
Aldi berjalan kearah kamar , ia berharap ada sesuatu yang bisa dijadikan uang didalam kamar ayahnya dulu , dan setelah berjam-jam Aldi mencari akhirnya ia menemukan sekotak perhiasan seperti jam serta emas batangan milik ayahnya dan itu lumayan untuknya ,untuk dijual dan uangnya akan ia pakai membuat identitas diri untuknya .
Aldi melihat pakaian yang masih terlihat bisa dipakai olehnya , ia pun memakai pakai itu , dan itu adalah milik ayahnya .
" Gak mungkin juga kan gua keluar pakai , pakaian pasien rumah sakit , gua gak mau terlalu menampakkan diri gua di publik karena gua tau entar bisa-bisa mereka menemukan gua lagi ". Gumamnya Aldi sambil memakai sepatu boot kulit milik ayahnya juga yang masih layak pakai .
" Gua harap sih barang-barang ini kalau dijual cukup mahal dan bisa gua jadikan buat identitas gua ,serta ngurus-ngurus persiapan gua kembali ke Indonesia , Laila sama kamu anak ayah tungguin ayah ya nak ..ayah pasti akan pulang dan kita akan kumpul bersama-sama lagi sebelumnya ". Gumamnya Aldi tersenyum .
Sedangkan kini anak yang Aldi tengah dipikirkannya kini asik sekali bermain-main bersama Alvin .
" kamu gemes...banget si Ay ... mmm...pengen rasanya aku cubit ". Alvin gemas sekali akan Ayla yang terlihat gemas sekali dimatanya serta lucu .
" Jangan dicubit dong papa , nanti Ayla nya sakit ...". Ucapnya Laila yang mendekati mereka berdua yang terlihat asik bermain-main .
" Eh... ada mama kamu Ay ...". Ucapnya Alvin tersenyum .
" Hmm... oh ya mas ... yuk kita ke pasar ". Ajaknya Laila .
" Terus Ayla sama siapa ? gak mungkin kan anak bayi kaya dia dibawa ke pasar , di pasar pasti jorok La ". Ujarnya Alvin .
" Tenang aja nanti ibu kesini , katanya sekalian mau bantu-bantu kita masak ". Jawabnya Laila .
Yang tak lama kemudian Isti ibunya Laila datang mengetuk pintu rumah nya .
" Nah... itu pasti dia ". Ucapnya Laila membuka pintu rumahnya .
" Yuk... bu masuk .. Ayla didalam sama mas Aldi ". Ucapnya Laila .
" Iya, Assalamualaikum ...". Ucapnya Isti setelah ia masuk kedalam rumah .
" Wa'alaikusalam ...eh ibu ". Ucapnya Alvin menghampiri ibunya Laila dan cium punggung tangannya membuat Isti keheranan .
" Tumben kamu bersikap sopan kaya gini, biasanya juga cuek kalau ibu datang berkunjung ". Sindir nya Isti .
" ihh...ibu kan bagus toh, kalau mas Aldi bersikap hormat gini sama ibu mertuanya , malah disindir begitu ". Ucapnya Laila membela suaminya itu .
" Astagfirullah ... gini amat ya disindir ibunya Laila, sebenarnya Aldi sama ibu mertuanya itu ada masalah apa sih , kayanya berselisih banget ". Batinnya Alvin berpikir .
" Ah... iya-iya sini-sini cucu nenek , nenek kangen sekali sama kamu Ayla ...cucu nenek ". Ucapnya Isti mengambil Ayla di gendongannya Alvin untuk mengalihkan pembicaraan .
Laila hanya geleng-geleng kepala akan sikap ibunya itu ,ya memang suka sekali mencari-cari masalah dengan suaminya .
" Ya sudah gih... berangkat katanya mau ke pasar keburu siang loh, panas nanti , oh ya Aldi nanti tolong bawain semua belanjaannya istri kamu ya , inget loh Laila baru lahiran gak boleh angkat-angkat yang berat-berat dulu dan gak boleh kecapean ". Ucapnya Isti mencoba menasehati menantunya itu .
" Iya ibu ,aku juga tahu kok , apa tugas ku sebagai seorang suami ". Ucapnya Alvin tersenyum .
__ADS_1
Alvin jengkel juga sih kalau lama-lama harus berhadap dengan ibu mertua yang modelannya kaya gini , cerewetnya minta ampun .
" Ya sudah yuk mas berangkat ,oh ya ini kunci motornya dan motornya ada di bagasi ya ". Ujarnya Laila .
Alvin pun pergi ke bagasi mobil , dan disana ada motor matic Scoopy milik Laila dan juga motor KLX milik Aldi .
" Widih ini motornya Aldi keren juga dia , anak motor kayanya ya ". Batinnya Alvin tersenyum terpukau .
" Yuk mas berangkat, jangan lihatin motor kamu terus , keburu kesiangan nanti kita ". Ucapnya Laila .
" Iya-iya ayo ". Jawabnya Alvin menyalakan motor matic miliknya Laila .
