Dendam Cinta

Dendam Cinta
Warning !!!


__ADS_3

Aldi dengan santainya masuk kedalam apartemennya karena barang-barang yang ia bawa Dhan yang membawanya , dan Laila maupun Isti ada dibelakangnya tengah asik mengobrol Aldi duluan masuk kedalam apartemennya yang mewah itu ,ya bisa dibilang tempat surganya Aldi beristirahat dan tidak ada yang berani memerintahnya maupun mengganggunya .


Aldi masuk kedalam apartemennya dan saat ia membuka pintu, ada bantal melayang tepat di wajahnya membuat Aldi kaget dan ia pun terjatuh karena saking kagetnya .


" Aduh... siapa sih ?". Keluh Aldi dengan nada marahnya melihat kesekitar lingkungan apartemennya dan di satu tempat tepatnya didepan pintu kamarnya Laila terlihat Mila neneknya Aldi tengah memasang wajah mode marahnya dan itu cukup mengerikan bagi Aldi .


" Waduh...". Batin Aldi sudah merasakan keadaan yang tidak enak dan disaat itu juga Wulan kakak sepupunya keluar dari kamarnya Laila dengan membawa baju-baju miliknya Laila yang semakin membuat Aldi dalam keadaan yang bahaya baginya .


Dan tepat disaat itu juga, Laila dan ibunya itu ada masuk ke apartemennya itu melihat keadaannya yang cukup mencengkam bagi Laila berbeda sekali dengan Isti yang terlihat senang-senang saja melihat suasana yang menyelimuti seluruh ruangan apartemen itu .


Laila langsung melihat kearah suaminya yang hanya berdiri memegang bantal yang dilemparkan oleh Mila .


" Mas ". Panggil Laila sambil menepuk bahunya .


" Kita dalam bahaya La ". Bisiknya .


" Bahaya apanya sih mas ?". Tanya Laila yang tidak mengerti dengan apa yang dimaksud oleh suaminya itu .


" Aldi ". Suara yang menggelegar di seluruh ruangan membuat Aldi bergidik ngeri mendengar suara itu yang tak lain adalah suara neneknya yang memanggil .


" iii...iya nek ". Ucap Aldi terbata-bata membuat Laila merasa aneh melihat tingkah suaminya itu yang tadi merasa senang karena bisa kembali ke apartemennya namun sekarang tiba-tiba seperti orang ketakutan saja .


Laila melihat kearah Wulan yang tengah memegang baju-bajunya lalu ia pun menghampirinya .


" Loh kak, kok baju-baju ku aja di kakak ?". Tanya Laila .


" Dasar bodoh... ". Batin Aldi menggerutu yang mendengar pertanyaan Laila pada Wulan .


" Seharusnya kami yang tanya sama kamu La , kenapa baju kamu dan barang-barang kamu ada dikamar ini sedangkan barang-barang Aldi ada dikamarnya disebelah kamar kamu ? kenapa ?". Ucapnya Mila ingin mendapatkan kejelasan dari keduanya yaitu Laila maupun Aldi .


" Ah... aa...itu ". Ucap Laila gugup karena bingung harus jawab apa Laila langsung melihat kearah suaminya yang hanya bisa berdiri diam .


" Jadi selama ini ,selama kamu dan Aldi pindah kalian itu pisah kamar iya ?". Tanyanya Mila memastikan kenyataannya .


" iii...iya nek, kami pisah kamar karena mas Aldi yang memintanya ". Ucapnya Laila berkata jujur karena Laila tidak mau membohongi lagi keluarganya ataupun keluarga suaminya itu .


Aldi yang disebut-sebut namanya langsung melihat kearah Laila dengan wajah terkejut nya .


" Apa !!! ". Isti yang yang kaget mendengar perkataan anaknya sendiri .


" Bodoh-bodoh , ya tuhan kenapa kamu memberikan mahluk sepaket begini kepadaku, gak anak gak ibu sama saja membuatku merasa terpojok ". Batinnya Aldi menggerutu .


Mila langsung melihat kearah cucunya itu, dengan tatapan wajah tajamnya membuat Aldi yang melihatnya hanya bisa pasrah saja apa nanti akibatnya . Aldi menundukan kepalanya untuk tidak melihat wajah mode neneknya yang tengah marah itu .


" Tamatlah aku ". Batin Aldi .

__ADS_1


Wulan yang melihat adik sepupunya yang terlihat terpojok seperti itu hanya bisa menertawakan nya dalam hati .


" Habislah kau Aldi ... hahaha ". Batinnya Wulan tertawa dalam hati , Wulan ia memang selalu merasa senang bila melihat adiknya terpojok seperti itu , tapi meskipun begitu Wulan amat sayang sekali pada Aldi , karena hanya Aldi sepupu yang ia punya , dan selalu membantunya saat-saat ia dulu terpuruk karena masalah percintaan .


Mila melangkahkan kakinya mendekati cucu laki-laki nya itu, Laila hanya bisa diam disisi Wulan dan Isti pun malah ikut-ikutan menghampiri menantunya itu . Dan terjadilah tarik menarik telinga milik Aldi .


" Aw..aw..aw..aw.. sakit lepas nek Bu ". Pinta Aldi .


" Berani-beraninya ya kamu melakukan itu Aldi ". Ucap Mila menjewer telinga kanannya Aldi .


" Maaf...maaf...maaf... nek maaf ". Aldi yang memohon minta maaf pada neneknya .


" Sebenarnya mau mu itu apa sih hah... kenapa kamu melakukan hal pada anak saya hah... ". Bentak Isti yang menjewer telinga kirinya Aldi .


