Dari Nona Muda Menjadi Putri Sempurna

Dari Nona Muda Menjadi Putri Sempurna
bab 203


__ADS_3

.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pangeran Malai Kettu hanya diam mematung di kursi di kediaman nya, dengan mata penuh rasa tak percaya akan apa yang terjadi di hadapan nya itu.


"Anak kesayangan mommy...


ah.. kau sekarang sudah besar, dan kalian akan segera pergi untuk kesekolah. "


Kata kata itu hampir terdengar dari sejak diri nya memberi tahu maksud untuk mengantar para penerus tahta itu pergi menuntut ilmu.


"Ah... mommy bahkan sangat terharu sayang.. "


kini suara Serena kembali terdengar.


"Ibunda, pangeran ini tidak mau kemana pun. "


rengek pangeran Quafeng dengan wajah sedih.


Serena menampung kedua pipi putra tampan nya dengan telapak tangan.


"Hei.. pangeran nya momy, kau anak hebat bukan? "


tanya Serena dengan tatapan lembut, pangeran Quafeng lalu membalas nya dengan anggukan. "Kalau begitu, pangeran nya momy harus kuat dan pintar. Karena di masa depan, seorang putri akan mengingin kan seorang kesatria untuk menemani nya. Kau mengerti sayang ku? "


ulang Serena lagi.


Pangeran Quafeng kembali mengangguk kan kepala nya.


"Tenanglah, saudara mu ada di sisi diri mu. Putra mahkota Quazy pasti akan menemani setiap hari mu yang sulit. "


"Iya.. ibunda. pangeran ini akan melakukan nya."


jawab pangeran Quafeng lemah.


"Anak pintar.. cup.. cup.. "


Serena mengecup kedua pipi yang kini berubah kemerahan itu.


"Hahahaha.. ibunda, anda mempermalukakan pangeran ini. "


pangeran Quafeng terus berusaha menghindar, sedang kan Serena melakukan nya tampa jeda.


Setelah lelah, sepasang ibu dan anak itu langsung masuk kedalam ruang pribadi milik pangeran Malai Kettu, meninggalkan sang empu yang masih terdiam di tempat.


🎋🎋🎋🎋

__ADS_1


Sementara itu, dikediaman Naga milik kaisar malai ziyu. empat orang dengan kepribadian berbeda itu tengah duduk di kursi besar di tengah tengah ruangan. Tampa ada seorang pun yang memulai untuk berbicara terlebih dahulu.


"Hemp.. apakah kita akan terus berdiam diri tampa melakukan apapun? "


Quen membuka pembicaraan dan menatap ketiga mahluk di hadapan nya.


Putri dengan wajah datar itu hanya menatap wajah wanita yang merupakan nyawa di kehidupan nya.


Sedangan putra mahkota Quazy tersenyum dengan sangat lebar, lalu bangun dari duduk nya dan berpindah ketempat dimana ibunda nya berada.


"Seperti nya ibunda memiliki sesuatu yang penting untuk kami ketahui. "


ujar putra mahkota Quazy lembut.


Kaisar Malai ziyu kemudian menyesap teh hitam milik nya, lalu meletakkan dengan pelan cangkir teh itu kembali.


"Bersiap lah putra mahkota, kamu akan segera pergi ke sekolah khusus bersama pangeran Malai Quafeng untuk menuntut ilmu kecerdasan, strategi dan ilmu ketangkasan. "


jelas kaisar Malai Ziyu tegas tampa ada yang di tutupi.


Pegangan tangan putra mahkota Quazy terlepas pelahan dari sisi ibunda nya.


Wajah nya yang tadi dihiasi dengan senyuman seketika memudar seiring dengan pernyataan yang dimuntahkan oleh ayahandanya itu.


Quen mengelus pelan tangan putra nya, berniat untuk menenangkan wajah tegang yang di tampilkan oleh putra mahkota kecil itu.


Namun, hal yang terjadi selanjut nya ternyata di luar dugaan Quen dan kaisar Malai Ziyu.


ucap nya dengan bangga.


