Dari Nona Muda Menjadi Putri Sempurna

Dari Nona Muda Menjadi Putri Sempurna
bab 181


__ADS_3

.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari hari sibuk dan melelah kan di istana hongly terus berlalu, perlahan lahan cerita duka yang pernah terjadi di dalam keluarga kekaisaran itu berganti menjadi moment moment berharga di saat kabar bahagia menghampiri kedua penguasa kekaisaran hongly.


Berita kehamilan permaisuri kaisar dan istri sah pangeran kedua, membuat seluruh rakyat hongly turut bersuka cita untuk menyambut penerus selanjut nya kekaisaran yang begitu di takuti dan di segani itu.


Setiap hari, selalu saja istana mendapat kiriman hadiah untuk dua wanita hamil yang berada di istana. Membuat para pengawal bekerja lebih keras, mengumpulkan semua cendra mata sebagai tanda kasih dari seluruh rakyat kekaisaran.


Kehebohan yang setiap hari terjadi, membuat semua orang yang bersangkutan menjadi lebih waspada. Setelah kejadian langka empat bulan yang lalu, dimana sang kaisar dan kedua pangeran beserta tiga orang kepercayaan kaisar di buat tidak berdaya demi memenuhi ritual ngidam permaisuri quen dan istri sah pangeran kedua erenan er.


Hari ini, istana mau pun kediaman dua biang masalah terlihat sangat sepi. Tidak ada kehebohan seperti biasa nya. Mereka terlihat masih bermalas malasan di atas peraduan masing masing.


Kaisar malai ziyu yang baru siap mengikuti peradilan istana, melangkah cepat kearah kediaman phonix tempat permaisuri nya berada. Pria dingin nan datar itu, kini mempunyai kebiasaan baru yaitu bermanja manja dengan permaisuri dan calon anak nya yang masih berada di dalam kandungan.


"Salam yang mulia kaisar.. "


ucap para pengawal yang berjaga di depan kediaman quen.


Kaisar malai ziyu hanya mengangguk kan kepala nya, lalu melangkah masuk setelah pintu ruangan utama terbuka lebar.


Para pengawal kembali menutup daun pintu besar itu dengan hati hati.


"Salam kepada yang mulia kaisar. "


xio yang berada di dalam ruangan quen bersama para pelayan bangun seketika dari duduk mereka .


Tampak wanita hamil itu sedang melakukan pijatan di seluruh tubuh nya yang sedikit berisi.


Padahal kehamilan nya baru memasuki bulan ke lima. Namun pipi permaisuri kaisar malai ziyu itu tampak mengembang. Membuat sang empu uring uringan karena merasa berat badan nya bertambah.


"Kau disini? "


Quen membalikkan tubuh nya yang tadi dalam kondisi membelakangin pintu saat mendengar sapaan untuk kaisar berwajah datar itu.

__ADS_1


Kaisar malai ziyu tersenyum tipis, melihat wajah menggemaskan permaisuri nya.


" Iya.. aku datang kesini untuk menyapa anak ku. "


ucap kaisar malai ziyu sambil berjalan mendekat kearah selimut tebal yang di gelar di lantai untuk tempat quen di pijat.


Xio memberi kode kepada para pelayan yang lain untuk segera meninggal kan pasangan suami istri itu.


Mereka lalu mundur perlahan, kemudian menghilang di balik pintu kamar utama dan menutup nya dengan hati hati.


Quen menoleh kepala nya sedikit kearah pintu yang tertutup.


"Yah.. kenapa mereka semua pergi. "


keluh quen sambil mengusap perut nya yang kini telah membuncit.


"Ada aku disini, kau bisa meminta ku untuk melakukan apa saja. "


Kaisar malai ziyu menduduk kan bokong nya di samping permaisuri cantik nya itu, lalu mengusap pelan perut buncit milik quen.


"Hai sayang.. ayahanda begitu merindukan mu. Cepat lah hadir kedunia ini, dan kita akan belajar pedang bersama. "


Quen terkekeh pelan.


"Ah.. kau manis sekali musang. "


ejek quen sambil membelai wajah yang begitu mulus untuk ukuran pria.


Kaisar malai ziyu mendongak kan kepala nya untuk melihat wajah bahagia permaisuri nya itu.


"Aku tidak menyangka akan menikah dan memiliki anak dengan tikus nakal dan menyebalkan seperti mu. "


balas kaisar malai ziyu ikut terkekeh.


Mata quen mendelik, membuat raut wajah kaisar malai berubah pias.


Perasaan nya langsung berubah mengingat ucapan nya bisa saja menjadi racun bagi diri nya sendiri.

__ADS_1


Dan benar saja, kini kaisar malang itu di seret secara kasar keluar dari kediaman milik sang permaisuri.


"Keluar dari sini, aku tidak meminta mu untuk menikahi ku. Jika aku menyebal kan, kau bisa mencari yang lain di luar sana. "


Bamm..


Pintu besar itu dengan kasar.


Para pengawal yang berada di luar kediaman sampai terjengkit karena merasa terkejut. Mereka hanya bisa menunduk kan kepala tampa bisa berkomentar apapun.


Kaisar malai ziyu diam mematung saat melihat wajah penuh amarah permaisuri nya yang sedang mengandung itu.


Setelah sadar dari keterkejutan nya, kaisar malai ziyu berdehem kecil sambil melirik kekiri dan kanan, mengubah ekspresi nya yang tadi begitu merasa bersalah kewajah datar nya kembali. Lalu dengan langkah tergesa gesa pergi meninggal kan kediaman phonix tampa menjawab salam dari para pengawal yang sedang berjaga.


Quen mengumpat dengan kaki yang di hentak hentak kan kelantai.


"Apa kata nya, aku menyebal kan. Dasar tidak sadar diri, kalau bukan menikah dengan ku. Mungkin sampai semua jenis rambut nya berubah putih pun, tidak akan ada yang sanggup menjadi istri pria datar tak berperasaan seperti itu. Huh... "


Di hempaskan nya bokong yang kini semakin sexy itu ke atas peraduan.


''Kenapa tubuh ku gampang sekali lelah, padahal dulu aku bisa latihan berpedang bersama serena sepanjang hari. "


keluh quen lagi sambil mengipas ngipas wajah nya dengan kedua tangan.


Quen kembali bangun dari duduk nya, melangkah pelan kearah daun jendela yang terbuka lebar. Tampak cuaca hari ini begitu teduh, meski bisa di pastikan jika sekarang sudah beranjak siang.


Mata tajam quen menangkap siluet tubuh yang sangat dia kenal, duduk dengan bersandar di sebuah pohon besar nan rindang.


Sesaat quen ingin mengangkat bibir nya untuk memanggil dan menyapa. Dari arah berlawanan muncul satu orang lagi dengan gestur tubuh yang mencuriga kan. Membuat jiwa kepo dari masa depan itu kembali muncul.


"Xio.. Tuan muda wang hilin? " Quen mengangkat sebelah alis nya, dengan jari telunjuk yang di ketuk ketuk ke daun pintu.


"Wah... Apakah ini seperti yang aku pikir kan? Tapi... hemm.. " quen mengerut kan alis nya seperti sedang berfikir. Lalu kembali menatap lekat kedua orang yang seperti salah tingkah di bawah sana.


"Nanti aku akan mengintrogasi nya setelah dia kembali. "


Putus quen , kemudian memutar tubuh nya kembali untuk rebahan di atas tempat tidur nya.

__ADS_1


.


. bersambung


__ADS_2