
.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Semua rakyat menunggu di depan istana, setelah mendapat kabar berdarah dari istana hongly. Mereka memang tidak di izin kan untuk ikut terlibat, bahkan kaisar malai ziyu memerintah kan sebagian prajurit nya yang tersisa dengan sebuah titah agar rakyat kekaisaran hongly berdiam diri di dalam kediaman masing masing, hukuman mati sebagai ganjaran jika ada yang berani menentang.
Iring iringan kereta kuda yang membawa jasad pangeran malai kettu dan para prajurit setia yang gugur melewati bagian jalanan utama kekaisaran hongly, dan para rakyat berbaris di pinggir jalan untuk datang sebagai bela sungkawa dan rasa penasaran yang tinggi.
Akhir nya sampai lah mereka di istana, setelah bulan kini telah muncul kembali. Bahkan bintang memenuhi langit malam, seakan mengganti kemuraman istana megah itu dengan ke indahan.
"Bagaimana? "
Tanya kaisar malai ziyu kepada tabib istana.
Wajah paruh baya itu tampak berseri seri seakan sedang mendapat kan harta karun, membuat wajah kaisar malai ziyu semakin pias.
"kau tersenyum dan bahagia setelah menyentuh permaisuri ku? "
tanya kaisar malai ziyu dengan rahang mengeras.
Kini rona bahagia itu berganti dengan wajah pucat bagai tak berdarah. Tabib zi berdiri dengan tubuh yang gemetaran akibat bentakan dari kaisar malai ziyu, hingga mengundang panglima hualo zang dan xio untuk masuk tampa izin kedalam ruangan dan semakin memperkeruh keadaan yang sudah keruh.
"Yang mulia.. "
panglima hualo zang sedikit berlari masuk kedalam ruangan.
"Putri... hiks.. hiks.. put..em permaisuri. ada apa dengan yang mulia permaisuri, apakah penyakit nya begitu parah dan tidak bisa di sembuhkan.. huaaaa... putri.. "
xio meraung dengan keras seraya berlutut, membuat mata kaisar malai ziyu semakin membesar menatap tabib yang bagai tak bernyawa itu.
Dia merutuki nasip nya sendiri, bahkan kehadiran gadis yang selalu menempel di sisi permaisuri kaisar hongly itu makin membuat nya takut.
Dan benar saja, suara kaisar malai ziyu semakin melengking di dalam kamar kediaman naga milik kaisar malai ziyu .
Iya, pria berstatus kaisar itu langsung membopong tubuh permaisuri nya yang dalam keadaan tidak sadarkan diri itu kedalam ruangan pribadi nya, dan para pelayan yang tersisa segera kocar kacir kesana kemari untuk menyiapkan sesuatu.
"Katakan... katakan, apa yang terjadi dengan permaisuri ku. Jika sampai permaisuri dalam keadaan yang tidak baik, maka aku akan memenggal kepala mu saat ini juga. "
pekik kaisar malai ziyu dengan suara yang menggema, mengganggu seseorang yang kini mulai mengedip ngedip kan kelopak mata nya.
"eng... kenapa berisik sekali, aku sangat butuh beristirahat. "
Semua mata dengan cepat menatap kearah sumber suara yang kini meringkuk kan tubuh nya kesamping.
"permaisuri..
" yang mulia..
Kaisar malai ziyu, panglima hualo zang, dan xio kompak berteriak.
__ADS_1
Dan membuat sang empu nama tersentak bangun dari kenyamanan nya.
" argghhh... ya dewa, kenapa kalian begitu senang berteriak. aku hanya ingin istirahat, bukan ingin mengakhiri hidup ku. "
sergah quen yang kini telah melotot kan mata nya.
Kaisar malai ziyu kini menoleh kearah tabib zi, yang masih diam terpaku.
''kau membodohi ku, kau mengatakan jika permaisuri ku dalam keadaan tidak baik. "
ucap kaisar malai ziyu dengan mata kembali melotot.
Tabib paruh baya itu kembali terkejut untuk kesekian kali nya.
"Aku tidak mengatakan apapun.. bagaimana yang mulia dengan mudah memfitnah ku. "
Tentu itu hanya berani dia luapkan di dalam hati nya.
"maaf kan hamba yang mulia, yang tua ini merasa bersalah. Tapi.."
Kaisar malai ziyu segera memotong kalimat yang belum di selesaikan oleh tabib zi.
"Kau memang bersalah.. "
Telak.. dan itu tak terbantah kan. pria yang kini bersikap tidak wajah itu kembali bersikap aneh, tidak seperti biasa nya.
quen menatap orang orang di dalam ruangan itu satu persatu dengan penuh pertanyaan di kepala nya.
"Ada apa dengan kalian, siapa yang tidak dalam keadaan baik baik saja? ''
" ada apa dengan kondisi ku pak tua? "
tanya quen dengan mata memicing.
