
.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari ini, seluruh kekaisaran hongly diselimuti duka. Terutama para penghuni istana megah, tampak raut raut wajah kacau di rundung akan kehilangan, kekecewaan, kesedihan dan amarah menyelimuti aura aura orang-orang disana.
Kaisar malai ziyu kini agak sedikit terobati, terlihat pria bergelar kaisar itu bisa mengontrol emosi nya. Berita kehamilan permaisuri nya itu, membuat seluruh istana berbahagia di tengah tengah kesedihan seluruh kekaisaran. Tentu kabar tersebut dengan cepat menyebar luas bak air yang mengalir.
Setelah do'a do'a di bacakan, serta bermacam tradisi kremasi di kerja kan. Kini bagian halaman luas di istana hongly di penuhi api yang membara. Membakar habis jasad jasad sang pangeran keempat dan para prajurit yang rela mengorban kan nyawa nya. Setidak nya, keluarga mereka bisa menangis dengan bangga. Bahwa anak mereka bisa di semayam kan bersama salah satu keluarga kekaisaran. Di hormati, dan di tempat kan di tempat yang layak dari pada para penghianat yang langsung di bakar bersama bangunan berdarah tampa belas kasih.
Serena dan quen berdiri di belakang kaisar malai ziyu, pangeran malai kettu dan pangeran malai hian. Mereka mengikuti ritual pengantaran dan penghormatan terakhir untuk pangeran malai huali dan para prajurit yang gugur. Sedang putra mahkota Lan si, jasad nya langsung di bawa kembali kekaisaran yu oleh para prajurit nya yang tersisa.
Dua gadis dari masa depan itu begitu hitmat mengikuti setiap ritual demi ritual yang di lakukan. Mereka juga merasakan setiap duka yang terjadi saat ini. Satu persatu masyarakat yang hadir mulai meninggalkan halaman kremasi dengan membawa abu masing-masing anggota keluarga mereka. Begitu juga pangeran malai hian, pria itu yang paling terpuruk di antara yang lain. penghianatan dari para orang orang yang dia cintai membuat nya begitu terluka.
" yang mulia, sudah saat nya kita kembali kekediaman phonix. Yang mulia harus segera beristirahat. "
xio yang berdiri di belakang quen dan serena memberani kan diri untuk mengajak atasan nya itu kembali. Mengingat kondisi quen yang sekarang sudah tidak berdiri sendiri, ada seorang bayi mungil yang sekarang berkembang di rahim nya.
Quen dan serena menoleh kearah xio. Gadis itu juga sama menyedihkan dengan yang lain. Terdapat goresan goresan mata pedang di beberapa bagian tubuh nya.
"Ya.. kita harus beristirahat. Aku juga merasa kurang enak badan. "
ucap serena sambil merapikan pakaian berwarna putih yang dia kenakan.
"Ya kau tampak pucat, apa kau berolahraga lagi? "
selidik quen dengan sebelah alis nya yang di angkat.
serena menghela nafas nya sejenak.
"kau tau.. aku bahkan tidak bisa tidur dengan nyenyak, bayi besar ku sedang dalam keadaan sedih. Jadi, aku menghiburnya sepanjang malam. " Serena menjawab ucapan sahabat nya itu dengan lirikan tajam kepunggung pangeran malai kettu.
Mulut quen terbuka lebar mendengar penuturan serena. Seketika otak nya jadi tidak bisa berfikir dengan baik.
"kalian melakukan nya sepanjang malam, kalian benar benar tidak mengingat keadaan. Ya dewa... "
Serena mengusap wajah quen dengan gemes.
__ADS_1
" Hei.. singkirkan pikiran jelek mu itu. Aku menghibur nya dengan cara menyemangati nya. kau tau, setelah mendengar berita kehamilan mu itu. Li hu er begitu senang, namun kembali sedih karena dia juga menginginkan seorang keturunan. "
Jelas serena panjang lebar, dengan ekspresi wajah yang berubah ubah.
"Li hu er.. panggilan macam apa itu? kenapa jelek sekali. "
sempat sempat nya quen menghina nama panggilan kesayangan yang sebenar nya pangeran malai kettu yang mengingin kan nya.
