Dari Nona Muda Menjadi Putri Sempurna

Dari Nona Muda Menjadi Putri Sempurna
bab 200


__ADS_3

.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Putra mahkota..


" Tuan putri..


" Pangeran..


Para dayang pribadi berlalu lalang di sepanjang jalan di dalam kediaman istana Hongly, mencari putra dan putri dari penguasa kekaisaran Hongly yang selalu membuat keributan.



"Putra mahkota Quazy.. Bagaimana jika ibunda permaisuri dan mommy ku mengetahui kita berada disini? "


"Tidak akan ada yang mengetahui kita berada disini, jika kau berhenti berbicara..Pangeran Quafeng. "


Seorang anak laki laki yang di panggil dengan sebutan putra mahkota menjawab dengan mata nya yang melotot tajam.


"Diam lah... kalian berisik sekali. "


Seorang anak perempuan ikut menimpali dengan wajah datar nya.


Mereka adalah putra putri dari pasangan kaisar Malai Ziyu dan Quen, pangeran Malai Kettu dan Serena. Kini 5 tahun telah berlalu, istana megah itu selalu di hiasi dengan kenakalan ketiga nya yang membuat seisi istana menjadi kocar kacir karena ulah mereka yang sering menghilang dari pantauan para dayang.


Putra mahkota Malai Quazy dikenal dengan dua kepribadian yang dia miliki, ramah jika berada didalam istana bersama orang orang yang dia kenal dan dia sayangi ,namun akan berubah dingin jika berada disekitar orang orang baru.


Putri mahkota Quasella Malai Ziyu, gadis yang tumbuh dengan wajah nya yang sangat cantik seperti Quen ibunda nya. Namun sayang, putri kaisar Malai Ziyu itu mewarisi kedinginan sifat ayahanda nya dan menampilkan wajah datar nya setiap saat, sehingga membuat semua orang bingung jika menghadapi nya.


Pangeran Malai Quafeng, putra dari pasangan pangeran Malai kettu dan Serena itu memiliki sifat penyayang, sedikit jahil, dan selalu memiliki ide untuk membuat semua orang tertawa senang. Di tambah dengan kegesrekan kedua orang tua nya, jadilah keluarga kecil itu bagai drama yang tidak pernah habis nya di dalam istana.


"Pangeran Feng Qu... "


Teriak seorang wanita cantik yang menggunakan gaun berwarna biru langit berjalan dengan sebuah kayu di tangan , di ikuti para dayang yang mengasuh ketiga nya.


"Putra mahkota Qua Zyzy, putri Asella.. "


Suara serena melengking seperti biasa, memenuhi seluruh jalanan di belakang istana.


"Ibunda... "


Ketiga nya saling berpandangan, sambil menoleh kesana kemari untuk mencari asal dari suara itu berada.


Sudah terbayangkan oleh mereka, jika wanita cantik itu akan membawa sebuah hadiah untuk ketiga nya seperti biasa.


"Aku sudah mengatakan, jika pergi bersama kalian akan membuat ku susah. "


Putri Quasella melototkan sedikit mata nya, lalu meloncat dengan cepat dari atas tembok pembatas istana.


Putra mahkota Quazy menatap kearah di mana saudari nya itu telah berdiri tegak dan mendongak kan kepala nya.


"Kau akan kemana adik? "


Tanya putra mahkota Malai Quazy .

__ADS_1


Putri Quasella mendengus, dan memalingkan wajah nya.


"Aku mau pergi keruang baca, menemani kalian akan membuat ku mendapatkan masalah seperti biasa. "


Gadis berumur lima tahun itu dengan cepat berjalan dan meninggalkan kedua saudara laki laki nya yang berada di atas tembok.


"Kenapa dia selalu memasang wajah marah..? "


Tanya pangeran Quafeng heran.


Putra mahkota Quazy menaikkan kedua bahu nya, lalu ikut turun.


"Jangan pikir kan dia, mari kita pergi menemui paman Wang. "


Pangeran Quafeng melompat dengan lincah dan cepat, sungguh.. ketiga nya bibit bibit luar biasa yang lahir dari pasangan yang juga kekuatan nya tidak bisa di abaikan.


"Putra mahkota, putri Asella, Feng er.. Cepat, temui momy segera.. "


Suara nyaring milik istri pangeran Malai Kettu itu kembali menggelegar, membuat kedua anak laki laki yang menjadi biang masalah makin menambahkan kecepatan kaki mereka untuk berlari.


Happp...


Seseorang melesat dan melompat dari atas atap bangunan istana dengan cepat, dan memblokir pergerakan kedua anak laki laki dengan wajah tampan tersebut.