Tabib zi yang merasa di panggil segera mengangkat sedikit kepala nya.
"ampun yang mulia.. '
" iya aku sudah mengampuni mu. "
Kini giliran sang permaisuri dari kaisar dingin itu yang bertingkah.
Tabib zi menarik nafas nya sejenak, mencoba untuk menghilangkan sesak yang dia rasakan. Ditambah kini ada sepasang mata yang melotot bagai ingin menelanjangi tubuh nya.
"Yang mulia baik baik saja, dan terdapat calon penerus kekaisaran hongly di rahim yang mulia permaisuri quen. hufhh... "
tabib zi menjawan dengan kalimat yang begitu cepat, bagai takut ucapan nya kembali di potong dengan kata kata dan pertanyaan yang tak berfaedah.
Hening... Didalam ruangan yang begitu mewah dan megah itu bagai tak berpenghuni. Bahkan suara tarikan nafas pun tak terdengar. Tabib zi yang tadi sedikit tertunduk segera mengangkat kepala nya dengan ragu ragu.
"Apaaaaaaaaa...
__ADS_1
Teriakan kompak dari orang yang berada di dalam ruangan itu kembali memancing kehadiran orang orang yang berada di sekitar nya.
para pelayan dan pengawal yang berjaga di depan kediaman megah sang kaisar ikut berbondong bondong masuk.
Istana macam apalah ini, bahkan kediaman sang kaisar begitu penuh akan manusia manusia yang minin pengetahuan akan di larang masuk tampa mendapatkan izin. Ya sallam..
Tabib zi sedikit mengusap dada nya akibat teriakan yang begitu memekak kan telinga tua nya.
"Coba ulangi lagi? "
Ucap quen seraya menyandar kan tubuh nta ke sisi kepala tempat tidur yang sampai kini belum dia sadari dimana tempat nya enak enakan berkuasa.
kaisar malai ziyu bahkan mengorek ngorek kuping nya yang sudah sangat bersih, agar pendengaran nya tidak bermasalah.
"Anda sedang mengandung calon penerus yang mulia kaisar hongly , yang mulia permaisuri quen. "
Ucap tabib zi dengan sengaja memperjelas setiap kata yang dia ucap kan.
Mata quen melotot sempurna dengan berita yang baru di terima nya. Entah tanggapan yang seperti apa yang harus dia lakukan saat ini.
Hamil, bearti sebentar lagi perut datar nya akan membuncit, lalu kemudian melahir kan sesosok mungil yang terbanyang atau sekedar memikirkan nya saja dia tidak penah. Dan kini hamil kata nya.
"Oh.. my god, it's crazy. "
quen berteriak di dalam hati nya dengan kepala menggeleng tak percaya. kini pandangan nya mulai gelap dan kembali tak sadar kan diri.
Kaisar yang tadi membatu karena juga merasa bingung, akhir nya sadar saat tubuh sang permaisuri mulai terjatuh dari sandaran nya.
Dengan cepat di rengkuh nya tubuh wanita yang kini semakin dia cintai itu kedalam dekapan nya.
suara suara gumanan gumanan kecil mulai terdengar dari arah belakang.
Membuat panglima hualo zang ikut tersadar. Dan mendatar kan kembali raut wajah nya yang sempat ikut bahagia dengan berita yang baru dia dengar.
'' Kalian.. sedang apa kalian disini, segeralah keluar dan siap kan makan malam untuk semua penghuni istana. Beri tahu juru masak istana agar memasak makanan yang bergizi. "
ucap nya dengan raut wajah yang begitu penuh akan ancaman.
Para pengawal dan pelayan segera tunggang langgang berebutan untuk segera keluar, mereka bukan merasa terancam akan kalimat yang di ucap kan oleh panglima muda itu, tapi lebih kerasa bahagia karna istana megah itu akan kedatangan bayi yang akan menjadi pilar selanjutnya di kekaisaran hongly.
Sedang kan xio, gadis itu kini bersimpuh dengan air mata yang mengalir di wajah manis nan imut nya.
" Yuxi... kini yang mulia putri akan melahirkan seorang bayi yang tentu nya akan mendapatkan kasih sayang yang melimpah dari semua orang. Andai kau berada disini, kita akan turut meraya kan nya. "
xio berguman di dalam hati dengan senyuman di bibir mungil nya.
.
. bersambung.
note: hay all, makasi karna uda setia menunggu lanjutan cerita nya.
__ADS_1
Maaf karna menghilang untuk beberapa hari, anak author lagi sakit. Bibir nya pecah pas jatuh lagi main main ma teman nya. Jadi gak bisa makan, minum aja gak bisa karna jadi sariawan. kebayang kan ya, tiga hari author gak bisa tidur dengan bener, karna anak rewel. Tapi alhamdulillah sekarang udah sembuh dan bisa beraktifitas kembali.
Buat kalian, jangan lupa dukungan nya. tinggalkan jejak dengan cara vote, like dan coment. makasi.