Dendam Cinta

Dendam Cinta
Diselimuti Rasa Kebencian


__ADS_3

Aldi kini berada dirumah miliknya Anna , namun itu benar-benar rumah miliknya bukan rumah milik ayahnya, ia mempunyai rumah ini sebagai hadiah ulangtahun dirinya dari papa nya waktu pesta ulang tahun waktu itu, dan ia baru pertama kalinya membawa seseorang masuk kedalam rumah itu dan orang itu adalah Aldi pria yang sangat ia cintai .


" Apa maksudnya ini ?". Ucapnya Aldi membuat Anna melirik kearahnya .


" Apa Aldi ? apa maksud kamu ". Ucapnya


Anna yang malah balik bertanya .


" Untuk apa kamu bawa aku kesini, bukannya kamu tadi bilang ingin bawa aku ke rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan yang terbaik dari dokter ". Ucapnya Aldi dengan ekspresi wajah dinginnya .


" Iya nanti , kita rawat kamu nya di sini , aku akan panggil kan dokter khusus untukmu ". Ujarnya Anna .


" Kenapa gak dirumah sakit ? kenapa harus disini ?".Tanyanya .


" Biar gampang aku ketemu kamunya , lagian dirumah sakit tuh aku gak enak, aku gak suka bau rumah sakit ". Ujarnya Anna .


" Sebenarnya apa sih maunya itu ". Batinnya Aldi menggerutu .


" Justru kan kalau aku dirawat dirumah sakit , akan lebih cepat sembuh , sebenarnya apa sih tujuannya kamu itu ". Ucapnya Aldi dengan nada kesalnya .


" Apa sih Al ... tujuan aku baik loh, sudah deh jangan banyak protes ...masih untung aku baik sama kamu gini , mau urus kamu gak kaya istri kamu itu ". Gerutunya Anna .


" Laila gak akan seperti itu jika wajahku gak kamu ubah, lagian apa sih sebenarnya untungnya untuk kamu ngelakuin hal yang sudah termasuk tindakan kriminal ini ". Kesalnya Aldi .


" Karena aku sudah terlanjur sakit hati sama kamu , kamu menolak aku ketika aku bilang aku suka sama kamu ". Ucapnya Anna dengan nada kesalnya .


" Ck... heran , kenapa hanya karena persoalan kecil seperti itu kamu harus ngelakuin hal gila semacam ini ". Kesalnya .


" Hal kecil kamu bilang !!! ...". Ucapnya Anna menatap kearah Aldi dengan tatapan sinis .


" Iya , kenapa soal cinta ditolak membuat kamu menggila seperti ini ,dan lihat sekarang hasil dari perbuatanmu itu aku dijauhi istri ku sendiri ". Kesalnya Aldi yang masih tetap dengan ego nya .


" Dan satu hal lagi sekarang aku lumpuh aku gak bisa berjalan kesana-kemari semauku , dan itu karena mu ...!!! ".


" Ck... aku melakukan hal itu karena aku cinta sama kamu , bisa gak sih mengerti akan hal itu ...". Ucapnya Anna gereget pada Aldi .


" Tapi aku gak cinta , yang aku cintai Laila bukan kamu atau siapapun itu, satu-satunya wanita yang aku suka cuma Laila ...hanya Laila ". Ucapannya Aldi membuat Anna emosi .


" Bisa gak sih ...!!! jangan bahas wanita itu di depanku , cobalah mengerti aku sekarang yang ada di hadapanmu Aldi , aku yang akan melayani mu ". Ucapnya Anna mencoba menggoda Aldi ia memajukan tubuhnya untuk lebih dekat kearah Aldi .


Aldi yang memang muak sejak awal ia lebih memilih memalingkan wajahnya itu dari tatapan nya Anna .


" Aku gak sudi dilayani perempuan lain yang bukan istriku ...". Ucapnya dengan penuh aura dingin diwajahnya .

__ADS_1


" Kalau gitu gimana jika kau nikahi aku ..". Ucapannya Anna membuat Aldi berhasil menatap kearah Anna dengan mata terkejutnya .


