
Laila membawakan segelas jus orange kesukaannya suaminya yang tengah membuat meja untuk pelanggan , karena disuruh mertuanya itu .
" Mas.. ini jus jeruk buat kamu, kamu pasti hauskan ". Ucap Laila memberikan jus orange itu ke Aldi .
" Makasih, kebetulan aku haus ". Ucap Aldi yang langsung meneguk jus itu, setelah menerima nya dari Laila .
" Ah.. seger ". Ucap Aldi tersenyum .
Laila bener-bener senang sekarang ia bisa sering melihat suaminya tersenyum lepas seperti itu ,karena biasanya wajah suaminya itu yang ia perlihatkan pada Laila waktu-waktu dulu selalu wajah yang tajam dan datar kepadanya tidak ada senyuman yang terukir diwajah tampan nya itu .
" Kamu suka? masih banyak kok didalam ". Ucapnya Laila tersenyum .
" Ah... sudah cukup, lagipula ngerjain mejanya bentar lagi kelar , tinggal dicat kayu aja , kebetulan tadi aku pesan lewat online ". Ucapnya Aldi .
" Oh gitu, ya sudah kamu lanjutkan saja dulu , setelah itu makan siang bersama ya , aku sudah siapkan dimeja makan , aku mau bantu ibu dulu beberes dapur ". ucapnya Laila .
" Iya ". Balas Aldi singkat .
Aldi meneruskan pekerjaannya, sedangkan Laila kini terlihat tengah menyapu dapurnya yang agak berantakan sekali di ubin dapur .
" La ". Teriak ibunya diwarung yang tengah membungkus nasi rames pesenan pelanggan nya .
" Iya Bu ". Jawab Laila sambil menghampiri ibunya itu .
" Ada apa Bu ?". Tanya Laila yang telah berasa di depan pintu warungnya .
" Ini , kamu beliin ibu kertas nasi ya didepan sana , warungnya ibu Wiwin ya ,ini uangnya ini kertas nasinya dikit lagi , takutnya gak cukup ". Ujarnya .
" Oh gitu, ya sudah aku kesana dulu ya Bu ". Ucap Laila pamit .
" Iya , hati-hati ". Balasnya Isti .
Laila pergi ke warung ibu Wiwin , namun diperjalanan menuju kesana , seseorang dari belakang langsung membekapnya dengan sapu tangan yang sudah diberi obat bius .
" Hmmm...hmmm ". Suara Laila berusaha memberontak .
Laila memberontak namun ,ia keburu pingsan .
__ADS_1
Orang berpakaian hitam itu dengan masker yang ia pakai , membawa Laila masuk kedalam mobilnya , kebetulan jalanan itu sepi .
Terlihat Salma turun dari mobilnya, dengan berpakaian seksi nya , ia melangkahkan kakinya menuju gedung perkantoran milik perusahaan Terbesar dikota A, yaitu Perusahaan Prastama Garment industries .
Salma menghampiri Dhan yang kebetulan tengah mengobrol dengan staf karyawan yang bekerja diperusahan milik bosnya itu ,
Dhan yang melihat kedatangan Salma langsung menatap kearah Salma dengan tatapan tajam nya .
Salma kini sudah berada dihadapan Dhan,
" Ada apa kamu kesini ?". Tanya Dhan dengan nada sama dinginnya dengan bosnya itu .
" Tentu saja saya ingin ketemu pacar saya , dia ada kan ?". Ucapnya Salma membuat staf yang tadi berbicara dengan Dhan langsung terperangah dan langsung melihat kearah Salma .
" Pacar ?". Ucapnya karyawan itu .
" Iya pacar saya pak...". Ucapnya Salma terpotong karena Dhan langsung menarik tangannya untuk pergi dari sana dan membawanya keluar dari lingkungan perkantoran karena ia gak ingin wanita licik ini membuat kekacauan diperusahan bosnya itu .
" ihh... ngapain sih Lo, pegang-pegang gua hah... jijik tahu ". Ucapnya Salma dengan nada tak suka dan juga merasa ilfil dipegang-pegang oleh Dhan .
" Saya pun gak sudi pegang kamu kalau bukan karena keadaan yang mendesak seperti tadi ". Balasnya dengan nada kesalnya .
" Kenyataan dimana kalau Aldi bos kamu itu adalah pacar saya ". Ucapnya Salma dengan nada kesalnya .
" Walaupun begitu, kamu sudah membuat kesepakatan bersama dengannya, jika hubungan kalian sampai diketahui oleh publik apalagi reporter, kamu akan tahukan apa akibatnya jika main-main dengan tuan Aldi ". Ucapnya Dhan memperingati Salma .