" Aaa...aduh..aduh... sakit bu ...lepas bu maaf ...maaf... aku bisa jelasin oke ". Ucap Aldi berusaha melepaskan dirinya dari cengkraman kedua wanita gahar menurut nya .


" Maaf kamu bilang hah... gak semudah itu Aldi ". Ucapnya Mila langsung menyeret Aldi dengan masih tangannya yang masih menjewer telinganya cucunya itu .


Sedangkan Isti sudah melepaskan jewerannya itu . Aldi didorong oleh neneknya ke sofa yang ada di ruang tamu disana .


" Coba jelaskan pada kami apa maksudnya kamu melakukan itu Aldi ". Tanya Mila .


" Ya tuhan sebenarnya aku ini apa sih kenapa diginiin amat sama keluarga , perasaan gua ini kan CEO perusahaan besar dan semua orang hormat sama gua , tapi kenapa malah gua yang seperti diperlakukan kaya bawahan ". Batinnya menggerutu .


" Kacau emang situasi sekarang , dan si Dhan mana lagi ? malah gak nongol-nongol heran dah kemana lagi tuh asisten satu ". Batinnya Aldi .


" Ah... anu...anu... itu ". Ucapnya Aldi kebingungan harus jawab apa .


" Anu apa ...". Ucapnya Isti .


" Nek... ibu biar Laila saja yang menjawab ". Ucap Laila kali ini angkat bicara .


" Baiklah ... silahkan ,jelaskan yang sejelas-jelasnya Laila ". Ucapnya Mila .


" Gini Nek... Bu ...kak... aku sama mas Aldi memang menyimpan barang ditempat yang berbeda tapi , kita tetap tidur satu ranjang kok...". Ucapnya Laila beralasan .


" Iya tuh... betul... tuh ". Ucapnya Aldi .


" Alah... betul apanya ". Wulan yang jail memasukan kertas kedalam mulutnya Aldi membuat Aldi kesal dan langsung bangun dari duduknya .


" Huek...huek... apa-apaan sih kak ". Ucapnya Aldi dengan nada kesalnya melihat kearah belakang sofa tempat dimana Wulan berdiri .


" Hahaha ". Wulan hanya tertawa saja tidak menjawab ucapan nya Aldi .


" Wulan ". Ucapnya Nenek Mila dengan sorot mata untuk diam saja .

__ADS_1


" Maaf... ". Ucapnya Wulan tersenyum .


Isti hanya tersenyum melihat tingkah lakunya Wulan pada Aldi .


" Kita kembali pada pembicaraan kita , sampai mana tadi ...aduh lupa nenek ". Ucapnya Mila megang kepalanya .


" Sampai dimana Laila bilang kalau mereka tetap seranjang ya intinya sekamar gitu walau tempat penyimpanan barang-barang mereka diletakan dibeda tempat ". Ujarnya Wulan .


" Nah... iya itu, tapi Laila kalau memang kalian satu kamar tapi kenapa ada kasur di kamar kamu , rapih lagi kamarnya seperti ditempati gitu dan poto-poto kamu juga berada disana bukannya dikamar Aldi ". Ucapnya Mila .


" Ah... itu karena , Laila memang suka memasang potonya dimana saja nek iya kan sayang ". Ucapnya Aldi yang tiba-tiba berubah menjadi bersikap manis pada Laila .


" Ah... iya benar nek ". Ucapnya Laila .


" Yakin begitu La ". Ucapnya Wulan merasa ada yang aneh .


" Iya kak ".


" Eh... tapi Aldi jangan bersikap so manis gitu pada Laila, kakak tahu betul siapa kamu , ya kamu bersikap begitu karena merasa terpojok saja bukan ". Celetuknya membuat Mila dan Isti berpikir lagi .


" Ya tuhan , ini juga mahluk satu ,bikin suasana bikin tambah runyem aja , dasar kompor meledug ". Batinnya Aldi .


" Kata siapa ? kita memang sudah mulai dekat lagi kok ,iya kan sayang ". Ucapnya Aldi lebih mempererat memeluk Laila .


" Ah... iya ". Jawab Laila .


" Hmmm... tapi kok ". Wulan yang mulai lagi memperpanas suasana .


" Ah... sudah gak usah tapi-tapi mending kita , makan-makan saja dulu ya ". Ucapnya Aldi mengalihkan pembicaraan .


" Nah... iya , boleh ". Balas Wulan , Wulan memang paling gak bisa menolak apa yang namanya makan .


Karena ia mempunyai prinsip bagi dirinya sendiri dan dia sendiri yang membuat prinsip nya itu , prinsipnya yaitu tidak boleh yang namanya menolak ajakan makan , karena meski kita tidak suka diajak makan sama orang yang mengajak kita makan akan tetapi yang penting perut kenyang soal perasaan mah belakangan .


" Ck... soal makan aja , baru diem gak jadi kompor meledug lagi ". Sindirnya Aldi .


" Yeh... Lo kan tahu prinsip gua gimana yang penting kenyang perut dulu bos ". Ucapnya Wulan mengetok kepala adiknya itu .


" Aw... sakit tahu ". Umpatnya Aldi .


" Tapi mas, mau makan apa , orang bahan masakan di kulkas saja sudah habis ,kita belum belanja bahan-bahan masakannya ". Ucapnya Laila .


" Tenang saja , aku sudah pesan makanan kok , jadi it'is oke , semuanya beres ". Ujarnya Aldi .


" Hmmm... baiklah ". Ucapnya Laila .

__ADS_1


. . . . . . .


Jangan lupa Like, Vote dan Komentarnya ya guys 😉😊👍😎 Dukungan kalian membuat author makin semangat menulis melanjutkan cerita ini 👍😊


__ADS_2