Dari Nona Muda Menjadi Putri Sempurna

Dari Nona Muda Menjadi Putri Sempurna
bab 204


__ADS_3

.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Cahaya matahari pagi bersinar dengan begitu gagah di atas langit berwarna biru. Seolah memberkati seluruh istana kekaisaran hongly yang sedang melepaskan kepergian kedua pilar pemberani.


Air mata Quen dan serena seakan menetes tampa bisa di cegah, dua wanita masa depan itu merasa enggan untuk membiarkan putra putra mereka yang bagi mereka sangat kecil pergi ketempat yang entah seperti apa.


"Apa apaan ini Quen, di tempat kita berasal. Bahkan para orang tua mengantar dan menungguin anak mereka saat masuk ke play grup, sekarang kita bahkan hanya bisa melambaikan tangan. "


Mata Serena yang sembab terus menatap kearah kereta kuda yang semakin bergerak menjauh.


Quen yang juga tak ingin berpaling hanya bisa diam tampa ingin membenarkan ucapan sahabat nya itu.


"Quen... kau tidak dengar apa yang aku kata kan? "


pekik Serena dengan wajah kesal.


Quen menoleh sebentar, lalu kembali menatap lurus.


"Diam lah, kita akan berbicara setelah ini. "


Ucap Quen tampa mengubah pandangan nya.


Bayangan rombongan yang mengantar kepergian putra mahkota Malai Quazy dan Pangeran Malai Quafeng mulai makin menjauh dan menghilang perlahan.


Air mata Quen dan Serena meleleh tampa di pinta, dengan cepat kedua nya menghapus air mata yang tersisa.


"Ibunda.. "


Quen menoleh kearah suara yang baru memanggil nya, suara itu datang dari putri cantik yang biasa nya bersikap dingin.


"Iya sayang. "


jawab Quen lembut sambil membungkuk kan sedikit tubuh nya.


"Apa putra mahkota akan baik baik saja? "

__ADS_1


tanya nya kembali.


Quen tersenyum lembut, sekeras apapun putri nya. Dia tetap seorang saudari yang akan mengkhawatir kan saudara nya yang lain.


"Dia akan baik baik saja, pangeran Fengqu berada disamping nya bukan? ".


diusap nya lembut wajah yang terlihat sedih itu.


Putri mahkota Quesella mengangguk pelan, kemudian membungkuk kan tubuh nya.


" putri ini mohon undur diri terlebih dahulu ibunda permaisuri. "


Quen membalas nya dengan anggukan, membiarkan putri pendiam nya pergi bersama para pengasuh dan pengawal yang menjaga nya.


"Permaisuri.. aku akan pergi ke pengadilan kekaisaran bersama pangeran malai kettu, kalian kembali lah terlebih dahulu. "


Ucap kaisar Malai Ziyu dengan wajah nya yang datar.


Quen dan Serena lalu membukuk kan sedikit tubuh mereka tanda persetujuan.


Kaisar dan pangeran Malai Kettu segera bergegas pergi.


"Ada apa dengan raut wajah mereka Quen? "


Quen menghela nafas nya dengan berat.


"Sesuatu sedang terjadi, dan mengantar putra mahkota dan pangeran dengan cepat tentu saling berkaitan dengan apa yang sedang mereka sembunyikan. "


jawab Quen dengan segudang tanda tanya di pikiran nya.


Serena menatap tajam kearah lorong dimana kaisar Malai Ziyu dan suami nya menghilang.


"Apa pun itu, tentu ini akan membuat kita waspada Quen. kita sudah terlalu bersenang senang selama lima tahun terakhir. Sekarang masalah seperti nya kembali menemui kita. "


Ucap Serena dengan wajah sedikit berapi api.


Sudah lama sejak kejadian pembrontakan ibu suri Yi Hua, kekaisaran Hongly begitu di selimuti dengan ketenangan setiap saat. Tapi seperti sesuatu yang besar akan menunggu mereka di kemudian hari. karena tidak ada kehidupan yang selalu berjalan dengan mulus.


"Salam yang mulia... "

__ADS_1


Langkah kaki Quen dan Serena berhenti mendadak, suara ini cukup lama mereka sudah tidak mendengar nya.


Dengan cepat kedua nya membalik kan tubuh kearah sumber suara, tampak sosok yang masih begitu mempesona berdiri tegak di tengah tengah gerbang.


"Pangeran Malai Hian! "


pekik Quen dan Serena bersamaan, sedang kan para pelayan dan pengawal sudah membungkuk kan tubuh mereka sejak petama kali melihat kedatangan pangeran ketiga kekaisaran hongly.


Pangeran malai Hian terkekeh pelan, melihat ekspresi berlebihan kedua istri kakak nya yang tampak begitu terkejut.


Serena dan Quen segera berjalan mendekati, menelisik tubuh pangeran Malai Hian dengan intens.


"Setelah hampir lima tahun, dan kau baru ingat jalan menuju pulang pangeran ketiga? "


Kini mata Quen telah berkaca kaca, walau bagaimana pun pria dihadapan nya merupakan salah satu pilar kekaisaran hongly, kepergian pria berpangkat pangeran ketiga itu membuat lubang tersendiri bagi penghuni istana, terlepas dari apa yang telah terjadi di masa silam.


"Aku meminta pengampunan yang mulia permaisuri. "


Pangeran ketiga kembali membungkuk kan tubuh nya.


"Kamu harus di beri pelajaran, tega sekali kamu pangeran ketiga meninggal kan kami dan keponakan keponakan mu. "


Tampa sungkan Serena dengan cepat menarik telinga pangeran ketiga, dan itu membuat rahang semua orang jatuh.


"Ahh. ampun kan aku kakak ipar. "


pangeran malai Hian meringis kesakitan, dan dengan terpaksa mengikuti langkah kaki serena yang terus menyeret nya paksa.


Quen hanya bisa tersenyum sambil menggeleng kan kepala, bagaimana pun kembali nya pangeran ketiga kekaisaran honly itu membuat semua pilar kekaisaran menjadi utuh.


"Semoga, perbatasan selatan membuat mu lebih dewasa pangeran ketiga.. Dan kau akan segera mendapat kan teman sejati mu kelak . "


Quen mengekor di belakang kedua orang yang terus menuangkan rasa rindu dengan cara mereka sendiri.


Para pelayan dan pengawal milik permaisuri Quen dan serena segera mengikuti ketiga nya dengan senyuman di wajah masing masing.


"**Perselisihan, permusuhan, salah paham, dan ketegangan, semua nya akan kalah dengan sebuah perasaan yang bernama Cinta.


Saat semua orang kehilangan kepercayaan di dalam hati, cinta akan datang dan menunjukkan jalan untuk meraih kebahagiaan.

__ADS_1


Terus lah berharap,berusaha dan berdamai dengan diri sendiri. karena hidup bukan hanya tentang ego dan ambisi, ada sesuatu yang indah yang suatu saat akan menanti kemana kita akan melangkah. percaya, percaya dan percaya. karena setiap orang yang percaya dan berusaha akan mendapat kan apa yang ingin diri nya raih. "


\_Selesai**\_


__ADS_2