
.
.
.
.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
wajah wajah tegang masih terlihat jelas dari para pria yang tersisa didalam ruangan pribadi quen.
Soal wajah sang pemilik kediaman,jangan ditanya. wajah itu sudah sangat terlihat akan membakar siapa pun ,dengan tatapan tajam nya.
Di jatuh kan pandangan mata nya ke putra mahkota xian,yang kini telah berdiri dengan bantuan panglima huang dan putra mahkota azian.
""apa yang diri mu lakukan tuan putri, perlakuan diri mu bisa saja membuat putra mahkota celaka.""
tanya panglima huang datar.
"" hufh...
di buang nafas nya dengan kasar sebelum menjawab perkataan sahabat kakak nya itu.
"" itu akibat nya jika memasuki area terlarang wanita tampa izin.""
Dengan wajah yang masih dingin dia melanjut kan ucapan nya,sebelum sang putra mahkota angkat bicara.
"" jika kalian mempunyai etika seorang pangeran,maka masuk ke ruangan seorang putri tampa meminta izin.itu sama saja seperti pencuri."
"" putri quen...kami hanya ingin mengunjungi putri,untuk memastikan putri baik baik saja.
Diri ku berharap putri tidak salah paham akan maksud dan tujuan dari putra mahkota xian."
ucap putra mahkota azian dengan lembut,bermaksud ingin meredam emosi dari sang putri.
Mendengar ucapan dari pemuda itu. quen seolah tersiram salju,suara lembut sang pangeran bagai permen kapas di telinga nya.
Di tatap wajah orang yang barusan berbicara,seakan dia baru sadar.ada wajah tampan lain di kediaman nya saat ini.
""Astaga...tampan sekali, sejak kapan dia disini ?""
tanya nya pada diri sendiri,dengan senyum tipis tersungging di bibir indah itu.
itu lah quen.jika sedang dalam mode meledak ledak,seakan mata nya tidak bisa melihat siapa pun dihadapan nya. Jika sudah ada yang berani mengusik ketenangan nya.
__ADS_1
wajah ketiga orang itu mengeryit heran,kenapa wajah menakut kan itu ketika sedang marah,tiba tiba berubah menjadi gadis yang sangat menggemas kan.apakah sang putri punya kepribadian ganda,yang akan muncul disaat situasi yang berbeda.
"" ah ..ya ampun, kakak tampan ..sejak kapan diri mu disini."
teriakan dari quen lagi lagi mencengang kan kedua pria dihadapan nya.
""putri quen...?""
tegur putra mahkota xian,merasa tidak senang dengan tingkah saudari nya itu.
""jangan sekarang putra mahkota,perasaan ku baru akan membaik.""
ucap nya sinis,sambil berlalu kearah putra mahkota azian.
putra mahkota azian hanya bisa membulat kan mata nya,saat kedua tangan sang putri menarik nya untuk pergi dari ruangan tersebut.wajah tenang nya seketika berubah menjadi sangat merah,karena merasa gugup.
Bahkan saat ini,dia seperti tidak bisa hanya sekedar untuk mengambil nafas.
Sedangkan di saat bersamaan ,dua orang pria sedang mengepal kedua tangan nya menahan amarah.
mereka adalah putra mahkota xian,yang merasa bahwa sang putri lebih bisa bersikap baik dengan orang lain, dibanding diri nya sebagai kakak.
Disisi lain ,ada panglima huang yang entah kenapa sangat merasa hati nya begitu sakit melihat sang putri berdekatan dengan laki laki lain.walaupun dia sadar akan posisi nya,namun ketika melihat sang putri dan berbicara untuk pertama kali nya dihutan buangan.Diri nya sudah merasa perasaan yang berbeda terhadap sang putri.
"" bagaimana diri nya bisa berubah sikap dengan sangat cepat."
"" bahkan tadi,diri nya seakan ingin mematah kan tulang tulang ku ketika marah."sambung nya lagi sambil menatap sang panglima.
merasa ucapan nya tidak di tanggapi oleh sang sahabat,dirinya kembali berguman.
"" apa yang diri mu perhatikan panglima huang ?"
seketika sang panglima muda itu sadar akan pertanyaan yang di guman kan oleh sang putra mahkota.
dengan wajah merah menahan malu,dan tatapan menyidik dari putra mahkota itu membuat nya salah tingkah.
" a-ah...maaf kan hamba putra mahkota.hamba hanya merasa heran dengan putri mahkota.""
jawab nya dengan gugup.
putra mahkota xian makin menaik kan sebelah alis nya,setelah mendengar jawaban sang sahabat.
"" ada apa dengan nya,kenapa dia bertingkah sangat aneh belakangan ini."
ujar putra mahkota xian didalam hati.
saat ingin menanyakan sesuatu kembali ke sang sahabat,terlihat seseorang juga masuk dari balik pintu besar itu.
__ADS_1
"" apa yang terjadi disini,kenapa wajah semua orang terlihat sangat tegang ?"
tanya nya setelah masuk kedalam ruangan kediaman quen.
""putra mahkota lian shi !""
seru kedua nya bersamaan.
""Iya ini diri ku,kenapa semua orang yang ku temui berkata seperti itu ?"
tanya nya merasa aneh.
""Semua orang ?"
tanya putra mahkota xian mengedut kan alis nya tanda tak mengerti.
""Aah..begini, tadi sebelum kesini diri ku bertemu dengan kedua saudara ku di ujung jalan keluar dari kediaman ini."
diri nya mencerita kan semua yang dia lalui sebelum tiba disini.
Karena penasaran dengan sang putri,diri nya sengaja ingin berkunjung kekediaman sang putri,setelah menanyakan letak kediaman ini dengan salah seorang pelayan istana.
saat melangkah kan kaki nya di ujung jalan untuk masuk ke area parvilium anggrek,diri nya bertemu dengan pangeran yian shi dan pangeran huan shi yang sedang berdebat.terlihat mereka sangat terkejut dengan kehadiran nya. setelah menjawab pertanyaan dari nya,yang ingin tahu apa yang dilakukan oleh kedua saudara nya itu.mereka berdua pergi begitu saja,tampa alasan yang jelas.
putra mahkota xian dan panglima huang tampak mengangguk angguk kan kepala nya,ketika mendengar cerita sang putra mahkota.
"" jadi,,untuk tujuan apa putra mahkota lian shi sekarang juga berada disini ?"
tanya putra mahko xian dengan senyum tipis nya.
mendengar pertanyaan menyelidik dari putra mahkota kekaisaran han itu,membuat diri nya salah tingkah.
"" a-aku..hanya sedang berkunjung !""
jawab nya ragu ragu.
.
.
.
bersambung...
note : hay hay all..gak bosen bosen nya diri ku mengucap kan terima kasih bagi yang uda bersedia untuk membaca karya ku,juga makasi untuk like and coment kalian.buat yang blum kasi like ,ayo donk jangan pelit untuk kasi jempol nya.biar diri ku makin semangat..
.di tunggu kelanjutan nya yah😘😘😘😘
__ADS_1