesal.


Pangeran malai kettu segera memutar tubuh istri nya yang terlihat menggemaskan itu.


"Mari.. pesanan untuk kita telah selesai di bakar. "

__ADS_1


ucap pangeran malai kettu menenangkan, meski kaisar malai ziyu tidak berucap apa apa. Namun, pria berstatus pangeran itu merasa takut, jika kesabaran sang kaisar berwajah datar itu akan segera lenyap jika istri nya terus terlalu bernyali besar menanggapi wanita berstatus permaisuri itu.


Bagaimana pun, mereka hidup di zaman dimana semua tingkah laku mempunyai etika dan batasan.


"Hemm... "


serena akhir nya bisa sedikit tenang, kemudian mengikuti pangeran malai kettu mengambil pesanan untuk mereka.


...----------------...


"Honey.. aku mau kesana? "


Rengek quen dengan wajah menggemaskan, menunjuk kearah tepian danau yang terdapat jembatan sebagai penghubung.


Kaisar malai ziyu mengikuti kemana arah permaisuri nya itu mengarahkan telunjuk nya.


Tampak danau yang begitu indah, di sinari cahaya dari lampion berbentuk bunga mengambang di atas air.


Ditatap nya wajah sang permaisuri yang begitu cantik dibawah kerlipan cahaya lampion.


"Mari.. tapi kita tidak bisa berlama lama disini, karena angin malam tidak baik untuk kondisi mu dan calon anak kita. "


kaisar malai ziyu mengelus pelang perut yang kian membesar setiap hari nya itu dengan penuh kasih sayang.


"cepat lah... sebelum malam berganti pagi. "


sindir quen dengan mengerling kan mata nya ketika kaisar malai ziyu berlama lama mengelus sang calon anak nya yang mulai aktif didalam sana.


Mereka menghabis kan waktu , menikmati cahaya lampion di sepanjang jalan kekaisaran hongly. Semua tersenyum bahagia, begitu juga dengan hubungan xio dan tuan muda wang hilin yang terlihat semakin dekat. Gadis itu seperti nya bisa menerima kehadiran pria bawahan kaisar malai ziyu itu dengan tangan terbuka. Bukti nya, kejadian yang beberapa waktu yang lalu menguap begitu saja. Kecanggungan yang sempat terjadi segera berganti dengan rasa suka cita, ditambah dengan tingkah duo sahabat dari masa depan itu yang tak berhenti membuat kehebohan.


.


. bersambung


note: Hay all.. jangan lupa tinggal kan like, vote and coment kalian ya.


Dukungan kalian sangat bearti untuk mood author dalam menulis.


makasi😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2