Dendam Cinta

Dendam Cinta
Membuat Identitas Baru


__ADS_3

Aldi berjalan kearah kamar , ia berharap ada sesuatu yang bisa dijadikan uang didalam kamar ayahnya dulu , dan setelah berjam-jam Aldi mencari akhirnya ia menemukan sekotak perhiasan seperti jam serta emas batangan milik ayahnya dan itu lumayan untuknya ,untuk dijual dan uangnya akan ia pakai membuat identitas diri untuknya .


Aldi melihat pakaian yang masih terlihat bisa dipakai olehnya , ia pun memakai pakai itu , dan itu adalah milik ayahnya .


" Gak mungkin juga kan gua keluar pakai , pakaian pasien rumah sakit , gua gak mau terlalu menampakkan diri gua di publik karena gua tau entar bisa-bisa mereka menemukan gua lagi ". Gumamnya Aldi sambil memakai sepatu boot kulit milik ayahnya juga yang masih layak pakai .


" Gua harap sih barang-barang ini kalau dijual cukup mahal dan bisa gua jadikan buat identitas gua ,serta ngurus-ngurus persiapan gua kembali ke Indonesia , Laila sama kamu anak ayah tungguin ayah ya nak ..ayah pasti akan pulang dan kita akan kumpul bersama-sama lagi sebelumnya ". Gumamnya Aldi tersenyum .


Sedangkan kini anak yang Aldi tengah dipikirkannya kini asik sekali bermain-main bersama Alvin .


" kamu gemes...banget si Ay ... mmm...pengen rasanya aku cubit ". Alvin gemas sekali akan Ayla yang terlihat gemas sekali dimatanya serta lucu .


" Jangan dicubit dong papa , nanti Ayla nya sakit ...". Ucapnya Laila yang mendekati mereka berdua yang terlihat asik bermain-main .


" Eh... ada mama kamu Ay ...". Ucapnya Alvin tersenyum .


" Hmm... oh ya mas ... yuk kita ke pasar ". Ajaknya Laila .


" Terus Ayla sama siapa ? gak mungkin kan anak bayi kaya dia dibawa ke pasar , di pasar pasti jorok La ". Ujarnya Alvin .


" Tenang aja nanti ibu kesini , katanya sekalian mau bantu-bantu kita masak ". Jawabnya Laila .


Yang tak lama kemudian Isti ibunya Laila datang mengetuk pintu rumah nya .


" Nah... itu pasti dia ". Ucapnya Laila membuka pintu rumahnya .


" Yuk... bu masuk .. Ayla didalam sama mas Aldi ". Ucapnya Laila .


" Iya, Assalamualaikum ...". Ucapnya Isti setelah ia masuk kedalam rumah .


" Wa'alaikusalam ...eh ibu ". Ucapnya Alvin menghampiri ibunya Laila dan cium punggung tangannya membuat Isti keheranan .


" Tumben kamu bersikap sopan kaya gini, biasanya juga cuek kalau ibu datang berkunjung ". Sindir nya Isti .


" ihh...ibu kan bagus toh, kalau mas Aldi bersikap hormat gini sama ibu mertuanya , malah disindir begitu ". Ucapnya Laila membela suaminya itu .


" Astagfirullah ... gini amat ya disindir ibunya Laila, sebenarnya Aldi sama ibu mertuanya itu ada masalah apa sih , kayanya berselisih banget ". Batinnya Alvin berpikir .


" Ah... iya-iya sini-sini cucu nenek , nenek kangen sekali sama kamu Ayla ...cucu nenek ". Ucapnya Isti mengambil Ayla di gendongannya Alvin untuk mengalihkan pembicaraan .


Laila hanya geleng-geleng kepala akan sikap ibunya itu ,ya memang suka sekali mencari-cari masalah dengan suaminya .


" Ya sudah gih... berangkat katanya mau ke pasar keburu siang loh, panas nanti , oh ya Aldi nanti tolong bawain semua belanjaannya istri kamu ya , inget loh Laila baru lahiran gak boleh angkat-angkat yang berat-berat dulu dan gak boleh kecapean ". Ucapnya Isti mencoba menasehati menantunya itu .


" Iya ibu ,aku juga tahu kok , apa tugas ku sebagai seorang suami ". Ucapnya Alvin tersenyum .

__ADS_1


Alvin jengkel juga sih kalau lama-lama harus berhadap dengan ibu mertua yang modelannya kaya gini , cerewetnya minta ampun .


" Ya sudah yuk mas berangkat ,oh ya ini kunci motornya dan motornya ada di bagasi ya ". Ujarnya Laila .


Alvin pun pergi ke bagasi mobil , dan disana ada motor matic Scoopy milik Laila dan juga motor KLX milik Aldi .


" Widih ini motornya Aldi keren juga dia , anak motor kayanya ya ". Batinnya Alvin tersenyum terpukau .


" Yuk mas berangkat, jangan lihatin motor kamu terus , keburu kesiangan nanti kita ". Ucapnya Laila .


" Iya-iya ayo ". Jawabnya Alvin menyalakan motor matic miliknya Laila .


