Dendam Cinta

Dendam Cinta
Dendam Cinta bab 52


__ADS_3

Tak butuh waktu sampai berminggu-minggu, pengacara, Shena itu sudah menyesuaikan tugasnya.


Hari ini mereka akan bertemu di suatu tempat untuk membicarakan tentang sertifikat milik, Shena itu.


Di kediaman Devan.


"Mas, aku mau pergi ketemu teman. Apa boleh aku pergi?" tanya, Shena.


"Tentu saja boleh selama teman kamu itu perempuan dan bukan lawan jenismu," sahut, Devan.


"Dia perempuan kok. Kamu harus tahu, Mas kalau aku tidak punya teman laki-laki."


"Kamu tidak bohong?"


"Untuk apa aku bohong pada calon suami aku yang sangat aku cintai ini." Shena tersenyum manis sembari mengusap pipi, Devan dengan tangan halusnya.


"Bohong! Aku tahu kamu punya pacar namanya, Reyhan," ucap, Susan dengan nada bicaranya yang tinggi.


Shena dan Devan menoleh ke arah, Susan. Mereka berdua menatap, Susan yang sedang berdiri tak jauh dari mereka.


"Maksud kamu apa, Susan?"


"Reyhan itu pacarmu kan?"


"Siapa, Reyhan? Apa benar yang dikatakan oleh, Susan?" tanya, Devan pada, Shena.


"Susan mengada-ngada, Mas. Aku tidak punya laki-laki lain selain kamu."


"Lalu, siapa Reyhan itu?"


"Dia itu mantan bos ku di kantor tempat aku bekerja. Dia memang suka padaku tapi aku lebih suka padamu, karena itulah aku berhenti bekerja bersamanya," jelas, Shena.


"Bohong! Dia bohong, Mas. Mereka pacaran aku tahu kalau mereka pacaran," ucap, Susan.


"Kalau aku pacaran sama dia, tidak mungkin aku setuju menikah denganmu, Mas. Kamu memang pernah menyakiti aku tapi aku sangat mencintaimu, Mas. Aku masih mencintai kamu sama seperti dulu," ucap, Shena.


"Sudahlah, aku pusing dengan kalian. Susan urus, Zafira dengan baik dan kamu, Shena jika kamu ingin bertemu dengan temanmu, pergi saja. Aku mau ke restoran untuk mengecek semuanya." Devan berjalan keluar dari rumahnya tanpa menghiraukan ocehan, Susan.


Shena tersenyum tipis lalu dia segera masuk ke kamarnya untuk mengambil tasnya!


"Apa rencana kamu, Shena? Kenapa kamu melakukan ini? Aku tahu kamu berpacaran dengan, Reyhan tapi kenapa kamu juga ingin menikah dengan suamiku?" Susan terus berjalan membuntuti, Shena dari belakangnya.


Shena menghentikan langkahnya lalu membalikkan badannya menjadi menghadap, Susan.


"Kamu bilang dia suamimu? Apa aku tidak salah dengar? Suami ... suami dari mana?" ucap, Shena.

__ADS_1


"Oh, ya aku baru ingat. Suami yang kamu rebut dari wanita lain. Ya, suami yang kamu rebut dari wanita lain karena laki-laki itu kaya," sambung, Shena.


Susan tak bisa berkata-kata. Dia hanya terdiam sembari terus menatap, Shena.


Sekarang, Shena selalu memutar membalikkan semua perkataan, Susan.


"Kamu akan kalah, Susan dan aku yang akan menang." Shena kembali melanjutkan langkahnya menuju kamarnya.


Shena sudah tak sabar ingin menyelesaikan semua rencananya agar dia bisa tenang dan lebih ikhlas untuk melepaskan, Deshyana.


Susan mengepalkan tangannya, ingin sekali dia menghantam wajah, Susan yang selalu membuatnya tak bisa berkutik.


*******


Di kediaman, Pak Rudy.


"Pak, Ibu merasa memang ada sesuatu yang, Shena sembunyikan dari kita. Ibu yakin sekali kalau sekarang, Shena sedang melakukannya sesuatu," ucap, Bisa Ayu pada, Pak Rudy.


"Bu, jangan terus berpikiran buruk terhadap, Shena. Memangnya, Ibu pikir dia orang jahat?"


"Tidak, Pak. Ibu rasa, Shena itu masih menyimpan dendam pada mantan suaminya dan juga wanita yang kini menjadi istri dari mantan suaminya."


