Dendam Cinta

Dendam Cinta
Kehancuran Perusahaan Prastama


__ADS_3

#Sebelumnya .


Kejadian kebakaran dahulu dipabrik kosong yang dilakukan Aldi , yang berusaha melenyapkan dua nyawa sekaligus , ternyata tidak berjalan dengan baik, keduanya berhasil kabur walaupun dengan keadaannya yang tidak utuh , Salma terkena percikan api yang mengenai wajahnya sehingga ia terpaksa melakukan operasi wajah mengubah wajahnya menjadi orang asing , sedangkan Firman ia hanya terkena goresan luka diwajahnya di bagian matanya , kedua orang itu bisa berhasil kabur karena saat api mulai membesar ikatan tali pada Firman dengan mudahnya ia lepaskan ia membawa Salma dalam keadaan pingsan karena kebanyakan menghirup asap kebakaran ,


" Bangun Sal... sal... Salma ". Teriak Firman yang masih berusaha membangunkan Salma dipangkuan nya .


Firman membawa Salma ketempat persembunyian nya ,


" Ck... brengsek... awas saja kau Aldi , aku akan membalas mu gak akan aku biarkan hidup mu tenang begitu saja , kamu akan menerima akibatnya setelah ini ". Ucapnya Firman yang penuh dendam .


" Uhuhkk...uhukk... ". Salma yang batuk-batuk ia pun mulai sadarkan diri .


" Man... ". Ucapnya Salma dengan nada lemasnya .


" Iya , akhirnya kau sadar juga Sal ". Ucapnya Firman tersenyum .


" Man kenapa rasanya wajahku sakit sekali dan terasa panas ". Ucapnya Salma .


Firman menundukkan dirinya, Salma yang melihat Firman menjadi diam begitu saja ia pun langsung berdiri melihat kearah kaca cermin yang berada ditempat itu betapa terkejutnya ia ketika melihat wajahnya yang sudah hampir kebakar itu .


" Ahhhhhhhh.... tidakkkkk ". Teriaknya menjerit didepan cermin , Salma langsung histeris setelah ia melihat wajahnya itu .


" Gak...gak...gak...mungkin , apa yang terjadi pada wajahku Firman, apa yang terjadi ". Ucapnya Salma yang sudah menitikkan air matanya .


Firman berusaha menenangkan perasaan kacau yang dirasakan oleh Salma .


" Kamu yang sabar Sal... sabar ". Ucapnya Firman berusaha menenangkan perasaan nya Salma .


" Mana mungkin aku bisa sabar hah menerima wajahku yang seperti ini ...". Bentaknya pada Firman .


" Ini semua salahnya Aldi ,Salma kita harus membalasnya dengan cara apapun itu , kita gak bisa diam begitu saja menerima perlakuan nya yang semena-mena pada kita ". Ucapnya Firman dengan nada marahnya .


" Kamu benar, ini salah dia , aku tidak menyangka dia bisa selicik ini, dia tidak lebih dari seorang pria brengsek ... dia benar-benar keterlaluan kali ini, aku harus membalasnya dengan cara apapun itu , aku harus membalaskan rasa sakit hatiku padanya , harus .. ". Ucapnya Salma memincingkan matanya yang menatap sinis .


" Ya harus , kalau perlu kita ikuti saja permainan dia lebih dulu, setelah itu baru secara perlahan kita masuk lagi dalam kehidupan dia , perlahan demi perlahan kita hancurkan hidupnya ...". Ucapnya Firman tersenyum menyeringai .


" Iya ". Balasnya Salma .


Beberapa hari kemudian ada berita soal kematian mereka berdua di televisi , membuat mereka kesal dan marah namun mereka tidak bisa berbuat apa-apa dulu sekarang ,


" Brengsek... jadi kau membuat kematian palsu untukku dan Firman , Aldi ". Umpatnya Salma yang kini tengah duduk dikursi rumah rahasia miliknya Firman .


" Ck... untuk apa kau marah-marah Salma ". Ucapnya Firman membawa secangkir kopi untuk Salma ,


" Lihat berita itu, bagaimana aku tidak kesal hah... kau lihat itu , kita berdua diberitakan sudah mati , apa kau bisa terima semua itu hah... ck... benar-benar keterlaluan ". Kesalnya Salma .


" Bagus dong , kalau semuanya menyangka kita sudah mati ". Ucapnya Firman yang begitu tenang membuat Salma menatap nya dengan tatapan bingung .


" Kok bagus , ini kita berdua diberitakan sudah mati Firman ... Mati , astaga... kau ini bagaimana sih ... bukannya marah ,tapi malah tenang gitu ... dasar aneh... ". Umpatnya yang menerima secangkir kopi dari tangannya Firman .


" Ya bagus , dengan begitu Aldi sekarang pasti merasa hidupnya senang dan aman, padahal kenyataannya tidak begitu ". Ucapnya Firman tersenyum .


