
Aldi memegang pagar taman yang membatas jurang yang ada dibawah tebing tempat itu .
Aldi melihat pemandangan kota ,
" Aku rindu , tapi entah ,aku pun tak tahu rindu apa , siapa yang aku rindu ? aku gak tahu ". Batinnya Aldi .
Pikirannya Aldi kini sedang gundah gulana ,
" Ck... kenapa sih dia selalu saja melintas di pikiranku... sadar Al sadar , tujuan utama Lo itu bikin dia menderita bukannya Lo kasih harapan lagi , Lo harus ingat apa yang ia lakukan sama Lo, dia menikah dengan laki-laki lain hanya karena Lo dulu gak mau nampakin muka Lo depan dia ". Batinnya menggerutu .
Aldi mengeratkan genggaman tangannya pada pagar taman itu, dengan raut wajah yang tengah menahan amarah bila mengingat-ingat kembali kejadian dimasalalu masa dimana ia melihat wanita yang paling ia impikan menjadi istrinya menikah dengan pria lain , makannya sampai sekarang Aldi kalau melihat pernikahan memakai adat istiadat seperti itu rasanya amat membenci acara-acara seperti itu, makannya pas nikah dengan Laila ia tidak memakai adat manapun .
" Kalau waktu boleh diulang , aku sejujurnya gak menginginkan pernikahan ini, karena pernikahan ini sama saja membuka lukaku kembali , tujuanku menghancurkan hidupnya bukan menerima dia kembali dalam kehidupanku ". Gerutunya .
" Arghh....". Teriaknya membuat semua mata tertuju menatap kearah nya .
" Dia kenapa ? gila kali ya ". Ucap seseorang yang berjalan melewati nya .
" Sttt... jangan bilang kaya gitu, nanti kalau dia dengar gimana ". Ucap temannya yang mengingatkan temannya yang mengatai Aldi orang gila karena teriak-teriak gak jelas ditempat umum .
Aldi yang sejujurnya mendengar ucapan mereka berdua , hanya diam saja , dan memilih pergi .
Aldi berjalan kearah jembatan yang melewati Danau yang berada dibawahnya . ia berjalan seperti orang yang banyak pikiran . pasangan anak muda melewati dirinya satu persatu dengan mesranya .
" Sungguh indah jika dulu aku dengannya begitu, canda tawa , ada semuanya di diri mereka sekarang , tidak denganku ". Ucapnya Aldi .
Ponselnya berdering dan Aldi langsung melihat siapa yang menghubungi nya itu dan itu adalah nomer yang tak ia duga , nama yang tertera disana bernamakan ' Istriku Bohay 😘' .
Aldi langsung melotot kan pandangan itu kearah ponselnya , karena saking kagetnya .
" Hah... sejak kapan ada nama kontak seperti ini diponselku ". Ucapnya bertanya-tanya .
Tanpa pikir ia langsung mengangkat panggilan masuk nya itu .
" Hallo mas... lama amat sih kamu angkat telepon dariku , memangnya kamu lagi dimana sih ? ". Ucapnya Laila diseberang telpon .
Sudah Aldi duga ternyata memang benar Laila yang menelponnya , siapa lagi kalau bukan Laila yang berani-beraninya membuka-buka ponselnya itu dan lebih-lebih lagi ia malah menamai kontaknya itu dengan nama yang seperti itu di ponselnya Aldi .
" Ada apa ? aku lagi sibuk ". Ucapnya berbohong dengan nada juteknya .
" Ish.. jangan bohong deh , orang Dhan bilang kamu tadi pergi jalan-jalan kok , dimana mas ? ". Tanyanya Laila lagi .
" Apanya dimana ? ". Ucapnya Aldi .
" Iya kamu dimana sekarang ". Ucapnya Laila .
" Lagi jalan-jalan kaki aja , cari angin ". Alesannya Aldi .
" Coba aku lihat ". Ucapnya Laila langsung mengubah panggilan telepon menjadi Videocall .
__ADS_1
Aldi langsung menyambungkannya ke Videocall .
" Hmm... apa ". Ucapnya Aldi cuek .
" Ish... cuek banget sih kamu mas ,coba lihatin kamu lagi jalan-jalan dimana mas ". Perintahnya Laila .
Aldi langsung memperlihatkan sekeliling tempat ia berada sekarang .
" Lagi ditaman gitu ya mas ?". Tanyanya Laila .
" Iya , sudahlah ngapain sih Videocall ". Ucapnya Aldi dengan ekspresi wajah kesalnya .
" Kamu kok gitu amat sih mas, aku kan hanya ingin tahu suami ku lagi apa disana? sudah makan atau belum nya , memangnya salah ya kalau seorang istri nanyain kabar suaminya sendiri ". Ucapnya Laila dengan ekspresi wajah cemberutnya membuat Aldi yang melihatnya merasa gemas namun Aldi menahan nya .
" Ah... iya-iya , kabar ku baik dan sudah makan tadi sama Dhan ". Ujarnya Aldi masih dengan nada cueknya .
" Bagus lah kalau gitu mah, oh ya mas , aku punya kabar gembira untukmu ". ujarnya Laila tersenyum-senyum sambil menggigit kuku jarinya .
" Apa ?". Ucapnya Aldi sambil melihat kearah lain dan disana ia melihat Dhan melambai-lambaikan tangannya kearahnya , seperti memberi kode kemarilah .
" Aku... ak..aku...". Ucapnya Laila diseberang telepon seperti nya gugup .
