Dendam Cinta

Dendam Cinta
Memaafkan Demi Anak


__ADS_3

Hari silih berganti , namun sudah 2 bulan pun Laila masih bersikap sama pada Aldi yaitu cuek , namun sikap cueknya hanya ditunjukkan pada suaminya tidak dengan keluarganya . Hari ini hari gajian pertamanya Aldi bekerja diperusahan milik Anna / Salma .


" Sayang ini ". Ucapnya Aldi memberikan amplop coklat yang berisi uang yang jumlahnya lumayan ya sekitar 3 juta rupiah, itu adalah gaji pokoknya ia sebagai pekerja buruh pabrik .


" Itu gaji pertamaku bekerja dipabrik, kamu pegang ya ". Ucapnya Aldi tersenyum sambil hendak memegang kepalanya Laila namun Laila justru menghindari nya .


Aldi hanya bisa bernafas panjang menerima perubahan sikap istrinya itu .


" Mungkin tidak seberapa ketika aku bekerja diperusahan milik keluarga ku , tapi setidaknya kali ini aku bisa menafkahi kamu dan juga anak kita ". Ucapnya Aldi yang duduk dikursi yang berada dikamar sedangkan Laila bersandar di ranjang .


Laila memegang amplop itu tanpa berbicara satu katapun .


" Oh ya minggu ini aku libur, kita jalan-jalan yuk , sudah lama aku gak liburan dan aku mau menunjukan sesuatu padamu ". Ujarnya Aldi membuat Laila menoleh kearah nya .


" Hal apa ?". Ucapnya Laila kali ini membuat Aldi tersenyum akhirnya istri nya itu mau bicara juga dengannya .


" Kamu ikut saja besok ya , mas mau mandi dulu ". Ucapnya Aldi berdiri dari duduknya lalu hendak pergi keluar kamar karena hendak mandi .


Laila hanya bisa diam setelah kepergian suaminya itu , entah mengapa sulit baginya untuk bisa memaafkan suaminya setelah apa yang dilakukan Aldi padanya , mempermainkan hidupnya mempermainkan hal sakral baginya .


Namun seketika juga hatinya merasa kasihan melihat suaminya itu , terlebih-lebih saat ia kemarin mengunjungi ibunya dirumah dan lalu menceritakan semuanya perihal masalah rumah tangganya itu .


" Nak... mungkin ini pelajaran hidup yang harus kamu jalani , memang yang dilakukan oleh suamimu itu sudah sangat keterlaluan namun dibalik itu semua kamu jadi tahu bukan gimana sifat aslinya dia ... dia yang ibu maksud adalah Firman , Firman selama ini selalu bersikap baik di depanmu bukan tanpa kamu sadari ada sifat buruk didalam dirinya , kalau memang Firman laki-laki dan suami yang terbaik untukmu tidaklah mungkin ia sampai tergoda ,godaan wanita lain jika memang benar ia mencintaimu , ia pasti tidak akan pernah yang namanya tergoda sama yang lain ,ia pasti menolak untuk didekati karena semata-mata menghargai perasaan mu , tapi apa yang terjadi ia justru malah menikah lagi dengan perempuan itu bukan ". Ucapnya Isti panjang lebar .


" Jadi intinya , seharusnya kamu berterimakasih pada suamimu sekarang karena ia sudah menunjukkan sifat aslinya Firman padamu , dan membuka matamu lebar-lebar bahwa tidak semua manusia baik diluar ..ada kalanya juga baik diluar justru buruk didalam dan sebaliknya .. ia menunjukkan kejahatan nya langsung didepan mata kita namun dibalik itu semua ada sifat baiknya yang tanpa kita sadari ia memiliki sifat baik itu... La ... jangan terlalu lama marahnya pada suamimu itu kasihan dia , dia juga sudah meminta maaf bukan padamu ... bahkan ia rela tidur diluar seperti itu hanya karena menunggu kamu pulang ". Ucapnya Isti melihat kearah jendela kaca rumahnya terlihat Aldi duduk diam dibangku warungnya menunggu Laila keluar .


