Dari Nona Muda Menjadi Putri Sempurna

Dari Nona Muda Menjadi Putri Sempurna
bab 58


__ADS_3

.


.


.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah mendapat teguran dan hukuman dari kaisar xuiren ,kedua pria tampan yang saling bersitegang di lorong jalan istana Han kembali ke kediaman mereka masing masing.Walau tampak wajah saling memusuhi,mereka terpaksa untuk berdamai.sebelum sebuah surat sampai di tangan kedua ayahnda mereka .


rembulan sekarang sudah mulai menampakkan sinar indah nya,pertanda hari sudah malam.Sebagian para tamu dari kekaisaran tetangga sudah kembali pulang.begitu juga putra mahkota azian dan pangeran cio.yang tersisa hanya putra mahkota Lan si dan putra mahkota Lian shi beserta rombongan nya.Mereka semua sudah telelap di peraduan masing masing.


gemerisik bunyi daun daun kering yang diinjak oleh beberapa orang mengganggu mimpi putra mahkota Lan si.dengan hati hati diri nya bangun dan melangkah menuju sela sela jendela yang tidak tertutup rapat.


""putra mahkota xian dan panglima huang ?""ucap nya sambil menaut kan kening nya ,ketika melihat siapa yang sedang mengendap ngendap keluar dari tembok istana.""apa yang akan mereka berdua lakukan ?"tanya nya lagi pada diri nya sendiri.


Saat diri nya keluar untuk memastikan,dua orang pria itu sudah menghilang dari sana.Tak terlihat keberadaan mereka dimana pun." siapa satu orang lagi yang bersama mereka." guman nya seraya melangkah kan kaki menuju ke kediaman nya.


Pagi yang sangat cerah tiba tiba saja menjadi gempar ,dengan kabar kematian selir agung dari dalam penjara bawah tanah beserta putri yu yayan dan yu nian juga sudah bersimbah darah disana.


tampak kaisar xuiren,pangeran Han tian,pangeran ketiga sifan xi serta putra mahkota xian dan panglima huang juga ikut menuju penjara bawah tanah untuk melihat apa yang terjadi.sedang kan satu orang lagi,jangan ditanya.saat ini diri nya masih terlelap dengan mimpi indah nya.

__ADS_1


""Tuan putri..saat nya untuk bangun."panggil xio sambil membuka semua jendela didalam kediaman majikan nya itu.


""akh...xio,tutup jendela itu kembali.diriku masih mengantuk." ucap nya dengan mata tertutup rapat.


xio mengelengkan kepala melihat tingkah tuan putri nya itu.""apa kah putri tak ingin melihat pertunjukan."tanya nya sambil bersimpuh di dekat tempat tidur majikan nya itu.


kedua mata indah itu akhir nya terbuka pelan pelan sambil sesekali menyipit untuk menyesuaikan cahaya yang masuk. "" kita sudah puas membuat pertunjukan,jadi untuk apa melihat nya."jawab nya lalu menegak kan badan nya dengan malah. "" aku bahkan tak pernah berfikir,diri mu yang terlihat sangat lugu memiliki sesuatu yang lain."lanjut nya sambil mengangkat sebelah alis nya.


xio yang mendengar pernyataan dari sang junjungan tergagap seketika."" ham...hamba ,hamba tidak mengerti tuan putri.hamba hanya ingin mengikuti apa yang putri lakukan ."


quen menatap wajah pelayan pribadi nya itu dengan intens,yang di tatap telah tertunduk sambil meremas remas ujung hanfu nya."" aku tau jika asal usul mu tidak lah sesederhana yang terlihat xio.jadi berhenti membodohi diri ku."


"degg...


"" ham...hamba..."


ucapan nya terputus saat seseorang menerobos masuk kedalam kediaman quen dengan wajah datar nya.


kedua gadis itu terdiam ditempat sambil mengamati siapa yang masuk dengan tiba tiba."" segera lah pergi dari sini, gunakan kuda yang sudah tersedia dibalik hutan pinus di ujung kediaman mu tuan putri.temui aku di perbatasan selatan kekaisaran Han.""setelah mengatakan hal itu,diri nya langsung berbalik pergi.


""hey...apa yang dia katakan ?"tanya quen aneh dengan seorang pria yang tadi masuk begitu saja,dan pergi sebelum diri nya sempat mengucap apa pun.


raut panik tampak di wajah xio,lalu segera membungkus pakaian majikan nya itu kedalam kain sutra.setelah melakukan itu,dia bergegas menarit tangan sang majikan yang masih terlihat bingung.""Apa yang kau lakukan xio, aku bahkan belum mencuci wajah ku."" teriak quen kaget dengan posisi diri nya yang digeret pelayan pribadi nya itu.

__ADS_1


""kita harus segera pergi putri, jika terus disini kita tidak akan baik baik saja."quen dapat menangkap maksud dari kalimat yang diucap kan gadis didepannya itu.


segera mungkin mereka berlari menerobos kedalam hutan pinus yang tadi di sebutkan oleh orang yang masuk kedalam kediamannya.setelah berlari cukup jauh,tampak beberapa prajurid sedang menunggu disana.raut wajah cemas dan penuh curiga memenuhi wajah kedua gadis tersebut.


salah seorang prajurit yang melihat kedua nya langsung membungkuk kan badan." salam kepada putri mahkota quen ,kami di tugas kan untuk membawa putri keperbatasan selatan dengan selamat.sampai yang mulia kaisar tiba disana."


kedua gadis tersebut saling menatap lalu kembali melihat kearah beberapa pria dengan pakaian khas seorang prajurit siap dengan kuda masing masing."" silakan putri "..ucap prajurit yang tadi berbicara.


mereka membantu kedua gadis itu untuk naik keatas kuda,sebelum mereka berangkat xio tampak cemas melihat kearah sang putri.""putri...putri tidak bisa menaiki kuda,bagaimana jika putri terluka."


quen menatap sekilas kearah xio lalu menjawab ..""diri mu juga tidak mengenal seperti apa diri ku sebenar nya."setelah mengatakan itu,ditarik nya tali kekang kudanya dengan kuat.ringkikikan suara kuda terdengar sangat nyaring lalu melesat cepat.


mereka yang melihat akan itu langsung melakukan hal yang sama.Dari arah tidak jauh dihutan pinus,terdengar suara suara kaki yang berlari cukup kuat.hal itu membuat mereka menambahkan laju lari kuda mereka masing masing.


""Cari mereka sampai dapat, zhen ingin dia hidup atau pun dalam keadaan tak bernyawa.""


.


.


.


.bersambung

__ADS_1


__ADS_2