" Apa maksudmu , sebenernya apa yang kau rencanakan kali ini ?". Tanya Salma .


" Rencanaku hanya satu menghancurkan hidupnya ". Ucapnya Firman tersenyum menyeringai menatap kearah Salma .

__ADS_1


# Sekarang .


Perusahaan PT. Prastama Garment industries mengalami kerugian besar , dengan terpaksa pihak perusahaan mengatakan kalau mereka mengalami kebangkrutan , banyak para investor yang mencabut kerjasama mereka setelah tahu apa yang terjadi pada perusahaan terbesar itu, dan banyak juga hutang-hutang perusahaan yang harus segera dilunasi hutang pajak maupun pada pihak bank dan dengan terpaksa Aldi kini melelangkan rumah dan apartemen nya sebagai dana untuk menutupi hutang-hutang perusahaan nya itu .


Sekarang sedang dilaksanakan pelelangan rumah dan properti lainnya yang Aldi punya antara lain Apartemennya dan kendaran mewahnya itu .


Aldi duduk dikursi dikamar utama rumah besarnya itu, yang ditemani oleh seluruh keluarga besar nya . Aldi menundukan kepalanya karena saat ini hati pikirannya tengah dilanda keterpurukan .


" Mari kita mulai saja acara pelelangan rumah besar ini berserta isinya kita buka dengan harga pertama yaitu 10 miliar rupiah ". Ucap orang yang melaksanakan kegiatan pelelangan itu sambil mengetuk-ngetuk palu nya tanda acara pelelangan itu dibuka dan dimulai .


" 11 miliar ". Ucap wanita cantik berbaju hitam ia merupakan model tercantik yang berada dikota A itu .


Laila berusaha menenangkan suaminya itu dengan memegang pundak suaminya , sedangkan Mila dan Wulan kini benar-benar tidak menyangka kalau hal ini terjadi .


Mila benar-benar kasihan melihat keadaan cucunya yang dari tadi hanya menundukan kepalanya itu . Mila tahu betul gimana perasaan cucunya itu ia pasti benar-benar merasa terpukul dengan apa yang terjadi sekarang , perusahaan yang selama ini Aldi bangun dengan susah payah apalagi perusahaan itu adalah peninggalan almarhum ayahnya kini hanya tinggal nama saja .


" 11 Miliar ,oke apa ada yang masih mau menambah harga ?". Ucap pelelang itu .


" 12.5 Miliar , baik apa masih ada yang mau ". Tanya pelelang itu .


" 50 Miliar ". Ucap seseorang mengangkatkan tangannya membuat semua orang melihat kearahnya karena mereka terkejut tiba-tiba ada orang yang menawarkan harga tinggi daripada yang lain secara langsung .


" Oke , tuan berbaju putih menawar seharga 50 Miliar untuk rumah mewah ini , apa masih ada yang menawarnya lebih tinggi dari harga yang diajukan tuan berbaju putih ?". Tanya pelelang itu .


Semua orang yang berada disana hanya diam saja , tidak ada lagi yang bisa menandingi harga yang diajukan oleh orang berbaju putih itu .


" Baik... karena tidak ada yang menawar lagi, kita sepakati bersama rumah mewah ini jatuh ke tangan tuan berbaju putih dengan harga 50 Miliar ". Ucap pelelang itu mengetuk palunya .


tok..tok..tok ...


Tanda resmi kepemilikan rumah mewah itu dialih pindahkan .


Aldi yang mendengar rumahnya ini berhasil terjual dengan harga segitu benar-benar merasa senang dan juga merasa sedih , terlalu banyak kenangan dirumah mewah itu ketika pertama kali ia masuk rumah ini ayahnya tersenyum gembira padanya dan berkata .


" Masuklah ini rumah kita sayang ". Ucapnya Pras pada putranya itu dengan senyuman bahagianya .


Masih teringat jelas sekali ukiran senyuman bahagia ayahnya itu .


Setelah acara pelelangan selesai Aldi sekeluarga keluar dari rumah itu, mereka pergi ke rumah sederhana yang sudah sebelumnya neneknya Aldi beli , yang tidak jauh dari tempat Isti ibunya Laila berada .


Hanya saja rumah yang dibeli Mila ada didekat jalan raya sedangkan rumahnya Isti ada didalam gang .


Terlihat didalam mobil pickup Aldi hanya diam saja , dan Dhan yang menyetir mobil itu hanya bisa membantu keluarga Aldi sebisa dia ,karena mau bagaimana pun Dhan berhutang budi sekali pada keluarga nya Aldi .


Sedangkan Laila , Mila dan Wulan sekeluarga berada didalam mobil milik neneknya yang masih tersisa karena mobil Avanza milik Neneknya itu bukan termasuk properti perusahaan , mobil Avanza itu Mila beli dengan usaha yang ia jalani selama ini yaitu hasil dari ia membuka toko furniture dipasar .