Serena mendelik setelah sepanjang kalimat yang dia jelas kan. Quen hanya menangkap nama yang dia sebut kan.membuat tanduk di kepala serena bercabang seketika.
" Kenapa setelah hamil kau berubah menjadi lemot dan menyebal kan. Aku menjelaskan panjang lebar, dan kau... hmp ah.... "
tangan serena meraup raup udara seperti orang yang ingin mencakar.
"Hei.. kenapa kau marah, aku hanya bertanya. Menyebalkan.. "
kini suara bertengkar mereka bahkan mengundang orang lain berbalik dan menatap kedua nya.
Serena yang tidak terima dengan apa yang di ucap kan quen menjadi makin kesal.
"Pertanyaan mu itu sangat mengganggu. kau yang paling menyebal kan, kau tau itu. "
Perdebatan kedua nya membuat suasana duka yang penuh hikmat itu berubah menjadi kacau. kaisar malai ziyu segera berjalan cepat kearah permaisuri nya yang tampak akan menarik surai hitam milik selir pangeran kedua.
"Permaisuri, apa yang terjadi dengan kalian. Bukan nya kalian selalu kompak dalam hal apa pun? "
Tanya kaisar malai ziyu dengan menatap lekat wajah cantik permaisuri nya.
"Kau membela dia..? "
Tunjuk quen dengan air mata yang mulai menggenang.
Kaisar malai ziyu yang melihat manik seindah mutiara itu berkaca kaca mulai salah tingkah.
"Tidak.. emm aku tidak bermaksud begitu. Aku.. ''
''Kau menyebal kan, aku tak ingin melihat mu lagi. "
ucap quen seraya berlalu meninggal kan semua orang, di ikuti xio di belakang nya.
__ADS_1
kaisar malai ziyu menatap punggung wanita yang akan menjadi ibu dari calon anak nya itu pergi dengan air mata yang mulai menetes.
"Ada apa dengan nya, apa aku melakukan kesalahan? "
tanya kaisar malai ziyu entah pada siapa.
Serena juga mengerjap ngerjap kan mata nya, lalu berpaling menatap pria tampan di samping nya.
"Kau tak ingin mengejar nya yang kakak ipar kaisar? kan dia sedang hamil, jika dia sedang emosi. maka orang lain yang akan mendapat kan akibat nya. "
ujar serena dengan senyum tipis yang penuh akan maksud mencurigakan.
Kaisar malai ziyu hanya menatap lurus kedepan, sampai suara pangeran malai kettu dan malai hian menyapa nya.
"Yang mulia.. Apa yang kau lakukan disini? dimana permaisuri quen? "
tanya pangeran malai hian.
Kaisar malai ziyu hanya menoleh sebentar, tampa menjawab pertanyaan yang di lontarkan oleh pangeran kedua, pria berkuasa itu pergi begitu saja.
"Ada apa dengan nya? Bahkan beberapa orang mengucap kan salam kepada nya, tidak dia peduli kan. Apa penyakit kaku nya kembali muncul? "
ujar mentri jiang ling yang juga ikut bergabung bersama tuan muda wang hilin.
Baru pangeran malai kettu ingin mengangkat bibir nya untuk berbicara, kini giliran pangeran malai hian yang pergi dari sana . Pria itu tampak lebih pendiam dari sebelum sebelum nya. Kesedihan, kekecewaan begitu menyelubungi aura pangeran ketiga. Seakan kehidupan nya berhenti untuk berputar.
"Menyedihkan.. "
guman serena sambil mengikuti semua mata yang melihat kepergian pangeran ketiga itu.
.
. bersambung
note:
maaf sayang, author baru bisa up. author lagi dapat musibah all. jadi nggak bisa up sering, niat nya pengen nggak nulis dulu. tapi author merasa nggak enak ninggalin pembaca. Bulan bulan ini perasaan musibah silih berganti mengunjungi author. maaf jika cerita nya agak sedikit gak dapat feel. moga kalian suka..
jangan lupa tinggalin jejak dengan cara, like, vote, and coment.
__ADS_1
makasih😘