Dendam Cinta

Dendam Cinta
#Dendam_Cinta_Bab_30


__ADS_3

Di kediaman Shena.


Sepulang bekerja, Shena terlihat begitu bahagia. Hal itu membuat Bu Ayu merasa penasaran dengan apa yang terjadi kepada putri angkatnya itu.


"Tumben, bahagia banget?" ucap, Bu Ayu.


Shena tersenyum lalu memeluk, Bu Ayu!


"Bu, aku bahagia banget," ucap Shena.


"Ada apa sih? Kamu bikin Ibu penasaran."


"Aku naik jabatan, Bu."


Shena terus memeluk Bu Ayu dengan sangat erat!


"Benarkah? Alhamdulillah."


"Iya, Bu. Mulai bulan ini, Bapak gak usah kerja lagi soalnya uang gaji ku sudah cukup untuk kebutuhan kita sekeluarga."


"Lagi pada ngomongin apa? Kelihatannya kalian sedang berbahagia," ucap Pak Rudy yang baru tiba dari rumah Pak RT.


"Aku naik jabatan, Pak dan mulai bulan ini, Bapak tidak usah bekerja lagi, biar aku saja yang bekerja," jelas Shena.


"Nak, kalau Bapak tidak bekerja nanti kita kita tidak punya tabungan."


"Bapak tenang saja, dalam waktu dekat aku akan mendapatkan banyak uang," ucap Shena.


"Uang dari mana, Nak?"


"Tentu saja aku akan korupsi," sahut Shena.


Bu Ayu dan Pak Rudy menatap Shena dengan tatapan tajam dan dengan mulut yang terbuka. Mereka tidak percaya bahwa putri mereka akan melakukan itu.


"Ahahaha!" Shena tertawa terbahak-bahak.


"Kenapa kalian menatapku seperti itu? Aku hanya bercanda," sambung Shena.


"Kamu ini, mengerjai orang tua saja," ucap Bu Ayu.


"Bu, Pak. Aku tidak mungkin melakukan hal itu sedangkan, Bos ku sangat baik padaku. Kalian tahu? Pak Reyhan ingin menjadikan aku istrinya," jelas Shena.


"Lalu?" tanya Pak Rudy.


"Tidak aku terima, aku masih ingat saat mantan suamiku mengkhianati aku didepan mataku sendiri."


"Shena, kamu harus bisa melupakan masa lalu yang tidak menyenangkan. Mulailah membuka hati untuk laki-laki lain karena kamu harus tahu tidak semua laki-laki seperti mantan suamimu," ucap Bu Ayu.


"Aku tahu, Bu tapi aku harus mengambil hak aku yang sudah dicuri oleh, Mas Devan dariku," ucap Shena didalam hatinya.


...****************...


"Assalamu'alaikum!" ucap Dania yang baru tiba di rumahnya.


Dania langsung masuk ke dalam rumah karena memang pintunya tidak dikunci oleh Widya!


"Waalaikumsalam, kamu sudah pulang?" ucap Widya.


Dania mencium punggung tangan Widya!


"Iya, Bi."

__ADS_1


"Gimana, udah dapat pekerjaannya?"


"Udah, Bi. Besok aku mau interview."


Dania tersenyum lebar selebar bibirnya.


"Alhamdulilah. Kerja dimana?"


"Nanti aku ceritakan ya Bi. Sekarang aku mau mandi karena aku lapar pengen makan."


Dania mencium pipi Widya sekilas lalu pergi meninggalkan Widya di tempat itu.


Widya tersenyum lalu menggelengkan kepalanya.


"Anak itu," gumam Widya.


...****************...


"Mas, tadi aku dari restoran. Ternyata gadis itu sudah berhenti bekerja," ucap Susan.


"Mau apa kamu ke restoran?" tanya Devan.


"Tentu saja memberinya peringatan."


"Susan, sudah aku bilang kamu jangan pernah ikut campur dalam urusan aku."


"Tapi aku tidak mau dimadu, Mas. Aku tidak sudi kamu mempunyai wanita lain selain aku."


"Aku tidak ada hubungan apapun lagi dengan Dania. Dia sudah berhenti bekerja karena aku yang memecatnya," jelas Devan berbohong.


Devan sengaja berbohong, untuk menutupi kebohongannya yang lain.


"Ya, Susan. Aku memilihmu, aku mencintaimu."


Susan tersenyum bahagia lalu menyandarkan kepalanya di bahu Devan.