"Lalu apa yang bisa, Shena lakukan, Bu? Bapak rasa meskipun dia menyimpan dendam pada mereka, dia tidak akan bisa melakukan apa-apa."


"Permisi!"


Pak Rudy dan Bu Ayu menoleh ke arah pintu.


"Siapa ya, Pak?" Bu Ayu beranjak dari duduknya lalu berjalan untuk membukakan pintu itu.


Pak Rudy tak me jawab pertanyaan, Bu Ayu karena dia juga tidak tahu siapa yang datang ke rumahnya pagi-pagi seperti ini.


"Nak Reyhan," ucap, Bu Ayu.


"Bu, saya mau bicara sebentar. Apa, Ibu ada waktu?"


"Boleh, Nak. Mari masuk."


Reyhan berjalan di belakang, Bu Ayu!


"Silahkan duduk. Ibu buatkan teh dulu." Bu Ayu langsung melanjutkan langkahnya menuju dapur!


Tak lama, Bu Ayu dan Pak Rudy datang dan mereka duduk di kursi yang ada di ruangan itu.


"Bu, saya mau tanya apa benar ini alamat rumah tempat, Shena ngekost?" tanya, Reyhan sembari memperlihatkannya secarik kertas yang bertuliskan sebuah alamat.

__ADS_1


Bu Ayu melihat dan membaca tulisan itu dengan seksama.


"Iya, ini alamat yang, Shena berikan pada, Ibu dia bilang dia memang ngekost di sana."


"Tapi itu bukan rumah kost, Bu. Itu rumah pribadi yang diisi oleh satu keluarga."


"Apa, jangan-jangan ...." Bu Ayu menghentikan pembicaraannya.


"Apa, Bu?"


"Tidak, Nak. Tidak apa-apa. Ibu hanya teringat kalau waktu itu, Shena bilang dia memang ngekost di rumah temannya. Itu memang bukan rumah kost tapi rumah pribadi karena teman, Shena itu butuh pemasukan jadinya dia menawarkan, Shena untuk ngekost di sana dan tinggal bersama keluarganya," jelas, Bu Ayu berbohong.


Bu Ayu tidak ingin, Reyhan mengetahui sisi buruk, Shena karena dia tahu, Shena menyukai, Reyhan.


"Oh, begitu. Astaga, saya sempat berpikiran buruk tentang dia, Bu," ucap Reyhan.


*******


Shena sedang berada di suatu tempat bersama dengan pengacaranya itu.


"Mbak, ini sudah selesai tinggal ditandatangani oleh, Pak Devan," ucap pengacara itu.


Shena mengambil surat-surat itu lalu memasukannya ke dalam tasnya.


"Terimakasih, Pak."


Shena langsung pamit karena dia tak ingin menimbulkan kecurigaan dengan bertemu lama-lama dengan pengacaranya itu.


Shena berjalan menjauh dari pengacara itu, dia berjalan dengan rasa bahagia. Kini tinggal satu langkah lagi untuknya mendapatkan semua yang dia inginkan dan yang memang seharusnya menjadi miliknya.


Bersambung


Rekomendasi novel yang sangat bagus untuk kalian baca.


Teman-teman mampir juga ke karya temanku yang satu ini ya. Ceritanya pasti seru dan asyik untuk dibaca.


Judul: Khan, Kamulah jodohku


Author: Muda Anna


Alhakhan Jose Purnomo 27 tahun adalah seorang laki-laki tampan, dingin dan galak. Dia memiliki trauma saat kecil di culik oleh seorang wanita cantik yang menyukai ayahnya. Dia memimpin perusahaan CEO yang behasil tetapi akan berkeringat dingin dan menggigil saat bertemu atau berhadapan langsung dengan wanita cantik.


Sampai dia bertemu tanpa sengaja dengan seorang wanita berpenampilan tomboy pimpinan panti asuhan bernama Vena Fatmala. Pertemuan keduanya saat Vefe membantu Khan di keroyok oleh perampok di pinggir jalan tol. Hanya bersama dengan Vefe, Khan tidak mengalami trauma karena awalnya menyangka Vefe adalah laki-laki.


Tanpa di sadari Khan jatuh cinta pada Vefe. Hanya saja banyak yang menghalangi cinta mereka karena wanita-wanita cantik yang mengincar harta dan ketampanan Khan. Dan ada perbedaan kesenjangan sosial yang membuat Vefe tidak percaya diri bersama dengan Khan.

__ADS_1


Bagaimana Khan meyakinkan Vefe untuk tetap bersamanya. Apakah Vefe menerima cinta Khan?



__ADS_2