Dendam Cinta

Dendam Cinta
Mengancam


__ADS_3

Firman kini tengah sibuk mencari keberadaan Nita mantan istri sirinya itu, ia mencari dari tempat-tempat yang sering ia menemukan Zenita namun entah mengapa kali ini sulit baginya untuk mencari keberadaan nya , Aldi otak yang licik itu benar-benar membuat Firman muak rasanya .


" Ck... sebenarnya dimana ia sembunyikan kunci kehancurannya itu, aku benar-benar kesal sekali rasanya , kuakui Aldi memang jenius soal menyembunyikan sesuatu termasuk kunci kehancurannya itu ". Cerca gerutu Firman dengan raut wajah penuh amarah .


" Tapi itu tidak akan lama lagi, setelah aku menemukan nya , akan ku perlihatkan kehancurannya itu, dan akan ku rebut kembali apa yang ia rebut dariku , dan pastinya dengan mudahnya Laila akan jatuh lagi ke tanganku ". Terukir senyuman licik di bibirnya Firman .


Sedangkan kini Anna tengah menunggu kedatangannya Aldi untuk ke kantor nya yang belum lama ini ia buka Anna menamai perusahaan nya itu dengan perusahaan konveksi Anna Group , Perusahaan nya itu menjalankan bisnis dalam bidang pembuatan baju-baju cetak sablon yang lagi trending saat ini , dan kaos-kaos itu pula yang kini menjadi incaran para pedagang online karena laku dipasaran termasuk Laila yang mengambilnya tanpa Laila sadari bahwa baju-baju yang selama ini ia beli dan jual kembali itu adalah hasil dari produksi perusahaan konveksi Anna Group . ia Anna sengaja mengajak Aldi bertemu di kantornya ia berniat untuk mengajak Aldi bekerja diperusahan nya akan tetapi tujuannya bukan hanya itu saja , ia justru hanya ingin bisa lebih dekat lagi dengan Aldi .


" Gimana mas Aldi ? ". Tanyanya Anna yang kini duduk dihadapan Aldi yang terlihat rapih .


Ya Aldi menggunakan stelan baju kemeja putih tulang serta celana panjang hitam seperti pada umumnya kalau para pencari kerja mencari kerjaan .


" Iya , saya mau dengan posisi apapun , karena saya memang lagi butuh pekerjaan itu, saya ambil kerjanya mbak ". Ujarnya Aldi tersenyum senang .


" Bagus , selamat ya kamu telah bergabung di perusahaan ku ini, semoga kamu betah kerja disini sama aku ". Ucapnya Anna tersenyum sambil mengulurkan tangannya kepada Aldi untuk jabat tangan sebagai tanda deal .


" Iya makasih mbak Anna... ". Aldi yang membalas jabatan tangan dari Anna sambil tersenyum .


Aldi kini dibawa oleh orang penanggung jawab kegiatan produksi , ia Aldi ditempatkan diposisi bagian produksi yaitu menjahit bahan-bahan baju yang akan nantinya dicetak sablon dengan berbagai macam gambar yang unik-unik .


" Nah... pak anda disini ,ini meja jahit anda , semoga anda bisa bekerja baik ya, kalau gitu saya permisi mau kembali bekerja ". Ucap penanggung jawab kegiatan produksi .


" Makasih pak ". Ucapnya Aldi .


" Iya sama-sama ". Balas penanggung jawab kegiatan produksi itu .


Orang-orang disana memperhatikan karyawan baru , yang kini menjadi perhatian semua orang yang ada diruang produksi . Aldi yang menjadi pusat perhatian ia hanya diam saja toh niatnya dia disini juga bekerja .


Meski kakinya belum sembuh sempurna , namun itu tidak jadi masalah baginya kan ia masih bisa menggunakan kaki satunya lagi untuk menginjak mesin jahit nya itu dan tangannya pun lincah sekali saat menjahit bahan-bahan baju .


" Lihat dia , dia kan CEO perusahaan terbesar dulunya dikota, gak nyangka banget ya dia sekarang malah menjadi buruh pabrik disini , sama seperti kita-kita ". Bisik salah satu buruh pabrik .


" Iya ya , mana kasihan banget lagi kondisinya sekarang , kakinya pincang gitu ". Balas temannya yang duduk disebelahnya .


" Sttt... gak baik ngomongin orang ,lebih baik kita kembali bekerja nanti dimarahi Lo sama leader ". ucap teman satunya yang memperingatkan mereka untuk tetap fokus bekerja .


