
.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Menyebal kan.. apa apaan dengan nya, aku tidak ingin melihat wajah nya lagi. "
quen terus mengomel di sepanjang perjalanan hingga sampai ke kediaman nya sendiri.
semua pelayan yang mengikuti nya tidak ada yang berani mengangkat kepala mereka. Ditambah dengan berita yang mengatakan, jika permaisuri kaisar malai ziyu itu adalah seorang petarung yang bisa menghabisi lawan nya dengan waktu singkat. mereka merasa makin bergetar ketakutan, mewanti wanti agar tak melakukan kesalahan.
Xio yang tadi memisahkan diri, kembali masuk kedalam ruang tamu kediaman phonix. Dengan kedua tangan nya memegang baki yang berisi kue kering dan minuman.
"yang mulia, ini teh hijau kesukaan anda. "
ujar xio sambil berlutut untuk menyajikan secangkit teh hijau yang memiliki aroma khas yang menenang kan.
Tiba tiba quen bangun dengan mata yang masih berkaca kaca lalu menghambur memeluk bawahan nya itu hingga hampir membuat tubuh mungil xio tersungkur.
"Xio.. hiks hiks.. hanya kau yang mengerti tentang perasaan ku. hiks.. hiks.. kau tau, aku sangat ingin menangis. "
ucap quen masih memeluk erat tubuh xio.
Xio yang binggung dengan situasi yang sedang terjadi hanya diam mematung, sedang kan para pelayan yang lain menatap iri dengan kebersamaan dua orang berbeda kasta itu.
"Kau tau.. seharus nya putri tunggal jendral seperti mu tidak cocok menjadi bawahan ku. kau bahkan rela mengorban kan nyawa mu untuk ku, bahkan aku bukan siapa siapa. Kau begitu baik.. "
quen kembali mencurah kan isi hati nya sambil melepaskan pelukan. Lalu menatap wajah polos dan tulus dihadapan nya dengan air mata yang terus mengalir.
" Kau bisa memilih takdir mu sendiri, jangan merendahkan harga diri mu didepan siapa pun. karna kau bukan pelayan ku, dari dulu aku telah menganggap mu seperti saudara ku sendiri. "
sambung quen dengan kedua tangan nya menggenggam tangan xio.
Sedangkan gadis polos itu kini ikut bercucuran air mata, ungkapan yang di ucap kan putri yang kini telah menjadi permaisuri itu, begitu menyentuh hati nya. Seorang putri yang dia kagumi dan membuat nya meninggal kan gelar putri bangsawan nya, lalu mengabdi kepada putri tersebut membuat nya sangat bangga dan terharu. karna dia mengikuti orang yang benar, yang penuh akan kasih sayang dan tidak memandang kasta atau tingkatan kehidupan orang lain dimata nya.
Quen mendongak kan kepala nya, karena mendengar suara isakan yang mulai menguat.
Tampak kini xio sudah menangis, dan para pelayan yang berada didalam ruangan itu pun mulai berkaca kaca.
"kenapa kalian bersedih? "
tanya nya binggung.
"yang mulia putri, izin kan hamba memanggil anda dengan sebutan itu untuk terakhir kali nya. Hamba tidak menyesal meninggal kan semua orang yang hamba cintai, demi mengikuti kemana pun yang mulia pergi. "
__ADS_1
ucapan xio membuat quen kembali terharu, dan menghambur kepelukan gadis mungil itu.
"Terima kasih putri, karna mu hamba menjadi lebih mengerti akan hidup. "
sambung xio lagi sambil membalas pelukan quen.
Semua orang larut dalam drama yang dua wanita dengan banyak perbedaan itu, namun mereka juga tidak menyangka. jika gadis mungil yang selalu menempel dengan permaisuri kaisar hongly itu, memiliki latar belakang yang tak biasa. Membuat mereka menyadari, bahwa batasan antara mereka sangat lah besar untuk hanya sekedar iri atau pun cemburu. kini mereka akan lebih berusaha lebih baik lagi untuk mengabdi pada wanita berstatus permaisuri itu.
Rupa nya, drama didalam ruang tamu kediaman phonix itu tidak hanya disaksikan oleh penghuni kediaman itu saja.
Ada beberapa pasang mata yang juga ikut menyaksikan nya.
Iya, mereka adalah kaisar malai ziyu, pasangan pangeran malai kettu dan serena, tuan muda wang hilin dan mentri jiang ling. serta beberapa pengawal yang mengikuti kaisar malai ziyu.