Laila kini berboncengan dengan Laila, menuju pasar yang gak terlalu jauh dari pasar .


" Oh ya mas... aku kangen loh... masa-masa kaya gini sama kamu , kita naik motor berdua ". Ucapnya Laila tiba-tiba membuat Alvin hanya diam saja .


Laila terus bercerita soal dirinya dan Aldi , sampai dimana tiba mereka sudah sampai di pasar .


" Kamu kunci dulu itu motornya ,kalau hilang kan gawat mas ". Ucapnya Laila kasih tahu suaminya itu .


" Iya ". Jawabnya Alvin lalu langsung mengikuti kemanapun Laila pergi , Laila berhenti di penjual sayuran , ia memilih-milih sayuran disana .


" Bayamnya 1 ikat saja ya bang ,ah...dan itu sama tomatnya 5.000 aja ". Ujarnya Laila .


" Sudah itu saja ". Jawabnya Laila .


" Buncis 5.000, wortel 6.000, bawang merah 10.000 bayam seikat 3.000 tomat nya 5.000 totalnya 29.000 ya mbak ". Ujar pedagang itu .


" Ini bang uangnya ". Laila memberikan uang 50.000 ribu .


" Nih mbak kembalian nya makasih ya ,nanti datang lagi jangan lupa ". Ujar pedagang itu .


" Pasti bang asal dapet diskon aja ...hahaha ". Jawab Laila tersenyum dan tertawa .


" Ah... bisa aja nih mbak Laila ". Ucapnya pedagang itu .


Laila hanya tersenyum setelah itu pergi lagi mencari pedagang perdagingan .


" Kayanya kamu akrab banget ya tadi sama penjual tadi ". Ucapnya Alvin .


" Iya mas kan dia langganan aku di pasar ini ,jadi ya gitu ". Ucapnya Laila tersenyum .


" Oh ". Jawabnya Alvin membuat Laila tersenyum .


Laila dan Aldi kini sampai di kedai penjual daging dan ikan .

__ADS_1


" Bang ayamnya 2 kilo ya sama ikan ini nya 1 kilo ". Ucapnya Laila .


Alvin yang melihat udang jadi tergiur membayangkan gimana kalau udang itu digoreng berbalutkan tepung persis kesukaannya .


" La...ini la , kayanya enak ". Ucapnya Alvin tersenyum .


Laila yang melihat apa yang ditunjukan suaminya mengerutkan alisnya karena heran kenapa suaminya malah mau udang .


" Loh... mas bukannya kamu alergi udang ya , kamu jangan makan ini ah... sudah ayam saja nanti yang ada kamu bentol-bentol gimana ". Ucapnya Laila sambil menunggu abang-abang penjual ayamnya memotong-motong ayamnya karena Laila memintanya dipotong-potong dulu agar lebih praktis nanti ia masaknya .


" Lah... si Aldi alergi udang buset... dah katro amat tuh orang , pake acara alergi segala , ck jadi gak bisa makan udang deh ". Gerutunya dalam hati .


Sedangkan kini Aldi tengah membuat segala identitas dirinya mulai dari tanda pengenal , paspor , SIM card dan juga identitas lainnya yang ia butuhkan .


" Ini pak sudah jadi ". Ucap orang yang ahli membuatkan identitas baru bagi seseorang yang kehilangan identitasnya .


" Oke makasih pak ". Ucapnya Aldi sambil menerima semua identitas dirinya yang ia buat .


Aldi mengubah namanya menjadi Alvian Dwiky .


" Mungkin dengan cara aku mengubah identitas diriku aku bisa menyelidiki teka-teki soal Anna dan Firman , aku sejujurnya masih kepikiran soal mereka yang terlihat akrab itu ". Ucapnya Aldi yang kini menjadi Vian .


Kini Salma dan Firman masih mencari-cari keberadaan Aldi .


" Kamu dimana sih Al , kenapa kamu pergi sih ... ". Gumamnya Salma yang sedih sekali karena belum juga menemukan Aldi .


" Sudahlah Sal... kamu tenang saja , kamu harus yakin kita pasti bisa menemukannya ". Ucapnya Firman .


" Tapi dimana man.. dimana ? kita menemukan nya di kota sebesar seperti ini , jujur saja aku mulai putus asa mencarinya ". Balasnya Salma .


" Dia gak akan bisa keluar dari kota ini semudah itu, cepat atau lambat kita pasti akan menemukan nya Sal ". Ujarnya mencoba membuat Salma tenang .


" Gak tau lah man ... cape aku ". Jawabnya Salma yang benar-benar gak punya gairah lagi .


" Aldi Lo itu emang benar-benar nyusahin orangnya ya ... ck kenapa sih dia seberuntung itu , dicintai dua wanita sekaligus sedangkan gua malah dicampakkan terus oleh keduanya dari mereka ". Batinnya Firman yang terlihat kesal .


.


.


.


.


Jangan lupa Like, Vote dan Komentarnya ya guys 😉 dukungan dari kalian membuat author semakin semangat untuk menulis melanjutkan cerita ini 😄👍😁

__ADS_1


__ADS_2