Dendam Cinta

Dendam Cinta
Kasarnya Kamu


__ADS_3

Proses syuting iklan produk baru yang dilaksanakan hari itu, berjalan dengan lancar .


Laila mengganti pakaiannya diruang ganti, sedangkan kini Aldi terlihat masih kesal , dan menimpahkan kekesalannya pada minuman seperti biasa ia pergi ke bar miliknya Johan dan disana Johan menemaninya tapi Rian kali ini tidak ikut karena ada acara keluarganya ,


" Bro sudahlah , Lo sudah banyak minum , ribet kalau mabuk disini ". Ucap Johan menghentikan Aldi yang lagi-lagi menuangkan minumannya pada gelas .


" Sudah jangan ganggu gua... haha...". Ucapnya Aldi tersenyum bahagia namun seketika senyumannya itu menjadi sedih kalau mengingat kejadian tadi siang .


Laila pulang sendirian menggunakan taksi online yang ia pesan , Laila merasa bersalah ketika melihat raut wajah suaminya yang terlihat kesal melihat dirinya dipegang-pegang oleh Jonas didepannya .


" Mas...aku pulang ". Ucapnya Laila masuk kedalam apartemennya itu namun apartemen itu kosong dikarenakan Aldi belum pulang .


" Mas ...". Ucapnya Laila memanggil suaminya itu namun kemanapun ia mencari diseluruh apartemen suaminya tidak ada .


" Loh... dia belum pulang? kukira dia pulang duluan makannya tadi kantor sudah sepi ". Ucapnya Laila .


Kembali ke Bar , Johan makin keheranan melihat keadaan sahabat nya yang meracau dari tadi .


" Sumpah dah... Al, Lo kalau mabok gini amat nyusahin tahu gak ". Ujarnya Johan yang kesal bagaimana ia gak kesal ia Aldi malah berani-beraninya menggoda wanita sedangkan wanita itu sudah ada yang punya .


" Hahaha... dia cantik Han ". Balasnya Aldi cengar-cengir .


" Ya gak dia juga kali yang Lo goda anjirr... lakinya tuh marah , lagian kenapa sih Lo tumben-tumebenan Lo mabok kaya gini, biasanya ogah-ogahan kalau gua kasih minuman ". Tanyanya Johan .


" Gapapa... gua lagi butuh hiburan aja hahaha...". Jawabnya yang masih mabuk sambil cengar-cengir gak jelas bikin Johan kebingungan .


" Hiburan juga gak sampe godain cewek orang kali Al ,gua juga kan yang harus redain amarah cowok itu , kacau sih Lo tadi ". Ucapnya Johan mengeluh .


" Alah... gitu doang juga, lah gua malah lebih dari itu , Lo tahu gak...". Ucapnya Aldi nunjuk-nunjuk kearah Johan .


" Kagak... ". Balasnya sambil menyalakan rokok yang berada dimulutnya .


" Apaan emang ?". Sambungnya .


" Coba Lo bayangin aja , kalau istri Lo tadi digodain kaya gitu ,gimana perasaan Lo ?". Tanya Aldi .


" Ya marah lah gua anjir... masa iya gua diem aja lihat cewek gua digodain sama laki-laki lain , ya gua marah lah dan kalau itu sampai terjadi didepan gua , gua hajar tuh cowok kaya tadi cowok itu hajar Lo sampai berdarah gitu ujung bibir Lo ". Ucapnya Johan .


" Tapi gua gak bisa gitu Han ". Ucapnya Aldi membuat Johan yang mendengarnya menjadi semakin bingung dengan apa yang Aldi maksud .


" Maksud nya , Lo sebenarnya dari tadi ngomongin apa sih , kagak ngerti gua ?". Ucapnya Johan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal .


" Ya gua mana bisa hajar cowok itu pegang-pegang istri gua ". Ujarnya Aldi yang akhirnya bikin Johan mengerti sekarang dengan apa yang terjadi pada Aldi .


" Bah... kenapa memangnya ? kok Lo gak bisa bertindak sih kalau Lo lihat cowok lain pegang-pegang bini Lo ? aneh Lo ". Ucapnya Johan tersenyum .


" Ya mana bisa gua hajar cowok itu ,kalau cowok itu berperan penting bagi perusahaan gua anjir... ". Ujarnya Aldi .

__ADS_1


" Penting bagi perusahaan ? maksudnya apa sih jadi kagak ngerti lagi gua ". Tanyanya Johan .


" Dahlah... gua pulang ,dah larut malam bye ". Ucapnya Aldi pergi meninggalkan Johan dengan tubuh sempoyongan .


