Dari Nona Muda Menjadi Putri Sempurna

Dari Nona Muda Menjadi Putri Sempurna
202


__ADS_3


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Putri Mahkota Quesella telah tiba.. "


kasim segera berteriak mengumum kan kedatangan putri kecil itu di kediaman utama.


Didalam sana mata Quen bahkan telah membulat seperti biasa saat mendengar sang kasim berteriak, sedang kan Serena hampir menyemburkan teh hijau yang baru saja masuk kedalam kerongkongan nya .


"Salam ibunda permaisuri, salam ibu serena. "


putri mahkota Quesella segera membungkuk kan sedikit tubuh nya.


Quen yang tadi hampir meneriaki sang kasim segera merubah ekspresi wajah nya.


"Kemarilah sayang.. "


ucap nya sambil mengulurkan sebelah tangan nya.


"Dimanakah putri nakal ini bersembunyi sejak pagi? "


Tanya Quen lagi, kini tangan nya membelai lembut surai panjang milik putri kesayangan nya itu.


"Putri ini hanya pergi keruang baca ibunda. "


Gadis kecil itu merebah kan tubuh nya lalu berbaring di kursi panjang dengan paha Quen sebagai alas kepala nya.


"Membosan kan.. "


celetuk Serena sambil kembali menyesap teh hijau milik nya .


"Sayang, umur mu masih 5 tahun.. saat ini kau hanya perlu menikmati masa kecil mu yang indah, jika nanti kau terlalu bersikap datar dam membosan kan. percaya lah, tidak ada pria yang sanggup mendekati mu di masa depan. "


"Pakk...


Sabetan tangan milik Quen mendarat mulus di paha kiri milik Serena.


" Aw... Quen, aku hanya mengatakan kebenaran. putri mu begitu tidak normal. "


sambung serena lagi sedikit mengerucut kan bibir nya.


"Lihat ekspresi datar nya itu, ya dewa... "


keluh Serena lagi.


"Diam lah.. "


Quen melebar kan mata nya, lalu kembali menjatuh kan pandangan kearah pangkuan nya.


"Bibi mu benar sayang, jangan terlalu berkerja keras. Kau harus bergabung dengan saudara saudara mu yang lain. "


ucap nya penuh perhatian.

__ADS_1


Putri Quesella mendongak kan kepala nya,menatap mata indah sang ibunda lalu kembali memejam kan mata.


"Putri ini tidak senang saat melakukan hal hal yang tidak berguna. "


Serena kembali tersedak, sehingga membuat nya terbatuk.


"Astaga, anak ini benar benar membuat ku sakit jiwa. Bahkan kakak ipar kaisar tidak sekasar ini saat berbicara. " Batin serena sambil mengusap d*da nya.


"Ehemm.. "


Quen sedikit terbatuk sambil bertukar pandangan dengan sahabat nya.


"Baik lah, mari kita keruang makan.. Ayahnda dan paman mu telah menunggu kita disana. "


Ajak Quen lagi , lalu membangun kan tubuh mungil putri nya.


Ketiga nya lalu bangkit dari tempat duduk mereka, membuat para pelayan pribadi ketiga nya segera membungkuk memberi hormat. Lalu mengikuti junjungan mereka dengan segera.


"Salam yang mulia permaisuri dan nyonya Erenan. "


ucap kasim sambil membungkuk.


Serena menjawab dengan menepuk pundak sang kasim lalu segera berlalu, meski prilaku istri pangeran Malai Kettu itu sudah tidak asing di lingkungan istana.. Namun, untuk orang orang pada zaman itu tentu bukan hal yang cukup lazim terjadi. Hingga membuat pria yang bertugas sebagai kasim itu selalu saja gemetar.


"Lain kali, kecil kan sedikit suara mu itu saat berteriak. Aku sangat merasa terganggu! "


keluh Quen kemudian segera menyusul sahabat dan putri nya yang telah berjalan di depan.


"Sungguh tidak beradab, bagaimana seorang permaisuri harus berjalan di belakang seperti ini. "


Kasim dan para pengawal yang menjaga pintu besar kediaman utama hanya bisa menuli kan telinga dan membungkam bibir mereka untuk berbicara.


🌿🌿🌿


Meja ruang makan istana sudah di hidang kan dengan berbagai macam menu makanan khas istana Hongly, lebih tepat nya menu yang tersedia khusus sejak kehadiran permaisuri kaisar Malai Ziyu dan perubahan dari sifat selir pangeran ketiga yang kini menjadi istri sah nya.


"Yang mulia.. "


Kaisar Malai ziyu mengangkat kepala nya,saat mendengar panggilan dari pangeran ketiga.


"ehem.. Aku ingin menyampaikan sesuatu yang penting. "


ucap pangeran Malai Kettu sedikit gugup.


Kaisar Malai Ziyu menaikkan sebelah alis nya, menandakan jika dia masih menunggu kelanjutan dari ucapan saudara nya itu.


"Panglima Hualo Zang mengatakan, bahwa.. sudah tiba waktu nya untuk mengantar putra mahkota dan pangeran, untuk menuntut ilmu di tempat para putra mahkota dan pangeran berlajar menjadi seorang yang bertanggung jawab sebagai penerus tahta dimasa depan. "


Pangeran Malai Kettu menatap Kaisar Malai Ziyu untuk menunggu jawaban nya.


" Seharus nya memang begitu. "


jawab Kaisar Malai ziyu singkat.

__ADS_1


Pangeran Malai Kettu menghela nafas nya dengan berat.


''Apakah permaisuri dan Nan Er akan senang mendengar kabar ini? "


Di ambil nya semangkok anggur yang telah di bersihkan, lalu memakan nya dengan perasaan yang gundah.


"Permaisuri telah tiba,


putri mahkota telah tiba,


nyonya Erenan telah tiba, "


Kasim kembali berteriak mengumum kan kedatang tiga dewy kekaisaran Hongly tersebut.


Mereka masuk dengan anggun dan menunjuk kan ekspresi yang berbeda.


"Salam yang mulia, salam pangeran ketiga. "


ucap Quen dan Serena bersamaan sambil sedikit menunduk kan kepala.


Tinggal di istana dalam waktu yang lumayan lama membuat kedua nya memahami kebiasaan dan budaya yang orang pada zaman itu lakukan.


"Salam.. permaisuri.."


Kaisar malai Ziyu bangun dan menarik kursi untuk permaisuri dan putri mahkota nya.


Sedang kan pangeran Malai kettu hanya tersenyum dari tempat nya duduk, tampa berbuat apa apa.


"Sungguh tidak romantis.. "


keluh Serena sambil menarik kasar kursi milik nya, membuat pangeran Malai Kettu tersentak karena terkejut.


"Sayang.. kau telah tiba. "


tanya pangeran Malai Kettu dengan penuh tanya.


Quen tersenyum miring sambil menatap wajah kesal Serena.


"Dia benar benar tidak menyadari kedatangan istri nya sendiri. "


keluh Serena sambil membalas tatapan Quen.


"Bu.. bukan begitu, maaf kan aku. "


ucap pangeran Malai Kettu gagap.


"Makan lah.. "


Kaisar Malai ziyu langsung memberikan intruksi, sebelum drama rumah tangga saudara nya itu kembali tercipta.


Mereka menikmati setiap suapan dengan begitu hikmat tampa ada percakapan yang terjadi.


.

__ADS_1


. bersambung


__ADS_2