
Alvin pulang tepat pukul 4 pagi , jamnya orang bangun untuk melaksanakan shalat subuh terlihat Laila tertidur di sofa ruangan tamu rumahnya .
" Laila ". Gumamnya Alvin , Alvin mendekati Laila yang tertidur pulas di sofa .
Namun seketika itu juga Laila terbangun karena kaget mendengar sesuatu jatuh dari arah dapur begitupun Alvin yang sama-sama kaget melihat kearah sumber suara.
" Loh mas... kamu sudah pulang ". Ucapnya Laila berusaha bangun dari tidurnya serta sambil menguap .
" iii..iya . La ". Jawabnya Alvin yang gugup .
" Kamu dari mana saja sih mas kok ...jam segini baru pulang ?". Tanyanya Laila .
" Ah..itu aku habis dari rumah temen ". Ujarnya Alvin menjelaskan .
" Temen yang mana ?". Tanyanya Laila .
" Ah..itu loh... yang waktu dirumah sakit ". Jawabnya Alvin yang ingat waktu pas Laila lahiran ada temannya Aldi yang datang namun ia lupa namanya siapa .
" Oh itu, si Dhan... Hmm... ya sudah kamu tunggu disini aku siapin air buat kamu mandi ". Ucapnya Laila berjalan kearah dapur rumah itu .
" Untung dia gak nanya-nanya macem anjirr
...dari tadi gua sudah was-was takutnya dia curiga sama gua ". Batinnya Alvin .
Alvin kembali mengingat kembali pertemuan nya dengan wanita cantik di dermaga itu yang ternyata ia adalah seorang preman yang suka malak kapal-kapal pengangkut barang di dermaga .
" Cantik sih tapi sayang , galaknya minta ampun ". Gumamnya Alvin senyum-senyum .
" Aku benar-benar gak mau tahu ya , apapun caranya kita harus menemukan dia Man, aku gak mau dia kembali pada Laila ". Ucapnya Salma sambil memegang tisu ditangannya karena habis nangis ,karena kehilangan Aldi .
Baru saja ia bahagia karena hendak memikirkan akan menjadikan Aldi miliknya seutuhnya , namun rencana itu kini sia-sia karena Aldi hilang dari pandangan nya ,entah dimana Aldi sekarang Salma gak tahu ,ia takut kalau Aldi kembali pada Laila , karena yang ia tahu Aldi itu cerdas orangnya gak mungkin bodoh berdiam diri saja di negeri orang seperti ini , Salma benar-benar harus segera cara tahu dimana Aldi berada namun masalahnya sekarang ia gak tahu rupa wajah barunya Aldi seperti apa jadi kemungkinannya sangat kecil jika ingin menemukan Aldi .
Sedangkan kini orang yang dipikirkan oleh Salma tengah berada didepan bangunan apartemen yang bergaya Eropa klasik .
" Kalau gak salah ini sih apartemennya ". Ucapnya Aldi melihat apartemen itu dari ujung atas sampai bawah .
" Tapi sudah lama aku gak kesini,lagi pula untuk apa aku kesini , tempat ini satu-satunya yang mengingatkan aku dengan momen bersama ayah dan itu hanya akan membuat ku belum ikhlas akan kepergian ayah meski kasus kematian ayah kini sudah selesai namun sejujurnya aku belum ikhlas kalau kematian ayah setragis gitu ". Ucapnya Alvin yang terlihat sedih .
Aldi berjalan kearah pintu apartemen itu dengan hati penuh kesedihan , Aldi mengambil kunci apartemen itu dibawah tanaman yang ada didekat pintu masuk ,dan untungnya masih ada ,setelah beberapa tahun dia gak berkunjung lagi kesini namun untungnya kunci apartemen nya itu gak hilang .
__ADS_1
Aldi perlahan membuka pintu apartemen itu, saat membuka apartemen itu terlihat tak terawat banyak sekali debu yang menempel disana sini .
Uhukk...uhukk...uhuk...
Aldi yang batuk karena debu,sambil mengibaskan tangannya kearah kanan kiri .
" Banyak sekali debunya ". Gumamnya Aldi sambil berjalan kearah ruang utama apartemen itu .
Barang-barang yang ada di apartemen itu ditutupi kain putih ,perlahan Aldi membukanya dan mulai membersihkan sebisanya mulai dari ruang utama sampai dapur dan kamar .
" Mas... airnya sudah siap ". Ucapnya Laila .
" Iya , makasih ". Jawabnya Alvin sambil mengambil handuk yang sudah Laila siapkan diluar kamar mandi .
" Jujur sih ini ,gua kaya punya istri beneran mau apa-apa disiapin sama Laila , enak juga ya jadi Aldi ". Batinnya tersenyum .
Laila menghampiri anaknya yang tengah tertidur di box bayi .
" Lelap banget sih anak mama tidurnya sayang , capek ya seharian mama ajak main ". Ucapnya Laila tersenyum .
Laila mendapatkan kabar dari Lili sahabat nya kalau ia kini tengah mengandung, dan Lili akan berkunjung ke rumahnya sama suaminya yaitu Johan dan tak lupa Rian ia juga mau melihat anaknya Laila dan Aldi yang baru saja lahir beberapa Minggu yang lalu .
" Mas...". Panggilnya Laila sambil sesekali melirik ke arah anaknya yang masih terlelap tidur .
" Ah..iya apa ?". Sahutnya Alvin sambil mengambil kaos distro miliknya .
Alvin kedalam kamar itu menggunakan pakaian kaos oblong saja dan celana panjang hitam yang sering ia pakai kemana-mana .