" Yeh... k*mpr*t Lo, cerita tapi kagak jelas ". Ucapnya Johan menggerutu .


Aldi berjalan kearah parkiran mobilnya dengan tubuh sempoyongan dan untungnya Dhan siap siaga berjaga untuk menunggu bosnya minum .


" Tuan... ". Ucapnya Dhan memapah Aldi berjalan menuju mobilnya .


Dhan dengan sigapnya menolongnya Aldi dan membantunya masuk kedalam mobil untuk ia antarkan menuju apartemennya bosnya itu .


Aldi kini sudah tak sadarkan diri karena kebanyakan minum-minum , sesampainya di apartemen Dhan mengetuk pintu apartemennya Aldi dan Laila yang membuat pintu kamar apartemennya .


" Loh... mas Aldi kenapa Dhan ?". Tanyanya dengan nada khawatir karena melihat suaminya tidak sadarkan diri .


" Dia mabuk nyonya , lebih baik saya bawa dia ke kamarnya ". balasnya Dhan .


" Ah... iya bawa masuk ". Ucapnya Laila mempersilahkan Dhan masuk untuk membawa Aldi masuk kedalam kamarnya .


Dhan merebahkan Aldi diranjang nya, lalu berpamitan pada Laila .


" Kalau begitu saya permisi Nyonya ". Ucapnya Dhan pamit .


" Iya makasih ya Dhan sudah antar suami saya ". Ucapnya Laila tersenyum .


Laila langsung menghampiri suaminya itu , dan membukakan sepatu yang masih dikenakan oleh suaminya itu dan juga pakaiannya yang masih melekat di tubuhnya , dan ia menggantikannya dengan baju tidurnya milik Aldi , setelah semuanya beres Laila pun kini merebahkan tubuhnya di sebelahnya Aldi . Saat Laila memejamkan matanya seketika Aldi mencengkram dagunya Laila membuat Laila kaget yang hendak tidur itu .


" Mas... ". Ucapnya Laila dengan nada kaget .


" Kamu mau apa mas?... ". Ucapnya Laila dengan raut wajahnya yang ketakutan karena melihat wajahnya Aldi dengan penuh amarah apalagi sekarang tangannya Aldi tengah mencengkram dagunya itu .


Aldi langsung menggigit lehernya Laila membuat Laila kesakitan ,


" Aw...sakit..mas... lepas...mas...". Rintihannya Laila karena merasa sakit di bagian lehernya karena Aldi yang tiba-tiba seperti menggigit lehernya dengan kuat sekali .


" Apa kamu bilang sakit... ". Ucapnya Aldi setelah melepaskan gigitannya itu .


" Kenapa merasa sakit, sedangkan saat dia melakukan ini padamu , kenapa aku lihatnya kamu merasa sangat nyaman sekali ya ". Sambungnya Aldi dengan nada kesalnya .


" Dia...? ". Ucapnya Laila yang tidak mengerti dengan maksud suaminya itu .


" Iya Dia , pria yang tadi siang melakukan hal seperti ini padamu ". Ucapnya Aldi dengan lagi-lagi Aldi mengigit leher itu secara kasar .


" Ah...aw... sakit mas ". Lirih Laila yang merasa kesakitan .


Laila kali ini mengerti dengan apa yang dimaksud oleh suaminya itu .

__ADS_1


" Mas... itu kan hanya karena pekerjaan , kalau memang itu membuat kamu marah begini padaku kenapa kamu malah diam saja melihat aku menjadi modelnya mas... kenapa gak bilang dari awal jika kamu memang tidak suka... kenapa harus begini sih mas... kamu mengutarakan ketidak sukaan kamu padaku ". Ucapnya Laila yang kini mendorong tubuhnya Aldi .


Laila menampilkan raut wajah kesalnya kali ini, karena suaminya itu benar-benar keterlaluan menggigitnya seenaknya jidatnya .


" Kalau kamu gak suka kenapa gak hentikan itu , kamu kan CEO , kamu bisa bilang pada sutradara kalau kamu memang gak suka , bukan gini caranya mas ,kamu melakukan hal kasar gini padaku ". Ucapnya Laila dengan nada kesal sambil memegang lehernya yang sedikit berdarah itu akibat Aldi mengigit nya .


Aldi bukannya mendengar ucapan istrinya itu , kini ia malah makin menjadi-jadi , ia mendorong istrinya itu diranjang nya ,yang tadinya Laila berposisi tengah duduk diranjang kini ia malah terbaring diranjang dengan posisi terlentang dan kedua tangannya yang dicengkram oleh kedua tangannya Aldi , Aldi lagi dan lagi melakukan hal yang sama ia mengigit leher nya Laila membuat Laila hanya bisa pasrah saja karena walaupun ia memberontak tenaganya tidak sebanding dengan kekuatan yang dimilik suaminya itu .


