Dendam Cinta

Dendam Cinta
Jadilah Aldi


__ADS_3

Alvin yang kini mulai sadarkan diri mulai memberontak ,melihat siapa yang menculik dirinya .


" Lepaskan ..!!! apa mau kalian hah...". Bentaknya Alvin sambil berusaha membuka ikatan padanya pada kursi kayu yang kini menempel padanya .


" Gua sudah bilang ,gua bukan Aldi ,gua Alvin ...bukan Aldi ...". Bentaknya yang benar-benar tidak terima ia diperlakukan seperti ini hanya karena menurutnya orang-orang menganggapnya sebagai Aldi .


" Tenang lah... bro ...tenang ". Ucapnya Firman tersenyum penuh kelicikan diwajahnya itu ,membuat Alvin yang melihatnya merinding .


" Bagaimana bisa tenang hah...!!! kalian memperlakukan gua kaya gini hah... ini namanya tindakan kriminal , kalian benar-benar gila ...". Ucapnya Alvin yang lagi-lagi membentak mereka berdua .


" Aku malas melihatnya begitu , berisik , sudahlah Man kamu bilang langsung saja apa tujuannya kita culik dia ". Protesnya Salma yang kesal mendengar bentakannya Alvin .


Sikapnya Alvin saat marah benar-benar mirip sekali dengan Aldi, membuat Salma malas melihatnya , kalau Aldi yang begitu sih gapapa lah ini cowok yang menurutnya gak penting berani-beraninya ia membentak dirinya .


" Iya-iya ". Jawabnya Firman .


" Apa maksud dia hah...ngomong gitu ?". Tanyanya Alvin yang masih menampilkan wajah kesalnya .


" Gini ya maksud kami berdua menculik Lo, karena kami butuh bantuan Lo ". Ujarnya Firman menjelaskan maksudnya ia menculik Alvin .


" Bantuan apa ?". Tanyanya .


" Gampang kami hanya ingin lo jadi Aldi ". Ucapannya Firman membuat Alvin langsung melihat kearahnya dengan wajah kagetnya .


" Jadi Aldi ..? ". Ucapnya Alvin .


" Iya , kami ingin lo jadi Aldi , karena apa gua ingin keluarga nya Aldi berhenti mencari Aldi yang asli , dengan adanya lo jadi Aldi ,mereka gak akan mencari-cari lagi Aldi ". Ujarnya menjelaskan semuanya pada Alvin .


" Sebenarnya ada apa ini, kenapa orang ini ingin gua jadi Aldi , sebenarnya orang ini siapanya Aldi ? kenapa mereka gak mau keluarganya Aldi mencari-cari Aldi lagi ?". Batinnya bertanya-tanya .


" Kenapa gua harus jadi Aldi ? memangnya kenapa kalau mereka mencari-cari Aldi ? kan mereka keluarga nya ". Pertanyaan dari Alvin membuat mereka berdua kesal .


" Sudahlah jangan banyak tanya ? gua hanya ingin lo jadi Aldi , itu saja , dan itu pun gak gratis gua akan bayar lo, gimana ?". Tanyanya Firman , dan Firman merasa Alvin ini oasti aku melakukan nya apalagi demi uang , namun yang Firman pikirkan salah justru Alvin menolaknya mentah-mentah .


" Lo pikir gua orang mata duitan hah... yang gampang banget disogok duit gitu , ck.. gua punya harga dirinya gak semudah itu Lo runtuhin harga diri gua ". Ucapnya Alvin dengan percaya dirinya .


" Oh jadi lo gak mau hah...". Ucapnya Firman yang menahan amarahnya .


" Ya... gua gak akan pernah mau melakukan itu , itu sama saja gua menipu orang dan itu tindakan kejahatan gua gak mau masa depan gua hancur hanya karena ini ". Bentaknya Alvin .


" Aldi sama Alvin sama saja keras kepala ...ck...". Umpatnya Salma menatap kearah Alvin dengan wajah sebelnya .


" Coba lo lihat ini ". Ucapnya Firman menghidupkan layar Televisi yang ada di kamar villa nya Salma .


Terpang-pang jelas dilayar itu terlihat ibunya Alvin ,Laksmi tengah disekap dengan disumpal mulutnya dan juga matanya diatas gedung kosong yang ada dipinggiran kota A .


" Ibu ..". Ucapnya Alvin terbelalak melihat ibunya yang diperlakukan seperti itu .


