
.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah kepergian kaisar malai ziyu dan para bawahan nya. Pintu kediaman quen di tutup rapat dengan pengawal penjaga yang berdiri di depan nya, tanda orang yang sedang berada didalam kediaman itu tidak ingin mendapatkan gangguan apa pun.
""Bagaimana? ""tanya quen ketika serena mulai memeriksa kondisi dari gadis yang seperti putri tidur tersebut.
Serena tersenyum miring, lalu mengeluarkan sesuatu dari balik gaun nya. ""Tenang..ini hanya masalah kecil. Di zaman ini begitu banyak tumbuh tumbuhan yang luar biasa jika mereka mengerti cara menggunakan nya. ""ujar serena dengan ekspresi sombong seperti biasa nya.
quen hanya bisa berdecak kesal. Walau bagaimana pun, serena sangat bisa dihandalkan jika berurusan dengan segala macam jenis racun.Bisa dikatakan, dia adalah master racun dari masa depan. Selain jago menggunakan berbagai macam senjata, dia juga sering berkutat dengan labor tempat dia meneliti berbagai jenis racun. Sedang kan quen, dia bagian merakit semua jenis senjata dan memodifikasi nya menjadi yang terhebat. Sangat mengagum kan bukan, dua psikopat yang sangat mengerikan.
serena membuka perlahan botol porselen yang kini di gegaman nya, menitis kan sedikit kedalam mulut xio. Setelah itu, mereka duduk dengan santai di pojok ruangan sambil menikmati secangkir teh yang tadi sempat pelayan siap kan.
""berapa lama..? "tanya quen di sela sela seruputan teh hijau nya.
serena menoleh kearah xio yang terbaring dengan mata terpejam. ""tidak akan lama, sebelum secangkir teh ini habis kita minum. "jelas nya, sambil kembali menyesap teh nya dengan anggun.
Serena melirik kearah sahabat nya yang tiba tiba tersenyum dengan aura yang sangat gelap. ""Sial... kurasa sebentar lagi, ketenangan akan berubah menjadi malapetaka di istana megah ini. ah..sangat disayang kan. ""batin serena juga ikut menyunggingkan senyum nya.
""Mereka sangat tidak sabar untuk bermain seren, ini akan menjadi pertunjukkan yang sangat menarik. ah... kau tau, para lelaki itu akan sangat beruntung jika benar benar berada di pihak kita... ""di jeda nya sebentar kalimat yang dia ucap kan sambil menyeruput teh milik nya. ""jika tidak.. sangat di sayang kan jika kita juga harus menghabisi mereka bukan? ""sambung quen kembali.
Serena paham kearah mana pembahasan dari sahabat nya itu. ""humm.. aku berfikir, didunia baru ini kita akan hidup dengan tenang. tidak ku sangka di sini juga banyak yang mengincar nyawa kita. ""saut serena sambil terkekeh namun terdapat kegetiran di dalam nya. ""Hey.. bagaimana jika kita bawa para lelaki tampan itu kabur bersama kita ?""usul nya dengan mata berbinar dan mendapat kan pukulan dari quen.
""otak mu itu kapan akan bekerja dengan benar.. "ujar quen dengan wajah kesal.
__ADS_1
""aw..shitt.. "serena kembali meringis saat kening nya di jentik dengan kuat. ""berhentilah menjentikkan jari mu itu ke jidat ku quen. kau bisa membuat ku buruk rupa. "
""ckckck.. satu jentikan tak akan merubah wajah mu yang sudah tak layak pakai itu. ""ejek quen dengan menggelengkan kepala.
serena melotot kan mata nya kearah quen. ""kau pikir aku product yang akan habis tanggal kadaluwarsa iya ha.. kau sungguh menyebal kan quen.. ""pekik serena tak terima.
""entah lah.. tapi ku rasa iya.. "balas quen tak mau kalah.
perdebatan mereka berhenti saat suara lenguhan dari bibir gadis yang tadi terlelap seperti putri tidur, dengan serentak mereka membangun kan tubuh mereka dan segera mendekat kearah xio.
""apa kah kau merasakan sakit di bagian tertentu..? "tanya quen dengan wajah yang sangat cemas.