" Kau gila !!! ... mana mungkin aku menikahi mu , aku punya istri dan pantang sekali bagiku menikah lagi jika aku sudah punya istri ..". Ucapnya Aldi dengan menatap kearah Anna dengan tatapan tajam nya .


" Tapi istrimu tidak mau bersamamu , yang ia tahu laki-laki yang bersamanya adalah suaminya , jadi untuk apa sih kamu masih berharap kalau Laila akan percaya kalau kamu suaminya , jelas-jelas ia sadar suaminya itu ya laki-laki itu karena mirip sekali denganmu ...". Jelasnya Anna .


" Kenapa kamu begitu tahu sekali tentang kehidupan keluarga ku ... atau jangan-jangan pria yang kini bersamanya itu orang suruhanmu ... IYA !!! ". Bentaknya menatap tajam didepan Anna .


" Kalau iya memangnya kenapa... ". Jawabnya Anna tersenyum licik .


" Ck ... benar-benar gila sih ini , gila ...kamu memang perempuan gila ... aku harus pergi aku gak mau tinggal bersama wanita yang benar-benar licik sepertimu ...". Kesalnya sambil berusaha keluar dari rumah itu , namun kursi roda yang ia kenakan sekarang dihentikan oleh pria yang berpakaian perawat itu .


" Lepaskan , gua mau pergi dari sini ". Ucapnya Aldi dengan nada sedikit membentak perawat laki-laki itu .


" Maaf pak, saya hanya menjalankan tugas ". Jawab sang perawat yang kini tengah memegang pegangan pada kursi roda yang Aldi pakai .


" Kamu gak bisa pergi begitu saja Aldi , kamu gak bisa pergi sesukamu , tanpa izin dariku ". Ucapnya Anna tersenyum licik diwajahnya .


" Memangnya siapa kamu ? kenapa aku harus izin darimu, lagipula untuk apa aku disini ,gak ada gunanya juga untukku tinggal disini ". Ucapnya Aldi dengan nada kesalnya .


" Tapi kamu berguna untukku, karena aku mencintaimu ". Ucapnya Anna lagi-lagi mengungkapkan perasaannya itu didepan Aldi namun Aldi masih tetap pada pendiriannya .


" Oke... terimakasih , terimakasih kamu mencintaiku sampai segitunya, tapi perasaan itu gak bisa dipaksakan An , sampai kapanpun perasaanku tidak akan berubah yang aku cinta hanya istriku yaitu Laila ". Ucapnya Aldi dengan nada mulai capek menghadapi situasi yang seperti ini .


" Oke, kita lihat saja apa aku bisa melupakan Laila kalau aku tinggal disini , atau justru aku akan semakin mencintainya meski kamu memisahkan ku dengannya ". Ucapnya Aldi yang kini hanya bisa pasrah menerima kondisi nya yang sekarang , mungkin cuma dengan cara ini Aldi bisa kembali sembuh dan bisa merebut apa yang akan ia rebut nantinya .


Anna , hanya tersenyum melihat kearah Aldi yang sepertinya hanya bisa pasrah menerima permintaan nya itu untuk tinggal bersamanya, namun dugaannya salah Aldi justru hanya ingin memanfaatkan kebaikannya itu .


" Kita lihat , sampai kapan kamu akan sabar menghadapi ku Anna ". Batin Aldi tersenyum licik .


Sedangkan ditempat Laila, terlihat pemandangan yang ramai sekali dirumahnya karena kedatangan temen-temen nya itu yang baru datang , mereka membatalkan rencananya itu untuk main ke rumah Aldi tempo hari karena ada kerjaan mendadak yang harus Johan urus maupun Rian kerjakan .


" Maaf ya baru bisa sekarang nih , aku kesini nya La, mas Johan soalnya ada kerjaan dadakan gitu ". Ucapnya Lili yang kini tengah duduk disampingnya Laila yang tengah menggendong anaknya .


