
.
.
.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
aura mengintimidasi terlihat jelas dari wajah putri quen.mereka yang melihat itu hanya bisa menggigil tampa berbuat apapun.
wajah kaisar xuiren tampak pias,ketika sang putri mengeluar kan pedang dari balik hanfu nya.
"" kau...apa yang akan kau lakukan ?"
tanya nya menahan amarah.
dengan santai quen memutar mutar pedang ditangan nya.senyum tipis tampak dari wajah putri itu.
bahkan kini dengan santai nya,dia membolak balik kan pedang indah yang tak sengaja ditemukan saat memeriksa ruang ganti dikediaman nya.
""" kau...putri gila,,turun kan pedang mu.seorang wanita tidak pantas memegang senjata.""
teriak nya lagi,karna kesal tak ada tanggapan dari putri dihadapan nya itu.
""pengawal ...
teriak quen,dan terlihatlah dua orang pengawal datang seraya membungkuk hormat ,dengan menekuk satu kaki nya.
""Berikan kaisar tua ini pedang,,kami akan sedikit berolah raga."
ucap nya sinis.
kaisar xuiren yang mendengar kan itu tertawa lepas,tampak wajah merendahkan itu disana.
"" kau...hahahaha..
bagaimana putri tidak berguna seperti mu mengangkat senjata ?"
tanya nya dengan terus tertawa.
""ya...terus lah tertawa, karna sebentar lagi.untuk sekedar tersenyum pun kau tak akan sanggup.""
__ADS_1
ucap quen di dalam hati sambil tersenyum sinis.
""yang mulia "
tampak sang pengawal membawakan pedang untuk sang kaisar.dan langsung menyerah kan nya.setelah itu mereka mundur untuk menepi dari sana.
kaisar xuiren mengangkat sedikit bibir nya,lalu menatap sang putri.
"" apakah kau yakin putri, zhen harap kau tidak akan menyesal setelah ini.zhen tawar kan sebuah istana berlian,tapi kau memilih lumpur "
di angkat nya sedikit pedang kesayangan nya itu..
"" hari ini,mata pedang akan kembali bermandikan darah keturunan istana ini."guman nya datar.
wajah kaisar itu berubah menjadi sangat bengis dan mematikan.para pelayan dan pengawal yang melihat akan hal itu merinding ketakutan.bukan mereka tidak tau, kaisar itu tidak mempunyai hati.ikatan darah tidak akan bearti apa apa jika tidak memberikan keuntungan untuk nya.
tebasan pedang ditangan quen mengejut kan kaisar xuiren.jika saja diri nya tidak cepat menghindar,mungkin libasan pedang itu sudah bersarang dipundak kiri nya.
""heh...terlalu banyak berbicara kadang tidak berakibat baik yang mulia."
quen memyeringai dingin dengan pedang berputar putar ditangan nya.
"" kau....."
quen dengan lincah menghindar setiap serangan sang kaisar,saat mata pedang kaisar xuiren ingin menebas leher nya.dengan cepat dia melakukan kayang,lalu melibas kan kaki nya.
kaisar xuiren yang tak siap akan hal itu seketika terbalik kebelakang,pedang yang di pegang nya terjatuh.libasan pedang quen kembali mengejar nya,dengan cepat sang kaisar mengambil kembali pedang nya.
bunyi suara pedang beradu dengan kuat mengejut kan orang orang di sekitar kediaman anggrek,mereka yang melihat tidak bisa melakukan apapun. keahlian dalam beradu pedang anak dan ayah itu bukan hal yang bisa mereka pisah kan begitu saja,bisa bisa leher dan badan mereka terpisah kapan saja.
wajah kaisar xuiren semakin menggelap,setiap serangan nya selalu dapat di tangkis oleh sang putri.hal itu membuat nya sangat tidak percaya,namun keberanian putri nya itu membuat hati nya seakan terbakar karena marah.
serangan demi serangan terus berlangsung,kini kedua nya bahkan dibanjiri oleh keringat.
""lumayan.."
ucap quen sambil tersenyum tipis.
""ku rasa sudah cukup pemanasan nya"
setelah mengatakan kata kata panas nya,quen membuat gerakan yang sangat aneh menurut sang kaisar.
""tarian pedang.!! "
__ADS_1
mata nya membulat seketika,sambil terus menghindar.serangan yang tak terbaca,seolah olah terlihat bahwa seseorang itu melakukan tarian.
traang.....
sambetan pedang quen mengenai lengan kanan sang kaisar.
kaisar xuiren melangkah mundur dengan memegangi tangan nya yang terluka cukup dalam.
namun sial,sebelum kesadaran nya pulih.quen kembali membuat gerakan berputar dan melibas satu tangan kaisar yang lain nya.
""yang mulia....
teriak para pengawal dan pelayan yang berada disana.
Dari luar terdengar langkah langkah kaki berlari dengan cepat mendekati parvilium anggrek.
seketika mata mereka melotot tajam melihat putri quen kembali mengangkat pedang nya.
"" sialan....apa yang kau lakukan kepada ayahnda..?"
teriak pangeran kedua han tian sambil menerjang kearah quen.
bola mata quen menatap panas kehadiran pangeran itu dihadapan nya,,
"" cih..pecundang,kau datang sendiri tampa diundang."
guman nya rendah.
quen membalik kan badan nya dengan cepat,satu libasan pedang nya langsung menyambut tendangan pangeran kedua itu.
akhhhh....
teriakan sang pangeran terdengar sangat nyaring,putra mahkota xian yang berusaha membantu kaisar xuiren untuk bangun terpaksa harus berlari ,untuk menangis serangan kedua dari saudari nya itu.
""hentikan.....
.
.
.
.
__ADS_1
.bersambung...