" Eh.. iya-iya ibu ketua , oh ya tapi kalau dilihat dari dekat gini ia benar-benar tampan ya , gak nyangka gitu bisa kerja sama , sama dia ". ucap buruh pabrik dengan jenis kelamin perempuan melirik kearah Aldi sesekali dengan senyuman mengembang diwajahnya .


" Inget dia itu sudah punya istri Mala , dah lah kembali kerja-kerja ". ucapnya Dona .


" Iya-iya ibu ketua bawel ". ejeknya Mala .


Meski tempat mereka berjauhan , Aldi masih bisa mendengar dengan samar-samar kalau ada orang yang membicarakannya .


" Ingat Al , Lo disini hanya kerja gak lebih ". Batinnya pada dirinya sendiri .


Tidak terasa waktunya makan siang dan istrirahat telah tiba , dan bel dibunyikan .


" Lumayan banyak juga yang aku jahit ". Gumamnya Aldi tersenyum sambil kini berdiri dari tempat duduknya .

__ADS_1


" Ternyata jadi buruh pabrik lumayan melelahkan juga ya , baru kali ini gua kerja kaya gini, biasanya juga cuma ongkang-ongkang kaki di kursi kebanggaan gua , kadang kerjaan kantor gua serahkan pada Dhan tapi sekarang beda urusannya , gua gak bisa perintah-perintah orang-orang lagi malah sebaliknya sekarang gua yang disuruh-suruh ". Batinnya .


" Hai.. bro ". Sapa seseorang yang duduk disebelah meja jahitnya .


" Ah.. hai ". Jawabnya Aldi tersenyum .


" Sudah jam istrirahat ,kuy dah makan ". Ajak orang itu .


" Ah... iya ". Balasnya Aldi .


" Ah... iya sorry gua lupa kenalan , gua Andri ". Ucapnya Andri mengulurkan tangannya untuk kenalan .


" Aldi ". balasnya Aldi menjabat tangannya Andri .


" Sudah tahu gua , siapa sih yang gak kenal sama CEO perusahaan terbesar dikota ". Ucapnya Andri tersenyum .


" Hahaha... iya , tapi bukan CEO lagi kok , derajat kita sama ". Ucapnya Aldi .


" Iya tahu, ya sudah kuy makan siang dulu , laper gua , oh ya kalau Lo butuh apa-apa disini bilang saja sama gua , gua bantu sebisa gua ". Ujarnya Andri .


" Ah... iya makasih ". Jawabnya .


" Iya sama-sama , kuy keburu masuk lagi nantinya ". Ucapnya Andri .


Mereka berdua kini berjalan kearah kantin pabrik , yang sudah cukup ramai oleh para karyawan buruh pabrik . Aldi dan Andri pun antri makanannya .


Aldi menerima sekotak makanan, yang didalamnya ada tumis kangkung serta udang , ayam dan nasi tak lupa buah-buahan yang kali ini yaitu jeruk .


" Ah... iya ". Jawabnya Aldi yang juga memakan makanannya .


Andri melihat kearah Aldi yang menyisihkan udang nya ,


" Lo gak suka udang bro ,kok gak dimakan gitu ?". Tanyanya Andri .


" Ah... iya bukannya gak suka bro ,tapi ya gua gak bisa makan udang , gua alergi seafood ". Ujar nya Aldi menjelaskan .


" Oh gitu, yah rugi ya juga ya Lo gak bisa makan seafood , padahal enak loh makanan seafood itu apalagi lobster nya behh... mantul bro... hahaha ". Ucapnya Andri yang diakhiri tawaan .


" Ya gimana lagi bro, sudah keturunan ". Ujarnya Aldi .


" Oh gitu ya ".


" Iya ". Balasnya Aldi yang melanjutkan makannya .


Ya Aldi alergi terhadap seafood itu dari keturunan ibunya Mira yang juga tidak bisa makan seafood , makannya sebelumnya juga Aldi benci banget pada alerginya itu karena samaan dengan ibunya .


" Lepas... lepaskan aku br*ngsek ..". Bentak seorang wanita yang kini terpojok didinding rumahnya .


" Akhirnya aku menemukan mu juga j*l*ng sialan ". Senyuman sinis yang terpancar diwajahnya Firman .

__ADS_1


Ya kini Firman sudah menemukan Zenita , itu juga dengan tidak terduga Firman melihat seseorang yang Firman cari baru saja keluar dari minimarket dan ia langsung mengikuti langkah wanita itu pergi dan akhirnya ia bisa tahu dimana wanita itu tinggal , dan kagetnya Firman melihat rumah yang ditempati wanita itu .


