
.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bunyi dentingan pedang yang saling beradu tampa henti begitu memekak kan telinga.
para prajurit milik pangeran han tian terus berdatangan entah dari mana. membuat quen, serena dan xio merasa kewalahan.
Serena dengan cepat mengambil sesuatu dari sebuah buntalan kain kecil seperti kantung yang di gantungkan di samping pinggang nya yang ramping. Lalu melemparkan sesuatu berupa serbuk kearah para prajurit.
"" uhhuk.. uhukk. uhukk.. "
.
para prajurit mulai merasakan tenggorokan mereka yang tiba tiba kering seakan lama tidak meminum air.
"" sialan..ini racun.""
guman quen dengan cepat menarik tangan xio untuk segera menjauh dari serbuk berwarna kehijauan yang terlihat berterbangan di udara.
xio yang tersentak hanya mengikuti arah tarikan atasan nya itu dengan posisi melangkah mundur.
Sedangkan serena hanya menyeringai dan ikut menghindar dari tempat dimana para prajurit mulai tergeletak dan batuk batuk dengan memegang erat tenggorokan mereka masing masing.
pangeran kedua han tian dan pangeran ketiga sifan xi juga segera berlari mundur saat melihat serena melempar kan sesuatu dari genggamannya ke udara, mereka menyadari apapun itu pasti tidak akan baik.
"" siapa orang orang ini, kenapa mereka sangat berbahaya meski hanya bertiga. ku yakin jika dua orang yang memakai cadar juga seorang wanita. ""
ujar pangeran ketiga sifan xi kepada pangeran kedua di sebelah nya dengan menutup hidung menggunakan lengan nya.
pangeran kedua han tian menatap lekat tiga orang berpakaian hitam itu dengan tatapan mengerikan.
"" aku akan menghabisi mereka karena menghalangi langkah ku. ""
Sambil menyeka luka di bibir nya yang perih akibat tendangan dari salah satu orang yang memakai cadar.
pangeran sifan xi menoleh kearah pangeran kedua dan kembali menatap lurus kearah para prajurit yang sudah terkapar dengan hidung dan telinga mengeluarkan darah.
'"mereka bukan orang yang bisa di kalah kan hanya dengan senjata. "Ucapan pangeran sifan xi bersamaan dengan menghilang nya tiga orang berpakaian ninja itu dari penglihatan mereka.
""" aaaahhhhhh....
pangeran han tian meraung marah saat fokus nya teralihkan akibat ucapan pangeran sifan xi yang membuat nya sedikit menoleh.
"" kemana mereka pergi..... kau membuat mereka menghilang..
uhhukk.. uhhuk.. ""
pangeran han tian kembali berteriak memuntahkan amarah nya.
__ADS_1
pangeran sifan xi menutup mata nya saat mendapatkan teriakan dari pangeran han tian. Setelah mendengar batuk dari saudara nya yang penuh ambisi itu, dengan cepat membuat nya membuka mata.
"" kau berdarah..?, hidung mu mengeluarkan darah pangeran kedua. '"ujar pangeran sifan xi sedikit khawatir.
pangeran han tian yang menyadari ada sesuatu yang mengalir dari hidung nya segera meraba atas bibir nya.
remang remang cahaya lampion menyinari ujung jari milik pangeran han tian yang tampak kemerahan.
"" Racun.... "" ucap pangeran han tian mulai merasakan kering di tenggorokan nya.
pangeran sifan xi segera memapah tubuh yang mulai tak berdaya itu keparviliun milik kaisar xuiren yang sekarang di kuasai oleh kedua nya.
"" a.. a.. a, mau kemana tampan? "
sapa seseorang yang datang entah dari mana.
"" kau... apa yang kau ingin kan.? "
tanya pangeran sifan xi dengan kedua tangan nya menahan berat tubuh pangeran han tian yang mulai tak bisa menopang kaki nya sendiri untuk berdiri dengan benar.
serena terkekeh pelan dengan gaya yang elegan.
"" membawa kan kalian sebuah kejutan. "
""menyingkirlah nona, kami tidak memiliki hubungan dengan bajingan kecil seperti anda.. "" pekik pangeran sifan xi mulai kembali terpancing emosi, di tambah beban yang berusaha dia topang.
