Dendam Cinta

Dendam Cinta
Dendam Cinta bab 46


__ADS_3

"Dia mantan kamu ya?" tanya Rita pada Dania setelah mereka tiba di restoran yang mereka tuju.


"Bukan," sahut, Dania singkat.


"Masa sih bukan? Tapi dari perkataannya menunjukkan kalau kalian pernah punya hubungan spesial," ucap, Shendy.


"Jangan bahas itu deh, aku lagi malas bagas tentang laki-laki."


"Dan, kalau kamu gak mau sama dia, buat aku aja. Dia ganteng loh," ucap, Rita.


"Ya aku pasti gak mau lah, aku kan udah punya, Shaka. Kamu gak boleh sama dia karena dia bukan laki-laki baik-baik."


"Jangan mentang-mentang udah punya yang baru, Dania terus yang lama kamu jelek-jelekin gitu," ucap, Shendy.


"Aku gak ada niat men_jelek-jelekkan dia tapi kenyataannya memang benar begitu."


"Masa sih, kelihatannya dia baik," ucap, Rita.


"Dia itu mantan suaminya, Shena. Kalian tahu kan mereka pisah karena apa?"


"Sepertinya kamu tahu banyak tentang mereka."


"Iya, tahu lah aku ini pekerja di restoran mereka. Karena ada satu masalah aku memilih berhenti bekerja di sana dan untungnya, Bu Shena masukin aku kerja di sini," jelas, Dania.


"Pantas awal masuk sini kamu sering panggil, Shena dengan sebutan, Bu," ucap Shendy.


"Itu karena aku udah kebiasaan manggil dia dengan sebutan itu."


"Tapi kenapa tadi dia ingin memperbaiki hubungan bersama kamu dan kamu menolaknya dengan berkata kalau sudah punya kekasih baru. Apa itu bukan berarti kamu dengan dia pernah berpacaran?" ucap Shendy lagi.


"Aku memang pernah dekat dengan dia tapi tidak ada sedikit pun perasaan cinta untuk dia karena aku tahu dia bukanlah laki-laki yang baik untuk aku."


*******


"Shena, lebih baik kamu jangan bekerja di sana lagi karena, Ibu dan Bapak sering khawatir," ucap Bu Ayu.


Shena memang mengatakan segalanya tentang dirinya dan Devan kepada, Bu Ayu dan Pak Rudi tapi dia tidak mengatakan bahwa dirinya tidak bekerja dan tinggal di rumah mereka. Susan tetap pada rencana awalnya, dia mengatakan pada kedua orang tua angkatnya itu bahwa dirinya benar-benar bekerja dan tidur dengan menyewa kamar kost.


"Bu, kalau aku gak kerja nanti kita mau makan apa?"


"Bapak kan bisa berjualan keliling. Ibu yang membuat makanannya dan, Bapak yang menjajakan makanan buatan, Ibu."


"Kalian sudah tua, udah waktunya kalian beristirahat dari lelahnya bekerja mencari uang."


Saat mereka sedang berbicara, Reyhan datang untuk menjemput, Shena. Seperti rencana awal, mereka akan makan siang bersama.


"Permisi," ucap Reyhan yang berdiri di depan pintu rumah, Pak Rudy yang terbuka lebar.


"Mas, cepat banget nyampe nya," ucap, Shena.


"Aku sedikit terburu-buru."


"Kalau kamu sibuk, acara makan bersama nya diundur saja."


"Aku tidak sedang sibuk, siapa yang bilang aku sibuk? Aku terburu-buru karena ingin cepat bertemu dengan kamu."


Shena tersenyum tipis lalu meraih tasnya yang ada di atas kursi!

__ADS_1


"Aku sudah siap untuk pergi," ucap, Shena.


Mereka pun langsung pergi meninggalkan rumah, Pak Rudy.


*******


"Selamat siang semuanya," ucap, Shaka yang baru tiba di restoran itu.


"Siap-siap dikacangin nih," gumam, Rita.


Dania dan Shendy menatap, Rita yang wajahnya sudah terlihat kesal itu.


"Makanya cari pacar jangan diam aja nungguin cowok datang," ucap, Shendy.


Rita menatap, Shendy lalu berkata, "sendirinya juga jomblo."


"Aku sih jomblo juga happy gak kayak kamu yang suka ngedumel liat orang pacaran."


Shaka duduk bersama mereka dan mulai bergabung dengan tiga wanita cantik itu.


"Udah pada pesan makanan?" tanya, Shaka.


"Ini lagi nunggu," sahut, Dania.


"Ingat, jangan suap-suapan kalian berdua ya. Kasihan nih ada jomblo akut," ucap, Shendy.


Dania tertawa kecil. "Jomblo aja bangga," ucapnya.


Tak lama pesanan mereka tiba dan mereka mulai makan sedangkan, Shaka hanya diam karena makanan yang dia pesan belum tiba.


*******


Reyhan dan Shena yang sedang duduk menunggu pesanannya tiba menatap ke arah suara.


"Mama," gumam Reyhan.


"Mama? Berarti wanita itu adalah, Mamanya Reyhan," ucap, Shena sembari terus menatap wanita itu.


