Dari Nona Muda Menjadi Putri Sempurna

Dari Nona Muda Menjadi Putri Sempurna
bab 143


__ADS_3

.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dua orang berbeda jenis kelamin dan berbeda kasta itu dengan sengit terus saling memberi dan membalas serangan. Xio dengan gesit terus menangkis sabetan pedang milik pangeran sifan xi dan sesekali mendapatkan pukulan dari pangkal pedang dan tendangan.


'""Bugh....


"" akh...


xio terseret mundur beberapa langkah, setelah pangeran sifan xi menebaskan pedang nya lalu memberi tendangan kearah perut xio saat pedang mereka saling menahan.


xio mengusap sedikit darah yang keluar dari sudut bibir nya akibat tendangan yang dia dapat.


Dengan berapi api xio kembali membuat ancang ancang untuk menyerang namun di hentikan oleh quen.


"" Sudah.. kau bisa terluka parah, anggap ini sebagai latihan untuk mu. ""


quen melesat menghentikan lari kaki mungil itu, karena dia tahu. ilmu bela diri pangeran ketiga itu diatas sang bawahan dan juga bahkan di atas putra mahkota.


pangeran sifan xi menyeringai sambil sesekali terbatuk.


"" suatu kehormatan untuk ku ber adu ketangkasan dengan mu putri quen han. ""


Ada senyum sinis dari setiap kata kata yang keluar dari pangeran sifan xi.


Quen membalas senyuman pangeran sifan xi dengan decakan dari lidah nya.


"" ck.. ck.. ck, panggil aku permaisuri hongly. ""


ucapan quen bersamaan dengan sebuah tebasan pedang nya yang terlihat meliuk sangat indah.


Trang....


kedua pedang itu saling beradu, kedua nya bergerak seperti memutar secara pelan dengan pedang yang masih saling menempel.


"" kau seorang permaisuri kekaisaran hongly ?.. "pangeran sifan xi tertawa lebar dengan mimik wajah mencibir.


"" apa karna kau tak di anggap membuat otak mu menjadi tak waras. "" sambung pangeran sifan xi lagi.


Mereka saling mendorongkan pedang yang beradu dan membuat mereka terhuyung mundur.


Lalu kembali saling melibas kan pedang, quen yang berlari seketika merubah strategi nya dengan mebuat gerakan seakan terjatuh dengan satu kaki menjulur kedepan dan melibas kaki pangeran sifan xi.


"" akhhh..... dukk...

__ADS_1


sebelum pangeran sifan xi bangun, kaki quen terlebih dahulu berada di atas dada pangeran ketiga dengan ujung mata pedang berada dileher nya sehingga membuat sang pangeran kembali terbaring dengan mata terbuka lebar.


'"masih seperti dulu.. LEMAH... ""


Quen tersenyum mencibir pria yang tak berkutik di bawah kaki nya.


pangeran sifan xi mengeram menahan amarah nya dengan gigi saling beradu.


Terlihat dari arah berlawanan, pangeran Han tian mulai bangun yang sedari tadi terduduk sambil mengumpul kan tenaga nya . Pria itu tau apa yang harus dia lakukan saat diri nya terpapar racun , apalagi racun yang tidak diketahui bagaimana cara kerja nya.


Serena tersenyun miring, dengan masih mendekap kedua tangan nya.


"" pria itu sangat mengagum kan, dia tahu bagaimana cara untuk mempertahan kan diri. jika saja dia terus melakukan pergerakan maka sudah bisa di pastikan, saat itu juga nyawa nya terbang menuju neraka. . ""


serena berguman di dalam hati nya sendiri.


Dan setelah nya mata nya melebar sempurna, melihat pria yang di panggil pangeran kedua itu menoreh kan pedang di nadi tangan nya.


Dengan cepat serena berlari kearah pria yang mulai mengeluarkan banyak darah berwarna hitam dengan meringis menahan perih.


quen yang sadar ada yang tidak beres segera menyelesaikan urusan nya.