Ya saat ini ia tengah pulang ke rumah ibunya , tanpa mengajak suaminya pulang ke rumah ibunya itu , dan saat itu juga Aldi langsung menyusul Laila dan hendak mengajaknya pulang namun Laila menolaknya . Isti memang sempat marah besar akan permasalahan yang terjadi diantara putrinya dengan suaminya itu namun lagi-lagi Mila mencoba menjelaskan semuanya , bahwa ia minta maaf soal kejadian ini , karena ini juga diluar dugaannya .


Isti berpikir memang gak sepenuhnya salah menantunya, Aldi hanya menunjukkan perasaannya pada anaknya yaitu Laila namun dengan cara yang salah , tapi setidaknya dengan Aldi melakukan hal itu , ia jadi tahu sifat asli dari mantan menantunya itu yang telah berani-beraninya menyakiti putri semata wayangnya .


kembali ke keadaan yang sekarang , Laila benar-benar bingung harus melakukan hal apa sekarang , perkataan Ibunya itu benar-benar mengusik pikirannya .


" Apa yang harus aku lakukan sekarang , apa aku memaafkan nya begitu saja dan memberikannya kesempatan ... apa dengan aku memberinya kesempatan hati ini akan tenang ?". Ucapnya pada dirinya sendiri .


' Setidaknya maafkan dia La, mau sampai kapan kamu begini ? sampai kapan kamu marah padanya , justru kalau kamu marah begini kamu semakin susah meraihnya kembali ..ingat ada dia yang berusaha mendekati suamimu itu , jangan sia-siakan kesempatan baik ini , tarik kembali suamimu dalam dekapanmu jangan biarkan dia pergi lari darimu ' .


Kini Laila berdebat dengan pikirannya sendiri .


" Ya setidaknya yang dikatakan oleh ibu ada benarnya , kalau bukan karena mas Aldi melakukan hal itu mungkin sampai kini aku hidup bersama orang yang bermuka dua seperti mas Firman , sejujurnya aku masih merasa kesal padanya ,tapi aku juga gak mau kehilangan dia ,gagal lagi untukku kedua kalinya , aku gak mau gagal lagi dalam membina hubungan rumah tangga , setidaknya kali ini aku harus lebih dulu memaafkan nya , meski sejujurnya hati masih marah ". Batinnya Laila .


Terlihat Aldi sudah kembali dari kamar mandinya, terlihat dari rambutnya yang basah , ia Aldi keramas karena merasa gerah sekali hari ini .

__ADS_1


Aldi masuk dengan wajah cerianya , wajah yang dulu sering terlihat dingin namun kali ini berbeda wajahnya kembali ceria seperti dulu saat ia tidak punya masalah apapun dalam hidupnya .


Aldi mengambil baju dalam lemari dengan cara menariknya membuat Laila langsung menghampirinya .


" Kalau mau ambil baju di bagian bawah tuh, ya angkat dulu gitu yang diatas jangan main tarik aja , jadinya berantakan gini kan ". Ucapnya Laila sambil merapihkan kembali pakaian suaminya yang berantakan itu .


" Iya...iya maaf, kebiasaan ... hehehe ". Balasnya Aldi sambil tersenyum didepan istri nya membuat Laila hanya geleng-geleng kepala .


Aldi memakai kaos hitam yang ia pilih tadi dengan celana pendeknya yang sebelumnya ia pakai dikamar mandi .


Laila kembali duduk menyandarkan tubuhnya diranjang , sedangkan Aldi tengah menyisir rambutnya yang basah itu .


" Mas... ". Panggilnya Laila pada Aldi membuat Aldi spontan melihat langsung kearah yang memanggil nya .


" Iya sayang ada apa ?". Tanyanya Aldi yang kini menghampiri istrinya dan langsung duduk disisi ranjang itu juga menghadap Laila .


" Aku memaafkan mu ". Ucapnya Laila yang langsung membuat Aldi tersenyum padanya .


" Benarkah ? ". Ucapnya Aldi memastikan kalau ia tidak salah dengar .


Laila mengangguk tanda ia , Aldi yang melihatnya benar-benar senang sekali dan langsung memeluk istrinya itu .


" Makasih sayang , makasih sudah maafkan mas... makasih ". Ucapnya Aldi tersenyum sambil memeluk istrinya Laila yang dipeluk seperti itu merasa hangat sekali rasanya .


