
.
.
.
.
.
.
.
Disebuah taman yang sangat indah,kini tampak dua anak manusia yang berlainan jenis duduk bawah salah satu pohon apel yang rindang.
Yang satu terlihat sangat ceria ,dengan senyum yang terus tersungging di bibir nya.sedang kan yang satu nya lagi ,terlihat sangat salah tingkah.wajah nya kini bahkan semerah kepiting rebus.
mereka adalah putri quen dan putra mahkota azian dari kekaisaran zu .
setelah menarik sang putra mahkota dengan paksa dari kamar nya,tiba lah mereka di sebuah taman dengan banyak pohon apel disekeliling nya.
""Ah...senang nya !""
seru quen sambil merenggang kan tangan nya,dan langsung duduk dirumputan.
""Kenapa diri mu berdiri disana ,ayo duduk disini ."
ucap nya sambil menarik tangan putra mahkota azian.
sang putra mahkota yang ditarik dengan sangat kuat langsung terduduk,pelipis nya sudah di banjiri butiran keringat .
"" ya ampun...kenapa jantung ku seakan ingin melompat dari tempat nya. setelah ini,aku harus memanggil tabib""
seru nya didalam hati sambil mengelap keringat nya yang terus mengucur.
quen yang melihat akan itu mendekat kan wajah nya ke hadapan putra mahkota azian ,seraya tangan nya ditempel kan kekening pria tampan itu untuk memasti kan sesuatu.
"" hey ..tampan.apakah diri mu baik baik saja ?"
tanya quen sambil memperhatikan wajah sang pangeran.
degg...
""Ah astaga...!
pekik putra mahkota azian sangat kaget dengan perlakuan sang putri.seketika diri nya meloncat mundur,dengan wajah makin memerah.
kini jantung nya sudah hampir keluar dari dalam dada nya,
__ADS_1
""Aku benar benar harus pergi sekarang,sebelum diri ku mati muda ""
teriak nya dalam hati.
kaget akan teriakan sang putra mahkota itu,quen mengerenyit kan alis nya.
""ada apa dengan laki laki ini,tingkah nya sangat aneh ." guman nya didalam hati.
""apa kah diri mu baik baik saja, kau terlihat sangat aneh.wajah mu memerah tapi setelah ku periksa ,tapi kau baik baik saja."
tanya nya dengan penasaran.
putra mahkota azian kini bingung harus bagaimana,dia sangat canggung dengan keadaan ini.ini pertama kali diri nya sedekat ini dengan seorang gadis.
bahkan sekarang, mereka sangat dekat.perlakuan sang putri sungguh diluar perkiraan nya.
sedang kan di seberang sana,ada dua orang pria yang sedang memperhati kan mereka ,dari balik balik pepohonan yang rimbun disamping taman.
"" yang mulia..apa lebih baik kita menghampiri mereka ?"
tanya pria yang memakai hanfu hitam,dengan sebuah pedang ditangan nya.
sedang kan pria yang di panggil yang mulia itu,menatap tajam dibelakang nya.merasa ada aura yang salah dibelakang pundak nya,dia pun menoleh.terlihat wajah suram menyambut kedua mata nya.
glekk...
""A -apa yang akan kita lakukan yang mulia ?"
tanya nya lagi dengan gugup.
mata tajam itu terus lurus menatap kedepan,seperti elang mengawasi mangsa nya.
seketika dia langsung berlalu,meninggal kan sahabat nya itu disana.
""yang mulia ...yang mulia""
teriak nya pelan seakan takut ketahuan orang yang mereka perhati kan.
"" apa yang akan dilakukan putra mahkota keras kepala itu ?"
ujar nya didalam hati,dengan terus bersembunyi dibalik pohon.
Dua orang itu masih sibuk dengan urusan mereka,yang satu terus berusaha bertanya.dan yang satu sudah semakin pucat,seperti ketakutan.
""apa yang putra mahkota azian lakukan disini,bersama putri quen ?"
suara bariton itu mengaget kan putra mahkota azian.sedang kan quen hanya menoleh kan kepala nya,untuk melihat siapa yang hadir ditengah tengah mereka.
__ADS_1
""putra mahkota Lan si !"
seru putra mahkota azian sangat terkejut,diri nya yang sangat gugup dengan perlakuan putri quen membuat nya tidak sadar akan kehadiran orang lain disana.
""ini sungguh tak biasa,diri ku tidak biasa nya lengah seperti ini.""
runtuk nya didalam hati.
""ya ampun...tampan sekali ."
ujar quen seketika ,saat sudah melihat wajah putra mahkota lan si.
ditatap nya wajah orang dihadapan nya bergantian,dengan memangku sebelah tangan nya kedagu.
putra mahkota lian si sempat pias dengan ucapan sang putri,tapi diri nya juga sudah biasa mendapat ucapan kekaguman dari para putri yang lain.tapi,kali ini terdengar sangat berbeda.
sebisa mungkin,diri nya mendatar kan ekspresi di wajah nya itu.sambil memaling kan kembali pandangan nya kearah putra mahkota azian.
wajah putra mahkota kekaisaran zu itu tampak sudah membaik,senyuman nya kini telah kembali dengan kedatangan putra mahkota kekaisaran yu tersebut.
"" Diri ku hanya mengikuti putri mahkota quen untuk datang kesini."
ucap nya santai.
putra mahkota lan si mengeras kan rahang nya ,lalu berujar.
""apakah pantas diri mu putra mahkota zu,mengikuti seorang putri ketempat seperti ini ?"
putra mahkota azian sadar,jika ada hal lain dari pertanyaan yang diucap kan pria disamping nya itu.ada nada cemburu disana.
"" diri ku tidak mungkin menolak ,jika seorang putri kekaisaran ini ingin berteman dengan ku."
ucap nya santai.
kini kedua mata putra mahkota itu seperti ingin saling melempar kan pedang,quen dari tadi hanya memperhati kan mereka dengan masih setia bersantai disana.
"" tidak sia sia diri ku berada dizaman ini.lihat lah kedua ciptaan dewa ini,bukan kah mereka begitu sempurna ."
guman nya didalam hati.
sedang kan seseorang yang masih menguntit dibebalik pepohonan ,dikaget kan dengan tepukan seseorang dipundak nya.
"" mentri pertahanan nian xu ,apa yang dirimu lakukan disini ?""
.
.
.
__ADS_1
.
.bersambung...