Dengan cepat di turun kan kaki nya dan menarik tangan pangeran sifan xi hingga tubuh nya berbalik dengan kasar.


""" akh... sialan, wanita jal*ng.. apa lagi yang kau lak.. ""


ucapan pangeran sifan xi terhenti dengan hilang nya kesadaran dan diikuti kepala nya yang terhempas kasar ke tanah.


"" kau beruntung kali ini.. cih.. "


quen memutar tubuh nya untuk melihat kenapa sahabat nya tadi tiba tiba berlari.


terlihat tubuh pangeran han tian yang tengkurap ditanah dengan sebagian lengan baju zirah nya bergelinangan darah.


"" bagai mana ini bisa terjadi? "


Quen bertanya dengan kerutan dikening nya.


serena menoleh sebentar kearah quen lalu kembali menatap pria yang kini hampir sekarat.


"" Dia sangat pintar, memotong nadi tangan nya dan mengeluarkan racun yang sudah mulai mengalir di dalam darah nya. ""


serena menjeda kalimat nya sambil berjongkok dan memeriksa denyut nadi pangeran han tian.


"" fisik nya sangat kuat, bahkan masih bisa bernafas di saat kehilangan banyak darah. ""


quen melemparkan pandangan nya kesegala penjuru.. lalu tersenyum tipis setelah melihat sesuatu yang menarik.

__ADS_1


"" keluar lah.... jika masih ingin melihat matahari terbit. ""


quen berbicara dengan wajah tenang.


xio yang mendengar ucapan atasan nya itu segera memegang erat pedang di tangan nya dan melangkah cepat kearah quen.


"" tetap berada dekat dengan pangeran ketiga xio, aku tak ingin dia lolos begitu saja. Waktu kita sudah tidak banyak. ""


ucap quen saat menyadari ketegangan diwajah bawahan nya itu.


"" Baik yang mulia.. "


xio perlahan mundur dan mendekat kearah tubuh pangeran sifan xi yang tak berdaya.


"" aku sangat ingin menghabisi pangeran tak berguna ini, walau aku bingung untuk alasan yang mulia putri atau yang lain nya.


sesaan kemudian, satu persatu wajah wajah penuh rasa waspada dan terlihat ketakutan di sana mulai keluar dari persembunyian.


Dan membuat senyuman mengerikan muncul di wajah wanita cantik yang merupakan putri mahkota dari kaisar mereka dahulu.


Satu pria dengan berani langsung menjatuh kan tubuh nya dan berlutut dengan sebelah kaki di tekuk.


di ikuti oleh para prajurit lain nya yang sesaat yang lalu melihat bahwa orang dengan pakaian ninja itu adalah salah satu anak dari kaisar xuiren.


"" wah.. wah.. sangat pintar memilih ha. '"


ejek serena melenggang santai dan berdiri di samping quen.


mata para prajurit kekaisaran han itu terbelalak, menyadari bahwa sang putri kini tidak sendirian seperti dahulu. Bahkan mereka mungkin akan muntah darah saat mengetahui jika yang kini berada di hadapan mereka adalah wanita beharga kekaisaran hongly.


quen terkekeh geli lalu mengeleng geleng kan kepala nya. para prajurit yang mendengar kekehan dari putri yang semenjak pulang dari hutan buangan begitu terlihat menyeram kan , berubah sangat cantik saat tertawa.


"" Tunduk kan pandangan kalian.. "


xio berteriak, dan itu mengaget kan semua orang, termasuk quen dan serena.


serena terjengkit dengan suara nyaring milik xio, membuat nya mengusap pelan dada nya.


"" kenapa semakin kesini, gadis polos ini semakin banyak berubah. "" guman serena pelan.


.


.


bersambung..


note: hay hay sayang,, makasi uda pada mampir. jangan lupa tinggal kan like, vote and coment kalian ya.

__ADS_1


makasi karena uda setia tetap menunggu.


__ADS_2