Sejujurnya apartemennya Aldi bisa saja ia masih bisa memiliki nya namun apalah daya untuk menutupi hutang-hutang perusahaan yang merugi ia dengan terpaksa menjualnya juga , begitupun dengan mobil mewahnya namun motor KLX miliknya masih ia selamatkan dan hanya motor itu saja yang kini Aldi punya , itu adalah harta satu-satunya yang Aldi miliki sekarang , uang yang ia miliki sekarang hanya tersisa sedikit itupun sisa hasil penjualannya menjual rumah dan apartemen nya serta properti-properti lainnya .


Mereka sudah sampai didepan rumah yang sederhana , cukup luas memiliki 4 kamar , dilantai atas 2 yang 2 lagi dibawah .


Dhan serta Ridho suami dari Wulan membantu mengangkat-angkat perabotan rumah untuk mereka masukan kedalam rumah .


" Hati-hati kalian angkatnya ya ". Ujarnya Mila .


" Iya nek ". Ucapnya Dhan serta Ridho .

__ADS_1


Karena Aldi kakinya masih cedera jadi ia gak bisa bantu apa-apa selain duduk-duduk .


Setelah semuanya selesai, mereka disuruh makan oleh Mila , kini meja makan dirumah itu penuh dengan makanan untuk orang-orang yang makan habis pindahan itu ,


" Aku aku mau itu ". Ucapnya Ridho pada Wulan .


" Nih mas.. makan yang banyak ". Ucapnya Wulan .


Dhan dan semua orang tengah makan disana sedangkan ada 1 orang lagi yang belum makan juga yaitu Aldi .


" Loh Aldi mana ? ". Tanyanya Mila .


Laila yang baru saja datang dari dapur pun kebingungan melihat suaminya yang tidak ada dimeja makan .


" Biar Laila saja nek yang cari ". Ujarnya Laila .


" Palingan juga dia diluar nek ". Ucapnya Wulan .


Mila hanya menghela nafasnya itu sambil melihat kearah pintu rumahnya yang menjadi jalan masuk dan keluar rumah .


Laila berjalan kearah luar , ternyata benar suaminya itu berada disana , ia tengah duduk dibangku ditepian kolam ikan yang sudah usang .


" Mas...". Panggilnya Laila pada Aldi sambil memegang pundak suaminya itu , Aldi menengok kearah Laila .


" Eh.. La ". Ucapnya Aldi tersenyum .


Laila kini duduk disebelah suaminya itu ,


" Kamu kenapa ? gak suka ya sama rumahnya ". Tanya Laila .


" Enggak , aku suka kok , hanya saja , ya aku belum percaya aja gitu dalam sekejap saja aku kehilangan semuanya , kehilangan perusahaan yang sudah lama aku bangun , aku benar-benar gagal sebagai anak tidak bisa menjaga usaha peninggalan ayahku ". Ujarnya Aldi merasa kecewa pada dirinya sendiri .


" Mas jangan bilang begitu, mas sudah berusaha keras selama ini memajukan perusahaan , mungkin Tuhan ingin menguji kesabaran mas , sesabar apa mas menjalani ujian ini mas ". Ujarnya Laila memberi semangat kepada suaminya itu agar tidak mudah menyerah menghadapi musibah yang menimpanya saat ini .


" Tapi ". Ucapnya Laila memegang kedua tangan suaminya itu .


" Apapun yang terjadi , aku janji mas tidak akan meninggalkan kamu, karena mau gimanapun keadaan mu sekarang aku akan setia berada disampingmu mas , karena aku benar-benar sayang sama kamu ". Ucapnya Laila tersenyum kearah Aldi dan langsung menyandarkan kepalanya di bahu suaminya itu .


Entah apa yang Aldi rasakan saat ini, kenapa ? saat mendengar kata-kata seperti itu dari istrinya hatinya menjadi sedikit lebih tenang .


" Benarkah ?". Ucapnya Aldi .


" Iya mas , karena aku gak mau mengulangi kesalahan yang sama yaitu meninggalkan kamu ". Ujarnya Laila tersenyum .


Aldi yang mendengar ucapan dari Laila yang seperti itu , dalam lubuk hatinya benar-benar merasa bersalah akan apa yang selama ini ia perbuat pada Laila .


" Apakah?kamu akan tetap bersikap seperti ini La, jikalau kamu tahu aku lah yang menyebabkan dirimu dan Firman berpisah , apa kamu masih mau tetap bersamaku seperti ucapanmu barusan ". Batinnya Aldi tersenyum kecut .


.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa Like, Vote dan Komentarnya ya guys 😉😊👍😎 Dukungan kalian membuat author makin semangat menulis melanjutkan cerita ini 👍😊😊🤗😚


__ADS_2