Laila kini berboncengan dengan Laila, menuju pasar yang gak terlalu jauh dari pasar .
" Oh ya mas... aku kangen loh... masa-masa kaya gini sama kamu , kita naik motor berdua ". Ucapnya Laila tiba-tiba membuat Alvin hanya diam saja .
Laila terus bercerita soal dirinya dan Aldi , sampai dimana tiba mereka sudah sampai di pasar .
" Kamu kunci dulu itu motornya ,kalau hilang kan gawat mas ". Ucapnya Laila kasih tahu suaminya itu .
" Iya ". Jawabnya Alvin lalu langsung mengikuti kemanapun Laila pergi , Laila berhenti di penjual sayuran , ia memilih-milih sayuran disana .
" Bayamnya 1 ikat saja ya bang ,ah...dan itu sama tomatnya 5.000 aja ". Ujarnya Laila .
" Sudah itu saja ". Jawabnya Laila .
" Buncis 5.000, wortel 6.000, bawang merah 10.000 bayam seikat 3.000 tomat nya 5.000 totalnya 29.000 ya mbak ". Ujar pedagang itu .
" Ini bang uangnya ". Laila memberikan uang 50.000 ribu .
" Nih mbak kembalian nya makasih ya ,nanti datang lagi jangan lupa ". Ujar pedagang itu .
" Pasti bang asal dapet diskon aja ...hahaha ". Jawab Laila tersenyum dan tertawa .
" Ah... bisa aja nih mbak Laila ". Ucapnya pedagang itu .
Laila hanya tersenyum setelah itu pergi lagi mencari pedagang perdagingan .
" Kayanya kamu akrab banget ya tadi sama penjual tadi ". Ucapnya Alvin .
" Iya mas kan dia langganan aku di pasar ini ,jadi ya gitu ". Ucapnya Laila tersenyum .
" Oh ". Jawabnya Alvin membuat Laila tersenyum .
Laila dan Aldi kini sampai di kedai penjual daging dan ikan .
__ADS_1
" Bang ayamnya 2 kilo ya sama ikan ini nya 1 kilo ". Ucapnya Laila .
Alvin yang melihat udang jadi tergiur membayangkan gimana kalau udang itu digoreng berbalutkan tepung persis kesukaannya .
" La...ini la , kayanya enak ". Ucapnya Alvin tersenyum .
Laila yang melihat apa yang ditunjukan suaminya mengerutkan alisnya karena heran kenapa suaminya malah mau udang .
" Loh... mas bukannya kamu alergi udang ya , kamu jangan makan ini ah... sudah ayam saja nanti yang ada kamu bentol-bentol gimana ". Ucapnya Laila sambil menunggu abang-abang penjual ayamnya memotong-motong ayamnya karena Laila memintanya dipotong-potong dulu agar lebih praktis nanti ia masaknya .
" Lah... si Aldi alergi udang buset... dah katro amat tuh orang , pake acara alergi segala , ck jadi gak bisa makan udang deh ". Gerutunya dalam hati .
Sedangkan kini Aldi tengah membuat segala identitas dirinya mulai dari tanda pengenal , paspor , SIM card dan juga identitas lainnya yang ia butuhkan .
" Ini pak sudah jadi ". Ucap orang yang ahli membuatkan identitas baru bagi seseorang yang kehilangan identitasnya .
" Oke makasih pak ". Ucapnya Aldi sambil menerima semua identitas dirinya yang ia buat .
Aldi mengubah namanya menjadi Alvian Dwiky .
" Mungkin dengan cara aku mengubah identitas diriku aku bisa menyelidiki teka-teki soal Anna dan Firman , aku sejujurnya masih kepikiran soal mereka yang terlihat akrab itu ". Ucapnya Aldi yang kini menjadi Vian .
Kini Salma dan Firman masih mencari-cari keberadaan Aldi .
" Kamu dimana sih Al , kenapa kamu pergi sih ... ". Gumamnya Salma yang sedih sekali karena belum juga menemukan Aldi .
" Sudahlah Sal... kamu tenang saja , kamu harus yakin kita pasti bisa menemukannya ". Ucapnya Firman .
" Tapi dimana man.. dimana ? kita menemukan nya di kota sebesar seperti ini , jujur saja aku mulai putus asa mencarinya ". Balasnya Salma .
" Dia gak akan bisa keluar dari kota ini semudah itu, cepat atau lambat kita pasti akan menemukan nya Sal ". Ujarnya mencoba membuat Salma tenang .
" Gak tau lah man ... cape aku ". Jawabnya Salma yang benar-benar gak punya gairah lagi .
" Aldi Lo itu emang benar-benar nyusahin orangnya ya ... ck kenapa sih dia seberuntung itu , dicintai dua wanita sekaligus sedangkan gua malah dicampakkan terus oleh keduanya dari mereka ". Batinnya Firman yang terlihat kesal .
.
.
.
.
Jangan lupa Like, Vote dan Komentarnya ya guys 😉 dukungan dari kalian membuat author semakin semangat untuk menulis melanjutkan cerita ini 😄👍😁
__ADS_1