Mata Quen membulat lalu menarik pelan tangan putra nya itu.


"Apakah putra kecil ibunda tidak sedih meninggal kan ibunda disini? "


tanya Quen dengan wajah sendu yang sengaja dia tunjukkan.


"Ibu permaisuri,,putra mahkota ini sudah dewasa. Dan putra mahkota ini akan segera membuat ibunda permaisuri bangga dimasa depan. "


jelas nya berusaha membuat wanita cantik itu agar tenang dan tidak merasa khawatir.


Kaisar Malai Ziyu tersenyum tipis, menampak kan wajah penuh kebanggaan atas putra nya. Kemudian menoleh kearah putri mahkota Quesella yang diam tak bergeming. Di dalam hati nya terkadang ikut merasakan betapa dingin dan datar nya wajah putri kecil yang sangat dia cintai.


"Putri mahkota, tidak kah kamu ingin menyampai kan sesuatu untuk saudara mu putra mahkota Quazy? "


tanya nya penasaran.


Putri mahkota Quesella menatap ayahandanya, ibunda dan saudara nya itu secara bergantian, kemudian mengangkat bibir mungil nya yang selalu memuntah kan bisa saat berbicara.


"Putri ini akan menantang putra mahkota Quazy adu ketangkasan saat nanti kembali dari Perguruan. "

__ADS_1


Putri berwajah datar itu kemudian bangun dari duduk nya, kemudian sedikit membungkuk untuk memberi penghormatan, lalu melangkah mundur dan segera pergi dari ruang utama kediaman Naga.


Kepergian putri mahkota Quesella menyisakan wajah wajah yang tampak bergelut dengan pikiran mereka masing masing.


"Dasar wanita aneh dan kejam. ''


keluh putra mahkota Quazy tampa sengaja.


Hal itu menyadar kan Quen dan kaisar Malai ziyu dari lamunan mereka sendiri.


" Hemm.. Putra mahkota ini mohon izin untuk kembali kekediaman yang mulia. "


ucap putra mahkota Quazy lalu membungkuk kan tubuh nya.


"Baik lah.. istirahat lah dengan cukup, agar besok kau terbangun dengan tenaga yang sempurna untuk melewati perjalanan panjang. "


Quen mengelus surai yang kini mulai memanjang itu dengan penuh kasih sayang, seharus nya dia juga melakukan itu untuk Putri kecil nya. Namun, gadis kecil itu begitu datar dengan ekspresi nya yang sedikit dingin.


Putra mahkota Quazy segera berjalan mundur, kemudian menghilang setelah keluar dari pintu ruangan utama diikuti oleh para pengawal pribadi nya.


"Apakah aku salah memakan sesuatu saat sedangan mengandung mereka berdua? "


tanya Quen pelan, namun tidak jelas di tujukan kepada siapa pertanyaan yang dia ucap kan.


Kaisar Malai ziyu berdehem pelan, kemudian tersenyum tipis. Bagaimana pun dia sangat mengingat semua tingkah laku permaisuri nya itu saat mengandung sepasang mahluk berlainan karakter itu.


"Kenapa kau tersenyum seperti itu? "


Selidik Quen penuh curiga.


"Kau menertawa kan aku? "


tanya nya lagi.


Kaisar malai ziyu tidak bisa menyembunyi kan senyuman nya, dan itu membuat wajah Quen semakin merah membara.


"Tidur lah di luar, aku menghukum mu untuk itu. "


Wajah kaisar Malai Ziyu berubah kecut, tampa bisa diri nya memulai untuk melakukan pembelaan, suara dentuman pintu ruangan pribadi milik nya tertutup dengan sangat keras.


.


.


bersambung


note:


hy kesayangan author, jangan lupa untuk membaca karya terbaru dari author yang berjudul " permaisuri idaman milik kaisar"

__ADS_1


Itu akan menjadi lanjutan dari karya autor yang ini yah. kedua nya akan berkaitan nanti nya, author tunggu kehadiran nya di karya author yang baru yah. Terima kasih🥰


__ADS_2