" Apa yang kau lakukan pada ibuku ..brengsek ...". Bentaknya Alvin yang terlihat amat marah sekali .


Firman hanya membalasnya dengan senyuman licik diwajahnya yang penuh kemenangan .


" Ya seperti yang kau lihat Alvin, ibumu sebentar lagi akan terguling kebawah dari ketinggian 136, 5 meter , dan kalau ia sampai jatuh kebawah kamu akan tahu sendiri bukan gimana akhirnya ". Jelasnya Salma tersenyum licik .


" Gila...!!! gila... kalian benar-benar gak waras melibatkan orang yang sama sekali gak ada sangkut pautnya ". Kekesalan Alvin kini memuncak .


" Lepaskan ibuku , dia gak ada urusannya sama kalian ... ". Bentaknya Alvin .


" Gak semudah itu melepaskan dia Alvin, kalau kamu mau bekerjasama dengan kita mungkin bisa dipertimbangkan ,iya kan Man ". Ucapnya Salma melihat kearah Firman .


" Iya ". Jawabnya Firman tersenyum licik .


" Keterlaluan kalian ". Umpatnya Alvin yang mulai emosi .


" Gimana , deal...". Ucapnya Firman menjulurkan tangannya didepan Alvin yang masih terikat di kursi kayu itu .


Alvin yang melihatnya benar-benar marah ,


" Gimana Alvin, oh apa kamu benar-benar ingin melihat ibumu jatuh hah...". Ucapnya Firman .


" Hmmpphh...". Ibunya Alvin yang mulai memberontak .

__ADS_1


Alvin yang melihat kearah layar Televisi benar-benar kesal melihat ibunya yang diperlakukan seperti itu , padahal ibunya gak salah apa-apa .


" Gimana Alvin ? ". Tanyanya Firman .


Alvin kini hanya diam , memikirkan apa yang harus ia lakukan .


" Jangan terbengong gitu Alvin, lihatlah sekarang ibumu benar-benar sudah berada ditepian atas gedung ". Ucapnya Firman mencoba mendesak Alvin agar ia mau bekerjasama dengannya .


Terlihat ibunya kini sudah mulai hendak jatuh membuat Alvin teriak menyebut ibunya .


" Ibuuuuu...". Teriaknya .


" Jawab Alvin !!! ... atau enggak kamu akan melihat jasad ibumu ". Bentaknya Firman .


Ibunya kini menggelantung diatas gedung membuat Alvin teriak .


" Hentikan...hentikan... ". Teriaknya Alvin histeris saat tali yang menarik ulurkan ibunya terus saja ditarik dan dilepaskan begitu saja sesuai perintah Firman .


Kini anak buahnya Firman mencoba menahan tali itu dengan masih ibunya Alvin bergelantungan di atas gedung kosong yang terletak dipinggiran kota .


Terlihat orang-orang yang ada dibawah gedung kosong itu berteriak histeris membuat Laksmi yang mendengarkan teriakan mereka menjadi ketakutan .


" Ya Allah selamatkan hamba mu ini ya Allah , sebenarnya orang-orang ini siapa , kenapa mereka jahat sekali memperlakukan hamba seperti ini ". Ucapnya ketakutan .


Polisi mencoba mengatasi permasalah ini namun anak buahnya Firman terlalu pintar , menjaga pertahanan dari polisi .


" Ayo Alvin semakin cepat kamu bilang iya , semakin cepat ibumu kami angkat keatas agar dia tetap hidup ". Jelasnya Firman .


" Iya Alvin apa susahnya sih tinggal jawab iya , lagipula kamu menang untungnya juga bukan melakukan hal ini , kamu hanya perlu mempermainkan peran seseorang saja , kamu gak perlu capek-capek bekerja jadi kuli bangunan untuk mendapatkan uang ". Jelasnya Salma berbicara seperti membuat Aldi naik pitam .


Alvin benar-benar gak bisa berbuat apa-apa lagi selain menyerah dan menuruti perintah dari mereka kalau tidak mau melihat ibunya meninggal ,karena ia sudah berjanji pada ayahnya kalau ia akan menjaga ibunya sebaik-baiknya .


" Baik... baik , aku akan melakukannya , tapi lepaskan ibuku ". Ucapnya Alvin yang sebenarnya terpaksa mengucapkannya .


" Nah gitu kek dari tadi ,kan gampang jadinya ". Ucapnya Salma tersenyum .