Mamanya Reyhan menatap, Shena lalu menatap, Reyhan.


"Yakin nih gak mau dikenalin sama, Mama?" ucap, Anthika~Mamanya Reyhan.


"Oh, iya hampir saja lupa. Kenalin, Mam ini, Shena teman aku," ucap Reyhan.


Shena tersenyum ramah kepada, Anthika lalu menjabat tangan wanita itu sembari menyebutkan namanya.


"Oh, ini yang namanya, Shena itu," ucap, Anthika.


Shena menatap, Anthika lalu menatap, Reyhan penuh tanya.


"Reyhan selalu menceritakan tentang kamu. Karena itulah saya jadi tahu."


"Oh." Shena tak tahu harus berkata apa alhasil dia hanya menjawab 'oh' saja.


"Mama kok ada di sini?" tanya Reyhan.


"Iya, Mama mau ketemu sama teman, Mama di sini." Anthika mengedarkan pandangannya mencari-cari temannya yang sudah tiba lebih dulu di restoran itu.

__ADS_1


"Itu dia mereka," ucap Anthika sembari menunjuk ke arah teman-temannya.


"Reyhan, Shena, Mama ke sana dulu ya. Kalian lanjutkan saja," sambung, Anthika.


Anthika langsung pergi dan menghampiri teman-temannya yang sudah berkumpul itu.


"Mas, kamu ngapain cerita tentang aku ke, Mama kamu?" ucap Shena setelah, Anthika pergi.


"Kenapa memangnya, ada masalah?"


"Tidak, hanya saja kedengarannya aneh aja gitu. Biasanya yang suka gitu tuh anak-anak muda yang baru tahu rasanya suka pada lawan jenisnya."


"Memangnya aku udah tua ya?"


"Sedikit." Shena berucap sembari menatap, Reyhan dengan senyuman yang tak pernah pudar dari bibirnya.


*******


Susan mulai kehabisan akal untuk menyingkirkan, Shena dari rumahnya dan dari kehidupan suaminya. Pasalnya kini, Shena berubah menjadi wanita yang tak gampang ditindas, Shena menjadi lebih galak darinya dan juga kini, Shena lebih berani dalam melakukan permainan tangannya.


Baru satu minggu, Shena tinggal bersamanya, dirinya sudah beberapa kali merasakan tamparan dari tangan, Shena.


"Ini gak bisa dibiarkan. Aku harus cepat-cepat menyingkirkan, Shena dari rumah ini," gumam, Susan. "Tapi bagaimana caranya," sambungnya.


Susan nampak berpikir keras untuk mendapatkan cara bagaimana membuat, Devan mengusir, Shena dari rumah mereka.


"Bu, Zafira terus menangis, badannya juga demam," ucap asisten rumah tangganya yang sedari tadi menegang bayi itu.


"Apa, Zafira demam. Kamu gak benar kali mengurusnya," ucap, Susan.


Susan mengambil alih, Zafira dari asisten rumah tangganya lalu memeriksa suhu tubuhnya.


"Sayang, kenapa kamu demam gini, Nak? Cup-cup-cup jangan nangis ya, sayang," ucap, Susan sembari menenangkan Zafira yang terus menangis.


"Saya harus bawa, Zafira ke rumah sakit. Tolong pesankan grab," titah, Susan pada asisten rumah tangganya.


Karena, Susan tak bisa menyetir sambil menggendong, Zafira akhirnya dia memilih menumpangi taksi online. Tidak mungkin juga dia mengajak asisten rumah tangganya karena takutnya, Shena datang dan melakukan sesuatu yang merugikan dirinya.


Tak menunggu lama, akhirnya taksi online yang dipesan oleh asisten rumah tangganya itu tiba juga di depan rumahnya.


Susan segera keluar dari rumahnya dan langsung menaiki taksi itu. Dirinya harus cepat sampai ke rumah sakit sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan pada putrinya itu.


Bersambung


Rekomendasi novel yang sangat bagus untuk kalian baca.


Judul: Wanita Pengganti Kekasih Sang CEO


Author: SyaSyi


Clara Wilson dan Elena Gloria adalah dua wanita yang berbeda, tetapi memiliki wajah dan bentuk tubuh yang sangat mirip. Mereka seperti kembar. Namun, mereka memiliki sifat yang berbeda. Clara memiliki sifat angkuh, sedangkan Elena memiliki sifat ramah dan lembut.


Demi sebuah karier, Clara rela memutuskan hubungan dengan Alexander Dimitri. Pria yang sudah dua tahun menjalin hubungan dengannya. Bahkan dua bulan lagi mereka berencana menikah, dan sudah bertunangan. Pertemuan Alexander dengan Elena merubah segalanya. Alexander menjadikan Elena sebagai wanita pengganti, kekasihnya yang telah pergi meninggalkan dirinya.


Akankah Alexander jatuh cinta dengan Elena, wanita sang pengganti? Bagaimana kisah selanjutnya hubungan mereka? Apa reaksi Clara saat dirinya mengetahui sosok pengganti dirinya?


__ADS_1


__ADS_2