Dendam Cinta

Dendam Cinta
Pagi Hari Yang Memalukan


__ADS_3

Malam hari telah tiba, terlihat Aldi tengah memainkan ponselnya diatas ranjang sambil menyandarkan kepalanya disisi ranjang .


" Mas... ". Panggil nya Laila yang tengah duduk dikursi dekat meja kerjanya Aldi tempat Aldi menyimpan barang-barangnya .


" Iya apa ?". Tanyanya Aldi yang sama sekali tidak menoleh kearah Laila namun matanya kini fokus tengah memainkan ponselnya .


" Kamu sedekat apa sih sama Anna ?". Tanyanya Laila penasaran .


" Hanya sebatas teman ,gak lebih ,kenapa memangnya ?". Tanyanya Aldi .


" Gak .. aku hanya was-was aja gitu, kalau kamu dekat-dekat dia , entah mengapa setiap kali melihat dia dekat-dekat kamu aku jadi takut , dia sebenarnya punya tujuan lain padamu mas aku lihat dari cara dia menatapmu ". Ucapnya Laila dengan raut wajah khawatir akan kedekatan antara mereka berdua .


" Ya ampun La, tenang aja lagian ya , aku gak mungkin macam-macam sama Anna , Anna orang baik La , dia pernah menolong ku beberapa kali , jadi sudahlah jangan berprasangka buruk padanya , kalaupun Anna punya tujuan lain akan ku pastikan dia gak akan bisa misahin kita La ". Ucapnya Aldi yang kini melihat kearah istrinya .


" Tapi kan mas ". Ucapnya Laila yang masih gelisah .


" Sini ". Bujuknya Aldi sambil menepuk-nepuk kasur agar Laila duduk di dekatnya .


Laila menurut ia kini mendekati suaminya , Aldi langsung memeluknya membuat Laila terkejut baru kali ini suaminya mau memeluknya dengan keadaan sadar tidak seperti sebelumnya .


" Dengarkan aku baik-baik meski aku belum bisa memastikan perasaan ku padamu La , tapi kamu tenang saja , aku mulai belajar lagi untuk bisa menerima mu dalam hidupku , apalagi sekarang ada anak diantara kita , aku memang gak bisa janji untuk bisa selamanya ada untukmu karena aku gak tahu gimana kedepannya , aku takut kalau aku berjanji aku gak bisa menepatinya nantinya , jadi lebih baik aku tidak menjanjikan apa-apa untukmu ". Ujarnya sambil mengelus-elus punggung serta rambut panjangnya Laila dengan lembutnya .


Aldi melepaskan pelukannya dan langsung melihat istrinya yang kini menatapnya dengan wajah sendunya .


" Jangan sedih gitu dong ". Ucapnya Aldi tersenyum .


Namun Laila kini malah menitikkan air matanya membuat Aldi yang melihatnya menjadi merasa bersalah akan apa yang ia lakukan pada istri nya .


" Loh... kok malah nangis, jangan nangis dong La , ya ampun ... ". Ucapnya Aldi dengan raut wajah khawatir nya ia langsung menghapus air mata istrinya dengan jari-jari tangannya .


Aldi langsung memeluk istrinya Laila membawanya kepelukannya Laila kini benar-benar merasa sedih ketika mendengar kata-kata yang diucapkan suaminya ,


" Mas... maaf ya aku malah mellow gini, aku hanya sedih karena kamu berucap begitu , kamu mengatakan kalau kamu gak bisa berjanji selamanya ada untukku , aku ngerti itu , tapi setidaknya aku merasa senang kalau kamu mau belajar mencintaiku seperti dulu , makasih mas .. makasih sudah mau memberiku kesempatan untuk bisa menjadi seseorang yang mendampingi mu ". Ucapnya Laila yang masih dalam dekapan suaminya .


" Iya ,La ...". Jawabnya Aldi .


" Mas... ". Panggil Laila sambil melepaskan pelukannya Aldi dan melihat kearah suaminya .


" Ya ... apa ?". Tanyanya menatap wajah istrinya sambil membenarkan anak rambutnya Laila yang berantakan .

__ADS_1


" Boleh gak ..mulai sekarang kamu panggil aku dengan sebutan sayang ". Pintanya Laila tersenyum pada suaminya .


" Iya... boleh ... sayang ". Balasnya Aldi tersenyum manis menatap kearah Laila .


Laila yang mendengar nya bener-bener merasa bahagia sekali , karena akhirnya suaminya itu mau memanggilnya dengan sebutan sayang .


" Makasih Mas...". Ucapnya Laila langsung memeluk suaminya lagi , dan Aldi hanya tersenyum dan membalas pelukan istrinya itu dengan penuh kehangatan .


" Sama-sama sayang ". Balasnya Aldi tersenyum .


Beberapa jam kemudian , terlihat Laila sudah tidur dalam dekapan suaminya, Laila minta suaminya itu tidur sambil memeluknya , Laila tidur menghadap dirinya , Aldi tersenyum melihat istrinya yang tengah tertidur .