" Apa cepat ". Ucapnya Aldi sambil berjalan kearah Dhan namun seketika para remaja laki-laki tidak sengaja menyenggolnya membuat ponselnya terjatuh .
( Brakkk )... teleponnya jatuh kejembatan .
membuat Aldi terkejut , dan langsung berjongkok mengambil ponselnya yang sudah mati .
Namun para remaja itu malah lari begitu saja , Dhan yang melihatnya langsung menghampiri tuannya itu ,
" Sini tuan biar saya saja yang mencoba periksa ponselnya anda ". Ucapnya Dhan .
" Nih ". Ucapnya Aldi bangun dari jongkoknya dan langsung memberikan ponselnya itu ketangannya Dhan .
Aldi melihat ponselnya yang berada ditangannya Dhan saat ini , dengan raut wajah masamnya .
Sedangkan Laila kini yang berada diapartemen nya itu, langsung merasa kesal ,karena ia mengiranya suaminya memutuskan sambungan telepon nya tiba-tiba .
" Ish... padahal aku bilang juga belum , nyebelin banget sih ". Umpatnya langsung membanting ponselnya keatas kasur .
Laila langsung pergi kedapur mengambil air minum karena ia benar-benar merasa kesal suaminya itu dengan seenaknya memutuskan sambungan telepon nya itu . Laila sampai minum 2 gelas air putih karena saking merasa kesalnya pada Aldi .
Laila memegang perutnya itu,
" Hmm... mungkin nanti saja deh... aku bilangnya secara langsung , ya mudah-mudahan saja dia senang saat aku kasih tahu kalau aku ...". Ucapnya terhenti sambil senyum-senyum .
" Yah... rencana tuhan siapa yang tahu coba ". Ucapnya Senyum-senyum .
Aldi kini dan Dhan pergi ke konter HP yang berada didekat alun-alun kota itu .
__ADS_1
" Gimana pak ? hape saya bisa diperbaiki kan , soal biaya saya akan bayar berapa pun itu , asal hape saya benar lagi pak ". Ujarnya Aldi dengan ekspresi seriusnya .
" Bisa , dua hari , beri saya waktu dua hari untuk memperbaiki semuanya ". Ucapnya pemilik konter ponsel itu .
" Dua hari, gak bisa sekarang aja pak ". Ucapnya Aldi .
" Gak , soalnya ini kan jatuhnya juga berantakan gini jadi butuh waktu cukup agak lama , nanti pas sudah dua hari kamu bisa kembali kesini lagi ". Ujar Pemilik konter HP itu .
" Ah.. ya baiklah , nanti saya kesini lagi setelah dua hari ". Ucapnya Aldi pergi begitu saja dengan raut wajah murungnya ,namun tidak dengan Dhan , Dhan justru membeli satu ponsel lagi untuk bosnya itu , ponsel untuk bosnya ya ponsel sementara gitu .
" Tunggu tuan ,nih ". Ucapnya Dhan memberikan ponsel baru untuk bos nya itu .
" Gak deh Dhan, lagian ya gua gak mau pakai hape lain selain hape itu ". Ucapnya Aldi menolak ponsel yang dibelikan asistennya itu .
Dhan mengerti ,Aldi benar-benar sayang banget sama ponselnya itu karena ponsel itu satu-satunya pemberian ayahnya yang sudah tiada , pemberian kado ulang tahunnya di usianya menginjak usia dewasa yaitu dihari kelulusannya di universitas yang diinginkan ayahnya itu ,dan Aldi menjadi salah satu mahasiswa dengan nilai terbaik di angkatannya , dan itu membuat ayahnya bangga padanya .
" Maaf yah, aku gak bisa jaga pemberian ayah ". Batinnya Aldi merasa sedih .
Aldi berjalan terus tanpa ia sadari ada mobil yang hendak menabraknya . Dhan yang melihatnya langsung berteriak .
" Awas... tuan ". Teriaknya Dhan .
membuat Aldi tersadar dan melihat kearah mobil yang melaju kencang kearahnya .
Dan dalam beberapa detik,menit, tubuh Aldi terpental mobil itu sampai terjatuh ke jalanan aspal .
" Aldi ". Teriaknya Dhan langsung menghampiri bos nya itu dengan paniknya .
Dan mobil yang menabraknya itu juga langsung pergi begitu saja , membuat Dhan kesal melihatnya .
" Woii...berhenti woi...". Teriaknya Dhan dan Dhan pun langsung membalikan badannya Aldi yang tengkurap dijalanan , dan banyak sekali darah yang keluar dari tubuhnya Aldi .
Tanpa pikir panjang ia langsung membopong Aldi kedalam mobil tempat dimana ia parkirkan tadi .
Dan dikediaman rumah besar dan apartemennya Aldi Poto nya yang terpajang terjatuh bersamaan membuat orang-orang yang ada dirumah maupun apartemen terkejut .
" Kenapa potonya Aldi bisa jatuh begini ". Ucapnya Wulan kebingungan .
Sedangkan Laila , langsung berjongkok mengambil sebingkai Poto suaminya itu .
" Mas... Aldi ". Batinnya Laila tiba-tiba merasakan perasaan yang tidak enak , seperti terjadi sesuatu pada suaminya .
.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa Like, Vote dan Komentarnya ya guys 😉😊👍😎 Dukungan kalian membuat author makin semangat menulis melanjutkan cerita ini 👍😊😊👍