" Hari ini katanya Lili ,Johan dan Rian mau kesini mau lihat anak kita sekalian reonian gitu kan sudah lama kita gak bertemu mereka ". Ujarnya Laila .
" Ah...iya ya silahkan saja , tapi maaf aku ada urusan penting jadi gak bisa nemenin kamu menyambut kedatangan temen-temen kamu itu ". Balasnya Alvin yang kini menyisir rambutnya .
" Loh kok gitu, apa gak bisa gitu di cancel aja dulu mas , lagian sebenarnya kamu itu ada urusan apa sih sampai kedatangan temen-temen kita saja kamu gak mau nyambut , lagian Johan Rian itu kan temenmu , sahabat malah apa gak kangen gitu ketemu mereka ". Ucapnya Laila membuat Alvin terpaku .
" Temen... jadi mereka sahabatnya Aldi ...aduh... gimana nih , gimana nanti kalau mereka curiga sama gua ". Batinnya Alvin mulai gelisah .
" Mas.. ih..kok diam saja sih.. bisa kan besok kamu ada dirumah gitu ". Ucapnya Laila , tersadar akan lamunannya barusan .
" Iya...iya deh aku gak akan kemana-mana ". Ucapnya Alvin yang pasrah saja menuruti kemauan Laila ,lagian ia gak mau bikin Laila curiga padanya .
__ADS_1
" Ya sudah , setelah sarapan nanti kita ke pasar ya , kita belanja kebutuhan dapur yang sudah habis , itu di kulkas tinggal hanya ada dua telur ayam saja mas ". Ucapnya Laila .
" Iya , ya sudah aku shalat dulu ". Ucapnya Alvin yang mengambil sarung serta peci putih yang Laila letakan dimeja laci yang ada di kamarnya .
" Ya sudah aku bikin sarapan dulu , kamu setelah selesai shalatnya nanti jagain Ayla ya kalau ia bangun nanti ". Ucapnya Laila .
" Iya ". Jawabnya Alvin .
Laila pergi keluar kamar dengan hati penuh semangat ,
Sedangkan kini disisi lain terlihat Aldi kecapean setelah membereskan seisi apartemennya .
" Hahh... beres juga , capek juga ternyata , tapi setelah di beresin dan di bersihin kaya gini jadi ingat masa lalu dah ". Gumamnya Aldi sambil memainkan kemoceng di tangan nya .
" Kira-kira Laila sedang apa ya , dan anak kita ...". Ucapnya Aldi seketika baru ingat soal anaknya yang mungkin saja kini sudah lahir pikirnya .
" Hah...kenapa aku baru ingat ya soal anak ... ya Tuhan ... jangan-jangan kini anakku sudah lahir ...". Ucapnya Aldi tersenyum bahagia .
" Dia laki-laki atau perempuan ya ...kalau perempuan pasti cantik persis seperti ibunya , dan kalau laki-laki ...oh ya jelas... pasti ganteng kaya aku ". Ucapnya Aldi yang mulai terlihat so narsinya.
" Hmm... tapi gimana aku jelasinnya ya sama mereka jika nanti aku kembali dengan wajah yang berbeda kaya gini, apa Laila masih bisa mengenali aku... atau bahkan justru ia benar-benar menganggap aku sudah mati lagi karena ... belum juga menemukan aku ... ya Tuhan ... pertemukan lah aku dengan anak dan istriku ya Tuhan ... dan semoga Istriku percaya kalau aku suaminya begitupun dengan keluarga ku , aku benar-benar rindu rasanya pada mereka ... ". Gumamnya Aldi yang sedang memohon .
" Tapi yang jelas sekarang aku harus bisa keluar dari negara ini dan kembali ke negara asalku , tapi bagaimana caranya ... sekarang saja aku bahkan gak punya identitas .. dan jika aku ingin kembali kesana ...aku harus punya identitas ... baru ...gak mungkin juga aku memakai identitas diri aku yang sebenarnya .. bisa-bisa nanti Anna ...ah...iya soal Anna jujur saja aku bingung kenapa Anna melakukan hal ini padaku...". Ucapnya Aldi berpikir .
" Kenapa dia segitunya padaku , pakai acara mengubah wajahku segala lagi... ck... perempuan itu benar-benar iblis .. dan oh ya gua sampai lupa ...kenapa Anna begitu terlihat dekat sekali dengan si Firman itu, sebenarnya ada hubungan apa diantara Anna dan Firman ...ini harus gua cari tahu , siapa tahu mungkin saja ...ah...iya ". Ucapnya Aldi .
" Mungkin saja Anna dan Firman ada hubungannya dengan peristiwa itu, dan gua gak mungkin salah nebak , mungkin saja Firman dalang dari semua masalah ini, ya... pasti ini ...pasti dia dalangnya siapa lagi kalau bukan dia ...musuh gua cuma satu yaitu dia , gak ada yang lain ". Ucapnya Aldi yang yakin sekali kalau Firman dalang dari semua peristiwa yang menimpanya saat ini .
" Kalau benar ...dia dalangnya... gua gak akan biarkan dia hidup tenang dimuka bumi ini ... ck... sial... orang itu benar-benar cari mati sama gua ". Umpat nya Aldi yang kini terlihat kesal sekali .
.
.
.
.
Jangan lupa Like, Vote dan Komentarnya ya guys 😉 dukungan dari kalian membuat author semakin semangat untuk menulis melanjutkan cerita ini 😄😄👍
__ADS_1