" Siapa kamu hah? berani-beraninya mengancam saya seperti ini , ingat dong kamu itu levelnya dibawah saya ". Ucapnya Salma sambil menunjuk-nunjuk jarinya kearah dadanya Dhan .
" Kasta saya memang lebih rendah dari nona, tapi anda harus ingat , Bos saya jauh lebih tinggi kastanya daripada anda , dan saya sebagai bawahan nya , saya cukup andil bertindak jika hal sesuatu mengusik ketentraman hidup bos saya , dan yang anda lakukan tadi itu cukup hampir membuat reputasi yang selama ini bos saya jaga hancur ". Ujarnya Dhan .
" Ck... ". Suara desisnya Salma karena kesal .
" Anda harus tahu dimana batasanmu nona, bos saya memang berpacaran dengan anda tapi saya tahu itu hanya karena terpaksa , karena anda mengancamnya ". Ucapnya Dhan dengan senyuman kesalnya terhadap Salma .
" Dan jika sekali lagi kamu membongkar didepan semua nya , saya akan pastikan hidup anda tidak akan tenang ,ingat itu ". Ancam Dhan lalu pergi dari sana meninggalkan Salma dengan wajah kesalnya .
" Ck... dia pikir dia itu siapa ,bisa bicara seperti itu padaku ". Gerutunya .
__ADS_1
Aldi sudah menyelesaikan pekerjaannya , dan ia kini pergi ke meja makan setelah bersih-bersih sebelumnya untuk makan .
Aldi benar-benar tergiur melihat aroma makanan yang tersaji dimeja makan , apalagi ada makanan favoritnya apalagi kalau bukan ayam goreng kesukaannya .
Aldi baru saja hendak memasukan makanannya ,
" Aldi ". Teriak ibunya dari luar membuat Aldi terhenti .
" Astaga ... apalagi sekarang ,baru juga mau makan ". Ucapnya Aldi yang kesal lalu ia pun dengan terpaksa menghampiri ibu mertuanya itu .
" Aldi ". Teriak ibunya Laila yang terlihat gelisah .
" Iya Bu ,bentar ". Teriak Aldi dari dalam rumah .
" Cepetan dong ah ..". Ucap Isti yang terlihat kesal .
" Iya...iya ada apa sih Bu, aku juga baru mau makan ...eh... ibu manggil ". Ucap Aldi dengan nada kesalnya karena hidupnya itu selalu saja diganggu oleh ibu mertuanya ini .
" Kamu susul Laila , tadi ibu nyuruh dia beli kertas nasi ke warung depan , warungnya Bu Wiwin tapi dia gak balik-balik ibu hanya takut terjadi apa-apa sama dia ". Ucapnya Isti .
" Astaga ,kirain ada apa Bu ternyata karena dia , hadeh... iya-iya aku cari dia , tapi makan dulu ya ,aku belum makan Bu laper... ". Keluh Aldi .
" Kamu tuh ya , lebih mikirin perut kamu dibanding istri kamu sendiri , kamu gak khawatir apa sama dia , dia itu belum juga pulang Aldi, seharusnya dia sudah pulang dari tadi ". Bentak Isti .
" Ya...ya... aku berangkat nyusul dia ". Ucap Aldi pergi dari hadapan Isti dan pergi keluar rumah menggunakan motornya untuk menyusul Laila diwarung depan , tepatnya diwarung Bu Wiwin .
Aldi pergi ke warung Bu Wiwin yang ibu mertuanya bilang ,namun Bu Wiwin bilang Laila tidak kesana .
" Ck... kalau dia gak kesini, terus kemana? ". Ucapnya pada dirinya sendiri .
Aldi menjalankan motornya lagi ,menyusuri jalanan perkampungan itu, namun Aldi tidak menemukan Laila juga dan ia juga bertanya-tanya namun mereka hanya menjawab tidak tahu dan tidak lihat .
" Sebenarnya dia kemana sih , kok gak ada dimana-mana ? mau menghubungi nya juga , gua gak punya nomornya ,hadeh... begonya gua nih gini, nomor kontak bini sendiri saja gua kagak punya ,jadi susah kan sekarang ". Ucapnya menggerutu .
" Lo dimana sih La ?". Ucapnya Aldi terlihat kebingungan .
Sedangkan terlihat kini , Laila terbaring pingsan di ranjang mewah .
__ADS_1
. . . . . .
Jangan lupa Like, Vote dan Komentarnya ya guys 😉😊👍😎 Dukungan kalian membuat author makin semangat menulis melanjutkan cerita ini 👍😊