" Iya gapapa kok, lagian mau kapan kalian main pun gak jadi masalah bagiku ". Ucapnya Laila tersenyum bahagia .


" Iya maaf ya La, maklum lah pebisnis ya gini ,sibuk ". Ucapnya Johan tersenyum narsis sambil merentangkan kedua tangannya di sofa .


" Njirr ...so imut , najis ". Ejeknya Rian .


" Apa sih ah... sirik aja lo jomblo ". Balasnya Johan mengejek Rian balik .


Kini Rian hanya bisa memasang wajah malasnya didepan mereka semua , para istri hanya bisa senyum-senyum melihat tingkah para laki-laki itu . Dan Alvin yang berada disana juga hanya bisa diam saja .

__ADS_1


" Woi ... batu es , diam aja lo, ngomong ke ngomong ". Ucapnya Johan merangkul pundak nya Alvin yang duduk disampingnya .


Alvin benar-benar bingung harus bersikap seperti apa , yang ia tahu dari Anna Aldi selalu bersikap dingin meski itu pada teman-temannya dan kadang juga asik .


sikapnya , Aldi itu susah ditebak kapan ia akan ceria dan juga kapan ia akan bersikap dingin .


" Iya ". Jawabnya Alvin dengan ekspresi wajah dinginnya .


" Nah gitu ngomong ,jangan jadi patung , oh ya dengar-dengar lo menghilang ya sampai-sampai membuat Laila stres ". Ucapnya Johan .


Namun seketika itu ia mendapatkan pukulan tangan dari istrinya itu .


" Temenku gak stres ya , yang stres itu kamu ". Ucapnya Lili membela Laila dan Laila yang di bela hanya bisa tersenyum melihat tingkah sahabatnya itu .


" Aww... sakit beb , astaga ...kamu ya , main pukul aja suamimu ini ". Keluhnya Johan .


" Alah... gitu aja so tersakiti ...lebay ". Celetuknya Rian .


" Gua gak lebay jomblo ,emang sakit, lo gak tahu aja gimana rasanya dipukul bini ...eh...iya kan secara situ jomblo mana mungkin bisa merasakan apa yang saya rasakan ". Balasnya Johan tersenyum puas .


" Ck ..memang ya ente kadang-kadang ente ...". Ucapnya Rian berekspresi wajah malas berdebat dengan Johan yang selalu bisa memojokkan dirinya dengan kata-kata jomblo , lagi pula ia juga gak mau jomblo kali, namun sayangnya ia lebih memilih menghindari tatapan-tatapan para wanita yang melihatnya yang sering ia jumpai dijalanan maupun club-club malam yang sering ia datangi , jujur saja sampai saat ini hatinya masih sama seperti dulu , yang bertahta dihatinya hanya ada seseorang yang sangat ia cintai dan ia rindukan namun ia sadar mencintai seseorang yang sudah tidak ada itu hanyalah sebuah angan-angan kosong saja .


" Andai saja ia masih hidup mungkin, beda lagi ceritanya ". Batinnya Rian merasa sedih mengetahui bahwa orang yang sangat ia cinta sudah meninggal .


Mereka yang melihat kearah perubahan ekspresi wajahnya Rian menjadi merasa bersalah .


" Noh ...kamu sih beb ,sih Rian tuh lihat jadi sedih gitu, kamu ledekin dia terus sih ". Ucapnya Lili .


" Ya elah , gitu doang baper ". ucapnya Johan .


Kembali ke tempat dimana terlihat Aldi kini hanya bisa tertidur di kasur empuk mewah , serta kamar yang bernuansa seperti kamar pangeran kerajaan yang megah sekali .


Aldi kini hanya bisa melamunkan apa yang ia pikirkan jika pria yang kini yang mengaku dirinya kini tengah mencoba menyentuh Laila ,


" Arghh...br*ngks*k ". Kesal nya Aldi .


.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa Like, Vote dan Komentarnya ya guys 😉 dukungan dari kalian membuat author semakin semangat untuk menulis melanjutkan cerita ini 😄👍😁


__ADS_2