"I... ibunda.. per.. permaisuri. "


Kedua nya tergagap lalu jatuh berlutut.


Seorang wanita dengan penampilan yang selalu memukau, berdiri tegak menatap teduh kearah dua anak laki laki yang kini menunduk kan wajah mereka.


Quen tersenyum lembut, dan membelai surai kedua nya.


Putra mahkota Malai Quazy dan pangeran Malai Quafeng tersenyum lebar sambil memenggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.


"Ibunda yakin.. kalian membuat ulah seperti biasa, kalau tidak... mana mungkin serena terlihat sangat kesal. "


Quen makin membuat suasana begitu mencekam bagi kedua nya, di tambah dari kejauhan terlihat serena yang berjalan semakin mendekat.


"Akhir nya.. kedua anak nakal ini bisa di temukan juga. "


ucap serena sambil mengacung kan kayu di tangan nya.


Dengan cepat Putra mahkota Malai Quazy dan pangeran Malai Quafeng bangun dan bersembunyi di belakang tubuh permaisuri quen. Mencari pelindung seperti biasa nya.


"Ah.. kalian selalu meminta bantuan bukan, kali ini mommy tidak akan mengampun kan kalian berdua. "


Serena makin mempercepat kan langkah kaki nya.


Quen yang bersusah payah, karena kedua anak laki laki itu memeluk erat pinggang nya. membuat nya kesusahan bergerak.


"Seren.. sudah lah, mereka hanya anak kecil yang belum mengerti apa apa. "


Putra mahkota Quazy dan pangeran Quafeng tersenyum lebar, saat mereka kembali mendapat pembelaan.


"Jangan bela mereka Quen, kau tidak tahu. Jika hari ini, kedua anak tampan kita ini telah membuat kacau dengan mengambil makanan yang di siap kan koki istana. "


Jawab serena sambil berkacak pinggang.

__ADS_1


Quen melotot kan mata nya, dan secepat kilat memutar kan tubuh kearah kedua anak laki laki kesayangan istana dan rakyat kekaisaran hongly tersebut.


"Bukan hamba yang mulia ibunda permaisuri. "


Pangeran Quafeng segera memegang kedua telinga nya sambil membungkuk.


Putra mahkota Quazy segera menarik tangan pangeran Quafeng dan membesar kan bola mata nya.


"Dasar tidak setia, bukan kah menjahili paman koki itu ide mu pangeran Quafeng? "


Pangeran Quafeng menggeleng kan kepala nya.


"Kau juga bersalah, saat putri Asella menghentikan mu.. kau tetap melakukan nya. "


Quen mengangkat sebelah alis nya, dengan kedua tangan tersilang kebelakang.


"Putri Asella..!


Dimana putri Asella sekarang? "


Tanya Quen sambil menoleh kekiri dan kanan.


"Seperti biasa, anak dingin dan berwajah datar itu pasti pergi begitu saja . "


celetuk serena sambil tersenyum tipis.


Quen melototkan sedikit mata nya.


"Gitu gitu.. dia putri ku. "


Jawab Quen ketus.


"Yang mengatakan dia bukan putri mu itu siapa? Tapi, ucapan ku benar bukan. Putri mu itu terlalu berwajah sadis Quen, bahkan kini umur nya baru lima tahun. "


Balas serena lagi, memancing kekesalan permaisuri kaisar Malai Ziyu tersebut.


Dan benar saja, kedua nya kini saling berbalas argumen. Membuat pangeran dan putra mahkota hongly itu mempunyai kesempatan untuk kembali melarikan diri.


Seorang dayang pengasuh memberani kan diri untuk menghentikan perdebatan kedua nya.


"Ampun yang mulia, putra mahkota Quazy dan pangeran Quafeng sudah pergi. "


ucap nya sopan dengan tubuh membungkuk.


Quen dan Serena segera terdiam, dan saling berpandangan sebelum mengeluarkan teriakan mereka.


"Zy er..... Feng er... "


.


. bersambung


note:


Hay hay para kesayangan author, mon maap author baru bisa menulis kembali. Karena seperti tradisi setiap tahun, saat menyambut bulan suci ramadhan author pasti di sibukkan dengan acara-acara mendoa. Jadi nggak punya kesempatan untuk menulis sayang. Ditambah sekarang author juga uda pulang kampung, otomatis sinyal nya ya allah.. Bikin darah tinggi..


Jadi, author harap semua nya memaklumi yah.

__ADS_1


Oh ya.. Author mengucap kan minal aidil walfaidzin,. mohon maaf lahir dan batin.


Selamat menunaikan ibadah puasa bagi umat muslim, semoga ramadhan kali ini di limpahi keberkahan. Amin..


__ADS_2