"" ah.. kau sangat tidak asikk.. padahal aku masih ingin bersenang senang.
"" kenapa kau ganjen sekali seren, naikkan sedikit harga diri mu. jangan terlihat murahan... "" cibir orang yang kini melipatkan kedua tangan nya kedepan. Di ikuti satu orang lagi yang ikut terjun dari udara.
"" putri quen... "
guman pangeran sifan xi dan pangeran han tian bersamaan meskit dengan suarap tercekat.
quen membuka penutup wajah nya di ikuti xio, hingga memperlihatkan wajah cantik itu dan membuat kedua pria itu melototkan mata mereka.
"" merindukan pencabut nyawa mu pangeran? "" quen terkekeh dan itu berhasil membuat pangeran han tian dan pangeran sifan xi membulatkan mata mereka tak percaya.
"" Bajingan kecil... "
pekik pangeran sifan xi penuh amarah kearah gadis dihadapannya.
"" ahh.. jangan berteriak, kau terlalu membuang tenaga mu untuk itu ckckck.. "
quen berdecak kesal.
serena menyunggingkan senyum menyeram kan dari bibir nya.
"" kau harus melihat reaksi dari karya baru ku quen. ah... aku tidak sabar. '"
serena berteriak antusias dengan racun baru yang sempat dia ciptakan saat di istana hongly dan itu tampa sengaja menemukan tanaman beracun yang membuat jiwa ilmiah nya muncul.
__ADS_1
pangeran sifan xi merasa bingung dengan ucapan dari wanita yang tampak dekat dengan saudari dari putra mahkota xian itu. Namun amarah telah menguasai hati dan fikiran nya, tampa berfikir di tarik nya pedang yang tadi sempat di selit kan di tubuh pangeran han tian untuk berjaga jaga.
"" Brukk.. .
tubuh pangeran han tian terhempas begitu saja ketanah saat pangeran sifan xi berlari dan menyerang secara brutal kearah ketiga wanita di hadapan nya itu.
'""Trang....
suara pedang beradu membuat keheningan kembali terjadi.
pedang xio terlebih dahulu menangkis serangan milik pangeran ketiga kekaisaran han itu.
"" bugh...
satu tendangan berhasil bersarang di kaki kiri milik pangeran han tian. Namun pria itu kembalin menegak kan tubuhnya seraya melakukan gerakan pemanasan seperti mengejek lawan nya.
"" cuih... hanya seorang gadis pelayan dari seorang putri terbuang.. '"
pangeran sifan xi menghina xio dan membuang ludah nya kesamping.
quen dan serena hanya berdiri dengan melipat kedua tangan mereka tampa berniat membantu gadis polos itu yang tampak mengeraskan rahang nya.
"" ayo... keluar kan semua yang kau punya. "" quen berguman di dalam hati sambil menatap lekat gadis asisten nya itu.
xio berjalan pelan kesamping dengan langkah tenang sambil memutarkan pedang di tangan nya, di sambut dengan tatapan merendahkan dari pangeran sifan xi.
"" sangat tak berguna, seorang pelayan yang mencoba menjadi bagian dari keluarga kekaisaran. kau hanya akan tetap di anggap sebagai pelayan kami para penguasa. menjijikkan.. ""
pangeran sifan xi kembali memprovokasi gadis polos yang kini tampak sangat marah.
xio menolehkan kepala nya ke arah quen lalu berlutut. "" yang mulia, izin kan hamba hari ini yang hanya gadis pelayan yang mulia putri quen , untuk meneteskan darah keturunan kekaisaran di pedang ku. "
ucap xio meminta izin.
quen tersenyum tipis sambil melemparkan sebuah pedang kearah xio, dan ditangkap dengan sempurna oleh tangan mungil itu.
"" aku mengizinkan kau untuk segera melenyapkan nya. "" begitu arti dari tatapan quen kepada xio saat melemparkan pedang kesayangan nya.
""hiaaatt....
tampa aba aba, pangeran sifan xi menyerang dengan kekuatan penuh kearah xio.
"" Trang.....
pedang kedua nya beradu dengan posisi xio menahan serangan dari pedang pangeran sifan xi dengan posisi masih berlut.
'""cabut nyawa nya xio... you are my girl""pekik serena memberi semangat.
.
.
__ADS_1
. bersambung.