" Aku pun tak ingin anakku kehilangan ayahnya , demi anakku apapun akan ku lakukan , meski harus membuang rasa sakit yang aku rasakan sekarang , perasaan yang kamu permainkan mas ". Batinnya .


Kini kehidupan mereka berdua, sudah kembali normal seperti biasanya , dan kali ini Aldi mengajak Laila jalan-jalan bersama untuk pertama kalinya dengan perasaan saling mencintai tidak seperti dulu hanya salah satu dari mereka yang mencintai .


" Mas.. sebenernya kita mau kemana sih ?". Tanyanya Laila yang duduk disebelahnya Aldi .


Ya mereka naik taksi kali ini, karena mobil neneknya dipakai neneknya ke pasar , jadi karena kakinya Aldi yang masih belum berjalan normal pun tidak bisa membawa motornya juga .


" Nanti juga kamu tahu sayang ". Jawabnya Aldi tersenyum sambil memegang tangan nya Laila lalu menciumnya .


Laila yang baru pertama kali merasakan diperlakukan seperti ini hanya tersenyum melihat kearah suaminya . Tak lama kemudian mereka sudah sampai ditempat tujuan mereka .


Didepan rumah sederhana namun nyaman bagi Aldi .


" Ini rumah siapa mas ?". Tanyanya Laila .


" Ini dulunya rumahku bersama ayahku saat pertama kali kita merantau ke kota A ini, yuk masuk ". Ucapnya Aldi menjelaskan sambil mengajak istrinya itu untuk masuk kedalam rumah .

__ADS_1


Laila hanya bisa mengikuti kemanapun suaminya itu mengajak dirinya .


Terlihat suasana rumah yang seperti rumah kosong banyak debu juga dan masih ada perabotan rumah untuk beberapa yang ditutupi kain putih , barang seperti properti rumah , ranjang tidur dan kursi meja . sofa pun ada disana .


" Maaf ya aku belum sempat membersihkan rumah ini jadi banyak debu , maklum lah sudah lama tak ditempati semenjak kami pindah ke rumah besar ". Ujarnya Aldi .


Terdapat Dua kamar tidur, dapur serta kamar mandi yang begitu sederhana terlihatnya .


" Iya gapapa mas... aku ngerti kok , oh ya maksud kamu ajak aku kesini apa ?". Tanyanya Laila .


" Aku bermaksud mau ajak kamu tinggal disini, aku ingin kita hidup bersama, aku ingin mandiri ". Ujarnya Aldi .


" Benarkah ? kamu yakin mas ?". Tanyanya Laila memastikan .


" Iya , apa kamu mau ?". tanyanya Aldi .


" Aku hanyalah seorang istri , yang bisanya mengikuti kemanapun suamiku pergi , kemanapun kamu pergi dan tinggal aku ikut mas ..". Jawabnya Laila sambil tersenyum .


" Makasih ya , sudah mau jadi istriku dan mau hidup sederhana seperti ini denganku , aku janji apapun keadaannya kita aku akan tetap ada disisi mu sayang ". Ucapnya Aldi kali ini sambil tersenyum .


" Iya mas , makasih juga sudah mau mencintaiku , mau menerimaku kembali dikehidupan kamu , setelah apa yang terjadi diantara kita berdua belakangan ini ". Jawabnya Laila menatap kearah suaminya .


" Yang lalu biarlah berlalu , kita mulai kehidupan yang baru , menjalin hubungan rumah tangga sampai selamanya ". Ucapnya Aldi .


" Sampai maut memisahkan kita ". Timpalnya Laila yang kini mencium bibir suaminya itu .


Dan Aldi membalas ciuman dari istrinya .


Mereka melepaskan ciumannya , dan saling berpelukan setelah itu .


" Kita mulai kehidupan baru kita mulai hari ini ". Ucapnya Aldi .


" Iya mas , I love you ". Jawabnya Laila .


" I love you to Laila ... istriku ". Balasnya Aldi tersenyum .


.


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa Like, Vote dan Komentarnya ya guys 😉😊👍😎 Dukungan kalian membuat author makin semangat menulis melanjutkan cerita ini 👍😊😊🤗😚


__ADS_2