" Tapi lepaskan ibuku sekarang juga ". Bentaknya Alvin .


" Tarik dia , lalu lepaskan dan antarkan dia kembali kerumahnya , dan satu hal lagi yang harus kalian ingat hilangkan jejak ". Ucapnya Firman yang teleponan dengan anak buahnya .


" Baik bos ". Balas anak buahnya yang berada diatas gedung .


" Bagus ..". Ucapnya Firman .


Alvin melihat ibunya yang ditarik keatas lalu dilepaskan benar-benar merasa lega .


" Ibu ". Batinnya , terlihat dia menitipkan air matanya .


Melihat Alvin menitikkan air matanya , membuat Salma merasa ilfil .


" Ck... laki kok nangis ". Umpatnya .


" Kalau kamu ada diposisi ku , kamu akan melakukan nya juga , bukan, bagiku ibuku segalanya ...". Ucapnya Alvin dengan nada kesalnya .


" Sayang , aku gak akan pernah melakukan itu ". Balasnya Salma yang terlihat tegas .


" Kenapa ?.. dasar anak durhaka , benar-benar gak punya hati ". Umpatnya Alvin kali ini .


" Karena aku gak punya ibu ". Jelasnya Salma lalu pergi meninggalkan Alvin dengan Firman .


Namun entah mengapa Alvin merasa bersalah telah mengucapkan hal itu padanya ,


" Ck... tuh baca dengan teliti , didalam sana itu menjelaskan semuanya tentang Aldi dari kebiasaannya dan pokoknya tentang dia lah , males gua menjelaskannya juga ". Ucapnya Firman pergi setelah melepaskan ikatan dari tubuhnya Alvin sambil melemparkan map berisi semua tentang informasi mengenai Aldi Prastama pada Alvin .


Alvin yang sudah dilepaskan ikatannya ,lalu melihat map itu, ia membacanya dengan teliti . Dan kini ia paham kenapa orang-orang itu ingin dirinya jadi Aldi , orang yang bernama Salma gak ingin Laila istrinya Aldi berkumpul lagi dengannya , dan dengan adanya dia menjadi Aldi kemungkinan besar Salma ingin memiliki Aldi yang Asli dan menjebak dirinya untuk menjadi Aldi buat Laila .


" Dasar orang gila ". Umpatnya Alvin .


Salma dan Firman kini mengantar Alvin ketempat dimana Aldi tinggal dengan Laila .


" Di rumah itulah Aldi tinggal , kamu temui mereka , jangan buat mereka gak percaya kalau kamu Aldi , dan ingat kami tetap mengawasi mu ". Ucapnya memperingati Alvin supaya ia gak macam-macam .

__ADS_1


" Iya ". Jawabnya Alvin dengan ekspresi dinginnya ,yang kini sudah turun dari mobil .


Alvin kini berjalan kearah rumah Aldi, Salma dan Firman sengaja menurunkan Alvin agak jauh dari rumahnya Laila supaya gak ada yang curiga .


" Ya Allah maafkan hamba , kalau hamba melakukan hal ini, hamba hanya terpaksa ya Allah terpaksa ". Batinnya Alvin menjerit .


Alvin terus berjalan sampai kini ia sudah berdiri tepat di pintu gerbang rumahnya Aldi yang sederhana itu .


Laila yang kebetulan berada dihalaman depan rumahnya yang tengah menjemur pakaian melihat kearah gerbang pintu halaman rumahnya ia benar-benar terkejut dan sekaligus senang melihat seseorang yang dua hari ini membuat dirinya cemas kini sudah kembali pulang .


" Mas Aldi ...". Ucapnya Laila yang langsung menghampirinya lalu membukakan pintu gerbang rumahnya untuk suaminya masuk .


" Kamu kemana saja sih mas ? kenapa baru pulang sekarang , kamu tahu aku benar-benar cemas sekali saat kamu benar-benar tidak kembali padaku saat dirumah sakit ". Tanyanya Laila yang langsung memeluknya membuat Alvin dipeluk seperti itu hanya bisa diam .


" Ya Allah maafkan aku ". Batinnya Alvin benar-benar merasa bersalah pada wanita yang kini tengah memeluknya yang menyangka kalau dirinya adalah suaminya .


" Mas... kemana saja ? ". Tanyanya Laila setelah melepaskan pelukannya .


" Aaa..aku...". Ucapnya Alvin gak tahu harus menjawab apa .


