Dari Nona Muda Menjadi Putri Sempurna

Dari Nona Muda Menjadi Putri Sempurna
bab 115


__ADS_3

.


.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ibu suri yi hua yang telah mendapat kan kabar, jika selir utama dari pangeran malai kettu di serang oleh orang tak di kenal hanya memasang wajah datar nya. Hingga matahari sudah makin menanjak ,meninggal kan pagi menjadi siang wanita paruh baya itu hanya duduk di gazebo di tengah tengah taman indah milik nya sambil menyesap teh.


Seorang pengawal penjaga berlari tergesa gesa lalu memberi hormat.


""Salam ku pada yang mulia ibu suri semoga panjang umur. "Ucap nya dengan nafas yang memburu, entah karena hal apa.


Ibu suri yi hua hanya melirik sebentar lalu kembali menyesap teh nya dengan anggun. ""berita apa yang membuat kau berani mengganggu ketenangan ku. "Tanya nya dengan suara datar.Terkesan jika dia adalah orang yang tak suka membuang waktu untuk berbasa basi.


""Ampun yang mulia, di luar kediaman merak..mentri pertahanan mengamuk ingin diberikan izin untuk masuk""jawab pegawal itu dengan kepala tertunduk.

__ADS_1


Ibu suri mendengus kasar saat mendengar kalimat dari bawahannya. ""Biar kan dia masuk dan menemui ku disini. selain itu, kediaman milik ku harus dijaga dengan ketat. ""ujar nya sambil kembali duduk dengan santai nya.


Pengawal itu hanya mengangguk cepat dan kembali ke tempat nya bertugas,disana mentri dong zu masih mengamuk. ""ibu suri yi hua menunggu anda di taman samping parviliun merak. "ujar nya menyampaikan pesan.


mentri dong zu mendengus sambil mengibas ngibaskan pakaian nya, tampak nafas nya tidak beraturan dengan emosi memuncak. Tampa membalas ucapan pengawal kediaman wanita penguasa itu, di seret dengan cepat kaki jenjang nya menuju arah untuk ketempat ibu suri yi hua.


""yi hua... bagaimana ini bisa terjadi.? "pekik nya dengan suara menggelegar ketika sudah saling berhadapan dengan wanita paruh baya itu.


Ibu suri yi hua hanya menghela nafas pelan sebelum mengangkat bibir nya untuk bicara. '"Tunjuk kan sopan santun mu mentri pertahanan gong zu. "


""jika kebodohan putri mu sendiri yang membuat nya celaka, kenapa kau harus menyalahkan aku? "saut ibu suri yi hua masih tetap tenang.


rahang mentri dong zu mengeras dengan tangan yang mengepal. ""Kau menawar kan keamanan, kenyamanan dan tahta permaisuri untuk putri ku. Jangan lupa akan itu, kau masih menjadi seorang ibu suri itu tak lepas dari bantuan keluarga ku. jadi jangan menyombongkan diri yang mulia.. "sarkas mentri dong zu dengan emosi yang makin memuncak.


Ibu suri yi hua terkekeh pelan, ketara jika bibir sexy itu mengejek kebodohan pria paruh baya dihadapannya. ""ya dewa dong zu, aku harap kau tak mempermalukan diri mu sendiri. ck ck ck, jika kau berfikir akan hal itu kau salah besar. Di sini aku adalah raja di permainan catur perang, dan kau hanyalah bidak kuda yang ku persiapkan untuk melumpuh kan setiap musuh dengan cepat. aku menempati tahta kekuasaan ku dan kau hanya akan tetap menjadi bidak. ""ujar nya sembari menyesap teh hijau yang selalu di isi jika habis.


Di lirik nya wajah mentri dong zu yang semakin memerah dengan gigi saling beradu. ""kau tau.. jika putri mu yang bodoh itu telah membuat keributan di istana ini. Dua kali ingin melenyap kan selir erenan dengan cara kekanakan, aku yakin kau juga mendukung nya. "Di jeda sebentar ucapan nya dengan senyum yang terus mengembang. ""apakah kau tidak tau, kebodohan putri mu yang adalah didikan yang tidak tepat bisa menghancurkan semua bidak yang telah ku susun. aku tidak sebodoh itu untuk membiarkan nya terjadi. Jika salah satu bidak yang gugur, anggap itu sebagai pengorbanan. "sambung nya lagi.

__ADS_1


""Kau... kau wanita iblis, ku pastikan kau akan menerima ganjaran nya. kau menghianati aku sebagai orang yang telah lama mendukung mu. aku tidak segan segan akan.. "ucapan mentri dong zu terputus saat beberapa orang pengawal penjaga masuk dan memaksa nya keluar dari halaman parviliun merak.


""Aku akan membalas mu.. "pekik nya sebelum pergi.


Raut wajah tenang yang di tunjuk kan ibu suri yi hua ketika berhadapan dengan mentri pertahanan dong zu lenyap seketika bersama punggung mentri dong zu yang telah menghilang. ""hanna... "ujar nya datar.


Orang kepercayaan nya itu mendekat lalu membungkukkan tubuh nya. ""hamba yang mulia.. "


""Beres kan secepat nya kekacauan ini, aku akan mengunjungi putri bodoh mentri dong zu untuk memberi ucapan simpati. " ucap nya sambil berdiri dan melangkah pergi.


para pelayan segera mengekor dibelakang wanita paruh baya dengan wajah yang selalu terlihat tenang dalam menghadapi semua hal.


"""Sungguh merepot kan. "batinnya.


.


.bersambung

__ADS_1


__ADS_2