""kau bisa mengatakan nya kepada kami. "sambung serena yang kembali memeriksa denyut nadi di pergelangan tangan xio.
xio menggeleng perlahat, mata nya mulai berkaca kaca mendapat perhatian dari majikan dan sahabat nya itu. ""terima kasih, hamba sangat takut jika tidak bisa menjaga putri lagi. "ujar xio mulai terisak. Kristal bening mulai mengalir dari pelupuk mata nya tampa bisa di bendung.
quen dan serena saling melempar pandangan kemudian memeluk gadis polos itu bersamaan. ""kami bersama mu, kau tidak perlu merasa khawatir. "'ujar serena menenangkan gadis yang mulai segegukan.
Xio menggelengkan kepala nya sambil mengelap tetes air mata yang masih terus mengalir. ""Seseorang berusaha mengancam hamba untuk membuat putri susah.. "ujar xio mulai bercerita. Dia tak ingin menunda nya lebih lama lagi, karena tadi diri nya telah bersusah payah bertahan demi menyampaikan berita penting ini kepada junjungan nya.
pelipis quen berdenyut mendengar kalimat singkat dari bawahan nya itu. ""Siapa? "tanya quen tampa basa basi.
""Seorang wanita, seperti nya orang yang sangat dekat dengan yang mulia ibu suri. Dia datang kebagian belakang kediaman putri dan langsung menyerang hamba. Bertanya langsung tentang kejadian di malam yang mana membuat selir gong zu berakhir di perbatasan hutan pinus. ""jelas xio sambil membayangkan apa saja yang tadi dia lalui.
⏪⏪⏪⏪⏪⏪🔙
Disaat xio sedang melakukan pekerjaan nya, menyiap kan hidangan makan siang untuk junjungan nya, seorang wanita berpakaian berbeda dari pelayan lain nya walau gaun yang di gunakan tidak melambangkan bahwa dia seorang putri dari para bangsawan, namun dapat di pastika jika dia mempunyai jabatan penting di istana ini.
__ADS_1
Xio membungkuk hormat untuk mengharagai wanita yang mendekat kearah nya.
Ditambah kedua mata tajam dari wanita itu menatap lekat kepadanya nya seakan menyelidik. ""Apa yang kau lakukan, saat malam dimana nyonya selir dong zu di culik dari kediaman nya? ""tanya wanita itu tampa basa basi.
Xio yang sempat terkejut, berusaha mengembalikan ekspresi terkejut nya seperti semula. ""Hamba tidak mengerti arah membicaan yang kakak bicara kan. "jawab xio dengan suara yang terdengar sangat tenang, namun dibalik itu jantung nya seakan ingin melompat dari tempat nya.
Wanita itu tersenyum sinis. ""cih... aku sangat tau, jika di malam itu kau tidak berada di kediaman mu sendiri.. bukan begitu? "ucapan dari wanita dengan wajah sinis itu membuat ketenangan diwajah xio mulai goyah. '"Seseorang melihat mu keluar dari kediaman khusus pelayan, dan tidak kembali setelah nya. Aku bisa menebak, jika kau juga berada di balik kondisi nyonya gong zu saat ini. ""Sambung nya lagi dengan mata terus menatap lekat ke wajah xio.
""Hamm.. hamba tidak mengerti. ""saut xio dengan suara terbata.
""Jujur lah, jika tidak kau akan dengan segera tiada. "ancam wanita itu lagi kemudian mendekat kearah xio dan mencengkram wajah gadis polos itu dengan kuat.
xio berusaha untuk melepaskan diri, namun kekuatan wanita dihadapan nya juga tidak main main. Bahkan tidak bisa diremeh kan, Satu totokan berasil membuat saraf ditubuh xio melemah tampa bisa memberontak.
""Dua tetes air yang ku berikan pada mu, sebagai penentu seberapa kuat kau bisa melawan takdir. Juga sebagai peringatan kecil untuk tuan mu, agar lebih berhati hati. "
⏩⏩⏩🔛🔛
xio menjelaskan bagaimana diri nya sampai berakhir tidak sadarkan diri disaat adegan panas dari majikan nya itu. Selain karena malu dan salah tingkah, kondisi nya saat itu juga mulai melemah. Hingga kesadaran nya mulai menghilang.
Quen mengeraskan rahangnya saat mendengar penjelasan dari gadis bawahan nya itu. Dengan tangan yang mengepal erat, di lemparkan tatapan kearah serena.
""Kita harus segera memberesi para pengganggu agar tidak ada yang berani bermain main lagi. ""ujar quen dengan wajah dingin nya.
""ini pasti sangat menyenang kan.. "saut serena penuh semangat...
.
__ADS_1
.
.bersambung