" Maafkan aku ya La , yang belum bisa jujur ini , karena aku ingin terus mendapatkan perhatian dan kasih sayang darimu , mungkin belum saatnya aku mengatakan semuanya padamu , aku ingin melihat kamu tersenyum terus La ". Batinnya Aldi merasa sedih karena harus menutupi kebohongannya itu .


" Apa aku egois ya tuhan karena belum bisa mengatakan yang sejujurnya padanya , apa aku ini benar-benar pantas untuknya atau sebaliknya aku memang gak pantas untuk nya karena aku ini manusia paling jahat untuknya aku ini hanyalah orang ketiga diantara dia dan juga mantan suaminya dulu ". Batinnya yang dihantui rasa bersalah .


Pagi hari telah tiba , suara ayam para tetangga sebelah berkokok membangun seisi rumah , terlihat Laila telah bangun terlebih dahulu dari suaminya .


Aldi bangun dari tidurnya dengan keadaan wajah ngantuk ya , ia langsung duduk dimeja makan yang masih kosong belum ada makanan apapun .


Wulan yang baru saja dari dapur melihat adiknya itu tengah tertidur di meja makan langsung membangunkannya .


" Ck... iya-iya , kakakku yang bawel ". Balasnya Aldi , berdiri dari duduknya sambil berjalan kearah dapur .


" Yeh... rese lu ya , pagi-pagi ". Kesalnya Wulan dibuatnya Aldi .


Wulan berjalan kearah kamarnya , untuk memakaikan baju untuk Zidan , sedangkan Mila neneknya tengah terlihat membantu Laila yang masih masak sarapan pagi .


" Pagi...". Ucapnya Aldi memeluk Laila dari belakang menurutnya membuat Mila yang melihatnya terheran-heran melihat tingkah cucunya yang baru kali ini ia lihat pemandangan seperti ini .


" Loh... mas... sudah bangun ". Balasnya Laila tersenyum-senyum sambil masih fokus memasak .


Namun sejujurnya Aldi belum jelas melihat apa-apa karena ia matanya yang masih merem melek gitu jadi penglihatannya agak rabun-rabun .


" Iya sayang ". Jawabnya Aldi tersenyum , Aldi mengendus-endus bau badan orang yang ia peluk .


" Sayang kok bau badanmu kaya nenek ya , ganti parfum kah kamu ". Tanyanya Aldi keheranan yang matanya itu masih merem .


" Bocah kurang ajar , lepasin nenek ". Bentaknya Mila membuat Aldi terkejut sampai-sampai ia terjatuh kelantai .

__ADS_1


Membuat Laila yang melihatnya terkejut namun juga tersenyum-senyum .


" Loh... kok nenek ". Ucapnya Aldi mengusap-usap matanya yang masih berat rasanya untuk melek .


" Iya nenek... kamu pikir nenek apa hah.. dipeluk-peluk gitu, terlebih-lebih kamu malah hendak pegang-pegang bagian punya nenek ... ck... dasar bocah edan ...". Kesalnya Mila .


" Mas...mas ..". Ucapnya Laila sambil tersenyum-senyum .


Aldi bangun dari jatuhnya,


" Ya maaf nek , kupikir kan tadi nenek itu Laila nek ". Ucapnya .


" Makannya kalau bangun tidur tuh cuci muka dulu jangan main peluk-peluk sembarangan , jadinya gitu kan , lagian nenek heran banget ... sejak kapan kamu begitu sama Laila , biasanya juga cuek-cuek aja kamu ". Balasnya Mila terheran-heran .


" Hehehe... ya maaf nek ". Cengiran nya , sejujurnya Aldi malu banget akan tingkah lakunya barusan .


" Lagian postur tubuh kalian sama sih , jadi ya kupikir nenek Laila ". Ucapnya lagi .


" Hadeh... ya sudah sana masuk kamar mandi , mandi kamu ". Suruhnya Mila .


" Iya nek ". Aldi hanya nurut saja .


Setelah kepergian suaminya masuk kedalam kamar mandi , tawa Laila pecah seketika .


" Hahaha... ya ampun mas-mas , bisa-bisanya salah orang ". Ucapnya Laila geleng-geleng kepala .


" Ya gitulah dia , kelakuannya dari dulu masih aja kaya bocah ". Timpalnya Mila yang sama-sama geleng-geleng kepala menyikapi sikap cucu laki-laki nya itu .


" Ya sudah-sudah nek , mending dilanjut saja masaknya bentar lagi waktunya sarapan keburu kesiangan nanti nenek berangkat kerjanya ". Ujarnya Laila tersenyum .


" Iya ... ". Balasnya Mila langsung melanjutkan acara memasaknya .


.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa Like, Vote dan Komentarnya ya guys 😉😊👍😎 Dukungan kalian membuat author makin semangat menulis melanjutkan cerita ini 👍😊😊🤗😚


__ADS_2