" Mas...hhmm... hentikan...mas aku mohon ". Ucapnya Laila yang merintih kesakitan bukan kenikmatan yang ia rasakan saat ini .


Setelah Aldi puas dengan lehernya Laila, kini matanya melihat kearah bibir merah yang Laila miliki dan tanpa basa-basi ia langsung ********** dengan penuh nafsu membuat Laila kewalahan karena sesak rasanya karena suaminya itu tidak memberinya jeda sekedar untuk bernafas .


"... Mas... ". Ucapnya Laila mencoba berbicara pada suaminya itu namun Aldi benar-benar mengabaikannya .


Setelah Aldi puas dengan bagian itu, matanya kini menuju yang Aldi inginkan , tanpa minta izin dari Laila ia malah dengan seenaknya merobek baju tidur yang Laila kenakan , membuat Laila kaget melihat sikap brutal suaminya itu .


" Mas .. ". Ucapnya Laila menutupi bagian tubuhnya yang telanjang karena ia benar-benar tidak memakai pakaian dalamnya karena merasa gerah tadi dan ia cuma memakai bajunya itu ya tadinya ia pikirkan kan ia juga akan tidur jadi tidak masalah jika tak memakai kain yang menutupi dua bukit kembarnya itu . Tangannya Aldi mencoba melepaskan pegangan tangannya Laila yang menutupi bagian tubuhnya yang Aldi ingin lihat dan ingin nikmati .


Dengan berbagai cara akhirnya Aldi bisa menaklukkan Laila juga, tangannya Laila keduanya kini benar-benar Aldi cengkram agar tidak menggangu aksinya itu .


" Mas.. ". Laila yang menahan diri dengan apa yang dilakukan suaminya itu, Aldi benar-benar gila , ia melakukan dengan benar-benar kasar dan penuh nafsu tidak ada pengampunan lagi untuk Laila . dan saat ia berada di puncaknya pun ia melakukan tempo cepatnya , membuat Laila benar-benar kelelahan mengimbangi permainan yang dilakukan suaminya itu .


Aldi kini malah tertidur pulas sedangkan Laila yang masih tersadar malah merasakan sensasi rasa sakit di bagian seluruh badannya apalagi dia bagian area sensitifnya itu .


" Ck... benar-benar ya dia , setelah apa yang ia lakukan padaku , dengan seenaknya kini malah tertidur pulas gitu , memang gak punya hati banget sih jadi suami ". Gerutunya Laila .


Laila kini berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya ,dan waktu masih menunjukkan pukul 3 pagi dan jujur saja kalau sudah jam segitu memang waktunya Laila bangun . Laila membersihkan dirinya dan sebelum ia kembali ke ruang ganti ia melihat lehernya yang masih membekas gigitan suaminya itu .


" Sudah kaya digigit Vampir aja gua, dia benar-benar buas banget dah...". Ucap Laila .


" Bilang aja kalau cemburu, gengsi banget sih kamu tuh mas ". Ucapnya Laila tersenyum seketika kalau mengingat-ingat kejadian semalam walaupun Aldi melakukannya secara kasar namun Laila mengerti suaminya melakukan itu hanya karena merasa cemburu pada Jonas yang melakukan sesi pemotretan dengannya .


Laila keluar dari kamar mandi yang berada dikamarnya itu, menuju ruang ganti pakaiannya . Seperti biasa Laila setelah selesai memakai pakaiannya Laila keluar kamar melakukan tugasnya sebagai istri .


setelah beberes rumah kini Laila masuk kedapur untuk masak sarapan paginya , walaupun sebenarnya ia merasa lelah sekali namun memaksakan dirinya untuk tidak mengeluh dengan keadaan .


Sedangkan di tempat lain Seseorang tengah melihat-lihat Poto Aldi .


" Kita harus mendapatkan apa yang kita mau , mengambil yang seharusnya menjadi milik kita , mengembalikan keadaan yang seharusnya terjadi diantara kita berdua , Aldi ". Ucapnya seorang wanita berparas cantik tengah duduk mengamati poto-poto Aldi .


.


.


.


Jangan lupa Like, Vote dan Komentarnya ya guys 😉😊👍😎 Dukungan kalian membuat author makin semangat menulis melanjutkan cerita ini 👍😊

__ADS_1


__ADS_2