Ternyata wanita itu menempati rumah lamanya Firman dan juga Laila , yang sebelumnya Laila jual pada orang lain lalu dibeli lagi oleh Aldi untuk dijadikan tempat persembunyian Zenita , Aldi membeli rumah itu dengan harga yang cukup mahal karena sebelumnya pemilik rumah itu tidak mau menjualnya namun dengan bujuk rayu uang yang Aldi punya akhirnya rumah itu jatuh ke tangannya Aldi .


".. Ck.. jadi selama ini kau bersembunyi dirumah ini hah... sejak kapan ...". Bentaknya Firman .


" Bukan urusanmu , lagipula bagaimana kamu bisa selamat dari kebakaran itu hah... ". Ucapnya Zenita bertanya-tanya .


" Aku selamat dari kobaran api itu ,bukan urusanmu juga , yang terpenting sekarang ... kamu harus ikut aku ,aku ingin kamu melakukan sesuatu untukku jika mau hidupmu tenang ". Seret paksa Firman pada Zenita namun Zenita memberontak .


" Gak...gak mau , lepaskan aku ...kalau tidak aku teriak ... lepas... ". Ancamnya .


" Jangan buat aku marah Nita , kamu tahu apa akibatnya jika kamu melawanku hah... ". Bentaknya Firman .


" Lihat ini ". Firman memperlihatkan video di ponselnya dan itu siaran langsung terlihat ibunya Zenita ia sekap dengan harimau yang masih di kandangi .


" Kau lihat itu ... ". Senyuman licik Firman ia perlihatkan didepan Zenita .


" Br*ngsek , kau apakan ibuku hah... jangan macam-macam kamu Firman... hah... jangan macam-macam ". Bentaknya Nita dengan berontak nya ia .


" Ow..ow.. jangan khawatir sayang, ibumu akan baik-baik saja asalkan kamu menuruti perintahku ini ". Ucapnya Firman tersenyum licik .


" Apa yang kamu mau hah.... ". Bentaknya Nita .


" Yang aku mau hanyalah hal gampang, gak rumit juga ". Ujarnya Firman .


" Apa maksudmu hah... jangan bertele-tele br*ngsek ....". Bentaknya lagi .


" Aku mau kamu membongkar kejahatan nya Aldi didepan Laila , termasuk penyebabnya kamu datang ke kehidupan rumah tangga ku dengan Laila , aku ingin lihat reaksi apa yang Laila tunjukan saat tahu yang kini menjadi suaminya sekarang itu adalah penyebab kehancuran kebahagiaan nya , karena aku tahu Laila itu paling benci orang ketiga ...dan juga pembohong ". Ujarnya .


" Aku ingin Laila membenci Aldi , dengan begitu Aldi akan hancur , hanyalah Laila lah yang Aldi cintai aku tahu itu, aku ingin dia hancur... hancur... hancur... sehancur hidupku ". Ucapnya Firman sambil mengepalkan tangannya .


" Kamu harus turuti keinginan ku, lagipula tidak ada lagi yang bisa membantumu untuk hidup tenang , Aldi pun sudah gak bisa bantu kamu bukan, dia sudah miskin , jadi mana mungkin dia bisa bantu kamu ... dan ingat harimau itu aku tidak memberinya makan selama tiga hari ...kamu tahu kan harimau jiga tengah lapar gimana ...". Ucapnya Firman tersenyum menyeringai .


" Keterlaluan kamu... Firman ... br*ngsek... lepaskan ibuku , ibuku tidak salah apa-apa lepaskan dia ... ".


" Keselamatan ibumu ada di tanganmu ,Nita ... datang kepadaku jika mau ibumu selamat ... kalau ...tidak habislah dia ... ". Ancamnya Firman lalu pergi begitu saja setelah ia melepaskan cengkeramannya pada Nita dari tadi .


Setelah kepergian Firman ia , terduduk lemas dilantai ... ia bingung harus melakukan hal apa , jika ia pilih ibunya itu sama saja ia menghancurkan hidupnya orang yang selama ini membantunya . tapi jika ia pilih tetap dengan mendukung Aldi taruhannya adalah nyawa ibunya sendiri .


" Aku harus gimana sekarang... ". Zenita yang kebingungan .


.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa Like, Vote dan Komentarnya ya guys 😉😊👍😎 Dukungan kalian membuat author makin semangat menulis melanjutkan cerita ini 👍😊😊🤗😚


__ADS_2