" Ah... sudah nanti saja kamu ceritanya lebih baik yuk masuk, kamu pasti capek kan jalan kaki pulang kesini ". Ucapnya Laila mengajaknya untuk masuk , dan Laila tahu Alvin jalan kaki karena ia tidak melihat kendaraan apapun saat suaminya ada didepan gerbang ia menduga suaminya itu berjalan kaki .


Alvin kini hanya bisa mengikuti dan menuruti apa yang Laila katakan ,


" Nah... mas duduk dulu ya , aku ambilkan minum dan juga makan kamu pasti laper kan ". Ucapnya Laila tersenyum sambil berjalan kearah dapur .


Kini Alvin duduk diantara sofa-sofa yang ada diruang tamu rumah itu , ia melihat sekeliling rumah itu , ia sedikit takjub melihat rumah itu sederhana namun terlihat nyaman dan juga indah , matanya kini tertuju kearah poto-poto yang menempel di dinding , disana ada Poto pernikahan nya Aldi dengan Laila , Laila terlihat cantik sekali di poto itu , dan ada juga Poto keluarga nya Aldi yang Alvin tahu sekarang siapa-siapa saja yang ada di poto itu .


" Aldi begitu beruntung memiliki keluarga yang kayanya sangat sayang padanya dan juga istri yang begitu cantik ". Batinnya tersenyum .


Laila kembali dengan membawa sepiring nasi serta lauk pauknya ,yaitu ayam goreng kremes kesukaan Aldi .


" Nah... sekarang kamu makan ya mas , kamu pasti laper kan ". Ucapnya Laila tersenyum sambil mencoba menyuapi Alvin yang dikira suaminya .


Alvin kini hanya bisa pasrah menerima suapan dari Laila .


" Gimana enak ?". Tanyanya Laila .


" Enak ". Jawabnya Alvin tersenyum .


" Seperti biasakan kan mas pasti enak, ini kan makanan kesukaan kamu , kamu paling suka ayam ". Ujarnya Laila membuat Alvin kini tahu apa yang disukai Aldi , karena pasalnya Alvin gak diberi tahu apa saja yang Aldi suka dan tidak kalau soal makanan yang Alvin tahu hanya soal keluarga nya Aldi gimana dan gimana dulu tentang masa lalunya Aldi bisa menikah dengan Aldi , dan Alvin tahu sekarang ternyata Aldi menikahi Laila hanya karena terpaksa namun kini Aldi sangat mencintai Laila .


" Iya enak seperti biasanya , masakan mu selalu enak ". Pujinya Alvin membuat Laila tersenyum padanya .


Namun seketika tangisan anaknya Laila membuat Alvin melihat kearah kamar yang pintunya terbuka ,membuat dirinya bangun dari duduknya untuk menghampirinya .


Terlihat bayi itu menangis , Alvin langsung menggendong bayi itu .


" Kamu kenapa nangis hah...?". Tanyanya Alvin dengan penuh rasa lemah lembut dengan sesekali menciumi bayi itu .


Tangan si bayi memegang tangannya Alvin dengan begitu kuat sekali .


" Wah... genggaman mu kuat sekali ...". Ucapnya Alvin terhenti .


Seketika Laila berbicara .


" Namanya Ayla mas , Ayla Putri Prastama , Prastama diambil dari nama kakeknya dan juga nama kepanjangan nama papa nya ". Ucapnya Laila tersenyum berdiri menghampiri Alvin yang tengah menggendong anaknya Aldi .


" Nama yang cantik, seperti orangnya ". Ucapnya Alvin tersenyum .


Laila kini memeluk Alvin dari belakang ,membuat Alvin merasa tidak nyaman .


" Mas jangan tinggalin aku lagi ya sama anak kita , aku benar-benar gak sanggup mas kehilangan kamu , apalagi anak kita benar-benar butuh sosok papa nya , jangan pergi-pergi lagi ya mas ". Ucapannya Laila sontak membuat Alvin terpaku mendengarnya .


" Ya Allah aku benar-benar kasihan sekali melihat perempuan ini , yang begitu berharap padaku agar tidak meninggalkan nya , padahal aku ...aku bukan suaminya , aku hanya orang asing yang terpaksa masuk kedalam kehidupannya ". Batinnya Alvin benar-benar merasa serba salah .


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa Like Vote dan Komentarnya ya guys 😉 dukungan dari kalian membuat author semakin semangat untuk menulis melanjutkan cerita ini 👍😉😀


__ADS_2