Serena yang minin akan sikap menghormati orang lain langsung menerobos masuk tampa memperdulikan lirikan tajam kaisar malai ziyu dan tampa dapat di cegah oleh pangeran malai kettu.
"kau bersedih sedih disini tampa ku? "
quen dan yang lain nya langsung menoleh kearah serena yang sudah melipat kan tangan nya kedepan dengan memasang wajah cemberut yang menggemaskan.
para pelayan di kediaman quen langsung membungkuk kan badan mereka, menyapa salah satu selir pangeran malai kettu yang kini perlu juga mereka hormati dan takuti.
"salam kepada nyonya selir erenan. "
"aku benar benar harus menuntut untuk di jadikan satu satu nya oleh pria mata keranjang itu, bagaimana aku bisa menjadi selir dengan wajah secantik ini. mau di letak kan dimana harga diri ku, jika semua orang di masa depan mengetahui nya. "
rutuk serena di dalam hati.kemudian kembali menatap lekat quen dan xio yang sudah bangun dari acara mengharukan mereka.
"kau sekarang melupakan aku, kau tau kan.. aku ini sebatang kara disini. Tapi, kenapa kau mengacuhkan ku. hiks hiks.. kau jahat sekali.. "
kini bahkan serena sudah menangis dengan kencang membuat pangeran malai kettu langsung menerjang kedalam ruangan diikuti oleh yang lain nya.
"hei.. kenapa menangis? yang mulia Permaisuri tidak bermaksud begitu. "
pangeran malai kettu berusaha menenangkan selir nya.
Namun bukan tenang, serena makin menguat kan tangis nya.
"Huaaaa.... kau jahat sekali, kau tidak menganggap ku saudara lagi. "
tunjuk serena kearah quen.
Quen yang tadi dalam mood terharu, seketika menjadi merinding melihat prilaku sahabat yang bagai saudara nya sendiri xg meraung raung seperti orang tidak waras.
kaisar malai ziyu melangkah pelan mendekati permaisuri nya itu dengan senyum tipis tampa quen sadari.
__ADS_1
" Ada apa dengan mu. lihat lah, selir erenan jadi bersedih. semua orang disini mencintai mu, bahkan rela melakukan apa pun untuk mu. "ucap kaisar malai ziyu dengan lembut.
Serena terus terisak, hingga membuat pangeran malai kettu menjadi serba salah.
" sutt.. sutt.. diam lah, kau ingin meminta apa? Aku akan mengabul kan nya. "
ujar pangeran malai kettu sungguh sungguh.
Mata serena berbinar mendapat pertanyaan yang tak akan dia sia sia kan.
"Jadi kan aku satu satu nya wanita di kediaman mu, jadi kan aku istri sah. Bukan selir, jika tidak aku akan pergi dari sini dan mencari pria setia lain untuk ku. yang tak akan berbagi apapun dengan wanita lain. "
ucap serena dengan wajah mendongak menatap manik hitam pangeran malai kettu.
Semua orang di dalam kediaman permaisuri quen terkejut saat mendengar hal tabu yang di ucap kan selir pangeran ketiga yang tidak masuk akal. Di seluruh kekaisaran, semua pangeran, kaisar dan bahkan para mentri dan bangsawan memiliki istri lebih dari satu. itu sudah hukum yang berlaku.
"Aku mengizin kan nya. "
kini yang menjawab bukan pangeran malai kettu, melainkan kaisar malai ziyu.Membuat semua orang semakin terkejut.
"Aku akan mengeluarkan dekrit perjanjian pernikahan untuk pangeran malai kettu. "
sambung kaisar malai ziyu sambil menatap lekat wajah saudara nya yang terlihat sangat terkejut.
"Dan aku juga akan melakukan hal yang sama untuk ku, tidak ada wanita mana pun, putri mana pun yang bisa menaiki ranjang ku. Selain permaisuri quen han, permaisuri dengan jabatan tertinggi di kekaisaran hongly. Bahkan dia bisa membuat titah saat dalam keadaan terdesak. "
Kini lengkap lah sudah kejutan yang terjadi di dalam kediaman phonix.
Bahkan cukup mengejutkan untuk wanita yang nama nya juga disebut, hingga membuat serena seperti mendapat angin segar yang begitu menyesak kan dada nya.
"Bukk...
" Nan er..
"serena..
" nyonya selir..
Keterkejutan semua orang yang berada disana berubah menjadi panik saat tubuh serena ambruk kelantai tampa bisa di gapai oleh tangan pangeran malai kettu yang sejak keputusan mutlak di muntahkan oleh kaisar malai ziyu kepada nya.
..
.
. bersambung
__ADS_1