
.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Cahaya keemasan mulai memperlihat kan kilauan pesona nya dari balik daun daun rimbun di pinggir kediaman milik Quen.Sedang kan sang penghuni ,belum memiliki tanda tanda akan mengakhiri mimpi indah mereka.
Enam orang pelayan,termasuk kepala pelayan shio menerobos masuk.Padahal sudah berusaha di cegah oleh Xio.
Kini tampak lah pemandangan langka,dimana kini ada dua orang sosok wanita terlelap di atas peraduan.
Merasa ada yang sedang mengamati,Serena yang punya kepekaan tinggi langsung terbangun dan menduduk kan tubuh nya dengan cepat.di putar kan kepala nya untuk menoleh,siapa yang telah dengan lancang berani mengganggu waktu istirahat kedua gadis dari masa depan itu.
Serena terus memindai orang orang yang berada dihadapan nya dengan lekat.karena merasa lancang,kepala pelayan shio langsung membungkukkan tubuh nya untuk memberi hormat,sambil mencerna apa yang terjadi dengan dua orang berbeda kepribadian tersebut.
" Apa yang membuat kalian berkumpul disini ?"tanya serena dengan wajah datar.
" Maaf kan kami selir Erenan,kami berada ditempat seharus nya kami berada."
Jawab kepala pelayan Shio,yang seakan memberi tahu.Bahwa Serena lah yang berada ditempat yang salah.
" Kau sedang mencurigai ku,atau sedang mencari sesuatu tentang keberadaan ku..?"
Tanya Serena mulai turun dari tempat tidur nya.
para pelayan merasa kaget dengan jawaban ketus tak bersahabat milik selir Erenan.Tidak biasa nya wanita ini menjawab dengan kasar,kemana gaya bicara dan sifat lemah lembut nya,pikir mereka semua.
kepala pelayan Shio tersenyum sinis memandang selir Erenan yang sudah diganti oleh serena dari masa depan.
"jangan sombong yang mulia selir Erenan.apakah terlalu tak di inginkan diri mu,kau sampai menginap di kediaman orang yang tak dianggap lain nya."
Quen yang merasa terganggu segera bangun dari tidur nya.Tampak Serena dengan wajahnya yang tidak bersahabat dan mata yang melotot tajam.Di arah kan pandangan nya kepada penyebab kemarahan sahabat karib nya itu.
" Hah..dia lagi,,aku terlalu baik membiarkan mulut nya untuk bisa terus terbuka."
Guman Queen saat sudah tahu siapa dalang dari kecut nya wajah sang sahabat.
__ADS_1
" Kenapa kalian datang mengganggu waktu istirahat kami ?"
Tanya Quen ,untuk mencegah keganasan Serena.sedang kan Xio hanya menunduk di ujung ruangan.
" ampun yang mulia permaisuri,Kami hanya menjalankan tugas kami.Matahari sudah mulai meninggi,sedang kan permaisuri kekaisaran hongly masih bergelut dengan kain sutra.
"ujar kepala pelayan Shio, dari nada bicara nya.. wanita itu tampak berusaha menjatuh kan dua orang sekaligus.
" ih heran..tu mulut lemes amat,muka kayak cor coran kloset aja belagu."
mata Queen mendelik dengan ucapan sahabat nya itu.Memang sifat Serena yang blablakan tidak akan memikirkan kosenkuensi apa yang akan didapat dari mulut nya itu.
"kalian pergi lah.."
putus Queen yang sudah merasa pusing.
Dengan sedikit membungkuk,keenam pelayan yang diketuai oleh kepala pelayan Shio pamit untuk keluar ruangan.Sebelum benar benar keluar,Serena melihat sekilas senyum sinis dari gadis yang tadi berani berdebat dengan nya.
Pintu segera ditutup dari luar oleh pengawal..Quen menghampiri serena dengan langkah gontai nya.
ujar Serena sambil membuang pandangan nya kearah luar kediaman.
Queen menghela nafas mendengar ucapan nyelekit yang di muntah kan Serena.
"Hah..jika kau tidak muncul secara tiba tiba tadi malam.mungkin aku sudah menghabisi nya."
umpat Quen dengan wajah nya yang merengut kesal.
"ku rasa ada yang tidak beres dengan..."
sebelum Serena menyelesaikan ucapan nya,seseorang sudah menerobos terlebih dahulu kedalam ruangan.
Dua orang pelayan tergesa gesa mengikutinya dari belakang.
"Wah..sebuah kejutan,seseorang bisa berada disini.apakah untuk memastikan sesuatu ?"
Tanya Queen dengan sedikit mengangkat sebelah alis nya.
__ADS_1
"Jangan terlalu berbasa basi,,kehadiran ku disini hanya untuk memeriksa apakah selir Erenan berada disini."jawab nya ketus.
Serena memicingkan mata nya untuk memastikan siapa yang mencari tubuh yang dipakai nya sekarang.Namun dia sangat sulit untuk mengingat.
"Dia selir Gong Zu,saingan mu..""
ujar quen seakan tahu akan kebingungan di wajah Serena.
Ada rasa yang ganjal dihati selir Gong Zu, ketika melihat pemandangan dihadapan nya.selir suami nya itu seakan sedang memindai seluruh tubuh nya.
" Dia hilang ingatan..saat tercebur didanau."
sambung Queen lagi,dan kali ini untuk menjawab ketegangan diwajah selir Gong Zu.
"Hilang ingatan ?"ulang selir Gong Zu untuk memastikan.Dan Queen mengangguk kan kepala sebagai jawaban.
"Kenapa tidak mati saja."jawab wanita itu lagi dengan sinis.
Serena tergelak saat mendengar ucapan wanita dengan dandanan menor dihadapan nya itu.
"Quen...orang orang yang berada disini sangat menarik.aku merasa tidak sabar untuk melihat lebih jauh."
Semua orang disana kembali kaget dengan panggilan tampa embel embel permaisuri dari bibir selir pangeran malai Kettu tersebut.Satu kata untuk mengambar kan nya.Terlalu berani atau lebih kearah tidak waras.
Sedang kan Queen masih dengan mode malas tak bergairah.""Berikan dia sedikit ucapan perkenalan Seren,oppss selir Erenan.."
Quen mengubah kalimat nya sambil terkekeh.
""owh...baik lah,dengan senang hati..."jawab Serena..
.
.
.bersambung..
note:Maaf all,Authot agak sedikit kurang fokus beberapa hari ini untuk nulis.jadi harap maklum ya,kalau alur nya agak berantakan.makasi untuk semua dukungan nya..
__ADS_1