"*Kamu pikir aku percaya padamu, Mas. Mungkin saja kamu sudah tidak memiliki hubungan dengan gadis itu tapi bagaimana dengan Shena. Wanita itu masih saja terus menggoda mu, aku tahu kamu masih dekat dengan wanita itu," ucap Susan didalam hatinya.


"Susan, jujur aku jatuh cinta lagi pada Shena, aku mencintainya dan juga mencintai dirimu. Aku akan miliki kalian berdua tanpa kalian mengetahui satu sama lain," ucap Devan didalam hatinya*.


Ternyata Devan sudah menyusun rencana untuk bisa memiliki Shena tanpa harus diketahui oleh Susan.


...****************...


Shena duduk di tepi ranjangnya, matanya menatap ke arah dinding kamarnya.


"Kalian tenang saja, Pak, Bu aku akan menjamin hari tua kalian dengan uangku sendiri dengan uang hasil usahaku sendiri. Aku bisa bertahan sampai aat ini, karena kalian, aku akan membalas semua kebaikan kalian padaku," ucap Shena didalam hatinya.


Shena mengukir senyuman di bibirnya lalu meraih ponselnya!


Ditatap nya sebuah foto di ponselnya itu, tak terasa air mata Shena mengalir begitu saja.


"Sayang, semoga kamu bahagia di sana ya. Di sini Mama selalu merindukanmu, mama belum bisa tenang sebelum, Papamu merasakan apa yang kita rasakan," gumam Shena.


Shena mengusap layar ponselnya yang menampakkan foto, Deshyana. Betapa dirinya sangat merindukan putri kesayangannya.


Saat Shena merasa rindu pada Deshyana, dia akan menatap foto bayi mungil itu, saat-saat itu juga, Shena akan merasa sangat membenci laki-laki yang telah menikahinya itu, dendam yang belum tercapai semakin membuat Shena sesak.


...****************...


"Selamat malam, Bi," ucap Laura kepada Widya.

__ADS_1


"Laura, silahkan masuk!"


Widya menyuruh Laura masuk ke dalam rumahnya karena dia tahu gadis itu akan menemui Dania.


"Dania, kamu sedang apa?" tanya Laura saat sudah berada di kamar Dania.


Dania menatap ke arah Laura.


"Laura, tumben ke sini gak bilang-bilang dulu," ucap Dania.


"Iya, aku kangen sama kamu."


"La, menurutmu baju yang mana yang bagus?" tanya Dania sembari menunjukkan dua baku kemeja kepada Laura.


"Dua-duanya bagus, kamu mau kemana?"


"Besok aku mau kerja kantoran."


"Serius kamu?"


"Ya. Bu Shena yang merekomendasikan aku pada Bosnya."


"Bu Shena? Lalu kamu diterima gitu aja gitu?"


"Gak tahu. Besok baru mau interview."


Dania nyengir ke arah Laura menampakkan gigi gingsulnya.


"Wah, mulai besok mau jadi orang kantoran nih."


"Biasa aja, kerja kantoran ataupun bukan kantoran, bagiku sama aja. Yang penting dapat duit kan."


"Kamu betul, Dania."


...****************...


"Shena, makan malam dulu, Nak," ucap Bu Ayu kepada Shena.


Tanpa menunggu Shena keluar dari kamarnya, Bu Ayu langsung ke dapur untuk menyiapkan makanan untuk mereka makan malam!


Tak lama, Shena keluar dari kamarnya dan langsung menghampiri Bu Ayu dan Pak Rudy yang sudah menunggunya di meja makan.


"Nungguin ya?" tanya Shena.


"Iya. Ayo makan! Bapak udah lapar," ucap Pak Rudy.


Shena segera duduk dan mulai mengisi piringnya!


"Kenapa tidak makan duluan saja, Pak kalau udah merasa lapar," ucap Shena.


"Bapak maunya kita makan bersama," sahut Pak Rudy.


"Bapak udah tua, gak boleh telat makan kalau aku kan masih muda gak bakal langsung sakit meskipun telat makan."


"Kamu itu gimana sih? Mau tua, mau muda kalau telat makan ya gampang terkena penyakit," ucap Bu Ayu.


Shena tertawa kecil. "Ya sudah, kalau begitu ayo kita makan," ucap Shena.


mereka pun memulai makan malam dengan keheningan, hanya ada suara denting sendok yang beradu dengan piring saat mereka sedang makan.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2